A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start() [function.session-start]: open(/var/lib/php/session/sess_b2scqgbg60vk3kte71grbv5dm1, O_RDWR) failed: Permission denied (13)

Filename: views/baca_view.php

Line Number: 1

KoKi - Sang Gadis dan Kegadisannya
SENIN, 21 APRIL 2014
 
        Lupa Password?
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiLife
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Sang Gadis dan Kegadisannya
Srikandi - Bogor


Hai Zev, AsMod dan KoKiers, kita ketemu lagi..

Saya harap semua selalu sehat dan bahagia!  dan KOKI tempat kita berkumpul semakin sukses dan bermanfaat untuk kehidupan kita semua.  Artikel saya sebelumnya, membahas tentang "Lelaki dan kelaki-laki’annya"  http://community.kompas.com/read/artikel/229  sekarang kita berdiskusi tentang “Gadis dan Kegadisannya”. 

Artikel ini terpaksa dibagi dua, karena kepanjangan, yang selanjutnya “Perempuan dengan keperempuan- nya". Judul yang sama pernah tayang di sebuah surat kabar ibu kota pada tahun 2002, tentu saja tata bahasa dan alur ceritanya tidak sama, karena menulis di KOKI punya keasyikan sendiri yaitu boleh menggunakan kata suka-suka hati, dalam arti positif.

Dalam bahasan disini,  maaf banget ya, saya tidak mau membahas soal moral, karena siapakah saya  yang boleh menilai orang lain? Toh saya juga masih ‘belepotan’, maka tidak mau jadi muna untuk mengoreksi orang lain.! jadi bagi yang suka ngesex bebas dan menyalah gunakan kegadisannya untuk tujuan atau maksud apapun, silahkan aja lanjut.! Toh untuk orang lain tidak ada untung atau ruginya.  

Tulisan ini sekedar berbagi cerita dari kejadian sehari-hari yang pernah saya temui. Semua cerita adalah kisah nyata,  bukan bermaksud mengobral aib orang, tetapi untuk kita ambil pelajaran dari apa yang menimpa orang lain, agar diri dan keluarga kita terhindar untuk tidak mengalami hal yang sama.

Kegadisan = Kehormatan  (martabat diri?)

Menurut KoKiers, apa sih kegadisan itu? Apakah indentik dengan kata ‘keperawanan’? Atau ada arti lain lagi dari kegadisan ini.? Kalau yang disebut Gadis jelas, seorang manusia berjenis kelamin perempuan (tulen lho..) kalau gadis imitasi kayak si Dorce pasti lain lagI bahasannya hahaaaaaa.

Sejak dulu, kalau kita bilang ‘kegadisan’ artinya ‘keperawanan’ dan, sebagian masyarakat mengindentikkan kegadisan dengan ‘kehormatan’ maka ada istilah, jaga lho kehormatanmu.!  Mungkin karena difinisi ‘kehormatan’ ini, maka sekarang banyak yang berusaha mati-matian menjaga ‘kehormatan’nya, dengan segala cara, termasuk melakukan aborsi, mengugurkan janin yang tumbuh diperut dan dilakukan sembunyi-sembunyi, karena untuk menjaga ‘kehormatan’ yaitu nama baik diri dan keluarga.! Jadi soal kegadisan, tidak dimasalahkan lagi, tapi kehormatan (nama ‘baik’) itu yang dipertahankan.! lucu juga yah, nama ‘baik’ haahahaa, apa ada nama ‘jelek’?

Disisi lain, ada banyak orang yang benar-benar mempertahankan ‘kegadisannya’ maka banyak yang mengalami kematian karena benar-benar melawan pemerkosanya, dan tidak sudi ‘kegadisannya’ atau kehomatan dirinya direnggut dengan begitu aja, apalagi memberinya dengan suka rela. Ya benar sih, masing-masing orang punya prinsif hidup yang lain-lain tentunya, mulai dari yang suka mengobral 'kegadisannya' demi seteguk kenikmatan bebrapa saat, atau demi dikatakan sebagai orang modern berpikiran terbuka dan sebagainya, sampai yang pilih-pilih siapa lelaki yang boleh merengut 'kegadisannya' Nah semua berpulang pada diri masing-masing, sebagai orang tuapun tidak bisa 'mengembok'. supaya tidak kecolongan kegadisan anaknya.

Aborsi itu mengerikan

Pernah saya diajak melihat slide-slide dikomputer anak saya, sebelum dibuka, dia bilang dulu: ”bener nih, mama akan kuat lihatnya, foto2nya tidak disensor lho”  saya menjawab : ayoolah hanya gambar, masa ngak kuat!

Duuuh jawaban yang akhirnya saya sesali, bagaimana tidak KoKiers?

Slide-slide kedokteran itu memperlihat- kan teknik aborsi, ternyata kenapa para dokter tidak bersedia mengugurkan janin yang sudah lebih dari 1-2 bulan, karena alat sedotnya tidak muat untuk menyedot janin yang sudah mulai berbentuk. Ketika ada dokter yang bersedia melakukan aborsi ini, maka janin tersebut harus dipotong-potong dulu sebelum disedot keluar, dan foto-foto dilanjutkan dengan gambar seorang lelaki yang lagi asyik makan sop janin karena dipercaya bisa membuat perkasa si burung! Hoooeek hooeeeek saya muntaaaaaaaaah! 

Ternyata penderitaan saya belum lengkap… pas hari itu marmut piaraan si bungsu, melahirkan 7 ekor.. karena saya mau berbaik hati, kandangnya saya bersihkan, satu persatu anaknya saya pindah dulu, dan setelah itu saya taruh lagi bersama ibu bapaknya, pas saya balik lagi.. marmut itu sedang mengunyah anak-anaknya…. Hoooek.. hooeek saya muntah lagi liat pemandangan itu!

Anak saya pulang dengan ngomel, katanya mama berbuat salah, binatang marmut akan memakan anaknya karena bau tangan manusia, yang dianggap akan memisahkan dia dan anaknya, duuuuuuuuuh KoKiers, ampun deh..! Kenapa takut berpisah dengan anaknya, malah dimakan..? Ada yang bisa menjawab..? Lengkaplah penderitaan saya hari itu, sampai hari ini masih puasa makan daging apapun, dan tidak berani belanja daging di supermarket. Gawat deh… orang serumah diajak vegetarian dadakan hahaaaaaaaa.

Rumah singgah bagi calon ibu tak bersuami

Saya diskusi dengan anak pertama, mengingat pada tahun 1999 WHO meluncurkan strategi MPS (Making Pregnancy Safer)  yang intinya, meminta perhatian pemerintah dan masyarakat ditiap negara untuk memperhatikan “Keselamatan Ibu yang Melahirkan” (Safe Motherhood) dimana badan dunia tersebut prihatin, akan banyaknya kematian ibu dan bayi baru lahir, baik dinegara maju maupun negara berkembang. Saya katakan, bagaimana kalau mama punya gagasan untuk diajukan pada “Menteri Peranan Wanita” untuk membuat “Rumah Singgah” bagi para gadis yang terengut kegadisannya dan hamil, jadi selama kehamilan dia boleh tinggal dan melahirkan dengan selamat, dan kita akan urus anaknya sampai ada yang mengadopsi,  jika dia tidak mau memelihara anak tersebut. sponsor untuk pendanaan bisa kita bantu cari.

Anak saya terbahak-bahak, dia katakan : “Mama, idemu sangat bagus! Tapi di Indonesia, para gadis memilihi kehilangan nyawanya ditangan dukun / dokter yang menggugurkan janinnya, daripada harus kehilangan kehormatannya (baca: nama baiknya) karena hamil diluar nikah.!”  Mereka tidak akan mau terdaftar sebagai penghuni rumah calon ibu tanpa ayah, karena nanti ketauan dia telah menjadi pelaku ‘freesex’  lebih tepatnya ngesex yang dilakukan tanpa mikir, hanya coba-coba, ngesex tanpa ikatan status suami istri, karena kalau orang yang memang mahir dan total penganut freesex, jelas-jelas di kantongnya selalu ada kondom atau pil anti hamil.! Jadi menurut aku, benar mama bilang, kegadisan itu adalah kehormatan, bukan keperawanan, karena keperawanan (bisa) sudah hilang, tapi predikat gadis, sebagai perempuan single yang terhormat (tidak hamil), itu yang mati-matian dibela!

 



Suasana hening sejenak, saya termenung…lama saya memandang mata anak gadis saya, lho kamu ini udah dewasa yah, bisa berpendapat seperti itu, berati kamu memahami bagaimana memandang kehidupa seks yang sehat dan bertanggung jawab..! Guman saya dalam hati. ada rasa syukur dalam diri ini, walaupun anak gadis saya hidup mandiri terpisah dari kami ortunya, sejak kelas 1 SMP sampai sekarang dia bertugas di pulau terpencil. Saya tidak kuatir karena saya percaya, anak itu paham betul makna kepercayaan yang diberikan kami ortunya.

Mati karena menuntut dinikahi

Ya, benar kalau tidak mati ditangan orang yang membantunya aborsi, bisa mati ditangan sang pacar yang gelap mata karena dituntut minta dinikahi.!  Saya jadi ingat, ketika jadi pembicara seminar untuk “Paguyuban Kepala Sipir Penjara” se Jawabarat, yang diadakan di Bogor, saya mendapat asisten ‘pemberian’ panitia, seorang pemuda yang ganteng sekali, dia membantu menjalankan slide dan semua teknik yang berkaitan dengan komputer dan panggung saya percayakan padanya! 

Sesaat selesai seminar, saya minta dia mengantar sampai mobil, karena bawaan banyak sekali, sambil saya ingin menghadiahkan 1 buku karya saya, yang ada di bagasi mobil.  Tapi dia berhenti sampai pintu aula, Saat itu dia katakan : ‘Bu, maaf saya tidak bisa keluar, hanya sampai pintu ini saya bisa antar ibu.’

Saya yang tidak sadar keadaan, tetap memaksa untuk mengantarkan, sampai ibu kepala penjara yang menjadi panitia seminar datang, dan mengatakan bawaan saya akan dibantu oleh orang lain, karena pemuda ini tidak bisa keluar, ibu itu tersenyum penuh arti! celakanya saya tidak mengerti arti senyuman itu.. dengan lugunya, saya bertanya, ‘Kenapa bu, tidak anak ini saja yang mengatar saya? 

Pemuda itu tersenyum dan memberikan salam perpisahan pada saya yang melonggo bego! setelah pemuda itu berlalu, ibu panitia itu mengatakan, masih ingat ngak bu..? berita mahasiswi hamil yang mayatnya terbungkus plastik dan ditemukan di bagasi mobilnya sendiri di Bandung. Nah itulah pembunuhnya, dia membunuh pacarnya sendiri yang sedang hamil.

Tuiiiiiiiiing tuiiiing, mendadak telingga saya berdenging…… astaga pemuda seganteng itu ternyata narapidana? Dia dipenjara bu? Ampun, kasihan amat!  suara saya bergetar karena shock, duuuuuuuh hanya karena sang pacar yang ketakutan dan menuntut tanggung jawab karena janin sudah cukup besar diperut, habislah dua nyawa sekaligus, dan habislah masa depan pemuda ganteng yang pintar, saat kejadian pembunuhan itu, dia sedang bersiap ke Jerman karena dapat bea siswa. Tragissssss.. hiks .. Hiks…sedih nian!

Saya juga jadi ingat kejadian, dimana waktu dulu, saat keguguran karena kecelakaan, becak yang saya tumpangi terguling.. waktu dalam perawatan, ada kepala perawat RS yang datang, minta izin untuk menempat- kan seorang gadis muda yang akan dirawat bersama, saya tanya sakit apa? kepala perawat menjawab : Dia selamat dari percobaan bunuh diri.  

Saya protes.. minta jangan ditempatkan bersama 1 kamar, karena takut dia bunuh diri lagi, saya tidak mau lihat dia melakukan itu lagi.! Tapi perawat bilang, dia sudah tenang. Kalau ibu mau beramal ibadah, cobalah tolong anak tersebut untuk ‘dirangkul’, diajak ngobrol dan kasih pengertian, bahwa ibu aja berjuang untuk sebuah kehidupan di perut ibu, bagaimana dia mau membunuh kehidupannya sendiri.

Saya yang terkesima dengan perkatakan perawat itu, akhirnya bersedia ditempatkan sekamar! saya lihat seorang gadis yang cantik dan ‘alim’ sekali, tutur katanya lembut sekali, waktu dia memberi salam perkenalannya, saya biarkan dia istirahat, dan tengah malam kita terbangun bersama karena ingin kencing, dan gadis itu turun menuntun saya untuk masuk ke kamar mandi, ketika melihat saya meringis kesakitan memegang perut setelah dikuret (membersihkan rahim dari janin yang gugur)  

Kejadian itu membuat saya yakin, ini gadis ‘baik’baik’ kenapa sampai mau bunuh diri? Pikir saya dalam hati, saya menawarkan dia, roti bawaan pembezok, dan kita makan bersama sambil ngobrol, dengan hati-hati, saya bertanya: Boleh saya bantu, jika kamu mau curhat? Saya tidak pintar, tapi saya mau membantu dengar curhatmu, biar hatimu bisa lega… lama saya lihat dia merenung, dan akhirnya mendatangi tempat tidur saya, dan memeluk dengan ledakan tangis. Saya latah, nggak tau apa-apa, ikut juga menangis sambil memeluk dia.

Orgasme Ego

Setelah agak reda, dia bercerita.. di sekolahnya dia saat itu kelas 2 SMA, dia punya pacar yang popular, banyak cewek yang gandrung dengan pemuda ini, dan dia merasa bangga pemuda itu memlih dia menjadi pacarnya.  Pemuda itu berkali-kali mengajak hubungan intim, tapi dia selalu menghindar tidak mau sampai ‘masuk’ jadi diciumi dalam keadaan telanjang, masih mau. Setelah beberapa kali dia tetap tidak mau sampai ‘masuk’  akhirnya sang pacar mengancam akan memutuskannya, sebagai gadis pendiam, dia memelihara kesedihannya secara terpendam, dan yang membuatnya sampai mau bunuh diri, karena pacarnya melakukan/ menjalankan ‘orgasme ego’ dia berkeliling sekolahan menceritakan, si gadis sudah dibeginiin, sudah dibegituin, lengkap dengan bumbu penyedapnya. Wah bisa kebayang ya, kalau ini terjadi zaman sekarang, dimana Hp bisa merekam akitivitas mereka dan dijadikan bukti olok-oloknya.

Merasa malu pada semua teman-teman yang tau, bahwa dia sudah mau telanjang dan diciumi pacarnya, bahkan gosipnya dia sudah diperawani dan sebagainya, membuatnya ingin mati aja.! Selain malu sama teman satu sekolahan, juga takut sama orang tuanya, cerita sampai sini…meledaklah tangisannya dalam pelukan saya.

Saya terdiam, hati saya miris………betapa naif lelaki yang berpikir untuk selalu memenangkan egonya, arogan dengan keinginannya! Jika keinginan tidak didapat, dengan mudah ‘merusak  ‘nama ‘baik’ orang.

Kejadian dengan si gadis itu 20 tahun lalu, saat itu belum zaman HP, belum juga zaman internet, jadi kita belum saling mencatat nomor dan tidak terpikir saling meninggalkan no telepon rumah, siapa tau bisa kontak lagi, waktu menulis ini, saya jadi rindu dengan gadis ini, dan hanya bisa berdoa semoga dia dapat suami lelaki getleman yang tidak naif untuk memuaskan egonya, dan arogan dengan keinginan nafsunya. Saya berharap dia akan dihargai oleh lelaki yang tau arti cinta sejati, bukan cinta nafsu berdasarkan seks aja.!  Sebab sebuah pernikahan itu bukan saja diperkuat karena unsur seks saja,  Tetapi banyak sekali faktor yang harus diharmoniskan, dan butuh komitmen yang terus menerus direvisi mengikuti waktu dan keadaan  berjalan.

Kekuatan cinta dari kebersamaan keluarga

Dua kisah diatas patut kita renungkan,  baik sebagai orang tua, maupun sebagai anak,…karena banyak suami atau istri, juga banyak anak yang takut untuk membawa ‘masalahnya’ kedalam rumah, sebagai contoh soal dimuka, sang gadis itu takut untuk curhat pada ortu nya kalau dia dapat masalah dipermalukan pacarnya disekolahan, maka dia anggap dunia kiamat sendirian, sang gadis satunya, takut bilang pada ortunya bahwa dia hamil, dan sang pacar harus berangkat ke Jerman, dia menuntut sang pacar yang jadi bingung dan kalap.  

Saya bersyukur punya suami yang membuat dia ‘berwibawa’ dimata istrinya, dan anak-anaknya bukan karena hartanya, bukan karena gantengnya, bukan karena kejamnya kita menjadi patuh, bukan karena pintarnya, Tetapi karena pengetian dan kebijaksanaan- nya terhadap ‘kesalahan’ / kehilafan yang orang lain buat, untuk dia pintu maaf itu sangat luas.  Dia selalu katakan pada istri dan anak-anaknya : “Jika kalian menemui masalah diluar rumah karena perbuatanmu, jangan takut untuk pulang dan yakinlah kita adalah keluarga,  satu team yang akan membantu untuk memecahkan masalah itu.! Jangan berusaha menangani sendirian, karena kekuatan banyak orang lebih kuat daripada sendirian yang berkutat dengan masalah”   itulah satu kekuatan keluarga saya, maka pihak luar, sulit mengoyang dengan gosip kek, atau dengan jalan apa kek, untuk memecah belah kami, karena jika kami ada masalah diluar, kami dengan berani dan sanggup memberitau apapun kesalahan / kehilafan kami dalam diskusi keluarga.

Mudah-mudahan keluarga saya tetap bisa mempertahankan kekuatan kebersamaan keluarga ini, karena masalah diluar rumah jauh lebih banyak dari yang didalam, jika kita tidak kompak sebagai keluarga, bagaimana kita mampu menghadapi lawan yang datang dari luar rumah.  ( saya nulis ini bukan buat bangga-banggaan, hanya sekedar berbagi, siapa tau ada baiknya ditiru, kalau dianggap tidak cocok untuk keluarga lain, ya abaikan aja. Jangan dibaca bagian ini )

Sebagai contoh lagi, ketika anak perempuan saya meminjamkan mobil saya pada temannya, yang akhirnya mobil tersebut menabrak mobil didepannya, mobil saya rusak parah dan mobil yang ditabrak menuntut diperbaiki, karena prinsip kebersamaan keluarga tadi,  "pulanglah kerumah, jka ada masalah kita diskusikan bersama, kesalahan apapun bisa dimaafkan jika mau mengakuinya". Maka walaupun anak itu tahu dirinya salah, tapi dia berani pulang ke rumah.

Bagaimana dengan temannya tersebut, dia tidak berani pulang, sampai saya  bersedia memberi pinjaman uang untuk perbaikan mobil yang ditabraknya, dia memelas akan mencicil uang tersebut, dia memilih kerja sepulang kuliah, daripada memberitau ortunya yang dia bilang, “tidak sanggup deh,tante, untuk mendengar cacimaki ibuku kalau aku minta uang karena menabrak mobil orang”.  

Saya hanya mikir, anak ini begitu ketakutan dengan keluarganya sendiri, gimana kalau problemnya selevel hamil diluar nikah..? apa anak itupun akan bunuh janinnya, atau bunuh diri, atau dibunuh pacarnya yang kalap? Karena tidak bisa / tidak mampu curhat pada ortu atau keluarganya… Amit-amit deh, saya berdoa jangan sampai terjadi!

NB : Wajib dimaklumi oleh semua KoKiers, Saya ingatkan lagi kepada para pembaca, saya nulis artikel ini bukan karena saya seorang ahli, boro-boro pakar, saya hanyalah seorang perempuan ibu Rumah tangga biasa, yang kurang banyak diam dibangku sekolah, yang masih harus banyak belajar dan belajar lagi, karena ilmu pengetahuan terus berjalan tiada hentinya.

Salam sukses dan salam bahagia untuk Zeverina, Asmod dan semua warga KOKI sedunia

Srikandi – Bogor

 

 

Bookmark and Share

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina.koki@yahoo.co.id ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 11 Halaman Komentar | First Prev Next Last
baru ngecek ternyata link artikel "Laki2" yg saya tulis itu diartikel ini salah ya, kurang angka 0 yg benar >>> http://community.kompas.com/index.php/read/artikel/2290
Posted by: srikandi | Sabtu, 31 Oktober 2009 | 10:27 WIB
@ Wati, bukan saja punya anak gadis hrs extra hati2 hahaha, anak lelaki juga sama, skg banyak gadis yg agresif, mereka tdk malu atau risih masuk kamar cowok dirumah cowoknya, walaupun ortu nya lg ada. saya malah wanti-wanti sama anak lelaki saya, jgn sampai kamu hamili anak gadis orang, jangan hidupmu dijadikan neraka hanya karena menuruti nafsu kelaminmu.! @ Fabiola, memang kejam, tp lebih kejam lagi kalau lahir trus dibunuh atau dibuang begitu saja seperti sampah yg hina. padahal anaknya sendiri buah perbuatannya sendiri.
Posted by: srikandi | Jumat, 30 Oktober 2009 | 23:49 WIB
Bagus artikelnya, jd harus ekstra hati2 kalau punya anak gadis.
Posted by: Wati-Jerman | Jumat, 30 Oktober 2009 | 23:35 WIB
@ Ryc... @ PDD ... @ Walentina.. , benar sekali JANGAN mentabukan urusan sex krn ini kebutuhan biologis mahkluk hidup yg paling dasar, yg kita bisa berikan pd anak, hanyalah pengertian ttg kesadaran utk tau resiko dan tau tanggung jawab atas resiko yg diambil, itu point yg di tulis di Walentina juga.! skg ketua kateksasi pernikahan juga hanya memberi pelajaran ttg relasi berpasangan, tp masalah sex mereka bilang tabu utk membicarakannya, ya gimana yg muda bisa tau dan belajar, kalau yg dituakan juga, ternyata urusan ranjangnnya melempem.
Posted by: srikandi | Jumat, 30 Oktober 2009 | 23:30 WIB
@ Kinanthi apa yg kamu tulis itu benar say... ! @ anoew hahahaaa, si ucrit kayak anak saya ngak kalau kita mandi bareng, dia bilang, mam koq punya papa tdk sama ya dgn kita ( sambil nunjuk ke anu nya) kita punya gini, papa punya gitu, trus bikinnya saya gimana.? hahahaaa, silahkan banyak putar otak utk menjawab.!
Posted by: srikandi | Jumat, 30 Oktober 2009 | 23:27 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved

Warning: CI_Exceptions::include(new/errors/error_php.php) [function.CI-Exceptions-include]: failed to open stream: No such file or directory in /data/kokikolo/public_html/system/libraries/Exceptions.php on line 161

Warning: CI_Exceptions::include() [function.include]: Failed opening 'new/errors/error_php.php' for inclusion (include_path='.:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /data/kokikolo/public_html/system/libraries/Exceptions.php on line 161

Warning: CI_Exceptions::include(new/errors/error_php.php) [function.CI-Exceptions-include]: failed to open stream: No such file or directory in /data/kokikolo/public_html/system/libraries/Exceptions.php on line 161

Warning: CI_Exceptions::include() [function.include]: Failed opening 'new/errors/error_php.php' for inclusion (include_path='.:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /data/kokikolo/public_html/system/libraries/Exceptions.php on line 161