| KoKiLove |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Cinta Yang Terlanjur Diucapkan
Pernah nggak kamu merasa saling mencintai tapi bertahan untuk tidak saling memiliki. Situasi ini membuat sakit hati. Rasa sakitnya bahkan lebih sakit dari patah hati. Saya tengah mengalaminya.
Hubungan ini bermula dari sebuah pertemanan biasa dua anak manusia. Saya dan sahabat saya, sudah pastinya cowok yahhh...Heheh…Sebut saja kawan saya ini L. Saya mengenal L setelah seorang kawan mengenalkannya kepada saya. Mungkin karena hampir setiap hari kita bertemu, akhirnya L ini menjadi sahabat dekat. Saya dan L biasanya bertemu selepas pulang kerja. Saya selalu mampir di tempat biasa dia kongkow. Tempat kongkownya kebetulan adalah tempat aku biasa menghabiskan waktu dengan kawan-kawan semasa SMA dulu. Kebetulan pula si L ini sering berkumpul juga di situ. Bedanya si L ini umurnya terpaut dua tahun lebih muda dari saya. Dia masih bersekolah...’’Uhuuuuuyy brondoongs cyiiin :P).’’ Awal hubungan kami hanya sekadar teman biasa, tapi tanpa disadari komunikasi kami semakin intens. Dalam sehari nggak pernah absen untuk sms dan telponan, baik ketika saya bekerja ataupun di rumah. Dan malem harinya kita pasti bertemu. Tapi anehnya aku dan dia sama-sama nggak pernah merasa bosen loooh. Hahaha... Mungkin kita sudah sama-sama nge-klik. Nge-kliknya juga kayaknya udah gila banget kayaknya. Hahaha... Kalu sudah ketemuan sama dia, pasti kita berisik banget. Suka main pukul-pukulan atau gigit-gigitan, tapi nggak sampai KDRT juga sih...Hahaha...
Hampir setiap hari kami bercengkerama. Bahkan seringkali kalau tengah sama-sama berkumpul dengan kawan-kawan lainnya, kami selalu memisahkan diri dari mereka. Perasaan kami selalu ingin berduaan terus. Hahah Sampai akhirnya teman-teman mengira ada hubungan serius diantara kita. Parahnya kita berdua nggak mengiyakan, tapi juga nggak mengelak. Biasanya kalu ada pertanyaan seperti itu, kita hanya diam saja atau mengalihkan pembicaraan. Dari hubungan ini akhirnya saya mulai menyadari kadang terselip perhatian dan perasaan saling menjaga diantara kami. Mungkin memang sudah seharusnya demikian sebuah persahabatan itu, walaupun khusus untuk hubungan ini ada sesuatu yang berbeda. Rasa nyaman saya ketika bersamanya jauh melebihi rasa nyaman saya saat bersama kawan-kawan lainnya. Bahkan terkadang ada rasa cemburu kalau mengetahui dia sedang pergi bersama temen (cewek) yang lain, atau melihat dia dan temannya saling sapa di jejaring sosial dan mempunyai panggilan khusus. (aaaaaaarrgh..!!! ko sm gue ngga kayak gitu??)
Tapi aneh yaaa, kenapa saya bisa ngerasain hal itu kalo cuma sama temen atau sahabat ?? Nah, gara-gara tragedi jealous yang berkembang pesat di hati saya, jadinya saya keceplosan aja gitu ke L kalau saya jealous. Dan tanggapan L waktu itu, "Loooh…Mal jangan-jangan .... wah ini nggak boleh loh Mal!" Hahaha....Sudah ketebak kan nasib saya dan persahabatan kami jadi gimana? Tapi saya nggak pernah malu karena hal itu. Bagi saya itu bukan penolakan karena setelah itu dia mengungkapkan semuanya. Dia bilang dia perduli dengan saya, dan pedulinya dia ke saya ini melebihi peduli dia ke teman-temannya. L juga bilang kalau cinta itu ada putusnya tapi kalau persahabatan seperti ini kayak bakalan sampai mati dan dia nggak mau kehilangan saya. L mengakui kalau dia belum bisa berdiri dengan satu cewek, makanya dia nggak mau menyakiti saya kalau sampai kita pacaran nantinya dia mendua dan bahkan dia rela ditinggal mudik seluruh keluarganya hanya untuk berlebaran di Jakarta bersama saya. (so swiiiiit bangeeeeet) hihii
Tapi yah lagi-lagi itu hanya kisah masa lalu yang sepertinya sudah harus saya jadikan kenangan. Bukan karena memang kita tidak mungkin bersama tapi karena dia lebih memillih wanita lain yang umurnya 11 tahun di atas saya. Mungkin dia terjebak atau ini memang pilihan dia? sebagai sahabat lagi-lagi saya hanya bisa mendukung dan merasa bahagia jika itu membuatnya bahagia. Klise sih tapi yah sekarang keadaan menuntut saya untuk melakukan itu. Walaupun sampai detik ini hubungan kami tetap baik dan masih dekat, tapi hubungan dia dengan wanita itu membuat ada sedikit jarak.
Okay, life must go on with or without him. Yang pasti di lubuk hati saya dia sahabat terbaik yang saya miliki. ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|