| KoKiLove |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Nilai Cinta
Roda kehidupan telah melindas jaman. Prilaku dan rasa yang dahulu dianggap sebagai sesuatu yang mulia, murni, agung dan suci, kini perlahan tapi pasti mulai mengabur. Kata cinta yang dahulu sebagai sesuatu yang sakral dan agung, mungkin kini sudah sekadar simbol kasih sayang yang hanya terucap dan berbentuk kata-kata tak bermakna.
Cinta yang menyeruak dari dalam kalbu secara spontan dan alamiah, itu telah kehilangan ruhnya. Kehangatan dan kasih sayangnya seringkali hanya merupakan acting. Dia sudah biasa terpapar kepentingan dan gaya hidup hedonism. Seberapa besarkah nilai cinta kita?
Seberapa besarkah nilai cinta kita? Seberapa besarkah nilai cinta kita?
Saya punya nilai cinta seperti ini : Saat-saat kami menghadapi musibah adalah saat paling tepat bagi saya untuk mengukur kadar dan nilai cinta kepada istri sejawat dalam menapaki hidup ....Sungguh merupakan pengalaman pertama saya menghadapi situasi dan suasana seperti ini. Ketika kecelakaan lalu lintas menimpa istri, seketika semua fungsi berpindah dalam berkeluarga berpindah. Istri yang biasanya mengurus dan melayani segala hal keperluan saya, kini saya yang mengurus segala kebutuhannya. Disitulah indikator akan nilai cinta dimulai. Saya mulai menemani kekasih saya dari saat tabrakan hingga ke Rumah Sakit. Sekian hari saya merawat dan melayani istri tercinta dan menghabiskan materi lumayan besar. Seandainya cinta tidak bergesar hakekatnya, maka nilainya akan lebih suka memberi dari pada menyimpan --ingat semasa pacaran senangnya ditraktirin. Selanjutnya karena dirujuk ke RS yang lebih besar, maka kami pun menyiapkan anggaran transportasi dadakan yang lumayan besar. Kantung kami semakin terkuras, ketika istri saya harus menjalani operasi dan opname. Semua itu menghabiskan uang puluhan juta rupiah. Tak hanya sampai situ, wanita yang sangat saya sayangi pun measih harus menjalani rawat jalan selama beberapa minggu. Saya menjalani dan melewati hari-hari itu bersama istri. Anehnya, di tengah kesulitan melanda, cobaan mendera, semakin hari saya malah semakin menyadari, betapa nilai cinta aku terhadap dia, cinta dia terhadap aku melebihi apapun. Kesehatannya,
Inilah nilai cinta kita untuk pengorbanan. Berapa pun uang kita keluarkan dari kantung, jika itu membuatnya tersenyum bahagia, maka nilai rupiah menjadi tak berarti.....Tak ada yang terpenting selain dia sembuh dan ceria kembali. Aku merangkul cinta. Aku berselimut kehangatan dia. Seberapa besarkah nilai cinta kita? ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|