| KoKiLove |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Memutuskan Hubungan Cinta
Bagaimana,sih,caranya jika kita akan memutuskan untuk meninggalkan pacar atau pasangan hidup kita selamanya, sementara sang kekaksih masih sangat-sangat mencintai kita?
Seringkali dalam sebuah jalinan cinta atau rumah tangga sepertinya hubungan kita terlihat harmonis tanpa masalah. Padahal sebenarnya dibalik itu semua, salah satu dari pasangan itu sudah merasa tak lagi mencintai dan tak menginginkan hidup bersama lagi. Situasi semakin runyam, saat kita mengutarakan kata hati sejujur-jujurnya bahwa rasa cinta kita telah hilang, dia tidak mau mengerti. Dia kekeh tidak mau berpisah karena masih sangat mencintai kita. Ketika kita berterus terang kepada pasangan kita, "Aku tidak mencintaimu lagi, mari kita mengakhiri hubungan ini."
Melihat reaksi kekasih yang menangis bombay bak film India, itu tentu membuat kita ragu untuk benar-benar meninggalkannya. Sementara kita sudah memiliki perasaan pada oranglain bukan pada dia lagi. Situasi itu menjadi rumit. Kita yang berkata sejujurnya terlihat sangat kejam dan menyakitkan bagi pasangan kita.Tetapi sekejam atau sesakit apapun yang akan dirasakan olehnya, kita toh harus menyelesaikannya dan berani mengambil keputusan yang terbaik untuk masa depan dia dan juga diri kita sendiri. Teman dekat dan saudara dekat mengadvis untuk berkata apa adanya kepada pasangan kita dan segera meninggalkan pasangan kita itu. Memang berbicara lebih mudah daripada melakukannya. untuk kita yang menjalankannya, sulit sekali memutuskan untuk berkata apa adanya dan mengakhiri hubungan kebersamaan dengannya.
Ada perasaan bersalah tentunya untuk meninggalkan dia sendirian. Situasi ini teramat sulit, tetapi untuk tetap memutuskan hidup bersamanya juga sama sulit karena hati kita sudah tak bersamanya. Jika kita menghadapi situasi seperti, itu kalau memang kita sudah tidak mencintai pasangan, lebih baik berkata jujur secepatnya jangan berlarut-larut. Karena jika kita memang sudah tidak mencitainya dan memutuskan tetap hidup dengannya tidak baik juga untuk kita berdua. Berkatalah jujur penyebabnya kenapa kita ingin pergi darinya dan tidak ingin melanjutkan masa depan bersamanya dan kita harus tetap menghormati dan menerima reaksinya ketika kita membicarakan keputusan kita itu. Bisa saja reaksi dia ngamuk-ngamuk, mencakar atau memukul bahkan mungkin melempar kursi atau piring melayang-layang seperti UFO di dalam rumah..hahahaha…Apapun reaksinya harus kita hadapi jika memang kita ingin bener-bener memutuskan hubungan dengannya. Dan kita juga misalnya berada di posisi orang yang diputuskan oleh pasangan kita, sebaiknya menerima keputusannya untuk meninggalkan kita selama-lamanya dan mendoakan dia agar hidup bahagia dengan pilihannya akan jalan hidupnya.
Mengambil keputusan untuk berpisah adalah paling tepat daripada kita tetap mempertahankan tetapi korban perasaan. Kita menjadi amat tersiksa hidup bersamanya selamanya. Bukan begitu? ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|