JUMAT, 18 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiLove
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Jangan Ganggu Istriku
Reef - Australia

 

Sweet Zeve/Asmods dan para pembaca koki dimanapun berada, salam damai dari Oz, 
 
"Siapa bilang rumah tanggaku muluz-muluz saja ...selalu harmonis...?"
"Buktinya....???"
"Oke...cerita dibawah ini adalah sepenggal kisah nyata dan sebagai bukti bahwa, rumah tangga kami memang jauh dari sempurna...."
 
 
Suatu pagi di pertengahan bulan April 2009 
 
"Baaaaaaaaaaaaaang...duaaaaaaaaaaaaaaar...............!! 
 
Terdengar suara keras pintu dibanting. Sementara itu, mulutnyapun bagai senapan mulai nyerocos dengan kalimat-kalimat kemarahan yang meletup-letup. Mulutnya masih  nyerocos dan baru berhenti ketika sebuah cigaret sudah duduk manis di mulutnya. Bumi goncang ganjing. Suhu mulai memanas. Aku yang sedang asyik merapikan ini itu di dapur, mencoba tenang-tenang saja. Tidak begitu terpengaruh oleh bencana lokal sesaat. Malah sengaja aku berdendang menghibur hati sendiri.  Ya, pagi yang cerah ini, suamiku was mad like hell. Well tidak apa, aku memang yang salah, dari kemarin cemberut dan senewen terus, bawaannya pengen meledak-ledak, maybe pengaruh hormon bulanan.

Bangun tidur melihat piring kotor menumpuk, kertas berserakan, membuatku hit the roof. Kepalaku senutz-senutz. Typeku jika marah hanya diam tapi mulut manyun dan pasang dirty look dan a little bit bang sana, bang sini. Klontangan tidak karuan.  Banyak aksi sedikit biacara. Suami biasanya maklum kalau aku dalam keadaan keluar sungut. Dia banyak mengalah, dan pagi itu  mendengar suara klontangan yang kuciptakan, tanpa kusuruhpun dia membereskan piring-piring kotor yang sengaja kubiarkan dari tadi malam . Namun tak urung juga, usahanya tidak mampu membuatku mengubah cemberut menjadi senyuman. Aku tetap cranky. Rasanya melihat sosoknyapun  sudah bikin bete tidak karuan. 

Dan akhirnya, diapun habis kesabaran, maka meledaklah bom di hatinya. Then I realized, memang ini pengaruh hormon bulanan. Oke lah,  aku memutuskan untuk pergi keluar, sekedar jalan-jalan menghilangkan kesumpekan hati dan menghibur diri.  Why not...? 

 


 
Dear KoKiers,

Pertengkaran dalam rumah tangga adalah merupakan hal yang wajar dan tidak bisa dihindari dalam kehidupan rumah tangga. Malah menurut para ahli dalam kehidupan rumah tangga diperlukan suatu pertengkaran karena konon justru dalam fase bertengkar kita malah menjadi tahu apa yang diinginkan oleh pasangan masing-masing. Jujur kami memang jarang bertengkar namun bukan berarti kami bebas dari friksi-friksi yang terkadang membuat kehidupan menjadi terasa menyesakkan. Apa yang kita harapkan terhadap pasangan kita kadang terkesan absurd, too high, kita lupa bahwa pasangan kitapun hanya merupakan manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan. Dalam beberapa hal aku dan suamiku memang sangat jauh berbeda, banyak sifat kami yang saling bertentangan.

Di awal-awal pernikahan perbedaan ini sering menimbulkan konflik, masing-masing menyalahkan satu sama lain. Namun seiring dengan berjalannya sang waktu, kami mencapai titik compromise dan understanding akan kekurangan masing-masing. Dan pertengkaranpun menjadi semakin jarang. Kami tahu kapan kami harus berhenti. Namun demikian,  pagi itu, it was a different story. Kasus special. Dalam kasusku kali ini, pertengkaran atau tepatnya, kemarahan suamiku tersebut dihubung-hubungkan dengan adanya sosok lain dalam kehidupan kami, khususnya kehidupan pribadiku...! Yep, ada pengganggu dalam rumah tangga kami.

Lucunya...saat rumah tangga kami sedang mengalami konflik semacam ini, sosok ini pulahlah yang selalu berhasil mendamaikan prahara di antara kami.

Kami mengenalnya sekitar tiga setengah tahun lalu. Kukenal dia lalu jatuh cinta secara diam-diam bagai pertama. Entahah ada sesuatu yang sangat istimewa dalam dirinya yang membuatku menyukainya amat sangat. Too late to realize bahwa aku memang telah tergoda. Ada perasaan kasih yang sangat kuat dihatiku. Tatapan matanya yang sedikit sendu tetapi sangat tajam mampu melumerkan hatiku. Deep penetrating into my soul. Semakin lama mengenalnya, tanpa kusadari menciptakan benih-benih sayang yang maha dalam di hati ini. Wajahku seketika akan bersinar cerah jika melihat tatapan beribu makna yang terpancar di matanya. Dialah tempat aku mengadu jika aku sedang ditimpa masalah terutama jika aku bertengkar dengan suamiku. Aku tahu ini tidak wajar namun, Gusti...!  maafkan hambamu ini.

Mula-mula suami tidak peduli atau memang tidak menyadari perasaanku. Dia kelihatan cuek saja, bahkan dengan seringnya kami bertiga ketemu, diam-diam membuat suamiku juga mulai menyukainya. Tidak jarang mereka berdua bercanda ria dihadapanku. Malah saking akrabnya kami bertiga, kami cuek saja melihat polah tingkah dia yang kadang sedikit kurang ajar. Misalnya tanpa perasaan berdosa duduk di atas meja makan kami, atau kebiasaan dia yang aneh yaitu tanpa warning sedikitpun ujug-ujug  menggaruk-garuk selangkangannya jika kami sedang bersama. Huh...keterlaluan bukan...??  Tidak tahu malu memang. Serapat apapun aku menyiimpan rahasia hati, lama-lama  suamiku mulai menyadari kalau aku mempunyai perhatian lebih ke sosok istimewa tersebut.  Namun dia masih belum bertindak, mungkin takut perasaannya menipu. Maka dibiarkan aku, sampai dimana aku akan melanjutkan permainan ini. And I do really enjoy this delicious game.......
 
Aku sadar bahwa hadirnya orang ketiga dalam kehidupan rumah tangga adalah sangat berbahaya bagi kelangsungan rumah tangga itu sendiri. Banyak rumah tangga hancur gara-gara hadirnya sosok ketiga baik dari pihak suami maupun pihak istri. Selama ini, masih terkesan atau yang terlihat di permukaan, lebih banyak suami yang melakukan selingkuh dengan memiliki WIL atau wanita idaman lain. Tidak hanya berlaku di suatu masyarakat tertentu saja namun hal ini bersifat universal. Konon sudah merupakan takdir laki-laki untuk tidak selalu puas dengan hanya seorang wanita dalam kehidupannya. Banyak cara untuk menjustifikasi hal ini. Ekstrimnya bagi kelompok tertentu dengan alasan atau berdalih agama malah memanfaatkan 'kelebihan' tersebut. Dalam kenyataan...benarkah hanya kaum laki-laki yang potensial untuk berselingkuh.......? Jawabnya tentu masing-masing orang tidakah sama. Menurut pendapat pribadi adalah TIDAK. Baik laki-laki maupun perempuan mempunyai potensial yang sama untuk berselingkuh. Dewasa ini, kasus pihak wanita yang melakukan selingkuh hampir sama banyaknya dengan pelaku pria. Apa yang salah dengan dengan orang-orang ini?
 
Banyak hal yang menyebabkan terjadinya perselingkuhan. Secara garis besar untuk kaum lelaki, perselingkuhan biasa disebabkan oleh uang dan kekuasaan. Bila seseorang mempunyai uang dan power, maka akan ada alasan untuk mempunyai wanita lain dalam kehidupannya. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, maka akan ditemukan banyak alasan untuk menjustifikasi perbuatannya. Umumnya mereka mencari-cari kesalahan sang istri. Demikian pula sebaliknya untuk pihak wanita, walau banyak pula perselingkuhan kaum wanita berdasarkan faktor dendam semata. Dalam kasusku, tiada dendam ataupun hal yang membuatku untuk cheat on suami. Kejadian ini terjadi begitu saja tanpa aku kuasa membendungnya. Walau rasa kasih dalam hatiku begitu besar, tapi aku merasakan bahwa perasaanku tidaklah imbang, si dia ini sering bersikap cuek denganku. Semakin aku perhatian kepadanya, semakin jual mahal dia. Kurang ajar benar.....

Seringkali perhatianku yang begitu besar cuma dicuekin saja. Ya, barangkali saja dia cuek sama aku karena tidak mau menyakiti suamiku yang nota bene juga dekat sama dia. Kalau aku sedang sumpek, dan mencari refuge kedamaian pada dirinya, dia enggan berkomentar apapun, takut dituduh memihak. Gemas sekali aku dibuatnya. Tetapi dasar aku yang keterlaluan dan tidak sadar diri tetap saja aku selalu gagal mengubah rasa yang sudah terlanjur mengakar di hati. Dan aku selalu kembali ke dia lagi dan ke dia lagi.
 
Berkomunkasi adalah salah satu cara terbaik dalam menyelesaikan sebuah konflik. Komunikasi yang pararel. Namun dalam kenyataan jika hati sedang panas, berkomunikasi adalah the last thing he/she wants to do. Pertengkaran dalam rumah tangga kadang memang diperlukan untuk menambah bumbu rumah tangga. Pertengkaran akan masih dianggap wajar jika dalam suatu pertengkaran tersebut masing-masing pihak masih menghormati harga diri pasangan. Jika seorang suami atau istri sudah melakukan kekerasan fisik, ini baru tidak normal. Siapa bilang hanya lelaki saja yang potensial melakukan KDRT. Banyak istri yang melakukan kekerasan kepada suami jika merasa di dzalimi oleh suami. Banyak contoh istri-istri yang menyakiti suami atau bahkan membunuh suami sendiri hanya gara-gara cemburu misalnya. 
 
Back to my story,
 
Karena suamiku sangat jarang marah sampai meledak seperti pagi itu, sang Mr. Paijo ini mempunyai kebiasaan lucu yang membuatku geli. Kebiasaanya adalah, dia sangat sering 'lupa' jika sedang marah. Seringkali kejadian lucu terjadi. Misalnya pagi itu. Seperti di awal tulisan, pagi : beliau marah-marah kepadaku. Pagi itu juga aku pergi keluar seharian. Sore hari, pulang dari rumah teman, aku asyik memasak di dapur. Ya, walau kami bertengkar dan tidak bertegur sapa satu sama lain, tetap saja aku memasak dan meladeni keperluannya. Saat aku sedang asyik masak di dapur, si Mister masuk rumah dan karena tidak melihatku hampir seharian, begitu melihatku,  matanya langsung berkilat jenaka dan berseru riang tanpa beban : 
 
"My litlle chookie....!" (nama kesayanganku )
 
Eit...wait a minute....sadarkah si beliau ini kalau pada dasarnya kami sedang diam-diaman...? Sadarkah si beliau ini kalau tadi pagi ngomel-ngomel tidak karuan...? dan aku ini yang jadi sasaran omelannya. Sadarkah beliau ini......? Walau aku tidak sampai terpengaruh hebat oleh outbrust -nya, namun tidak urung juga masih ada rasa ganjel di hati. Ingat kalimat-kalimat ledakannya. Aku bertekat unjuk gigi dan jual mahal maka,
 
"heh....heh.." aku berdehem dingin....
 
Seperti ada aliran listrik, suamiku ujug-ujug sadar kalau bahwasanya kami sedang 'marah' . Wajahnya yang semula ceria berubah kaku tanpa ekspresi. Dan acara gencatan senjata kami teruskan. Karena marah maka malam itu ranjang kamipun enggan bergoyang. Kami tidur bum to bum and see you later. Saling memunggungi.

Hari berikutnya walau ganjelan sudah menipis, namun komunikasi pendek-pendek sudah terjadi, demikian seterusnya, komunikasi makin lancar, namun tetap saja ranjang enggan bergoyang. Keadaan berlangsung selama empat hari. Malam-malam kami masih dingin. Kami masih saling gengsi untuk memulai. Sampai akhirnya, perasaan cinta kami yang kuatlah mengalahkan segalanya.....tepat hari ke tujuh..pertahanan kami jebol dan tejadilah komunikasi surga dunia yang benar-benas joss...segala rasa selama seminggu meledak tanpa ampun berpacu dengan melodi surgawi. Bumi dibuat gonjang-ganjing....ranjangpun bergoyang lembut, kembali malam-malam hangat menyambut......Oke problem solved. Period. 

Lalu, begaimana nih cerita perselingkuhanku seperti cerita di awal tulisan ini? bagaimanakah ending tentang sosok ketiga dalam rumah tangga kami?

Dear KoKiers, suamiku sangat tahu kalau aku memang menduakannya. Walau terkesan seolah pura-pura tidak tahu, namun aku yakin sekali kalau feelingnya tahu akan hal ini. Dan dia berusaha dengan besar hati menerima kenyataan bahwa di hatiku ada sosok lain yang sangat berarti dalam kehidupanku selain dirinya.  Yep, memang selama ini sang beliau juga belum bertindak. Namun tidak urung  juga, akhirnya perasaan yang ditahan-tahan meledak juga seperti cerita di pagi ini. Walau sebenarnya pokok masalah meledaknya amarah dia karena aku yang manyun dan cranky. Everything seemed so wrong di mataku. The hormon was so strong.... Ketika hatinya mulai kesal dengan ke-bad mood an ku, aku melontarkan kalmat yang membuatnya meledak. Dan ....
 
"What am I doing...? this is my house I can do whatever I want to do, you are always busy to give your attention to him and ignore me? what's the matter with you...??" dan meluncurlah dia like a bat outta hell keluar rumah lengkap dengan acara membanting pintu.......
 
Aku hanya diam mematung....mau apa lagi wong kenyataannya memang begitu. Kuterima kemarahan suamiku and blame it to the hormon. Dan mengenai si  pengganggu rumah tanggaku yang disinggung-singgung suamiku tadi, jika disuruh melenyapkan rasa suka di hatiku terhadap 'dia', well regret to inform you Mister, but I can't ... Weeeeeeeee lah piye toch iki..?

 


 
Mungkin KoKiers akan bertanya, istri macam apa aku ini  kok teganya menduakan suami? Rumah tangga macam apa pula ini...? mau threesome..? Oh No.......! Bukan, bukan itu. Lalu....???  Tetapi simply dengan alasan kuat dan sangat masuk akal : mengapa dia terkesan cuek sementara  aku tetap keukeuh sayang sama dia, sang pengganggu rumah tangga kami, karena : the object of my affection is only  no more than a ginger cat. Seekor kucing warna kembang asem berumur tiga setengah tahun yang bernama Jinjer.....!

Duh......
 
 
Salam manis,
 
Reef Australia

 

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 13 Halaman Komentar | First Prev Next Last
*Natya : helo neng cantik...thanks ya atas apresiasinya...weeeeeeee kau sendiri juga pinter nulis lho...ditanggung kan makin mengkilap kalau sering diasah...keep writing yaaaaa?
Posted by: jinjer fm Oz | Jumat, 12 Juni 2009 | 15:07 WIB
absen, abseeen .... hadir mbak reef! saya musti belajar ama senior reef neh cara bikin artikel kek gene ...
Posted by: Natya KGB | Jumat, 12 Juni 2009 | 05:43 WIB
*Rosda : heheheheh sebenranya ada kalimat petunjuk lain yg lebih jelas : yaitu : kegemarannya yg tanpa warning menggaruk2 selangkangan , lha kalau orang beneran duh kan tengsin yah...btw bravo buatmu yg langsung bs nebak....
Posted by: jinjer fm Oz | Rabu, 10 Juni 2009 | 12:13 WIB
Dari awal cerita aku sudah tau kalo dia pasti seekor kucing. Nek wong lanang ra mungkin duduk di meja makan. Seorang temanku cemburu pada tanaman suaminya di halaman rumah, karena sering suaminya sejak pulang kerja asyik dengan tanaman di halaman rumah mereka yang mungil, kadang sampai jam sebelas malam....hihihi.
Posted by: rosda | Rabu, 10 Juni 2009 | 03:56 WIB
Ngikutin dari dpn secara runut aku udah gemes plus jatuh simpati. Tapi pas nyampe ending, weladalah! Aku ngakak mbak..! Top markotop pokoke..!
Posted by: anoew | Selasa, 9 Juni 2009 | 09:45 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved