MINGGU, 20 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiLife
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Gadis Seksi, Payudara dan Awet Muda
Anoew - Sumsel, Indonesia

 

Dear KoKiers,

Sering terlintas di benak mengapa saat ada pemeran otomotif, expo komputer, launcing produk baru atau pameran perumahan baru, selalu saja dihadirkan gadis-gadis putih mulus, cantik dan seksi sebagai SPG? Atau juga gambar gadis-gadis manis ini terdapat  pada gambar suatu produk berupa brosur / selebaran? Padahal jelas konklusinya sama saja kan, yaitu sebagai faktor penarik selain iming-iming doorprize dan diskon harga. Bagi kaum perempuan, mungkin faktor potongan harga lebih menarik bila mendapati suatu brosur tercantum tulisan “Big Sale, Discount 50%, Cuci Gudang” dsb dsb, tapi bagi kaum pria? Hm…

Coba saja, apa kesan Anda bila Suika yang putih mulus dan montok bak sapi sehat siap potong itu berpose di depan mobil BMW keluaran terbaru? Atau ada SPG cantik putih mulus dan berpakaian minim seksi  merangsang syahwat berdiri menantang di depan produk mobil Jaguar type akhir yang mulus mengkilap? Mana yang menjadi fokus perhatian Anda? Suika, si SPG seksi tersebut, atau mobilnya? Hayo jawab yang jujur…

Oke, mungkin peluangnya 50-50. Ada yang dalam hati bilang, “Ah saya sih nggak akan terpengaruh!” Bagus. Ini mungkin benar, tapi pasti sangaaaaaat jarang. Mungkin ada juga bilang dalam hati, dan sangat berterus terang, “Waks, saya jelas pilih ceweknya dooooong…!”, Lebih bagus lagi, lugas dan sangat terpercaya. Trus, siapa dong yang milih Suika..?! Susah kan?! Mungkin saja pikiran Anda malah berfantasi membayangkan gadis tersebut duduk di sebelah Anda yang sedang mengendarai mobil tersebut sambil bermesraan, tentu saja sebagai pasangan, bukan sopirnya.

Contoh kasus kedua. Bagaimana reaksi Anda saat mendapati seorang SPG (sudah pasti cantik-mulus dan seksi-menarik) yang sopan membujuk tapi sedikit mendesak (dalam arti sebenarnya, yaitu merapatkan tubuhya) dalam menerangkan fitur-fitur yang terdapat pada laptop yang ditawarkan? Apalagi dengan wangi parfum yang menyergap dan kemulusan jemari terampil itu begitu dekat, begitu nyata? Apalagi suara itu begitu merdu, dan begitu terasa tiap hembusan nafas yang keluar dari bibir mungil di sebelah kita?? Waaaaaah….. bisa-bisa buyar konsentrasi, dan fokus bukan lagi ke tujuan semula, tapi malah jauh melenceng ke jalan yang panjang dan berliku (mulai dari tukar-menukar nomer hape secara diam-diam, sampai kepada janji ketemuan, hingga akhirnya saling mengukur bentuk badan). Nggak bakal terpikir lagi apakah laptop yang ditawarkan si putih seksi itu lebih baik daripada produk favorit kita selama ini.

Untuk menghindari hal-hal yang diinginkan, maka ajaklah pasangan Anda, sekedar untuk mengingatkan dengan cubitan keras di pinggang bila konsentrasi sudah mulai terpecah. Cukup dengan cubitan di pinggang atau injakan kecil di kaki, bukan tamparan di jidat. Kan repot, gara-gara leptop jidat makin mengkilap.

Kasus ketiga, ketika bertemu dengan SPG rokok di event-event olahraga. Rokoknya nggak bakal kelihatan kalau saja si gadis putih-mulus dan seksi menarik tersebut nggak menghampiri kita dengan senyum manisnya dan menyodorkan sebatang rokoknya untuk dicoba. “Silahkan Oom…, murah kok… lagi promo lhooo. Kalau masih penasaran nanti kita bisa merokok bareng…”, ujarnya sopan dan lagi-lagi, mendesak. Bagaimana dong? Mau membeli, rokok itu bukan selera kita. Nggak membeli, kok sayang ya, melewatkan desahan hangat nafas dan senyum manis dari gadis-gadis yang sedap dipandang dan perlu itu…?

Kasus lain, sewaktu di stand Mining, Oil and Gas Expo, SPG yang berpakaian seksi itu memperagakan alat-alat drilling dan segala valve serta perangkat pendukungnya ke kita dengan luwesnya? Atau di Poet-Poet Mini Golf? Dan yang paling sering ditanyakan oleh adalah bapak-bapak berjiwa muda tersebut adalah, ”ini bolanya dimasukin kemana?”, pura-pura bego. Lalu dijawab si SPG yang berkostum Rukmini dan Yukensi Maiketiak itu dengan senyum-senyum, “Ya di lubangnya dong ooom…” 

Ah, memang terkadang himbauan para SPG itu menjurus nakal, seperti yang ditawarkan dalam produk susu. Bayangkan seorang pengunjung pameran susu dan dikeroyok oleh dua SPG yg berbeda merk.

SPG 1 : Silahkan dicoba oom, Susu Cap Bendera...! Kental manis lho...
SPG 2 : E-eh mendingan ini oom, Susu Cap Nona...! Kental kentul lho...

Nah…, gimana coba…??

  KoKiers, dengan promosi yang menampilkan wanita seksi merangsang itu ternyata bisa membuat kaum pria jadi buta akal dan buta harga, tapi sebaliknya juga bisa membuat awet muda. Lho, kenapa jadi paradox? Begini. Ada penelitian di sebuah Majalah Kesehatan tentang kaitannya antara awet muda dengan pemandangan indah dari keseluruhan bentuk gadis seksi, yaitu payudara. Penelitian itu mengatakan bahwa menatap buah dada yang seksi selama sepuluh menit bisa disamakan dengan latihan aerobik selama tiga puluh menit. Tapi perlu diingat dan dipastikan terlebih dahulu, si pemilik buah indah tersebut tidak berkeberatan atau paling tidak, yang bersangkutan tak sadar bahwa dirinya telah dijadikan obyek.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Karen Bouncer dan koleganya ini dilakukan di tiga rumah sakit di Frankfurt, Jerman dan melibatkan dua ratus lelaki, dimana seratus orang disuruh melihat payudara secara teratur setiap hari, dan sebaliknya seratus lelaki lainnya justru dilarang untuk melihatnya. Studi dilakukan selama lima tahun dan hasilnya menunjukkan bahwa, kelompok penikmat buah dada perempuan ini mempunyai tekanan darah lebih rendah, denyut nadi lebih lambat saat istirahat, dan gangguan pembuluh darah jantung lebih rendah. Itu semua karena, “kenikmatan seksual dapat memacu denyut jantung dan memperlancar sirkulasi darah dan jika lelaki memandang dada ukuran cup D secara teratur selama sepuluh menit setiap harinya, maka mereka akan hidup lebih panjang empat atau lima tahun”, ujarnya.

Dokter yang sangat berjasa bagi pria pemuja pemandangan indah ini menganjurkan para kaum lelaki, terutama yang berusia di atas tiga puluh tahun agar menonton film dewasa secara teratur dan majalah-majalah panas seperti Playboy, Male Emperium, Populair dan sebagainya yang menampilkan gambar perempuan-perempuan berdada seksi-menarik. Tak lupa pula para peneliti juga mencatat nama-nama selebritis berdada seksi yang dianggap bisa menyehatkan  kaum lelaki, diantaranya  (tidak harus berukuran jumbo, yang penting menarik) adalah Kate Winslet, Heather Locklear, Anna Nicole Smith, dan Demi Moore. Bagi penggemar buah dada asia mungkin bisa minta bantuan bintang JAV, Maria Osawa Miyabi, atau selebritis lainnya.  Hm, kalau selebritis Indonesia kira-kira siapa ya..?

Sebagai gambaran untuk bahan terapi, seorang seksolog asal Italia yang bernama Piero Lorenzoni menyempatkan diri untuk melakukan penelitian bentuk payudara yang diyakini sangat mendukung program ini. Dia menyimpulkan bahwa, bentuk payudara perempuan ternyata dapat menentukan kepribadiannya.

Bentuk Payudara Melon:

Biasanya perempuan dengan bentuk payudara menyerupai buah melon ini memiliki kepribadian yang keibuan, senang jika dikagumi dan bijaksana. Entah senang dikagumi bentuk payudaranya atau apa, kurang jelas.

Bentuk Payudara Oval

Perempuan dengan bentuk payudara oval menyerupai nanas biasanya pintar. Mereka type wanita karir namun sangat romantis, juga setia. Setia dalam arti sesungguhnya, dan bukan “Setiap Tikungan Ada”.

Bentuk Payudara Buah Jeruk Bali

Bentuk Payudara seperti jeruk bali ini mencirikan wanita pemalu, tapi ketika berhadapan dengan pasangannya bisa berubah menjadi wanita yang erotis dan mampu memuaskan pasangannya. Mantap.

Bentuk Payudara Kecil

Mereka yang memiliki payudara kecil biasanya berkepribadian lucu. Bisa menghibur orang di sekitarnya dan sangat pintar. Mereka dapat membuat pasangannya merasa bahagia setiap saat. Ideal.


Bentuk Payudara Buah Pear

Bentuk payudara seperti buah pear mencirikan pribadi perempuan yang penuh cinta. Dia bisa menjadi sangat religius, tapi disisi lain, perempuan tipe ini juga tahu saat yang tepat untuk berselingkuh. Gawat.

 

Nah, menurut rujukan bentuk-bentuk dan sifat empunya payudara  di atas, sangat dianjurkan bagi para lelaki yang jarang berolah raga tapi berkeinginan hidup panjang, agar mengikuti terapi tersebut secara teratur sepuluh menit tiap harinya, selama empat-lima tahun. Terapi bisa dilakukan dimana saja, antara lain :

Di rumah :

Sering-seringlah melihat payudara istri, memegang sangat dianjurkan. Tapi awas, jika sang isteri bosan karena terlalu sering dijadikan obyek penelitian, jangan coba-coba ke belakang untuk melihat-lihat payudara pembantu atau tetangga. Karena disini perumpaan rumput tetangga lebih hijau sangat-sangat tidak relevan. Tapi bila Anda tetap berkeinginan kuat, usahakan carilah obyek yang berdada montok di luar lingkungan.  Ini semata-mata  untuk terapi umur panjang saja, bukan yang lain…

Di Kantor :

Usahakan bergaul dengan rekan yang berpayudara seksi montok atau sesuai dengan selera, dan coba curi-curi pandangan untuk melihat payudara tersebut selama 10 menit  saja. Kalau obyek nggak berkeberatan, urusan selanjutnya mungkin bisa dibicarakan lebih lanjut.  Akan lebih beruntung lagi jika Anda mempunyai rekan wanita yang bisa mendukung terapi ini, yang dengan sukarela memperlihatkan payudaranya cukup selama 10 menit saja setiap harinya. Kira-kira ada nggak ya hihihi…

Di tempat umum:

Mata boleh berekspansi untuk melihat-lihat payudara di halte, di mall, di jalan atau dimana saja, tapi hati-hati ketika sedang mengendarai mobil, tetap waspada. Bila perlu berhentilah dan pasang rem tangan sebelum mengamati sang obyek secara seksama dalam tempo cukup sepuluh menit saja..

Di Cafe atau di Club :

Usahakan untuk mendapatkan Ladies Companion yang sesuai dengan selera. Perhatikan sewaktu dia membungkukan badan ketika menuangkan bir ke gelas, pasti terdapat sedikit belahan di dada yang putih bersih. Usahakan agar gelas yang diisi segera diminum, sehingga dia tetap berada di hadapan Anda untuk menuangkan bir ke gelas Anda lagi. Hanya, jangan terlalu sering. Karena yang bersangkutan bisa-bisa patah pinggang..

Dear KoKiers, sekali lagi ini semua hanya sekedar untuk terapi dan bukan hal yang lain, apalagi untuk melebihi itu semua. Dan tutuplah mata Anda jika sedang berjalan-jalan di sebuah pameran otomotif atau pameran apa pun itu jika memang berniat untuk membeli produk tersebut, tapi bukalah mata selebar-lebarnya jika hanya cuci mata dan berniat untuk berumur panjang…

Semoga bermanfaat.

 

Sumber: - New England Journal of Medicine.

- Detikhot
- Ananova.com

 

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 29 Halaman Komentar | First Prev Next Last
wah tx bgt tipsnya palagi ada faktor medisnya neh jd ada alasan jelas donk...hahahahaha
Posted by: roykeane | Senin, 28 November 2011 | 18:09 WIB
Anoew??? Yang sedang berkelana sampai bertemu dgn buaya dan ular? Benar? Kalau memang benar...salam dingklik!!
Posted by: Ayla | Rabu, 2 November 2011 | 03:15 WIB
Nenek.....mungkis SPG nya dah ganti profesi ..hehehe
Posted by: Wati-Jerman | Senin, 17 Oktober 2011 | 17:27 WIB
Ngomong2..SPGnya kemana sekarang? ilang tak berbekas..qiqiqiqi
Posted by: Yuka-Kobe | Minggu, 16 Oktober 2011 | 18:05 WIB
punya gw kecil, jadi ideal donk :p :) hahahahahaha
Posted by: Straight_Line | Minggu, 16 Oktober 2011 | 16:36 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved