| KoKiLife |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Keraguan Menjelang Nikah
Salam... Saya ingin mengisahkan sepenggalan perjalanan hidupku yang hingga kini masih mengganggu. Padahal saat ini saya tengah diambang pernikahan.
Ya, saat ini saya mempunyai seorang calon istri. Saya mengenal dan bersamanya hampir dua tahun terakhir ini. Selama itu kami lebih intens berhubungan secara jarak jauh. Karena tempat tinggal kami berdua terpaut jarak tempuh dengan mobil selama dua jam perjalanan. Awal berkenalan dengannya, dia secara terbuka mengakui kalau dirinya sudah tidak perawan, walaupun dia tidak menceritakan sepenuhnya. Namun setelah kami berpacaran dia mulai mengungkapkan apa yang terjadi dengan dirinya. Dia menceritakan, bahwa cowok yang memperawaninya adalah mantan pacarnya sendiri. Itu pun dilakuknya dengan cara memaksa Kali kedua melakukan hubungan intim, menurutnya lebih karena diperdaya. Sang mantan berpura-pura jatuh sakit. Dia diminta mantan kekasihnya itu mengantar obat ke rumah mantannya itu. Dan setibanya di kediaman sang kekasih, ternyata di rumahnya hanya ada dia sendiri. Akhirnya hubungan intim itu pun kembali terjadi setelah sang mantan berjanji akan menikahinya. Namun sejak itu, dari waktu ke waktu berlalu, mantannya itu makin sering mengajaknya ML. Bahkan hubungan intim itu bisa dilakukan sampai lima kali dalam sehari. ML itu dilakukan dengan berbagai macam gaya yang aneh. Sampai pada akhirnya calon istri saya menyadari kalau mantannya tidak serius untuk menikahinya.
Sejak kesadaran itu muncul, dia menolak melakukan ML. Hanya selang seminggu calon istri saya menolak melakukan hubungan intim, sang mantan langsung memutuskan hubungan. Itu pun dilakukan hanya melalui SMS. Calon istri saya pun mencoba menemui kekasihnya itu, tetapi yang bersangkutan menghilang seperti ditelan bumi. Dia patah hati. Hatinya hancur luluh lantak. Bahkan dia sempat mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan meminum obat-obatan secara over dosis. Untungnya upayanya itu tidak berhasil. Dan semua penderitaan itu hanya dia simpan sendiri. Tak ada seorang pun yang tahu apa yang tengah berkecamuk dalam kalbunya. Kisah hidupnya itu sungguh menyentuh dan membuat empaty tumbuh dalam hati. Namun kisah dia selanjutnya, malah paling menyakitkan buat diriku. Karena itu saya mohon pencerahan KoKiers.
Pengalaman hitam hidupnya itu membuat calon istri saya berduka amat mendalam. Sehingga mempengaruhi aktivitas kehidupan kesehariannya. Dia nelangsa dan terus bersedih. Situasi batinnya yang kelam tanpa disadarinya tercermin dalam ekspresi wajah dan perilakunya. Penampilannya yang buram itulah yang membuat atasan di tempatnya bekerja menanyakan apa masalah yang tengah dia hadapi. Awalnya, calon istri saya tak mau mengungkapkannya, namun setelah beberapa kali ditanyakan, akhirnya dia mengeluarkan isi hatinya. Bukannya beremphaty, ternyata bosnya itu malah menyimpan niat busuk. Awalnya sang bos menunjukkan simpati dan emphaty yang baik pada calon istri saya. Kebetulan memang calon istri saya ini termasuk cantik. Malah boleh dibilang sempurna secara penampilan fisik. Bosnya pura-pura mendengarkan curhatan calon istri saya, tetapi hari demi hari dia mulai menunjukkan kebejatannya. Sesekali sang bos suka seolah-olah memberi simpati dengan cara memeluk, lalu berubah mulai mencium calon istri saya. Akhirnya malah makin menjadi-jadi. Si bos membawa calon istri ke hotel. Hubungan itu berlangsung hamper selama tiga tahun. Belakangan saya berhasil menangkap basah mereka. Sejak menjalin hubungan dengan saya sebagai pacar, awalnya dia masih tidak peduli dan terus berhubungan dengan bosnya. Alasan calon istri saya karena bosnya itu sangat mengerti akan dirinya. Menurut cal;on istri saya, bos nya itu tidak pernah memaksa masa lalunya, tidak seperti saya yang bawaannya curigaan terus dan selalu berupaya mencari tahu masa lalunya.
Hari ke hari berganti. Waktu pun terus bergulir. Calon istri saya semakin mengerti bahwa saya bersungguh-sungguh untuk serius bersamanya.Walaupun terkadang dia merasa bimbang karena bosnya terus menjelek-jelekkan saya. Bahkan bosnya melah mengecilkan hati istri saya dengan mengatakan,’’Kelak setelah lelaki itu mengetahui masa lalu kamu, dia nggak bakal menikahi kamu.’’ Namun calon istri saya sempat memutuskan tidak mau lagi berhubungan dengan bosnya. Dia tidak mau lagi diajak ke hotel. Tetapi sang bos rupanya nggak kehabisan akal. Dia mengancam akan menceritakan masa lalu dan hubungan dia dengan dirinya ke orang lain, termasuk kepada saya. Hati calon istri saya pun langsung ciut, tapi tetap menolak diajak berhubungan di hotel. Nggak kehabisan akal, bosnya malah melakukannya di kantor selepas semua pegawai lainnya pulang. Tetapi hubungan mereka sempat saya tangkap basah. Saya meminta kepada bosnya untuk tidak melakukan hubungan lagi dengan calon saya. Sebagai konsekuensinya calon istri saya dipecat dari kerjanya. Karena sudah kesal, saya pun menceritakan permasalahan calon istri saya itu kepada kakaknya. Apa yang saya lakukan itu sungguh malah menyiksa saya hingga kini. Selain itu, saya masih dapat menerima semua masalah ini hanya karena saya pernah membuat suatu kesalahan dan hingga kini masih merasa bersalah atas apa yang pernah saya perbuat.
Awalnya kami hanya teman chat, tapi lama kelamaan saya iseng menggodanya dan ternyata dia merespon. Belakangan aku tahu dia meladeni aku karena dia tengah bermasalah dengan suaminya. Pasangan itu pun tidak memiliki anak setelah tahun ke dua pernikahannya. Lama kelamaan kami semakin akrab hingga kami berdua melakukan hubungan intim. Saya sadar betul hubungan ini tidak baik. Saya merasa kuatir dan takut. Saya pun berusaha memutuskan hubungan itu dengannya. Hampir setengah tahun lamanya saya melakukan hubungan intim dengannya.
Sampai suatu hari, dia mengaku hamil. Tapi dia tidak mengetahui siapa ayah dari bayi yang ada di kandungannya. Apakah itu anak saya atau suaminya. Akhirnya kita sama-sama bersepakat untuk menyudahi hubungan ini. Terlebih sejak lama suaminya amat mengidamkan kehadiran seorang putera. Selepas itu saya bertemu dengan calon istri saya yang sebenarnya juga kenal dengan kekasih gelap saya itu. Sungguh karma ini menerpa saya. Saya sadar betul atas dosa yang sudah saya perbuat, maka pantaslah saya mendapatkan hukuman seperti sekarang ini. Hanya kadang-kadang saya sungguh sakit. Kenapa saya harus terjatuh ke dosa itu. Terkadang saya masih susah menerima masalah calon istri saya, terlebih --maaf saya mengisahkan ini semua -- vagina dia sudah agak longgar. Sehingga jika berhubungan dengannya kurang terasa. Saya berpikir mungkin akibat para lelaki bajingan itu. Payudaranya pun sudah dalam ukuran dan lumayan besar menurut saya. Dan setiap berhubungan dengannya, jika saya melihat bentuk tubuhnya, ada sedikit kesedihan dan kepedihan di hati ini. Bagian pinggangnya agak membesar. Ini semua efek dari hubungan dia bukan?
Lalu ada yang agak mengganggu saya. Saya melihat dia rada besar libido seksnya. Dia sangat agresif dan suka berhubungan intim. Apa karena dia sudah sering seperti itu? Sungguh sedih hatiku, padahal semua yang aku rasakan ini hanya selang sebulan menjelang pernikahan kami. Tolong beri saya solusinya..thanks..and Sory banget..cerita saya sangat panjang. ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|