| KoKiLife |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Komodo pacaran (2)
Saya mempunyai prinsip hidup, bila kelak saya memiliki pacar, saya hanya akan pacaran sekali dan langsung menikah dengan wanita yang sama. cieillee kesetiaan ceritanya nih...
Pokoknya, saya tidak mau gagal. Saya tidak mau berganti--ganti pacar. Alasannya sederhana saja, karena kegagalan percintaan biasanya amat menyakitkan. Ditolak saja sudah sakit, apalagi gagal dalam percintaan, pasti lebih menyakitkan. Itu prinsip dan cita-cita saya. Tetapi realita kehidupan seringkali berlainan dengan keinginan kita.
Seiring berjalannya waktu, saya pun mulai bekerja di sebuah perusahaan. Kebetulan lagi pekerjaan saya, bukan pekerjaan lapangan. Saya berada dalam ruangan terus. Karena kesibukan dengan pekerjaan, maka saya jarang lagi berenang. Imbasnya, dengan sendirinya kulit tubuh saya mulai memudar dari warna gelap terbitlah terang. Heheh... Tambahan aktivitas lain, di awal tahun 70-an itu, pada setiap di akhir pekan ada seorang teman yang selalu mengajak dan membawa saya hadir ke sebuah Gereja secara rutin. Dia menjemput dan mengantar saya pulang dengan setianya. Saya banyak diperkenalkan dengan teman-teman baru baik wanita maupun pria. Melalui teman-teman ini akhirnya saya diajak bergabung aktif menjadi Guru Sekolah Minggu. Ternyata kesibukan baru di akhir pekan itu amat mengasikkan dan saya juga mampu melakukannya, meski saya bukan orang Kristen dan hanya sedikit pandai ber "cucakrawa" saja. Dengan adanya kesibukan baru, saya pun mulai menolak ajakan adik saya yang suka mengajak saya menghadiri acara pesta dansa. Memang, Biasanya adik perempuan saya selalu mengajak pergi ke pesta dansa, tapi saya sudah mulai bosan dengan pesta-pesta dansa itu. Tapi suatu kali adik sangat mengharapkan saya ikut dalam pesta dansa. Alasannya, karena tidak ada kaum adam sama sekali dalam grup adik ketika itu. Sehingga saya tidak dapat menolaknya. Saya hanya berpesan bahwa saya cuma mengantarnya saja. Tetetapi begitu sampai di acara pesta, adik malah memperkenalkan saya kesemua hadirin yang datang. Saya merasa canggung karena cuma saya yang pria di grup adik saya itu. Nah, diantara yang diperkenalkan ada yang sangat menarik hati saya. Dia seorang cewek berinisial L yang datang ke pesta bersama seorang pria disampingnya yang saya duga adalah pacarnya.
Pesta dansa pun dimulai. Semua undangan mulai berdansa. Sementara saya hanya menonton saja. Melihat saya hanya berdiam diri, adik dan temannya setengah memaksa agar saya turut berdansa ria bersama mereka. Saya pun akhirnya menerima ajakan mereka, hingga suatu kali saya berkesempatan berdansa dengan L. Sambil berdansa kami banyak berbicara, sehingga saling mengetahui lebih banyak pribadi satu sama lain. Di tengah-tengah perbincangan yang sangat mengasikkan itu, saya memberanikan diri menyinggung perihal pria yang datang bersamanya. Ternyata jawaban L sangat bertolak belakang dengan dugaan saya. Dengan mimik serius L mengatakan bahwa pria itu bukan pacarnya, hanya teman biasa.
Lantas saya berpikir, mana mungkin sih datang bersama berdua tapi bukan pacar?? Adik saya membenarkan. Menurut adik saya pria itu usianya terpaut 10 tahun lebih muda dari L. Setelah pertemuan pesta dansa itu, L lebih sering berkunjung ke rumah untuk bertemu adik. L terutama sering datang pada hari Minggu. Tentu tanpa diduga kami bertemu dan berbincang seperlunya. Sampai suatu ketika L mengundang saya dan adik untuk mengunjungi rumahnya yang lokasinya tidak jauh dari rumah kami. Saya pun menyambut undangannya itu. Pada suatu kesempatan l memperkenalkan kakaknya dan kakak iparnya. Dalam pandangan saya, mereka sangat ramah atau Komodo ke GR an kaleeee ??).
Sejujurnya penampilan L banyak memenuhi kriteria wanita idaman saya. L tinggi semampai, menarik, pretty, asal Jawa Tengah yang menurut saya lebih baik dari cewek Bandung yang bau bensin. Orang Jawa secara umum lebih hemat, lebih sederhana dari orang Bandung. Masa iyah sih ?? (Komodo menghibur diri deh). Singkat kisah, saya dan L jadian deh. Padahal Komodo bukan Beruang dan bukan Tanki Bensin. Jadi L boleh dikatakan lolos ujian dari Komodo. Komodo serasa dapat Lotere lah. Cinta Pertamaaaa......sejuta rasanya... iya kan ??? Naik gengsi dikit kali).
Sejak itu kami sering berjalan bersama. Kami menonton, makan, berekreasi bersama hingga banyak teman-teman kami merasa surprised melihatnya. Termasuk teman saya disekolah minggu pun tak menyangka saya kini sudah memiliki pasangan. Sempat juga saya mendengar, ada teman cewek di sekolah minggu yang kecewa juga saya berpacaran dengan L, yang notabene l adalah wanita diluar kelompok sekolah minggu. hari demi hari hubungan kami semakin lengket. Saya berusaha juga dekat dengan semua familinya yang ada di Bandung, termasuk dengan kakak-kakaknya dan semua keponakannya. Malahan ada seorang tantenya yang sudah menanyakan kapan tanggal nya. Tanggal nikah ??? ha haha...
Jangan terburu-buru lah, masih banyak yang perlu dibenahi. Bahkan saya dan L pernah pergi menemui orang tuanya dan semua kakaknya yang lain yang berada di Jawa Tengah. Selama kami menjalani kisah kasih ini, tidak selamanya berjalan mulus. Dalam kebersamaan kami dalam memadu kasih tidak terlepas dari pertengkaran karena adanya perbedaan pendapat tentunya. Pertengkaran dan perbedaan pendapat ini kerap kali terjadi, walaupun seharusnya tidak mempengaruhi hubungan kami. Perbedaan usia kami yang terpaut 4 tahun lebih muda saya daripada L, menurut saya semestinya tidak menjadi penghalang. Saya tidak percaya umur menjadi penghalangnya. Tetapi apapun pada akhirnya, kami harus sama-sama mengakhiri perjalanan yang indah itu. Kami harus berpisah juga setelah 11 bulan menjalani kisah kasih bersama. Setelah sebelas bulan kita salaing mengenal dan mempelajari satu sama lain. Cinta pertama saya pun kandas. Prinsip yang pernah saya yakini hanya mengenal satu wanita sebagai pacar dan menikahinya terbang terbawa angin kehidupan.
Cinta pertama saya Gagal. Cinta kedua L juga Gagal. Tetapi perpisahan itu tidak membuat kami saling membenci lalu memutuskan hubungan pertemanan. Saat saya menikah saya mengundang L. Demikian pula saat L menikah dia mengundang saya.
It is not a happy ending love story but first love never die...it's remain there as a memory bersambung...... ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|