| KoKiLife |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Masa Pensiun di Ozi
Kebanyakan orang mengalami kegelisahaan dan bingung saat akan menghadapi masa pensiun. Mereka harus memiliki rencana apa yang akan dilakukan selepas tak lagi bekerja secara rutin. Termasuk juga bagaimana financial matter mereka dan bagaimana mengaturnya segala sesuatunya agar berjalan lancar serta dapat menikmati masa pensiun yang menyenangkan.
Semua itu memang harus disiapkan, karena banyak orang yang tidak siap menghadapinya. Masa pensiun dianggap sebagai sesuatu yang meresahkan karena memutus aktivitas rutin seseorang. Mereka menganggap pensiun berarti sudah tua, melemah, tidak lagi dibutuhkan. Oleh karena itu sebelum memasuki masa pensiun sebaiknya di rencanakan terlebih dahulu secara matang, sehingga kita tidak terlalu terkejut ketika menjalaninya dan semua persiapan telah disediakan pada masa pensiun nanti. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi mengenai prihal masa pensiun di Oz. Pemerintah Australia memberikan berbagai fasilitas dan bantuan bagi warganya yang memasuki masa pensiun. Sehingga setiap warga dapat menikmati pensiun dengan memadai dan merasa berkecukupan. Pensiun adalah masa alamiah yang menghampiri semua orang. Masa itu datang bersamaan kian bertambahnya usia. Demikian pula halnya dengan diri saya.
Sekitar dua tahun lalu, pikiran saya sudah diganggu terus untuk memikirkan masa pensiun yang akan saya alami. Saya pun mulai memikirkan dan menyiapkan diri untuk menghadapinya. Tapi semakin saya memikirkan dan merencanakannya, semakin membuat diri ini bingung. Akhirnya saya melupakan semua rencana dan persiapan menghadapi masa pensiun itu. Saya biarkan saja nanti berjalan sebagaimana adanya. Sejak lima tahun lalu, istri saya sudah tidak aktif bekerja lagi disebabkan suatu hal. Tetapi dia belum berhak untuk pensiun karena usianya masih di bawah umur yang ditentukan oleh pemerintah melalui Centerlink --suatu badan yang di tunjuk pemerintah untuk urusan Human Service, semisal perihal pekerja/pegawai, pengangguran, termasuk pensiunan. Istri saya cuma memiliki Super Annuation (semacam dana pensiun) saja yang tidak terlalu besar. Super Annuation ini diwajibkan oleh Pemerintah kepada setiap perusahaan untuk membayarnya kepada seluruh karyawan. Singkat kata, kami cuma memiliki satu income saja. Tetapi cukuplah untuk menghidupi kami berdua, karena kami sudah tidak memiliki mortgage lagi. Sehingga saya hanya membiayai pengeluaran sehari-hari dan pembayaran tagihan rekening saja.
Awal tahun 2011 kemarin, saya mulai membicarakan perihal ini dengan boss saya. Saya meminta advisnya mengenai masa pensiun saya yang sudah diambang mata. Boss saya menyarankan agar saya segera mengambil hak pensiun itu bilamana waktunya tiba, kecuali jika saya masih ingin tetap bekerja, dia mengatakan tidak berkeberatan untuk tetap memperkerjakan saya. Advis boss saya itu memang baik adanya bagi bagi saya dan istri. Bulan Mei 2011, istri saya mendapat hak pensiun sesuai dengan usia yang ditentukan. Jadi sejak bulan itu istri sudah resmi pensiun dengan tunjangan yang tidak terlalu besar karena saya masih bekerja. Meskipun Super Annuationnya sudah boleh dikeluarkan.
Pada waktu saya membantu istri untuk pengurusan pensiun ini , kami juga meminta penjelasan perihal kalau kedua pihak sudah sama-sama pensiun. Berapa kira-kira pemerintah mengeluarkan hak tunjangan kami. Dari penjelasan itu, ternyata besar tunjangan yang akan kami terima tidak terlalu besar, yang kami perkirakan tidak akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk jangka panjang meskipun dibantu dengan Super Annuation. Akhirnya saya dan istri sepakat untuk tidak memikirkan lagi masalah itu. Kami hanya akan menjalankannya begitu saja mengikuti alur hidup kami. Akhir Oktober 2011, tiba giliran saya memasuki masa pensiun. Saya mengundurkan diri dari perusahaan di mana saya bekerja dan dilepas dengan pesta perpisahan penuh haru. Saya menerima lumayan banyak tanda kenangan dari boss secara pribadi, perusahaan dan dari rekan-rekan sekerja.
Selepas itu, saya langsung mengurus proses pensiun saya dan review istri saya bersamaan. Seluruh proses dan sikap petugas sangat effisien, cepat dan tidak berbelit-belit, karena seluruh keperluan sudah saya siapkan sebelumnya. Hanya dalam lima hari, saya dan istri sudah mendapatkan konfirmasi secara tuntas. Ternyata hasilnya sangat menggembirakan kami. Gabungan tunjangan yang kami peroleh dalam seminggu, sama besarnya dengan ketika saya masih bekerja (single income). Jadi cukuplah untuk memenuhi kebutuhan hidup kami sehari-hari, ditambah beberapa fasilitas lainnya yang diberikan pemerintah bagi warganya yang sudah pensiun secara cuma-cuma. Diantaranya yang paling kami rasakan amat membantu, adalah semua pembelian jenis obat dengan harga $ 5.80 dimana seharusnya harga obat-obatan rata-rata sekitar $20 - 30 atau lebih. Dengan kartu pensiun, kami juga mendapatkan biaya transportasi secara murah sekali $2.50 untuk sehari penuh bila menggunakan transportasi umum sesukanya. Kami pun masih juga mendapat banyak fasilitas lainnya yang diberikan pemerintah untuk para pensiunan. Selama ini, sejak November lalu saya pensiun, Super Annuation kami belum ada yang digunakan karena semua kebutuhan sudah dicukupi pemerintah. Malahan besarnya tunjangan sudah mengalami kenaikan dua kali, yaitu pada Maret 2012 dan awal Juni 2012. Kenaikan yang terakhir lumayan besar dan ini untuk penyesuaian terhadap sistim Carbon Tax yang akan diterapkan dan dilaksanakan pada Juli 2012 mendatang, karena sejak saat itu ada kenaikan dari biaya kehidupan di Australia.
Bagaimana dengan aktivitas saya di masa pensiun ini? Semua berjalan lancar, meskipun tidak direncanakan, rutin setiap hari bangun pagi jam 5 untuk jalan olah raga pagi selama satu jam bersama istri. Sehabis olahraga kami breakfast sembari merencanakan akan berpergian ke mana menggunakan bus, kereta api atau ferry. Lalu kami juga merencanakan kira-kira akan morning tea di mall, lunch di mall lalu coffee time. Kami baru kembali ke rumah sore hari untuk dinner. Sehabis itu......ngoki dehhh.. wkwkwk. Kalau yang ini gak kelewat deh, sembari surfing, kadang sehabis dinner juga suka olah raga jalan sore. Kesimpulan saya dan istri, Pemerintah Asutralia sangat memperhatikan warganya yang pensiun, disable, homeless dll. Saya dan istri sangat bersyukur setelah tinggal dan bekerja selama 28 tahun di sini, lantas kini kami menikmati hasilnya dengan pensiun di Ozi. Bilamana ke mana kami
Saya jadi teringat akan Kartu Kenangan dari rekan sekerja. Di kartu itu tertera tulisan besar: "Dont Thing This Is Riterment Time But Thing Week End Everyday." Memang benar, karena setelah kami pensiun malah hari sabtu dan minggu, kami berdiam di rumah mengerjakan yang lainnya. Sedangkan dulu waktu kami bekerja setiap akhir pekan harus keluar rumah.
Dad terima kasih kalau bisa dimuat artikel ini ya dan semua Kokiers terima kasih sudah membacanya.
Caridaki ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|