KAMIS, 17 MEI 2012
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiLife
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Pelajaran Beribadah dari Ibu Kernet
Kinanthi - Jakarta


Tangan saya melambai ringan dan bus itu pun berhenti. Tidak tepat di depan saya, membuat saya sedikit berlari kecil untuk menggapainya.
 

Hmm, saya ketemu lagi dengan Ibu Kernet yang saya hafal betul dengannya. Karena dia memang satu-satunya kernet perempuan untuk bus jurusan tersebut. Ibu tersebut menurut perkiraan saya sudah berumur lebih dari empat puluh tahun, namun masih lincah dan cekatan. Suaranya nyaring setiap meneriakkan arah tujuan bus untuk menarik penumpang.
 
Nah, kemarin sore, saya mendapat pelajaran kecil dari sang Ibu Kernet. Ditengah jalan tiba-tiba Pak Sopir menepikan bus, sang Ibu Kernet mengambil plastik berwarna biru. Dari plastik tersebut tersembul barang yang sangat saya kenali, mukena. Saya baru tersadar, Ibu Kernet hendak menuanikan ibadah sholat Ashar di pom bensin yang ada fasilitas musholanya. Tebakan saya, ketika nanti bus tersebut berputar di pangkalan terakhirnya dan melewati pom bensin ini, Ibu Kernet tersebut sudah menunggu seusai sholat dan bisa langsung naik menjalankan tugasnya kembali.
 
Pak Sopir kembali menjalankan bus begitu Ibu Kernet turun. Jadilah, para penumpang jika hendak turun musti ke depan dan memberi aba-aba kepada Pak Sopir langsung.
 
Yang menjadi poin saya, tiba-tiba ada perasaan kagum dan salut kepada Ibu Kernet. Ditengah kesibukannya bekerja di jalanan, dia masih mengingat Tuhan dan melakukan ibadahnya. Saya berkaca pada diri saya sendiri. Saya bekerja di kantor, saya tidak perlu kemana-mana, kecuali memang ada pekerjaan yang mengharuskan saya tidak duduk manis di meja. Apakah saya selalu tepat waktu untuk sembahyang? Duh Gusti, saya malu sekali. Saya tidak punya semangat sebesar semangat Ibu Kernet tersebut.
 
Saya menjadi sensitif tiba-tiba. Ada sedikit iri pada kepatuhan Ibu Kernet terhadap Sang Pencipta. Ada rasa berdosa mendalam bahwa saya sering mengabaikan Sang Khalik. Tapi, ada sukacita membeludak di dada bahwa saya masih menemukan seseorang yang ‘pulang’ pada Sang Maha ditengah hiruk pikuk kesinisan manusia.
 
Saya sangat ingin menjadi orang yang senantiasa bersyukur. Mungkin, Tuhan justru masih sayang pada saya. DIA mengingatkan saya lewat Ibu Kernet tersebut. DIA menampar saya dengan halus. Kemudahan saya mengakses waktu dan tempat untuk beribadah, seharusnya melecut saya untuk semakin mendekat padaNya.
 
Terima kasih, Ibu, darimu aku belajar mensyukuri kemudahan-kemudahan yang telah Tuhan berikan padaku! 



Salam,

Kinanthi

 

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 5 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Pelajaran ibadah....Kinan, tulisanmu indah. Kedua eyangku di Solo muslim. Dan kalau setiap idul fitri aku mengunjungi mereka, aku selalu diingatkan untuk tidak lupa ke gereja. Di keluargaku memang semua agama ada, karena itu kami sangat menghormati perbedaan agama. Dan masing-masing dari kami bisa saling menukar humor dengan menertawai agama sendiri secara dewasa.
Posted by: walentina | Minggu, 17 Januari 2010 | 00:58 WIB
sekedar mengingatkan, hari ini 15 januari 2010 akan ada gerhana matahari,…bagi saudara2 yg ingin mengerjakan shalat gerhana, bisa melihat tata cara shalat gerhana di sini : http://zamzampublishing.wordpress.com/2010/01/15/gerhana-matahari-cincin-15-januari-2010-begini-tata-cara-shalat-gerhana/
Posted by: Penerbit Zamzam | Jumat, 15 Januari 2010 | 14:22 WIB
Semoga bukan Kinanti saja yang mendapat pelajaran dari Ibu Kernet........ Trims sharingnya......
Posted by: Bagong Julianto | Kamis, 14 Januari 2010 | 09:39 WIB
Dear All, terima kasih yang sudah menanggapi, yang sudah membaca.Maaf belum bisa ditanggepin balik satu-satu ya buat yang nanggepin :P
Posted by: kinanthi | Rabu, 13 Januari 2010 | 13:34 WIB
Istilahnya orang yg diberi sedikit malah lebih berterimakasih dibanding mereka yg mendapat lebih banyak. Mengharukan sekali.
Posted by: Rum | Selasa, 12 Januari 2010 | 22:19 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved