KAMIS, 23 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiUnek-Unek
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Aku Ingin Pulang ...
La Rose Djayasupena - Belanda


Hoi Zev, AsMod en KoKiers

Aku menulis artikel ini sambil mendengarkan lagunya Ebit G Ade "Aku Ingin Pulang".

Musim panas adalah saatnya orang-orang pada liburan, bulan-bulan begini Belanda sangat sepi dan kosong karena hampir sebagian warga Belanda  pergi liburan. Jalanan di dalam kota  tidak seramai seperti biasa, ini mah enak deh leluasa sama seperti kalau lagi Lebaran di Indonesia, suasana kota Jakarta menjadi  sepi, kecuali jalan tol pasti ramai dan kadang macet karena banyak juga orang-orang Jerman dan Belgia datang ke Belanda liburan di tempat-tempat camping dengan caravan dan sepedanya.

 

 

Saatnya liburan ke Indonesia atau pulang kampung adalah saat-saat yang paling indah dalam hidupku. Gimana nggak indah soalnya bakal ketemu orangtua, saudara dan teman-teman lama yang masih hidup dan masih kontak sampai saat ini. Kadang kalau aku menyusuri kota Jakarta di dalam mobil sambil aku melamun terkenang masa-masa remaja yang paling indah, juga di saat-saat sewaktu masih pacaran ada saja ingatan ke masa lalu dan senyum-senyum ketika melintas di jalan-jalan Jakarta yang aku lewati. Bahwa aku pernah mempunyai kenangan masa lalu disini atau disitu, kenangan manis dan pahit, juga tempat-tempat makanan.

 

 

 

Kalau tempat-tempat nongkrong aku waktu jadul sewaktu aku masih ABG banyak juga yang sudah tutup berganti nama dan bermunculan tempat-tempat baru. Terus aku mikir apa si A atau si B masih hidup nggak ya, ada dimana dia sekarang sambil melamun bertanya dalam hatiku di dalam mobil yang melaju dan senyum-senyum sendiri. Aku pernah iseng ke tempat masa kecilku di daerah Tebet dan sekitarnya, ternyata mereka semua sudah pindah dan jalanan juga sudah berubah sampai aku sendiri nggak mengenalinya lagi.

Teman-temanku yang sekarang ini kalau aku ke Indonesia adalah teman-teman ketika aku sudah dewasa dan menikah bukan teman-teman masa kecil atau masa-masa aku baru gede.

Walau umurku lima tahun lagi akan berganti menjadi  Sarah, tetapi aku tidak merasa kalau diriku ini sudah tua, jiwaku tetap aja muda kalau di Jakarta masih seneng hura-hura, masih seneng haha..hihi…tetapi saat ini sudah rada mengerem juga sih sedikit sekarang.

Aku suka  kota Jakarta di waktu malam, aku suka melihat lampu-lampu di sepanjang jalan kota Jakarta, karena aku banyak kenangan dengan suasana malam kota Jakarta, kangen nongkrong di Pizza ice cream Menteng dengan temanku asyik banget suasananya  disana sambil.. bla..bla..di bawah rindangnya pohon dengan cahaya lampu membuat suasana tambah romantis sambil menikmati lezatnya ice  cream atau sambil ngobrol..bla..bla..bla..menikmati kwetiau  Eton di Auto Mall atau santai di waktu lunch sambil  minum coffee di Calidali Menteng.

 

 

 

 

 

 

Yang pasti aku di Jakarta hampir setiap hari keluar masuk salon, kalau rambut nggak keren aku kok nggak PD banget di Indonesia, hahaha, tetapi kalau aku di Belanda…yaa..ampuun jauh dari keren deh, kayak bibi-bibi sih iya.. hahaha.. sampai pernah nih tanteku dan temanku ke Belanda dan melihat aku katanya, "Hah, ini si La Rose, nggak salah jelek amat”  Hahaha..(emang udeh jelek, wee..).
 
Aku sih ketawa saja soalnya mereka kan kalau melihat aku di Indonesia memang beda banget dengan aku di Belanda. Salon di Belanda nggak seperti salon-salon di Indonesia, disamping mahal nggak sanggup bayar, sudah gitu biasa aja nggak bagus-bagus banget deh pokok nggak seperti salon di Indonesia. Lagipula tidak perlu keren di Belanda buatku habisnya anginnya itu minta ampun selalu bikin rambut awut-awutan deh. Boro-boro pakai hak tinggi, orang disini kebanyakan jalan kaki dan naik sepeda, kalau jalan-jalan ke pertokoan di Belanda sih aku nggak bisa deh pakai hak tinggi kecuali pake boot / laars itupun tingginya harus sama rata dengan yang depan biar jalannya nggak cape.

Detik-detik atau saat-saat keberangkatanku ke Indonesia selalu rasanya nggak sabar banget, setiap hari aku menghitung hari keberangkatanku, dan mengkhayal nanti pengen makan ini, pengen makan itu, biasa kalau udah sampai Jakarta malah jadi lupa saking kebanyakan yang aku pengen..hihihi..

Aku suka nyerbu otak-otak dulu, pempek Palembang, lupis, dan yang pasti ke bakmie Gajah Mada dulu deh makan bakmie dan siomay goreng terus minum es teler 77. Waaah, banyak deh yang bikin ngiler dan tak lupa makan nasi Padang, makanan Sunda dengan pepesan ikannya ... yumii..lekker.  Apalagi rumahku di daerah Pacenongan, waaah .. gampang banget kalau makan tinggal jalan kaki saja. Mau makan apa juga gampang banget dan yang pasti temanku ngajakin aku dugem atau karoake, padahal aku nggak suka tuh nyanyi-nyanyi di karoake. Menurutku kaya orang bego nyanyi-nyanyi di dalam ruangan biarpun  rame-rame juga, mendingan aku sih milih minta diputerin music  techno, trance atau house aja deh, hahaha .. sambil godek…lol.

Jadi ingat sama temanku nih dia ini pemalu abis anaknya kalau di karoake nggak suka nyanyi tapi suka ikut kita-kita kumpul. Suatu kali dia dikerjain sama temanku, dia dikasih “happy five” atau yang biasa disebut “halimah”. Yaaa…ampuun dia malah sebentar-bentar ngaca dan bulu matanya dijepit terus-terusan, sampai aku bilang dia “Lama-lama tuh bulu mata copot deh” Hahaha, aku ketawa lihat tingkahnya dan jadi PD banget deh dia nggak malu-malu lagi, tetapi malah jadi malu-maluin .. hahaha…lucuuuu…

Ada lagi temanku juga alim banget, pengen ikut pergi dugem waktu itu dan temanku ngasih dia inex, karena dia nggak biasa temanku dikasih cuman setengah aja semua sudah pada “on”semua pada godek dia mah belum godek juga malah dia  ribut terus katanya ”Nggak berasa apa-apa”..hahaha..terus dikasih setengah lagi… eeh… bukannya godek malah bengong…hahaha..terus dia malah muntah-muntah .. akhirnya dikasih susu sama temanku ... duuuh jadi pengen buru-buru terbang deh kangen juga kumpul-kumpul…hiks.

 

 

 

Menjelang hari kemerdekaan Indonesia pasti saat ini jalanan sudah meriah, sudah banyak bendera merah putih berkibar di sepanjang jalan-jalan dan menghiasi gedung-gedung di  Jakarta. Sewaktu masa kecil aku suka ikut karnaval setiap perayaan 17 Agustus..hahaha…ibuku suka mendadani aku jadi tukang jamu atau suster, sudah agak besaran sedikit aku suka ikut memeriahkan menari tarian tradisional seperti menari  lenggang patah sembilan dan serampang dua belas di jalan Thamrin, waktu itu jaman Ali Sadikin menjadi Gubernur Jakarta.

Biarpun aku dilahirkan sebagai orang Sunda tetapi aku tidak bisa menari Sunda, soalnya waktu kecil aku masuk sanggar anak-anak malah diajari menari Sumatra.

 

 

 

Aku punya teman masa kecil kami berempat selalu menari dimana-mana kalau ada perayaan apapun. Ketika kami besar sudah pada lulus SMP lalu bubar karena masuk ke SMA yang berbeda dan tidak pernah ketemu lagi bahkan kontak. Beberapa tahun kemudian nenekku sakit dan dirawat di Rumah Sakit Fatmawati. Sewaktu aku menengok nenekku di malam hari, ternyata dokter jaganya adalah teman menari-ku itu waktu kami masih anak-anak. Ketika aku melihat temanku itu yang bernama “V” (bukan my V lhoo), dia ini anaknya pengusaha roti “B” di daerah Tebet yang terkenal itu, aku tersenyum sama dia dan ingin menghampirinya, tetapi dia kok seperti nggak kenal sama aku, aku ajak tersenyum dia diam aja dan masuk ke ruangan dokter.

Aku nggak berusaha mengejarnya karena toh aku bisa lihat kalau dia itu menghindari aku, tetapi aku benar-benar penasaran aku tanyakan suster, apa dokter itu namanya “V” ternyata bener lho. Aku berpikir positif saja sih mungkin dia sudah tidak mengenali bentuk wajahku, tetapi nggak mungkin juga sih orang disana ada ibuku, nenekku dan tanteku pasti dia ingat dong, soalnya kan masih tetangga hanya beda beberapa gang aja sih, rumah dia di jalan raya. Sempat bingung juga sih waktu itu masa lupa teman menari dan suka pentas sama-sama kemana-mana, teman haha..hihi..dan teman masa-masa puber..hehehe..lucu aja. Mungkin  karena sekarang dia sudah hebat, sudah menjadi dokter maka dia jaga jarak kale..ah..auu..ah..gelap.

Begitu saja KoKiers ...  yuuuk.. kita menyanyikan lagunya Gombloh “Kebyar-Kebyar”… duuh hiks.. kok jadi mewek nih…hiks..hiks…hiks..

 

 

 

Note: Foto-foto hasil jepretan sendiri dong.

Groetjes

L.R.D

 

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 7 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Semoga bisa enjoy liburannya. Nanti kalau kelamaan di Indonesia malah kangen Belanda
Posted by: palingputri | Senin, 15 April 2013 | 11:02 WIB
aku suka kebyar2 nya Gombloh ....
Posted by: sirpa09 | Sabtu, 8 Januari 2011 | 00:15 WIB
tante LDR, kalo pulkam, bisa ketemuan donk...hikhik...
Posted by: safana | Selasa, 11 Agustus 2009 | 19:49 WIB
Mpok, lg mudik ye? Saya malah uda bosen di kampung, dipaksa kawin mulu..he he.Pengen cepet2 balik...Uda mumet....
Posted by: Penyanyi Dangdut | Senin, 10 Agustus 2009 | 16:54 WIB
LR: Memang org2 yg hadir dlm kehidupan kita itu ada yg hadir untuk sekejap, semusim dan untuk segala musim. Susah dibilang ya, saya cinta dengan negeri tempat saya tinggal tapi saya juga cinta Indonesia. Ibaratnya yg satu ibu kandung dan yg satu lg ibu yg adopsi dan membesarkan :) Mmg banyak temen2 saya yg di Bdg dan Jkt jg rata2 ga pernah cuci rambut sendiri. Selalu nyalon. Kalo sy begitu disini, bisa habis uang dapur :)
Posted by: SU | Minggu, 9 Agustus 2009 | 19:44 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved