| KoKiUnek-Unek |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Transjakartaku Mirip Metromini
Busway adalah sebuah system transportasi bus cepat yang sukses di Columbia, Jepang dan Australia, lalu pemerintah DKI Jakarta menerapkan system tersebut. Bedanya busway di Jakarta memiliki jalur terbanyak dan terpanjang. Sayangnya busway tak seperti dulu lagi
Busway Dulu yang Kurindu Busway buatan Mercedes – Benz warna merah dengan gambar burung Garuda meluncur gagah di jalur Blok M – Kota dan sebaliknya. Di dalam bus begitu wangi, bersih, nyaman dan aman, AC pun dingin sekali. Setiap jam kantor terlihat bule bule berdasi dan juga warga Jakarta berangkat kerja dengan busway.
Dengan bangga pula saya ceritakan pada teman-teman di Singapore dan Australia bahwa kami warga Jakarta juga punya angkutan keren seperti mereka. Ketika mereka berlibur ke Jakarta, saya ajak berkeliling naik busway dan mereka senang sekali. Salah satu kawan dari Singapore berkata “ Beginilah mestinya angkutan sebuah kota metropolitan, mahal sedikit tak apa yang penting nyaman dan aman.” Busway Kini Mirip Metromini Ibunda tercinta juga berpesan “Aduh jangan naik busway, kamu tuh ada ada aja, tahu ngga beberapa kali busway kebakaran.”
Semakin dilarang saya makin penasaran, saya tak percaya begitu saja sebelum membuktikan sendiri. Masa sih baru beberapa tahun busway yang beroperasi sudah seburuk itu? Memang saya pernah membaca berita tentang pelecehan pada wanita di dalam busway, selebihnya saya tak tahu. Lalu saya minta anak anak menemani naik busway, saat itu pukul 1.30 siang. Kami memasuki halte jurusan Pulo Gadung – Dukuh Atas, alias koridor empat. Lalu membeli tiket di loket seharga 3500 rupiah yang bisa dipakai transit berkali kali asal tidak keluar halte. Karcis yang saya terima sama dengan karcis bus antar kota, entah kemana system tiket yang dulu. Lalu saya serahkan pada petugas dan tiketpun disobek dua bagian ( jadi ingat waktu nonton bioskop jaman dulu). Di dalam halte terlihat kipas angin yang lama tak dibersihkan, udara panas bukan kepalang. Jalur antrian dipisahkan untuk pria dan wanita, bagus juga sih untuk mencegah para pria gatal cari kesempatan.
Bus datang dan berhenti tepat didepan pintu halte. Terlihat jarak yang lumayan lebar antara pintu halte dan pintu busway. Nggak kebayang kalau kaki kejeblos kesana. Saya sengaja angkat kaki tinggi tinggi biar langkah saya jauh dan tepat menjejak kedalam bus. Petugas tersenyum geli sambil memberitahukan bahwa jalur untuk wanita didekat supir dan pria dibelakang. Apa iyah bisa di terapkan kalau bus penuh penumpang? Tiba di Dukuh Atas kami lanjutkan ke jurusan Halimun – Ragunan alias koridor enam tanpa harus membayar lagi. Di dalam bus banyak penumpang berdiri. Debu menempel disana sini, sampah dibawah tempat duduk berserakan. Pewangi ruangan hanya pajangan, kotak P3K kosong melompong. AC? rasanya bukan dingin tapi hangat. Saya duduk tepat dibelakang supir yang berjas dan berdasi (dia pasti kepanasan ) Terlihat dashboard bolong sana sini. Suara mesin bus kasar , setiap rem di injak menciut berisik sekali. Entah sudah berapa tahun usia bus ini, tapi setahu saya koridor enam baru beroperasi pada tahun 2007. Dua halte busway terlewati, penumpang semakin banyak, saya memutuskan untuk turun. Anak-anak tertawa geli.“ Bandel sih mama , udah dibilangin busway tuh udah beda sama yang dulu.” Cukup naik busway sekali ini saja, lebih baik naik ojek, adem dengan AC alias Angin Cepoi-cepoi dan cepat sampai.
Sungguh prihatin, busway yang dulu menjadi kebanggaan warga Jakarta dan warga asing, kini hanya tinggal kenangan. Terlihat busway kurang terawat dan kebersihan tidak terjaga. Siapakah yang bertanggung jawab? Mestinya angkutan umum sebuah kota metropolitan semakin lama semakin baik, tapi kotaku Jakarta malah sebaliknya. Keren diawal, setelah itu diabaikan. Entah kemana busway yang dulu.
Maaf, menurut pendapat saya busway kini mirip metro mini, bedanya hanya pakai AC, walau kadang ACnya kagak dingin. ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|