RABU, 16 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiUnek-Unek
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Pelecehan Seksual
Ani Matualage - Papua

 

Selamat pagi Zev, salam jumpa..saya penggemar kolom ini, tapi baru sempat nulis..

Saya pengen cerita tentang pelecehan seksual yang terjadi pada diri saya. Saya perempuan, berumur 30 tahun, masih lajang. Saya sering mendapat tindakan asusila, namun tidak pernah berani berbicara. padahal saya termasuk tomboi.. badan padat berisi.

Kejadian pertama terjadi sewaktu saya kuliah di salah satu universitas terkemuka di Makassar. selama saya kuliah, jarak tempat tinggal dengan kampus sangat jauh, makanya saya harus keluar rumah jam 6 pagi. Ketika saya sedang berjalan mencari mobil tujuan kampus, tiba-tiba daeng (sebutan untuk "supir" becak) becak dari belakang saya langsung meramas bagian dada saya.  Duh saya tak dapat berbuat apa-apa, karena jalanan masih sepi, dan saya malu. pengen lempar tuh  Daeng, tapi saya tidak mampu.kejadian ini terjadi 2 kali.

Setelah saya menyelesaikan kuliah, saya balik ke kota kelahiran saya. disana saya bekerja honor di salah satu dinas. Walaupun saya seorang sarjana, saya masih termasuk lugu dengan tipu muslihat laki-laki. suatu pagi bos saya (oknum kepala dinas)  datang ke rumah  (saya tinggal sendiri, kedua orangtua saya telah meninggal ), mengajak saya untuk menemaninya keluar kota, ada acara peresmian katanya. sayapun tanpa berpikir panjang ikut ajah.. di tengah jalan, ia berubah pikiran dan mengajak saya ke rumah keluarganya, kebetulan saya kenal. Kita sempat mampir di beberapa rumah kenalannya. Saya heran, karena ketika kita masuk, semua orang rumah pada keluar. Aaahh., tidak mungkin terjadi hal-hal aneh, pikir saya dengan lugu. untunglah tidak terjadi apa-apa.Tapi ketika dalam perjalanan pulang, bos memberhentikan mobil dan berkata : Ani, Bapak bisa cium satu kali saja ? Di pipi .. waduhhhh.... saya shock, kaget dan takut karena kita berhenti di tempat yang sepi, kanan kiri hutan ( saya di salah satu daerah di Provinsi Papua), tidak ada rumah penduduk. Untunglah beliau masih mau mendengar saya berkata : Jangan Pak, saya kan menganggap bapak sebagai bapak saya sendiri, masakan bapak mau berbuat begitu sama saya ? sayapun menganggap hal itu tidak pernah terjadi, karena setelah itu bos meminta maaf. Besoknya saya ke kantor dan mendengar teman-teman bercerita bahwa kemarin bos tidak jadi mengikuti peresmian, tapi kemana perginya bos, mereka tidak tahu. Saya hanya bisa ketawa...

Seminggu kemudian, bos meminta bantuan saya membuatkan tugas istrinya (yang sedang ikut pelatihan kepemimpinan) di rumahnya. Tanpa berpikir macam-macam, sayapun pergi.. namun ternyata tidak ada komputer di sana, yang ada cuma ruangan kosong.. Pikiranku mulai kacau, sayapun keluar dari rumah sebelum ada hal-hal aneh terjadi. namun belum sampe di pintu, bos sudah menarik saya ke dalam pelukannya ( bos berbadan besar ). sayapun teriak dan berusaha dengan berbagai alasan untuk lari dari rumah. Akhirnya bos menyuruh saya pulang dan kembali meminta maaf tanpa terjadi apa-apa.

Sekarang saya sudah berada dan bekerja di kota yang lain tapi masih di tanah Papua.  Perkiraan saya sudah terbebas dari pelecehan seksual.. ternyata tidak.. Di sini lebih parah. Seseorang yang saya anggap orang tua, memperlakukan saya seperti hendak menerkam saya. Saya selalu diintip ketika berganti pakaian, atau sedang tidur. Kadang juga di kamar mandi.. tidak jarang juga "beliau"  mempertontonkan hal yang tabu ... saya muak .. salahnya saya, tidak mampu untuk berbicara/marah.. cerita ini cuma mampu saya ceritakan pada salah seorang kerabat dan teman terdekat saya, IW.

Saya pernah sedikit bercerita pada saudara, tapi tidak ada tanggapan.. Berkali-kali saya  tahan untuk tidak menggubris hal itu, namun suatu hari, ketika saya masuk ke kamar karena pengen tidur, saya melihat di jendela, "Beliau" menatap saya penuh nafsu. Habislah kesabaran saya. saya pergi dan tidak ingin bertemu dengan "beliau".... saya sakit hati, beginikah "orang tua" sendiri berbuat seperti itu kepada "anak"nya..saya sedih, jika mengingat kejadian itu.

Saya heran, mengapa hal itu terjadi pada saya,, kenapa saya ?? Saya tidak pernah berpakaian minim, apalagi seksi.. atau mungkin karena badan saya yang padat berisi ? Apa salah saya ? Beberapa laki-laki yang dekat dengan saya sering berkata : Sepertinya enak kalo ML dengan ani, enak untuk "dibanting" di tempat tidur..  Saya tidak bisa berkata-kata.

Itu sepenggal cerita duka dari saya... kadang saya menangis.. tapi tak bisa berbuat apa-apa.. saya baru sadar, ternyata saya lemah.. Saya cuma bisa berdoa, ada seseorang yang mau menerima saya bukan karena tubuh saya.. tapi karena cinta dan sayang... semoga..

 

 

Buat IW kalo baca cerita ini, terima kasih mo jadi "tempat sampah" buat saya, kangen banget dengar suaramu,.. I love you..  biarpun tidak menjadi pasangan hidup, saya selalu sayang sama kamu cess... namamu selalu di dalam doaku..

Makasih Zev, atas dimuatnya cerita ini.. salam dari Papua...

Ani Matualage - Papua

 

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 2 Halaman Komentar | First Prev Next Last
keberapa yah?????
Posted by: farvel | Selasa, 2 Juni 2009 | 07:41 WIB
Hmmm.... Kalau aku yang mengalami payudara diremas, pastilah pelakunya udah memar2 kutonjok kutendang kuludahin kuinjek-injek kucakar-cakar. Contohlah Dewi Persik yang pernah dicolek payudaranya dan dia langsung menonjok wajah pelaku. Cantik, tunjukkan bahasa tubuhmu, dan orang sekitar akan membacanya....
Posted by: Nonsy | Senin, 22 Februari 2010 | 11:17 WIB
semoga ada, jalan yang terbaik untukmu kelak. dan jaga diri ya, kalo perlu ikut karate atau bela diri lainnya, sebab zaman sekarang hal itu perlu dimiliki para wanita / cewek.
Posted by: mhuda | Senin, 22 Februari 2010 | 10:54 WIB
Ada beberapa pria / wanita yang punya "type dilecehkan" atau "type dikagumi" oleh lawan jenisnya, dan dia gk menyadari akan hal itu. Contoh salah satu rekan saya di lapangan, dia benar2 gk ngerti kenapa selalu ada saja gadis atau bahkan cewek ABG menggoda dan bahkan, nekat melemparkan senyum "mengajak tidur" walaupun baru ketemu. . Yang ingin disampaikan disini adalah, mungkin Anda termasuk type seperti diatas... . Cara yang paling jitu adalah, beranikan diri Anda utk melawan setidak-tidaknya, semprot dengan makian. Hal demikian juga dilakukan oleh rekan saya (yg kebetulan pria) dan terbukti manjur. Bukan sok muna atau bagaimana, terkadang dia risih kalau ajakan / pelecehan itu sangat berlebihan.. . salam
Posted by: anoew | Sabtu, 6 Juni 2009 | 17:40 WIB
pelecehan Sexual????...TENDANG aja...Jotos aja...
Posted by: Suika.Cantik | Selasa, 2 Juni 2009 | 22:04 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved