KERAS, KERAS, YA, SILAHKAN! Gerardus Bibang - Jakarta
Apa yang menjadi tayangan layar kaca, akhirnya, beralih nyata-nyata ke dunia nyata: kekerasan! Dalam dua hari terakhir, negara berhadap-hadapan dengan warganya sendiri. Mereka bentrok dalam kekerasan yang kasat mata. Nusantara seperti kembali ke zaman perang. Di mana-mana, sebagian anak-anak nusantara menenteng dan kadang mengokang senjata. Isu kenaikan harga BBM adalah pemicunya. Kalau negara sudah begini, ke mana lagikah kita mencari negara? Di mana kah ia?
***** KERAS, KERAS, YA, SILAHKAN!
I.KERASSSSSSSS
keraskeraskaukeraskaukeraskeraskerassssskaukerassss
teriakmu sendiri-sendiri dan bersama di jalan-jalan dan gang-gang kota
keraskeraskaukeraskaukerassskerasssssskaukerassssss
teriakmu keras keras kerassssss
ya aku keras karena aku punya kuasa
kaukerassskaukerassskaukerassskaukerassskaupunyabarangkerasss
ya aku keras karena barangku lebih keras
kerasssanukerassskaukerassssanukerassss
ya aku keras karena anuku lebih kerassss
kekerasan kukenakan dengan segala cara: halus atau kasar
via media aurea*) bukan auraku karena jalan tengah emas tak’an kutapak
kecuali kau beri aku anu yang di tengah-tengah
emasnya kuambil tapi untuk basa-basi
teriakmu keras, keras, keras, kerasssssss membuatku hahahahahaaaaaaaaaaa
barang-ku malah lebih keras, lebih keras, kerasssssss
II.REPRESI
kuhajar kau pakai represi
urat-fisik aku tarik untuk memaksa kehendakku sendiri
bentrok fisik? hmmmm, itu memang yang kucari!
seberapa besar otononomi indidivualmu tersobek-sobek, aku tidak perduli!
kuhajar kau pakai represi
III.DOMINASI
kuhajar kau pakai struktur
ketimpangan dalam pembagian hak, kulembagakan
bodoh amat itu keadilan!
usah kau awas-awasi aku yang punya kuasa
kau yang tanpa kuasa malah harus kuawas-awasi sangat ketat
‘kan aku yang punya kuasa, bukan?
aku berleha-leha dalam ketimpangan,
yang kulembagakan dengan cermat
IV.HEGEMONI
kau kupaksakan pakai hegemoni
halus sekali bagai dirayu-rayu di bawah lembayung redup
omonganku kau telan bulat-bulat karena kuasa yang kumiliki lebih tinggi
jadilah makna-ku adalah makna-mu
dalam lugu kau terima semua itu
huh, siapa suruh kau lugu?
tawaku terkekeh-kekeh saat melihatmu terperosok dalam ketidakdewasaan yang kau buat sendiri
akhirnya kau terkelepak lunglai
V.YA SILAHKAN!
kau katakan aku keras, keras, ya, silahkan!
represi kupunya karena aku memiliki kuasa-lebih*)
dominasi kupunya karena aku memiliki nilai-lebih*)
hegemoni kupunya karena aku memiliki makna-lebih*)
kau katakan aku keras, keras, ya silahkan
nuraniku sudah lama pergi
melintasi semesta dalam gamang ***
Catatan: • Via media aurea (Latin)= jalan tengah itu emas
• Kuasa-lebih = surplus power
• Nilai-lebih = surplus value
• Makna-lebih = surplus meaning
By gb, petani humaniora, tmn aries/rabu 28/03/’12: hari kedua demonstrasi besar-besaran menentang kenaikan harga BBM)
ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com