| KoKiSport |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Ciao Sic!
Itulah kalimat yang tertera di website resmi Simoncelli. Kepergian Marco Simoncelli di Sepang, Malaysia, pada Minggu (23/10) lalu masih menyisakan duka yang mendalam bagi orang-orang terdekat si “SuperSic” (demikian dia dijuluki) dan jutaan penggemarnya di seluruh dunia.
Kamis (3/11) adalah hari pemakaman sang pembalap. Setelah satu hari sebelumnya jenazahnya ditempatkan di gedung teater Comune di Coriano, Italia. Marco Simoncelli tewas mengenaskan di sirkuit Sepang setelah tanpa sengaja tergilas motor Colin Edward dan Valentino Rossi. Dan, tragisnya, di sirkuit itu juga lajang 24 tahun itu merebut gelar juara 250 cc kira-kira dua tahun yang lalu, meski harus puas dengan menempati di urutan ketiga. Kesedihan yang begitu mendalam bukan hanya terlihat di Italia saja namun juga di Spanyol. Selama beberapa hari, berita kematian dan pemakamannya masih menempati halaman-halaman majalah dan koran-koran lokal. Sedikitpun tidak terlihat wajah-wajah dendam dari para penggemar Dani Pedrosa ketika membaca berita tersebut. Yang tampak hanyalah wajah sendu dan sedih atas kepergiannya yang mendadak itu. Para penggemar MotoGP pasti masih ingat dengan kejadian yang menimpa Dani Pedrosa di Moto GP Le Mans, Perancis, baru-baru ini. Ketika itu Simoncelli menyalip Dani hingga menyebabkan Dani cedera tulang dan harus menjalani dua kali operasi dan melewatkan tiga seri MotoGP. Saat itu, Dani begitu geram dengan Simoncelli dan mengatakan kalau kepala Simoncelli hanyalah berisikan rambut. Dapat dipahamin memang kemarahan Dani saat itu, karena walau mereka bermain di olahraga berat yang bisa dikatakan nyawa sebagai taruhannya namun para rider harus mentaati cara permainan yang aman. Memang gaya balap Simoncelli bisa dikatakan urakan dan cenderung “berani”. Namun, kalau boleh jujur, justru disitulah “hiburan” bagi para sebagian penggemar Moto GP pada saat menonton balapan. Karena bisa dikatakan sebenarnya kalau tidak ada si Sic arena balap begitu menjemukan. Boleh urakan di arena balap namun tidak untuk urusan percintaan. SuperSic menjalin cinta dengan seorang wanita blasteran Italia dan Philipina bernama Kate Fretti. Mereka sudah bertunangan sejak tiga tahun lalu dan memulai hubungan sejak tahun 2006. Simoncelli begitu memuja kekasih pujaan hatinya, sampai-sampai dia pernah berujar kalau Kate adalah seorang gadis yang sangat sederhana. Aku dapat merasakan kepedihan yang dirasakan Kate, kekasih Sic, karena aku pernah berada di situasi yang sama. Hanya bedanya, pacarku ketika itu bisa sembuh dari koma selama bertahun-tahun dan pacarku bukan pembalap resmi seperti Simoncelli. Namun kepedihan itu adalah sama, sama-sama menyaksikan saat-saat tragis sang kekasih di arena balap.
Dan, kini, Kate mau tak mau harus kuat menjalani hidup tanpa sang kekasih di sampingnya. Ia juga harus rela melepas kepergiannya walau jauh dari dalam hatinya Kate begitu amat kehilangan Sic. Kini rumah yang baru saja mereka tempati berdua lengang tanpa kehadiran si Sic di sana. SuperSic, selain meninggalkan sang kekasih juga meninggalkan Ayah (Paolo Simoncelli), Ibu (Rosella), dan satu adik perempuan berusia 11 tahun bernama Martina, teman-teman juga jutaan penggemarnya di seluruh dunia. Semoga kau damai di surga, Sic! Doa kami besertamu. Ciao Sic, Ciao 58!
Dikutip dari berbagai sumber ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|