KAMIS, 23 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiResensi
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Soegija, Catatan Harian Seorang Pejuang
Galangpress

Penulis : G. Budi Subanar, SJ
Penerbit : Galangpress
Kategori Buku : Sejarah
Tahun Terbit : 2012
ISBN : 978-602-8174-81
Ukuran : 14 x 21 cm
Tebal : 553 halaman
Harga : Rp 80.000,-

Sinopsis :
"Dengan membaca buku harian ini maka kita sesungguhnya membaca sejarah besar dari kerja kepemimpinan yang berbasis pada suatu nilai sederhana. Sederhana namun sangat prinsipiil, yakni pelayanan. Nilai pelayanan menjadi nilai keutamaan dalam kepemimpinan".
- Garin Nugroho, sutradara.

 

Ketika itu, situasi politik Republik Indonesia laksana merangkak di bawah moncong senapan dan bernapas di antara kepungan asap mesiu. Rakyat mengungsi mencari tempat yang aman, karena pasukan Belanda tak henti-hentinya mematikan pergerakan laskar dan tentara Merah Putih. Wajah miris pergolakan pasca kemerdekaan hingga agresi militer Belanda ke-2 itu terekam dalam catatan harian Soegijapranata, Uskup pertama pribumi di Indonesia.

Dalam guratan penanya, Soegija yang akrab disapa Romo Kandjeng (RK) secara rinci menulis semua yang ia saksikan, alami, dan lakukan setiap harinya. Sebagai tokoh agama Katolik, ia berada di tegah-tengah pengungsi yang mayoritas berasal dari keyakinan yang berbeda.

Misi pelayanan untuk kemanusiaan ia utamakan. Segalanya tanpa pamrih. Semangat nasionalismenya ibarat api abadi. Keinginannya untuk ikut mengusir penjajah, ia tegaskan dengan langkah diplomatis. Tak jarang, ia bertukar pikiran dengan para tokoh pergerakan nasional seperti Soekarno, Hatta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX hingga I.J. Kasimo. Muncullah kekaguman Sukarno terhadap semangat juang Soegija. Ia pun menghadiahkan sebuah lukisan Heilige Maagd karya pelukis Italia termasyur kepada Soegija sebagai wujud apresiasinya.

Kumpulan catatan harian ini merangkum aktivitas Soegija sejah 13 Februari 1947 - 17 Agustus 1949. Mungkin di sini, sulit bagi kita untuk mengenali secara kasat mata siapa-siapa saja yang bersinggungan dengan kehidupan Soegija, namun kita bisa meresapi ketulusan Soegija menjadi pelayan bagi siapa pun, khususnya bagi wong cilik.

segera klik http://www.galangpress.com untuk mendapatkan bukunya dengan diskon menarik + buku sampai tujuan..

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Menurut yg sudah nonton, filmnya sdh banyak disensor alias dipotong...jd perannya soegiya tidak begitu terlihat
Posted by: funkeykey | Minggu, 24 Juni 2012 | 23:17 WIB
iya kyk dewi juga, baru tau
Posted by: wyd | Selasa, 19 Juni 2012 | 16:12 WIB
br tau Soegija itu Soegijapranoto....
Posted by: dewimeong | Senin, 18 Juni 2012 | 19:29 WIB
hadir dibelakang bang Sirpa
Posted by: Caridaki | Senin, 18 Juni 2012 | 12:05 WIB
sudah dengar dimana mana , bahwa film Soegija disanjung sanjung ... sekarang malah ada bukunya pula--- Hmmmm kayaknya perlu dimasukkan dlm list buku2 yg diidam2kan ... ...tengkyu .
Posted by: sirpa | Senin, 18 Juni 2012 | 00:33 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved