SABTU, 25 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

  • 1

    Rp .000

  • 2

    Rp .000

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiResensi
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Aftershock
Jogja Bangkit Publisher

 Hai...hai...hai...

Ada kabar gembira nih KoKiers. Salah satu kawan kita, KoKiers Hani Yamashita atau lebih familiar disapa RYC no mama telah menelurkan sebvuah karya yang amat apik dalam sebuah bentuk buku. Hari ini, Sabtu (28/1), acara launching bukunya yang mengisahkan tragedi Tsunami yang melanda Jepang tahun lalu. Selamat yah Hani....!!! (redaksi KoKi)

Masataka Shimizu terus membungkuk dan meminta maaf kepada seorang ibu yang mencacinya tanpa ampun. Mukanya pias. Setelah dipersilakan memasuki ruangan tempat para korban krisis nuklir mengungsi, Shimizu dan rombongannya tetap berlutut. Dengan posisi seperti itu, mereka membungkukkan badan dan melakukan permintaan maaf a la Jepang pada setiap korban pengungsi. (hal 124)

 
Apa yang Anda bayangkan jika tsunami setinggi 100 meter menghantam Indonesia? Mungkin ingatan Anda langsung melayang pada tragedi tsunami Aceh 2004 silam. Kala itu Indonesia langsung sangat berduka, dan pemulihan bencananya membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Namun cuplikan cerita di atas, merupakan pengalaman nyata dari tsunami yang melanda jepang 21 Maret 2011 lalu.  Touhoku, wilayah Jepang Timur Laut adalah bagian paling parah kerusakannya. Belum lagi menyusul ancaman radiasi dari PLTN Fukushima. Masataka Shimizu, merupakan pimpinan TEPCO yang bertanggung jawab atas radiasi Fukushima. Dengan berani, Shimizu mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Ia juga menerima segala macam cacian para korban dengan pasrah.

Pihak yang bertanggung jawab memang harus menanggung segala risiko yang mengikutinya. Tapi sepertinya sikap semacam itu amat langka terjadi di Indonesia. Terbukti dari nasib para pengungsi Lapindo yang hingga saat ini belum menemui titik terang.

Berbagai kejadian seputar tsunami Jepang di tahun 2011 tentu sudah kita dengar dari berbagai media massa yang menyajikannya secara lengkap. Tentu semua bersepakat bahwa pemulihan pasca bencana Jepang bisa menjadi bahan pelajaran bagi Negara-negara lainnya. Begitu pula di Indonesia, yang notabene rentan dengan berbagai bencana alam.

Buku Japan Aftershock berusaha melengkapi berbagai pemberitaan di media dari sudut pandang langsung dua penulisnya. Hani Yamashita, merupakan WNI yang kini tinggal bersama suaminya di Jepang. Ia menjadi relawan di lokasi pengungsian Saitama Super Arema. Junanto Herdiawan adalah analis ekonomi yang bertugas di Jepang. Saat tragedy itu terjadi, Junanto aktif memberitakan kondisi terkini Jepang di tanah air. Ia turut pula membantu KBRI Tokyo dalam penyelamatan para WNI yang tengah berada di Negara Sakura tersebut.

Dua sisi tulisan yang saling melengkapi ini akan membawa kita ke berbagai pengalaman hidup yang tak terlupakan. Banyak anak-anak yang kehilangan orangtuanya, Istri yang terpisah dengan suaminya, orang-orang yang mencari kerabatnya. Namun cerita-cerita yang penuh kesedihan itu tidak ditampilkand dengan detil dalam buku ini. Para penulis lebih menyoroti semangat rakyat Jepang untuk bangkit. Jarang ditemui keluhan bernada putus asa, mereka terlihat sangat menerima apa yang terjadi. Buku ini merekam semangat pantang menyerah para korban tsunami.

Tentunya kita semua lelah dengan berita-berita yang penuh nuansa kecemasan dan kesedihan. Mungkin, kita bisa belajar dari semangat Ganbarou rakyat Jepang yang mau bahu-membahu kembali membangun negaranya.

 

Mou ikkai gambarimasu kore kara mata hajimarimasu.

Sekali lagi berjuang sekuat tenaga. Mulai saat ini, kembali menata kehidupan.

salam,

 

Jogja Bangkit Publisher

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 3 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Horeeeeeee....bisa masuk lagi ke rumah, ....maaf, lama tidak muncul, berulang kali mencoba tapi lupa password....Terimakasih buat redaksi KoKi yang telah memuat resensi buku " Japan Aftershock"...jadi malu hati ketahuan namanya ......:))Terimakasih buat semua kokiers yang sudah menuliskan komen dan ucapan selamat, ...Ini buku pertamanya RYc no mama, anak didiknya mamak Zev...:))....
Posted by: RYc no mama | Jumat, 3 Februari 2012 | 13:41 WIB
Selamat atas peluncuran bukunya!!!
Posted by: Fabiola | Kamis, 2 Februari 2012 | 01:03 WIB
Selamat utk RYC no mama, pantes ga nulis dan muncul2 di KoKi rupanya lg sibuuuk hehehe....berita yg gini2 nih yg perlu di kasih apresiasi..KoKiers gitu lhoooo
Posted by: farvel | Rabu, 1 Februari 2012 | 01:15 WIB
wah, selamat ya mba... buku Z aja lom sempat kebeli nih, udah nongol lagi buku lain. masih ada yang mo nerbitin buku ga? biar sekalian diborong nanti heheheh
Posted by: rosonezz | Selasa, 31 Januari 2012 | 11:46 WIB
beli 5 !!!......
Posted by: dewimeong | Selasa, 31 Januari 2012 | 07:16 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved