KAMIS, 17 MEI 2012
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiTips
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Diam Itu Emas
Singlemom

 

Dear Sahabat,

Saya tidak tahu apakah artikel tentang sikap diam ini sudah pernah dibahas di KoKi. Tapi mungkin gak ada salahnya kalau saya me-refresh lagi.

To be silent is the biggest art in a conversation. Tidak jelas siapa yang mencetuskan kalimat bijak ini untuk pertama kalinya. Namun harus diakui, gemanya telah berkumandang ke mana-mana.

Bagi kebanyakan orang, berkomunikasi diartikan sebagai berbicara. Padahal kita tahu komunikasi lebih luas dari sekedar berbicara. Diam pun salah satu cara berkomunikasi yang terbilang efektif dan memiliki dampak maut.

Seseorang bisa menyimpan marah dalam diamnya. Kaum wanita seperti saya (hehehe....) kadang menghukum orang lain (biasanya pasangan kita...) melalui sikap diam. Seorang ibu dalam sikap diamnya dapat membuat kapok si anak yang bandel. Semua contoh di atas membuktikan bahwa diam memiliki kekuatan.

Wanita, hari ini, jika Anda memulai hari yang baru, ingatlah dalam diam ada kekuatan yang dahsyat.

  • Jika Anda tak tahu apa yang harus Anda katakan, maka sebaiknya Anda diam.
  • Jika Anda tak yakin dengan apa yang akan Anda katakan, diamlah!
  • Jika atasan Anda memarahi Anda, sebaiknya Anda diam. Berbicara atau membantah hanya akan membuat dia lebih marah. Akibatnya, Anda bisa kena timpuk.
  • Jika suami mulai marah-marah, kendalikan emosi Anda dan diamlah! Tunggulah saat yang tepat untuk meluruskan masalah yang ada.
  • Bahkan, jika Anda merasa tahu tentang sesuatu, namun tidak ditanya, maka tetaplah diam. Hal ini dapat menghindarkan Anda dari cap sok tahu.
  • Namun, jika melihat orang lain dalam kesusahan, lebih baik Anda segera menolong dan tidak tinggal diam.

Jadi, bagaimana??! Anda sudah tahu maksud saya, kan? Anda pasti sudah tahu kapan harus diam dan kapan harus berbicara. Ingat, untuk segala sesuatu ada waktunya. Silence is Golden.

 

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 6 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Wati, aku kebalik. Suamiku jarang banget marah, dia marah cuma untuk hal2 yang sangat tertentu. Aku yang kalau marah kayak mercon penganten yang dijejer di pager... Dia mah senyam-senyum aja nunggu aku kelar.. Trus bilang, 'Udah?"
Posted by: Nonsy | Jumat, 20 Mei 2011 | 12:45 WIB
Saya bisa diam kalau ada makanan yang bisa dimasukin ke mulut dan bikin mulut saya sibuk.... Saya mah gak bisa diam, apa saja yang saya pikirkan akan saya keluarkan. Gak perlu terlalu takut untuk dicap sok tahu. Gak perlu takut juga kalau suami makin marah, saya juga bisa lebih marah lagi... Ha ha ha ha... Ralat: bicara tepat waktu tepat guna akan lebih bermanfaat timbang diam
Posted by: Nonsy | Jumat, 20 Mei 2011 | 12:42 WIB
ndut..........kalau gak di balik gosong yee? hihihi........boleh diem ....asal !!!...........apa hayoooo.....asal asoy, wkwkkwk
Posted by: dewimeong | Jumat, 20 Mei 2011 | 06:55 WIB
itaw...iye jelas ngapain jg diem2 an ber hari hari yee.....apalagi miaww mana bisa suruh diem ber hari hari kecuali sakit gigi, wkwkkwkw............apa lagi sariawan...huuu disikat ampee habis yaa itaw? wkwkkw...chriss...iye jurus orang memang beda beda, kalau chriss pake jurus terkam langsung malah joss, hihihi....asik bleh....yg penting kita ngerti apa yg pasangan kita mau dan pasangan kite ngerti kita jg yaak kan
Posted by: dewimeong | Jumat, 20 Mei 2011 | 06:53 WIB
Aku kalo suami marah2 aku juga memilih diam, bukan berarti mendiamkan sampai beberapa hari (wah rugi mendiamkan sampai berhari2 ), tapi diam disaat dia marah2, biasanya kalo kita juga ikut marah2 malah emosinya akan semakin tinggi jd lebih baik diam, nanti setelah reda baru pelan2 diajak bicara kalo masih marah jg biasanya senjata yg paling ampuh adalah malam harinya diajak berantam yg lain di tempat tidur..wkwkwkwkwkw...
Posted by: Wati-Jerman | Kamis, 19 Mei 2011 | 17:59 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved