MINGGU, 20 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiTips
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
University's Degree: MS, MBA, PhD, Ed.D, Drs, ST, BBA, etc
Harry Lukman - Washington, D.C.

 

Dear KOKIERS,
Setelah Article saya dimuat tempo hari tentang University ranking:

http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/33/1620/university_ranking_harvard_ui_ugm_oxford_nus_monash_dll

Ada yang tanya kok sekolah di Germany and Holland tidak ada yang masuk sih? Okay, ini daftarnya.
 

Top 20 best European schools in 2009
Perhatikan, nomor 1 sampai 10 sudah saya sebut di article saya tempo hari. Saya beri dua ranking sekaligus, yang pertama adalah European’s ranking dan yang kedua adalah world’s ranking (yang berada di dalam kurung) jadi misalnya:

1 (2)   University of Cambridge – Cambridge, England, UK

Ini maksudnya adalah sbb: University of Cambridge berada di peringkat no 1 di Eropa di tahun 2009 dan berada di peringkat no 2 di dunia di tahun 2009 (Peringkat nomor 1 di dunia adalah Harvard University in Cambridge, MA USA, baca article saya tempo hari

Jangan bingung ada 2 kota namanya Cambridge di 2 negara yang berbeda dan 2 benua yang berbeda.

• Cambridge, England, UK – Home of University of Cambridge (# 1 in UK and # 2 in the world)
• Cambridge, Massachusetts, USA – Home of Harvard University (# 1 in USA and # 1 in the world) 

Ini adalah daftar berikutnya; no 2 sampai no 20 di Eropa di tahun 2009.
Ingat sebagai bahan perbandingan Universitas Indonesia (UI) berada di peringkat 201 di dunia

2 (4)   UCL (University College of London) – London, England, UK
3 (5)   University of Oxford – Oxford, England, UK

3 (5)    Imperial College London – London, England, UK (same as Oxford in #3)
5 (20) University of Edinburgh – Edinburgh, Scotland, UK

5 (20) ETH Zurich (Swiss Federal Institute of Technology) – Zurich, Switzerland
7 (23) King’s College London – London, England, UK
8 (26) University of Manchester – Manchester, England, UK
9 (28) Ecole Normale Superieure, Paris – Paris, France
10 (34) University of Bristol - Bristol, England, UK
11 (36) Ecole Polytechnique – Paris, France
12 (42) Federal Polytechnic School of Lausanne – Lausanne, Switzerland
13 (43) Trinity College Dublin – Dublin, Ireland
14 (49) University of Amsterdam – Amsterdam, Holland
15 (51) University of Copenhagen – Copenhagen, Denmark  
16 (55) Technical University of Munich – Munich, Germany
17 (57) Heidelberg University – Heidelberg, Germany
18 (58) University of Warwick – Warwick, England, UK
19 (60) Leiden University – Leiden, Holland

20 (63) Aarhus University – Aarhus, Denmark

Source:
http://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2009/regional-rankings/europe

UC vs. Cal. State
Menjawab pertanyaan Chrissy, UC dan Cal. State keduanya adalah sekolah negeri/public yang dikelola oleh Negara bagian California. UC atau University California terdiri dari 10 sekolah di California (saya uruntukan berdasarkan U.S ranking untuk tahun 2010):


21) University of California – Berkeley http://www.berkeley.edu/ in Berkeley, CA

24) University of California – Los Angeles http://www.ucla.edu/ in Los Angeles, CA

35) University of California – San Diego http://www.ucsd.edu/ in La Jolla, CA
42) University of California – Santa Barbara http://www.ucsb.edu/ in Santa Barbara,CA
42) University of California – Davis http://www.ucdavis.edu/index.html in Davis, CA
46) University of California – Irvine http://www.uci.edu/ in Irvine, CA

71) University of California – Santa Cruz http://www.ucsc.edu/public/ in Santa Cruz,CA
96) University of California – Riverside http://www.ucr.edu/ in Riverside, CA


Lalu ada 2 UC yang tidak masuk ranking (un-ranking) mereka adalah: 

  • University of California – Merced
  • University of California – San Francisco (Yang satu ini sekolah kecil dan focusnya pada kedokteran dan nursing. Jadi tidak bisa dibandingkan dengan sekolah-sekolah biasa)

Sedangkan Cal. State terdiri dari California (sorry saya tidak punya ranking untuk Cal. State). Tapi ini adalah daftarnya:

• California State University – Fresno

• California State University – Northridge
• California State University – Long Beach
• California State University – Chico
• California State University - Sacramento
• California State University - Fullerton
• California State University – San Bernardino
• California State University – Los Angeles
• California State University – Bakersfield
• California State University – San Marcos
• California State University – East Bay
• California State University – Stanislaus
• California State University – Monterey Bay
• California State University – Channel Island
• California State University – Dominguez Hills

Ada lagi tidak? Ada yang ketinggalan? Chrissy, sudah ketemu belum sekolah anda?  Menurut saya TIDAK ADA California State University of Santa Cruz adanya University of California – Santa Cruz. Saya tahu pasti, tidak ada California State University of Berkeley adanya University of California – Berkeley.

Setelah itu masih ada lagi sekolah-sekolah negeri di California (silahkan baca article saya yang lalu bagaimana cara membedakan sekolah negeri/public vs. sekolah swasta/private).

• Sonoma State University
• San Jose State University
• San Diego State University
• Humboldt State University

Dan masih banyak lagi sekolah-sekolah lainnya. INGAT ini baru SATU Negara bagian di AS yaitu California, ada 50 negara bagian di Amerika Serikat ini. Jadi bisa anda bayangkan ada berapa puluh ribu atau berapa ratus ribu sekolah di AS ini.

Dengan kata lain, rakyat AS tidak usah takut tidak bisa kebagian sekolah, bukan seperti di Indonesia, India atau Japan dan Negara Asia lainnya masuk University harus pakai test yang ketat. Bahkan di Jepang sono banyak pelajar yang bunuh diri kalau tidak bisa masuk university. Saya pernah baca (di mana lupa), 1 bangku Universitas di Indonesia itu kalau tidak salah skalanya 1:15 (kalau tidak salah, lupa saya) yang artinya ada 15 pelajar Indonesia yang memperebuntukan setiap satu bangku di universitas. Jadi 14 pelajar lainnya dropped-out atau tidak pernah mengenyam bangku kuliah, sedih memang, tetapi memang keadaannya demikian.

Sistem pendidikan di AS adalah diatur sedemikian rupa yang mampu otaknya ya masuk ke sekolah elite dan yang kurang mampu otaknya ya masuk ke sekolah biasa. Sistem pendidikan seperti itu sudah dimulai dari Elementary School (SD).

Di AS sini TIDAK ADA yang namanya tidak naik kelas, setiap akhir tahun ajaran semua murid NAIK KELAS, tetapi walaupun anak anda sama-sama duduk di bangku kelas 4 SD, mungkin anak anda akan ambil advanced math, sedang anak tetangga anda yang umurnya sama, dan juga duduk di kelas 4 SD akan ambil regular math, yang tentu saja kelasnya terpisah. Jadi anak-anak diajarkan sesuai dengan kemampuan otaknya masing-masing.

Dengan sistem seperti ini (tidak mengenal sistem tidak naik kelas) setelah lulus SMA, anak yang otaknya encer tentu dengan mudah diterima di sekolah papan atas, dan anak yang otaknya kurang encer akan masuk ke sekolah kelas 3 atau kelas 4. Pada dasarnya, there is something for everybody.

Ingat, President John F. Kennedy pernah bilang gini:

“All of us do not have equal talent, but all of us should have an equal opportunity to develop our talents”

Prinsip itu betul-betul dijalankan di Amerika Serikat sini.

Ralat dikit tentang article tempo hari
Sorry, ralat dikit, di article tempo hari saya bilang ciri-ciri sekolah negeri & swasta, salah satunya adalah sbb;
Nama wilayah Negara bagian + Negara Bagian + University seperti :

• Western Michigan University

• Northern Arizona University
• University of Central Florida

Itu tidak semuanya benar (tetapi kebanyakan benar), ada perkecualiannya, seperti University of Southern California yang merupakan sekolah swasta (private).

Dan tidak semua university yang pakai nama orang seperti Princeton University, Stanford University, George Washington University adalah sekolah swasta (private), tetapi kebanyakan demikian, ada pula yang pakai nama orang tetapi sekolah negeri contohnya; George Mason University di Fairfax, VA

Gelar Sarjana
Kalau di article saya tempo hari saya berbicara tentang University, di article yang sekarang saya akan membahas tentang gelar, mungkin anda sering baca kartu nama seseorang misalnya: Budi Prayitno, M. Pd

Hayo apa itu artinya? Gelar sarjana berbeda dari satu negara ke negara lainnya, dengan melihat gelas sarjana seseorang, kita biasanya bisa mengetahui orang tersebut sekolah di negara mana (lulusan dari negara mana).

Quiz:
Di antara 4 gelar dibawah ini mana yang paling tinggi dan mana yang paling rendah?

a. MBA
b. BBA
c. ABA
d. D.B.A

Jawabannya baca keterangan dibawah ini…..

Associate Degree (D-3)
Associate degree – atau sering disebut two-years College (sorry RALAT buat article tempo hari, ternyata associate degree juga punya title). Di Indonesia sering disebut program D-3 (bukan sarjana penuh).

Setelah 2 tahun kuliah di community college di USA lalu bisa masuk College atau University untuk meneruskan S-1. Community College di USA biayanya terjangkau untuk semua lapisan masyarakat. Jadi kuliah 2 tahun disini lalu transfer credit ke University bisa save (hemat) banyak tuh uang sekolah. Tapi kalau orang mampu, mereka bisa langsung masuk University setelah lulus SMA, jadi bisa skip associate degree.

Contoh associate degree di AS adalah:

• ABA (Associate of Business Administration)
• AS (Associate of Science)
• AFA (Associate of Fine Arts), dll

Kalau di US disebut “Associate Degree” di UK disebut “Foundation Degree”, contohnya:

• FdA (Foundation of Art)
• FdSc (Foundation of Science)
• FdBus (Foundation of Business), dll

Jadi kalau baru lulus associate/foundation degree, ya mbok kalau cetak kartu nama ya tidak usah dipasang title-nya gitu loh. Ya tapi ya terserah, kembali ke pada pribadi masing-masing bukan?

Bachelor Degree (S-1)
Bachelor degree – atau sering disebut four-years College. Sering juga disebut “Baccalaureate degree” Di Indonesia setara dengan program S-1. Ini mungkin adalah degree yang paling umum di seluruh dunia.

Walaupun untuk bisa mendapat kerjaan yang layak anda tidak harus punya izajah kuliah, tetapi kenyataannya dimanapun anda lamar kerja (kerjaan yang layak) pasti anda akan ditanya ada ijazah atau tidak.

Completing a bachelor degree is a minimum requirement to enter the white collar world

(terserah anda setuju atau tidak dengan saya, tetapi kenyataannya memang demikian) kecuali kalau babe anda punya company sendiri then it’s not WHAT you know but it is WHO you know.

Contoh Bachelor Degree:
• BBA (Bachelor of Business Administration)
• BFA (Bachelor of Fine Arts) awas BUKAN (Blue Film Actress).

Tapi orang sini tidak kenal istilah “Blue Film” padahal di Indonesia kan kalau orang bilang “BF” udah tahu semua he… he… he… disini disebut “Adult Movie” atau “Triple X”. Setahu saya BFA adalah gelar yang diberikan oleh UK Universities, kalau di US disebut BA, correct me if I’m wrong.

• BA (Bachelor of Arts) – seperti yang saya bilang ini adalah American Version of BFA
• BDes (Bachelor of Design) contohnya Interior Design or Graphic Design. Di Indonesia gelar ini disebut SDes (Sarjana Design)
• BS (Bachelor of Science) – typically awarded by American universities
• BSc (Bachelor of Science) – typically awarded by British university (Correct me if I’m wrong)
• BSc (Eng) – Bachelor of Science in Engineering – typically awarded by British universities

Dan masih banyak lagi, pokoknya kalau dimulai dengan huruf “B” itu artinya “Bachelor” atau S-1 dan itu gelar di dapat dari English Speaking countries. Kalau di Indonesia biasanya dimulai dengan huruf “S” contohnya:

• S.T – Sarjana Teknik
• S.Sos. – Sarjana Ilmu Sosial
• S. P – Sarjana Pertanian
• S. Kom. – Sarjana Ilmu Komputer
• S. Pd. SD – Sarjana Pendidikan Sekolah Dasar

Dan masih banyak lagi
Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Sarjana

Jadi kalau Budi Hartono lulus Fakultas Teknik Sipil, penulisan nama yang tepat adalah: Budi Hartono, S.T dan BUKAN Ir. Budi Hartono

Lalu apa bedanya “Ir” dan “S.T”? Ir singkatan dari Insinyur, yang berasal dari bahasa Belanda (ingenieur) atau bahasa Inggris (Engineer).

Gelar ini sudah tidak dipakai lagi di Indonesia dan sekarang sudah resmi diganti menjadi S.T = Sarjana Teknik

Master Degree (S-2)
Master Degree kalau di Indonesia lebih dikenal dengan program S-2, Mungkin ada gelar yang paling akrab di telinga orang Indonesia – MBA (Master of Business Administration) dan bukannya “Married by Accident” loh!!

Ini adalah gelar S-2 yang diberikan di dalam bidang business di negara-negara English Speaking Countries, selain MBA masih ada gelar master lainnya seperti:

• MS – Master of Science – biasanya diberikan oleh American universities
• MSc – Master of Science – biasanya diberikan oleh British universities (correct me if I’m wrong)
• MA – Master of Arts

Dan masih banyak lagi. Di Indonesia gelar “Master” juga sering disebut “Magister” contohnya:

• M. Kom. – Magister Ilmu Komputer
• M. M – Magister Manajemen
• M. T – Magister Teknik
• M. E – Magister Ekonomi

Menjawab pertanyaan di atas tadi, Budi Prayitno, M. Pd. Apa itu “M.Pd” jangan bingung dengan “PhD” loh! M.Pd = Magister Pendidikan. Mungkin kalau di Amerika sini setingkat dengan MEd (Master in Education). Awas jangan bingung antara MEd (Master in Education) dan MAT (Master of Arts in Teaching) Ini bedanya (saya kutip):

“The Master’s of Arts in Teaching degree is often advantageous to middle school and secondary school teachers because it allows them to focus on subject area knowledge in their undergraduate program and then acquire pedagogical skills in their graduate studies. It differs from the Masters in Education (MEd) degree which is usually geared toward practicing teachers, or toward those who desire to serve as counselors (school or otherwise) or as educational administrators.” 

Dan juga jangan bingung antara MEd (Masters in Education, program S-2) dan EdD (Doctor of Education, program S-3 setingkat dengan PhD).
 
Master program di tiap Negara punya gelar yang berbeda-beda, misalnya:

• Diplom – ini setingkat dengan gelar “Master degree” di English speaking countries di German speaking countries such as Germany, Austria and Switzerland.
• Magister – Penulisannya sama seperti di Indonesia. di German speaking countries kadang juga pakai gelar ini, tetapi disingkat menjadi “Mag” sedangkan di Czech Republic disingkat “Mgr”. Sedangkan di Poland “mgr” huruf kecil dan di tulis di depan nama orang tersebut:

  • mgr. John Lewinsky (Lulusan Poland)
  • John Lewinsky, Mgr (Lulusan Czech Republic)
  • John Lewinsky, MS (Lulusan USA)
  • John Lewinsky, MSc (Lulusan UK)
  • John Lewinsky, M.T (Lulusan Indonesia)

• Maisteri – “Master Degree” in Finland
• Magistere – “Master Degree” in France

Doctoral Degree (S-3)
Bagi anda yang punya gelar yang satu ini, saya angkat topi buat anda. Ini adalah gelar akademik tertinggi yang diberikan oleh universities. Tidak ada program S-4 (setahu saya).

Seperti bachelors dan masters ada banyak degree yang diberikan buat gelar doctor, tetapi yang paling umum adalah PhD kepanjangan dari “Doctor of Philosophy” bukan berarti lalu semua PhD adalah jurusan philosophy, anda bisa dapat PhD di berbagai macam seperti PhD in Chemist, PhD in English, PhD in Computer Science, dll.

Selain gelar PhD ada pula gelar-gelar doctor seperti:

• D.B.A (Doctor of Business Administration)
• Ed.D. (Doctor of Education)
• DM (Doctor of Management)
• DPH (Doctor of Public Health)
• J.D (Jurist Doctor)


Dan masih banyak lagi. Mungkin ada ribuan bahkan puluhan ribu universities di AS, tetapi hanya 282 universities in the United States that award the PhD degree.

Doctoral degree is the highest academic degree possible. Getting a doctoral degree involves extensive studying and quite intense intellectual efforts. No more than one-percent of people achieve a doctoral degree! Society shows great respect and recognition for a person with a doctoral degree by addressing doctoral degrees achievers with a most impressive greeting and title of "Doctor" or Dr.

Nah kalau kita punya gelar doctor bolehlah gelar tersebut kita pakai di nama kita kalau cetak kartu nama, contohnya:

Bambang Hartono, PhD atau Ratna Setyawati, Ed.D

Tapi kalau baru punya bachelor degree atau associate degree ya mbok tidak usah ditulis

Bambang Hartono, BBA atau Ratna Setyawati, AFA

Tapi sekali lagi ya tergantung yang punya nama dan gelar bukan? Saya dulu pernah dapat kartu nama yang penuh dengan berbagai macam gelar:

RA MM xxx BBA, MBA
RA = Raden Ayu
MM = Maria Margharetha (Nama Baptis)
xxx = Nama cewek tersebut
BBA = Bachelor of Business Administration
MBA = Master of Business Administration

Logikanya kalau seseorang punya gelar “Master (S-2)” tentu saja orang tersebut punya gelar “Bachelor (S-1)” dan pada umumnya, kalau mau tulis gelarpun, BIASANYA seseorang hanya akan mencantumkan gelar tertingginya, jadi kalau udah punya MBA ya BBA nya tidak usah dicantumkan lagi, gitu loh! Masih untung dia tidak tulis gelar yang satu ini DOH (daughter of Hartono, misal nama ayahnya Hartono) & WOI (Wife of Iskandar, misal nama suaminya Iskandar).

Kembali ke program S-3, apakah program S-3 menjamin masa depan seseorang? Belum tentu...

Just keep in mind that earning a doctoral degree may not automatically improve your salary. Most jobs requiring a doctoral degree offer a decent salary and a certain amount of prestige. However, many academic jobs such as professorships may pay less than jobs in the non-academic sector. When contemplating earning a doctoral degree online, research your future employment options to determine whether a new degree in your field will be worth while.

So the question is, is it worth getting a PhD or any doctor degree?
The bottom line is a lot depends on what you want from it. If you see it purely as a means to an end then it may not be worth undertaking. A doctorate should be an end in itself as it demands a lot of time, energy and attention to detail. If the person undertaking the work does not have a passion for what they are writing about this will soon become evident. A PhD has many benefits outside the confines of a career, doctoral research is a personal journey that changes all who undertake and complete it. Unless you are prepared for radical change then don’t get involved in a PhD.

Source: http://www.campusgrotto.com/the-benefits-of-getting-a-phd.html

Unlike bachelor degree with is a MUST for everyone who wants to get a decent job in white collar society and a master degree is for everyone who wants to pursue a higher education to excel in his/her professional career, a doctoral degree IS NOT for everyone. If you don’t really like research then it is not worth doing a PhD or any other doctoral degree because research and discovery is what the doctorate is all about.

Dr vs. DR.
Apa sih bedanya? Anda tahu? Di Indonesia sering agak membingungkan, Dr. atau DOKTER adalah medical doctor jadi Dr. Bambang Hartono kalau di Amerika akan disebut Bambang Hartono, M.D (Medicinae Doctor dlm bahasa Latin atau Doctor of Medicine dalam bahasa English) BERBEDA dengan DR atau DOKTOR yang merupakan gelar S-3, seseorang bisa dipanggil DOKTOR bukan DOKTER kalau dia punya gelar S-3 seperti PhD, DBA, DM, ED.D, dll 

DBA vs. D.B.A
DBA yang tanpa titik adalah “Database Administrator”, ini bukan gelar sarjana (university’s degree) tetapi title kerjaan.

DBA is a person responsible for the design, implementation, maintenance and repair of an organization’s database.

Sedangkan D.B.A yang pakai titik adalah “Doctor of Business Administration”, sekarang mungkin anda tanya lalu apa bedanya D.B.A vs. Ph.D. in Business Administration vs. D.M (Doctor of Management)?

Walaupun ketiganya adalah gelar doctor semua, ada perbedaannya:

  • Ph.D. in Business Administration – it’s more suitable for students who wants to pursue a career exclusively in academics (Being a professor teaches business subject at the university)
  • D.B.A – typically has dual role: 1) to contribute to both theory and practice in relation to business and management; and 2) to develop practice and to contribute to professional knowledge
  • D.M or D. Mgt (Doctor of Management) – it’s an academic degree awarded on the basis of advanced study and research in management       

Sources:
http://en.wikipedia.org/wiki/Doctor_of_Business_Administration
http://en.wikipedia.org/wiki/Doctor_of_Management

Berbeda dengan PhD in Business Administration dan D.B.A, tidak banyak sekolah yang menawarkan program D.M. Terus terang sampai sekarang saya juga tidak mengerti ngapain sekolah ambil jurusan D.M, kalau mau research in management tapi tidak pernah kerja jadi manager, terus ngapain gitu loh? Nanti cuma teori doang tapi prakteknya NOL BESAR. 

Akibatnya gelar doctoral yang satu ini kurang begitu popular dan hanya di tawarkan oleh beberapa universities di dunia ini. Menurut sumber yang saya punya, hanya ada 9 sekolah di dunia ini (7 di antaranya di USA) yang menawarakan program Doctor of Management

  1. Case Western Reserve University [Cleveland, OH, USA]
  2. Colorado Technical University [Colorado Springs, CO, USA]
  3. Lawrence Technological University [Southfield, MI, USA]
  4. University of Maryland University College [Adelphi, MD, USA]
  5. University of Phoenix [Phoenix, AZ, USA]
  6. Walsh College of Accountancy and Business Administration [Troy, MI, USA].
  7. Webster University [St. Louis, MO, USA]. President SBY lulusan sekolah ini.
  8. Shanghai Jiao Tong University [Shanghai, China]
  9. Swiss Management Center [Zurich, Switzerland


Drs. dan BcHk
Anda semua pasti pernah dengar title yang satu ini bukan? “Drs” singkatan dari “Doctorandus” gelar apa sih itu? Gelar ini sangat popular dulu di Indonesia. Terus terang sampai detik ini saya TIDAK TAHU “Drs” di Indonesia itu setingkat dengan gelar apa. Mungkin anda yang senior-senior bisa kasih jawabannya.

Yang jelas gelar “Drs” di Indonesia sekarang sudah tidak ada. Yang saya tahu Doctorandus adalah gelar yang dicomot dari bahasa Belanda kata ini berasal dari bahasa latin yang berarti “He who should become a doctor” jadi dengan kata lain mereka yang mempunyai gelar “Drs” adalam mereka-mereka yang sudah selesai program “Master” dan sedang belajar program S-3.

Bahkan sampai sekarang di Belgium mahasiswa S-3 disebut “Drs” dan ketika mahasiswa tersebut lulus dan mendapat S-3 gelarnya menjadi “Dr”. Tetapi bagaimana kalau orang yang lulus master tetapi tidak sekolah S-3? Apa orang tersebut bisa disebut “Drs”? Sekali lagi tergantung di Negara mana. Di Belanda (setahu saya, tolong di koreksi kalau saya salah),

“Doctorandus” degree is equivalent to MA (Master of Arts) or MS (Master of Science) in English Speaking countries.

Tetapi sekali lagi, saya kurang yakin kalau “Drs” di Indonesia juga setingkat dengan program S-2 di Indonesia dulu. Mohon pencerahannya, thanks!  

Satu lagi yang saya mau tanya BcHk itu gelar apa’an sih? Dulu waktu SMP saya punya guru dengan gelar BcHk, saya sampai hari ini tidak tahu itu singkatan dari apa. Rasanya sih itu dari bahasa Belanda. Mohon pencerahannya. Jadi sekarang kita bisa tahu title/gelar dari gugur-gugur SMK di Kutuarjo ini:

http://smkswgkta.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5&Itemid=16

Sarjana Muda vs. Sarjana
Satu lagi, saya ada pertanyaan kepada KOKIERS apa sih artinya “Sarjana Muda” di Indonesia itu? Apakah Sarjana Muda = S-1? Lalu Sarjana/Sarjana Penuh = Magister = Master? Dari dulu saya tidak pernah paham dengan istilah “sarjana muda” di Indonesia. Apakah “sarjana muda = D-3”? Mohon pencerahannya.

Degree vs. certification
Setelah tulis panjang lebar tentang university’s degree, apakah degree/gelar sarjana itu penting di dalam dunia kerja sehari hari? Menurut pengalaman saya pribadi (terserah anda boleh setuju atau tidak).

Degree/gelar sarjana itu penting untuk entrance criteria to the while collar world. Seperti yang saya bilang minimum anda harus punya gelar S-1 untuk bisa dapat kerja yang layak.

Tanpa gelar sarjana, misal cuma lulusan SMA walaupun anda punya pengalaman kerja yang lama, career anda atau yang lebih penting gaji anda akan mentok pada range tertentu.

Tetapi awas bukan berarti sekolah semakin tinggi pasti menjamin gaji yang lebih tinggi. No, unfortunately, it doesn’t work that way my dear friends. Sekolah terlalu tinggi biasanya malah tidak relevant dengan dunia kerja (professional environment)

KECUALI kalau anda memang dunianya adalah research or academic world such as scientist at the lab or adjunct professor who someday will be teaching as full time professor at the universities. If that’s the case, then having a doctoral degree is a MUST. Otherwise, having a doctoral degree might be a big waste of time and money for you...  

Contoh yang paling sederhana, tempo hari saya pernah disuruh interview calon manager (project kami lagi cari seorang manager) saya disuruh untuk ikut saring resume/CV dari para calon-calon. Kami jatuh kepada 3 orang finalist, sebut saja A, B dan C.

• A punya gelar MBA tetapi A belum pernah jadi manager
• B punya gelar DM dan B pernah jadi manager
• C hanya punya gelar BBA dan C sedang kerja sebagai seorang manager di tempatlain, selain itu C punya PMP certification (PMP = Project Management Professional).

Kita panggil A, B dan C untuk di interview secara terpisah. Ketiganya tampil menawan dan impressive dari cara berbicara, dan penampilannya

Anda mau tahu siapa yang kami hire? Kami tidak hire A walaupun A punya gelar MBA, tetapi A tidak punya pengalaman kerja sebagai seorang manager. Kami lebih butuh orang yang sudah berpengalaman dan bukannya manager in training dengan fresh MBA degree.

Kami juga tidak hire B karena menurut kami B is over qualified yang tentu saja B minta gaji yang tinggi sekali, kami tidak punya budget sebesar itu untuk bayar gaji si B.

Kami akhirnya hire C, karena C punya pengalaman sebagai seorang manager, dan yang membuat nilai plus, C punya PMP certificate

Asal anda tahu untuk bisa ambil PMP certification anda harus seorang manager, tetapi untuk sekolah MBA anda tidak harus jadi seorang manager.

Banyak sekali certification di dunia professional, tergantung pada career anda masing-masing. Kadang orang juga mencantumkan certification dibelakang nama mereka, contohnya;

John Smith, CPA atau Jennifer Susanti, CSTE
(Ingat CPA dan CSTE bukan degree tapi certificate).

Ada banyak certificate contohnya:

• CSTE (Certified Software Tester)

• CNE (Certified Network Engineer)
• CPA (Certified Public Accountant)
• CIA (Certified Internal Auditor)
• CPHQ (Certified Professional in Healthcare Quality)
• ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

Dan masih banyak lagi. Bedanya degree dan certification adalah sbb:

• Degree tidak ada expiration date, once you become MBA/PhD/MS/BBA, etc you will be MBA/PhD/MS/BBA, etc for the rest of your life
• Certification ada expiration date, biasanya harus di renew setiap beberapa tahun, caranya ambil exam lagi (bayar lagi) atau ikut seminar
• Degree diberikan oleh universitas
• Certification diberikan oleh institute or company misalnya Microsoft punya certification sendiri seperti MCP (Microsoft Certified Professional), MCTS (Microsoft Certified IT Professional), MCSE (Microsoft Certified Systems Engineering), dll.

Demikian pula Oracle punya certification macam-macam juga 

Coba deh anda yang accountant, mana yang lebih penting punya MBA atau punya CPA? Yang ideal punya keduanya. Tetapi di dalam kerjaan sehari hari mungkin CPA lebih dibutuhkan dari pada hanya sekedar MBA.

Jadi mana yang lebih penting? Degree or certification? Jawabannya tergantung anda masing-masing Kalau anda berkecimpung di dalam dunia akademik, the higher degree you have to better your career will be. Dosen di Universitas dengan gelar S-3 digaji lebih tinggi dari pada dosen yang hanya punya gelar S-2. Tetapi kalau anda berkecimpung di luar academic area, punya S-3 belum tentu menjamin tingginya gaji anda. Mungkin lebih baik anda ambil certification yang sesuai dengan bidang anda, that’s just my two-cents!

Jadi sekali lagi, punya degree tinggi blm tentu sebagai jaminan sukses, tetapi MINIMAL anda harus punya degree untuk bisa dapat kerja yang layak.

Therefore, bachelor degree will get you through the door but the rest is up to you

Diploma Mills
Topic terakhir yang akan saya bahas adalah “Diploma Mills” atau beli ijazah. Lain Negara lain aturannya, saya tidak tahu di Indonesia gimana hukumnya kalau seseorang ketahuan beli ijazah. Mungkin karena SILAU dengan degree dari universities, banyak orang yang ambil jalan singkat dan beli ijazah lewat internet. Dan jangan kaget, begitu banyak “sekolah-sekolah” di internet yang menawarkan fake/fraud degree, dan kebanyakan “sekolah-sekolah” itu (perhatikan saya tulis “sekolah” pakai tanda petik) punya nama mirip dengan sekolah-sekolah beneran, contohnya, hati-hati kalau ada orang punya ijazah dari sekolah-sekolah tersebut:

• Lexington University (not to be confused with Lexington College)
• All American University (not to be confused with American University)

• American World University (not to be confused with American University)
• Fairfax University (not to be confused with George Mason University in Fairfax, VA)
• Lafayette University (not to be confused with University of Louisiana – Lafayette)

And many more; business diploma mills is apparently a big business, it’s a $50 million a year in Europe alone and has 15,000 “graduates”. It’s a high-tech professional criminal operation. 

In June 2007, Swedish Minister of Employment, Sven-Otto Littorin ketahuan punya degree MBA dari Fairfax University. Bagi kita yang tinggal di Washington, DC metropolitan kita semua tahu tidak ada sekolah dengan nama tersebut. Yang ada adalah George Mason University in Fairfax, VA; www.gmu.edu

Jadi Fairfax University itu adalah sekolah bohong (diploma mills), unaccredited distance-learning yang akhirnya ditutup kehilangan license.

Kalau mungkin anda tidak pernah dengar nama Menteri Tenaga Kerja Swedia, Sven-Otto Littorin tadi, anda semua pasti pernah dengar nama pejabat yang satu ini, Dr. Hamzah Haz. Coba tanya beliau itu gelar “Doctor” dapat dari mana?

“Dr” Hamzah Haz earned his PhD dari American World University is an unaccredited by any official institute, virtual institution of post-secondary education. It has no physical campus. It purports to offer a college education and awards college degrees, but authorities in the United States generally consider it to be a diploma mill.

In January 2005 American World University offered "all degrees" for $1,000 as a “New Years Special”. “Dr.” Hamzah Haz bayar US$1,200 untuk gelar PhD dari American World University.

Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Hamzah_Haz
    
Lain “Dr.” Hamzah Haz, lain pula Dr. Amien Rais, kalau yang satu ini memang intelektual murni! Dr. Amien Rais lulusan sekolah-sekolah beken (papan atas) di Amerika Serikat, antara lain:

• University of Notre Dame [Notre Dame, IN, USA] – Master degree, 1974.
• University of Chicago [Chicago, IL, USA] – PhD in Political Science, 1984.
• George Washington University [Washington, DC, USA] – Post doctoral program (non-degree), 1988.

Di company besar di US (Fortune 500 companies) atau kalau anda kerja dengan U.S Government, kalau anda ketahuan punya degree dari diploma mills, tidak ada ampun, anda langsung dipecat. Tetapi business diploma mills juga masih ramai disini soalnya banyak juga company yang tidak check para karyawannya.

Dengan uang sekitar $500 sampai $5,000 anda bisa dapat gelar bachelor, master or even doctorate (PhD). Argument mereka lucu, mereka bilang degree tersebut bukan palsu tetapi legitimate soalnya “students” well, in this case the word “clients” is more appropriate than “students” have to prove than they have adequate working experience in their fields before we can issue degree for them.

Jadi contohnya gini loh, saya bisa dapat PhD in Journalism soalnya saya sudah tulis banyak sekali article ke KOKI sejak tahun 2005, dan tentu saja saya kira semua KOKIERS tahu saya (bukan GR atau sombong loh!). Nah dengan argument tersebut, saya bisa dapat PhD in journalism dengan “sekolah” well, kata “sekolah” sebenarnya kurang tepat, yang benar “beli” ijazah PhD di diploma mills seperti Fairfax University, Lexington University, Lafayette University, dll. Dan bukankah KOKI emang “Citizen Journalism”?

Hayo, jadi saya bisa dapat PhD in journalism he…he…he…he… dibawah bimbingan guru besar (dosen) Zeverina and AsMod (Asisten Moderator), benar tidak? He…he…he…

Jadi sekali lagi hati-hati dan jangan silau kalau orang punya degree macam-macam. Buat saya pribadi beli ijazah (diploma mills) bukan saja bohongin orang lain , tapi juga bohongin diri sendiri...

Sekarang mungkin anda bingung, kalau begitu kenapa pemerintah (U.S Government) tidak ambil tindakan dan tutup semua diploma mills? Nah yang ini saya juga bingung, saya pernah nonton acara 60 minutes or Dateline NBC lupa yang mana, pokoknya mereka lagi bicara tentang diploma mills.

Business ini LEGAL, jadi misalnya saya pesen PhD degree di dimplo mills itu LEGAL, mau pesan 10 asal ada duit itu LEGAL, terus ijazah PhD saya pasang di ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur dan berbagai tempat di rumah saya itu LEGAL. Nah yang ILLEGAL adalah misal saya cari kerjaan terus tulis di Resume/CV saya bilang saya punya PhD. Aneh bukan? Dengan kata lain pesen ijazah palsu itu LEGAL, tetapi memakai ijazah palsu itu ILLEGAL.

Logikanya simple, ngapain orang pesan ijazah palsu, yang nota bene tidak murah juga loh! (Hamzah Haz spent US $1,200) kalau terus tidak dipakai, bener bukan? Memang aneh bin ajaib, only in America my dear friends, only in America!!

Sekian dulu, greetings from American Capital 

Harry Lukman, PhD in journalism – citizen journalism (KOKI)

he…he….he…

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 6 Halaman Komentar | First Prev Next Last
oh ya komen aza Bung HL, dulu taon 60-an utk kerja white-collar, kata ayah saya, cukup baca tulis doang. Zaman 80-an, kalo udah punya gelar SMA udah bisa kerja di corporation. Taon 90-an, harus punya S1 utk kerja di corporation. Lho taon 2000-an, kalau mau karir mulus harus lulusan luar negri. Taon 2010 saya rasa harus min S2 kalo mau karir mulus plus certification....itulah makanya dunia makin susah, idup makin susah...in my field, increasingly harus punya Master plus certification in the USA, malah ada bbrp org saya kenal yang double Master...tapi emang mindset kita harus ke 10-20 tahun ke depan. Org2 yang taon 70-an hura-hura hanya lulusan highschool, gak punya vision ke depan. Akibatnya umur 50-an udah kena PHK dan gak bisa kerja lagi
Posted by: davinci | Rabu, 28 Juli 2010 | 04:06 WIB
wah sibuk nih Bung HL, tapi emang Drs itu gelar S1 non-teknik....trus setahu saya, Sarjana Muda - bukan sarjana penuh, jadi emang D2-D3 gitu.... Trus sbg input nih, bung, biasalah yg ngasih input ke Bung HL sgt dikit.....S4 memang gak ada, tp zaman skrg ada Post Doctoral Fellow, increasingly required utk jadi Assistant Professor. Jadi S3 doang gak cukup zaman skrg utk jadi Assistant Prof. di USA....of couse kalo di Indonesia, S2 aja cukup utk jadi Lecturer (alias dosen). Trus gelar medis, selain MD di USA, juga ada DO....saya sih prefer MD, toh co-pay-nya sami mawon. Trus juga ada Physician Assistant dan Nurse Practitioners ...pokoke kalo bisa, saya maunya ketemu MD aja...co-pay nya sama
Posted by: davinci | Rabu, 28 Juli 2010 | 04:00 WIB
Kalo BcTT ada yang tau? Soalnya dosen dan guru2 saya dulu banyak yang punya gelar ini. Biasanya sih orang2 Telkom yang punya
Posted by: ilhampst | Kamis, 8 Juli 2010 | 15:41 WIB
Baru liat Oom HL punya gelar PhD juga (PizzaHut Delivery) ha..ha..ha..since when ??
Posted by: Lis Dol | Jumat, 2 Juli 2010 | 19:11 WIB
Bung HL, di Indonesia gelar masih jadi simbol status yang cukup penting. Jadi gak heran kalau di kartu nama atau bahkan kartu undangan pernikahan, sedapat mungkin semua gelar yang pernah didapat dari manapun ya ditulis komplit, tidak hanya gelar tertinggi saja. *** BTW, tapi untuk kedokteran, terutama untuk urusan research dll kita tulis gelar, seperti M.D., PhD. Tidak hanya PhD. nya saja, untuk secara tidak langsung memberi tahu bahwa yang bersangkutan memiliki latar belakang medicine dan sudah berkecimpung di bidang riset, menjalani program S3. Di Jepang lulusan kedokteran S1, tidak perlu lagi ambil S2, bisa langsung masuk ambil doctoral program, asal ...berhasil mendapatkan Prof yang mau sponsorin dan lulus test ujian masuk. *** Thanks untuk artikelnya, jadi banyak belajar juga :) Salam hangat dari Tokyo.
Posted by: Piper | Jumat, 2 Juli 2010 | 17:08 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved