JUMAT, 24 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

  • 1

    Rp .000

  • 2

    Rp .000

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiInfo-Pedia
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Vaksin Demam Berdarah Terbukti Efektif
AS/DK

Perusahaan farmasi Perancis Sanofi mengumumkan, vaksin demam berdarah dengue yang mereka kembangkan, terbukti efektif melawan tiga dari empat strain virus penyakitnya.

Uji klinik yang dilakukan terhadap 4.000 responden anak-anak di Thailand menunjukan hasil positif terhadap tiga dari empat strain virus demam berdarah dengue DBD.

Penelitian vaksin DBD sudah dilakukan sejak 70 tahun, tapi baru diintensifkan dua dekade terakhir. Sukses ujicoba vaksin tergantung dari respons sistem kekebalan tubuh. Ujicoba besar-besaran vaksin baru itu, kini sedang dilakukan di 10 negara di Asia dan Amerika Latin dengan melibatkan 31.000 responden.

Sanofi menyebutkan, hasil positif dari ujicoba di Thailand memicu perusahaan menanamkan investasi senilai 350 juta Euro untuk membangun pabrik baru di Perancis. Vaksin baru anti demam berdarah itu, diharapkan bisa mendatangkan pemasukan milyaran Euro pertahunnya.

Prevalensi naik fatalitas turun
Demam berdarah dengue merupakan wabah penyakit musiman yang penularannya terjadi akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Ini merupakan masalah endemik terutama di sejumlah negara tropis. Sekitar 70 persen kasusnya terjadi di Asia, khususnya di India, Pakistan, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Filipina dan Indonesia.

                             Kampanye pemberantasan sarang nyamuk inang demam berdarah Dengue.

Direktur program penanggulangan penyakit menular India, Dr.A.C Dhariwal menanggapi sukses ujicoba vaksin DBD itu, kepada DW mengatakan, menyambut berita mengenai sukses ujicoba vaksin itu. "Dengan demikian kami memiliki instrumen tambahan, untuk mencegah dan mengendalikan penyakit DBD", tambahnya.

Laporan lembaga kesehatan Uni Eropa menyebutkan, prevalensi penyakit demam berdarah terus naik dalam dekade terakhir. Walaupun begitu, tingkat fatalitasnya terus turun.

Organisasi kesehatan dunia WHO melaporkan, penyakit yang ditularkan lewat gigitan nyamuk itu, mengancam kesehatan sekitar 3 milyar penduduk dunia. Setiap tahunnya 50 juta hingga 100 orang terinfeksi. Rata-rata 20.000 orang penderita DBD meninggal setipa tahunnya, kebanyakan anak-anak di bawah lima tahun.

Selain upaya pencegahan dengan mengembangkan vaksinnya, program yang dilancarkan saat ini kebanyakan dengan mereduksi sumber penularan dengan cara pemberantasan sarang nyamuk.

AS/DK (rtr,dpa)
Sumber: www.dw.de/dw/article/0,,16125310,00.html

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 2 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Kin ... yg denial soal vaksin juga wokeh disini .. jangankan hanya anti vaksin , yg meng-denial akte lahir nya Pak Presiden B.O pun juga ada disini ... hehehe
Posted by: sirpa | Kamis, 2 Agustus 2012 | 23:03 WIB
Pakdhe Sirpa, bukane di Amrik jg ada golongan yg anti vaksin? klo liat data2nya yg antivaksin kan banyak nyontek amrik punya sono. tp jmaaf daku ga bisa nganti conto link nya hehe (emak2 pemalas soale).
Posted by: kinanthi | Kamis, 2 Agustus 2012 | 11:20 WIB
Menkes vs gerakan anti vaksin. Ataukah sekedar suatu bentuk ketidakpercayaan terhadap program pemerintah, misal prasangka jangan-jangan vaksinnya dikorupsi, wong kitab suci saja dikorupsi kok.
Posted by: Sumonggo | Selasa, 31 Juli 2012 | 08:06 WIB
Melakukan vaksin untuk jenis-jenis penyakit tertentu,s eperti polio, meningitis, hepatitis atau penyakit-penyakit lainnya yg bisa merusak masa depan memang perlu sekali. Tapi unutuk jenis penyakit lainnya seperti beberapa waktu lalu yg heboh (flu babi/ H1N1) ) digembor-gemborkan, menurutku rada overacting. Akhirnya di Eropa 'terbukti'/ terbongkar' bahwa itu akal-akalan farmasi untuk mengeruk keuntungan. Memang vaksin perlu untuk orang-orang yg masuk dalam kategori beresiko, tapi ada kalanya kita juga harus berpikir sehat dan tidak cepat panik atas suatu isu penyakit. Untuk vaksin deman berdarah, kalo memang perlu sich ok adja... tapi juga harus diimbangi dengan program kebersihan yg bisa memberantas nyamuk tersebut.
Posted by: Fabiola | Senin, 30 Juli 2012 | 17:41 WIB
H a d i r .......
Posted by: Caridaki | Senin, 30 Juli 2012 | 12:30 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved