KAMIS, 23 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiInfo-Pedia
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Ponsel Akan Gantikan Dompet
Deutsche Welle

Terutama di negara berkembang, transaksi melalui ponsel bukan merupakan hal baru lagi, Dengan teknologi baru, perusahaan telekomunikasi Jerman Deutsche Telekom berupaya untuk mempopulerkan transaksi seperti ini di Eropa.

Pakar strategi pasar telah lama membidik potensi transaksi keuangan mobile. Bisnis di sekor ini telah berkembang dengan cepat. Pada tahun 2010, transaksi melalui ponsel bernilai sekitar 50 miliar US Dollar dan tahun 2011 diperkirakan jumlahnya dua kali lipat. Peneliti pasar Amerika Serikat Gartner meperkirakan, tahun ini nilai transaksi mobile akan naik menjadi lebih dari 170 miliar Dollar.

Booming di Negara Berkembang
Saat ini, SMS merupakan fasilitas yang paling umum digunakan dalam transaksi uang melalui ponsel. Tercatat, transaksi terbesar terjadi di Afrika, Timur Tengah dan Asia, di mana pemakaian ponsel lebih luas dan karena tidak terdapat banyak bank atau jarak bank yang jauh. Transaksi melalui SMS terutama populer di Kenya dan Filipina.

Namun secara global transaksi mobile tidaklah besar. Di Amerika Utara dan Eropa transaksi ini tersendat, karena pembayaran melalui telefon seluler hanya satu dari begitu banyak pilihan transaksi. Dan sampai kinipun, baik kartu kredit atau online banking tidak mampu menggusur uang tunai dalam transaksi. Namun Volker Briegleb dari majalah komputer c't merasa yakin, transaksi mobile memiliki masa depan yang bagus.

                                          Tidak lama lagi kartu kredit akan tersingkirkan ponsel

Belum Ada Terobosan di Negara Barat
Sekarang tersedia satu teknologi yang memiliki potensi untuk meyakinkan orang akan transaksi seperti ini: Near Field Communication (NFC). Dan perusahaan telekomunikasi raksasa Jerman Deutsche Telekom berencana untuk memperkenalkan teknologi ini di Jerman dan di Eropa dengan bekerja saman dengan MasterCard.

NFC bahkan lebih mudah dioperasikan daripada transfer berbasis SMS. Data rekening bank dan kartu kredit disimpan dalam ponsel, sehingga orang tidak membutuhkan berbagai kartu dengan chip lagi. Konsep ini dinamakan “mobile wallet” atau dompet mobile. Saat membayar di kasir, kita tinggal membubuhkan kode keamanan, memilih dari rekening mana pembayaran dilakukan dan menggesek dompet mobile di atas sensor. Transaksi berjumlah kurang dari 25 Euro akan langsung dibukukan. Sementara nilai transaksi yang lebih tinggi akan melalui tahap keamanan yang lain, dengan misalnya membubuhkan kode rahasia ke dua.

                            Tahun 2011, Google memperkenalkan dompet mobile di Amerika Serikat

Apakah Aman?
Peter Vesco, dari Payment Department Deutsche Telekom, meyakinkan transaksi seperti ini aman dari segala bentuk kriminal di internet. “Sejauh pengetahuan yang kami miliki saat itu, teknologi ini sama amannya seperti membayar dengan menggunakan kartu chip. Dan keuntungan lain, jika kehilangan dompet mobile yang berupa ponsel, kita tidak usah repot untuk menginformasikan bank-bank, tapi cukup menelefon Telekom untuk memblokir seluruh rekening kita.”

Uji coba pertama transaksi mobile berjalan dengan sukses. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan kereta api Jerman Deutsche Bahn telah memanfaatkan teknologi NFC ini, juga beberapa bank-bank tabungan dan merasa puas. Beberapa bulan lalu, MasterCard telah mulai menginstal perangkat pembaca dompet mobile di Jerman, terutama di pompa bensin, restoran dan beberapa toko ritel.

                                                  Logo tempat pembayaran dengan teknologi NFC

Berjalan Lambat
Volekr Briegleb mengakui, perlu waktu lama untuk memperkenalkan teknologi ini kepada masyarakat luas. “Setiap orang menunggu sampai yang lain memulai. Sementara pasar baru akan bergerak jika telah cukup banyak konsumen yang memiliki ponsel untuk hal ini. Dan konsumen juga tidak meilhat kebutuhan untuk membeli ponsel yang sesuai dengan teknologi NFC jika mereka tidak tahu dapat dipergunakan di mana saja. Dan produsen ponsel sendiri tidak meilihat alasan untuk membuat ponsel seperti ini.“ Melihat situasi ini, peneliti pasar Gartner meperkirakan tidak akan terjadi terobosan di dunia sampai tahun 2015.

Deutsche Telekom mengatakan, proyek transaksi ini harus mendapatkan dukungan. Karena hanya sebagian kecil ponsel yang beredar saat ini yang memungkinkan dapat menggunakan teknologi NFC, Deutsche Telekom menempelkan stiker penyimpan data pada ponsel atau
“teknologi jembatan“ seperti disebut Peter Vesco.

Dibutuhkan Solusi Sementara
Sebenarnya stiker penyimpan data ini bisa juga digunakan tanpa ponsel, cukup dilekatkan pada dompet atau gantungan kunci. Namun demikian Peter Vesco menyarakan untuk memanfaatkan ponsel. “Menurut survei kami, 80 persen orang selalu membawa telefon seluler mereka. Oleh karenanya lebih baik jika teknologi NFC dimasukkan dalam perangkat ini.“

Volker Briegleb mengatakan, terdapat hambatan psikologis tinggi yang harus diatasi sebelum konsumen disipakan untuk menngunakan teknologi seperti ini. Namun perusahaan-perusahaan besar sudah mengendus bisnis besar untuk jangka panjang, “Bagi perusahaan seperti Google, Microsoft atau Telekon tampaknya pasar transaksi mobile sudah cukup besar, sehingga mereka sudah mempersiapkan diri.“

Dan transaksi ini hanya dikenakan biaya sangat rendah untuk menjaring sebanyak mungkin konsumen.

Sumber:www.dw.de/dw/article/0,,16074922,00.html

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last
baru silau liat judul dompet, eh lngsng ngakak baca komen pasir ma om CD .... @PaSir : dah hadir nie, pasir mau sukarela menyerahkan dompet? ahahaha @om CD : yoa, tauuuukkk ajah si om! ni sy kerepotan nyimpen dompet2 sekarung. ada dompet putih punya mbak wati, dompet polkadot punya ynacakaronta, ma dompet hello kitty punya teteh yuka lol
Posted by: Natya KGB | Jumat, 13 Juli 2012 | 16:59 WIB
ogah ah Mobile Phone menggantikan Dompet, kuatir Errror tar malah makin ribet urusannya, sampai saat ini sy ga punya Credit Card ataupun lakukan Phone Banking, mencegah ribet kalau ada Error itulah, jadi tetap pake sisitim klasik saja Casshhhhh gitu kan Keren ciri khas org Indonesia
Posted by: Caridaki | Kamis, 12 Juli 2012 | 11:17 WIB
bang Sirpa ....KalemWati akan mengikuti kemajuan teknologi biar canggih gimana juga sebab Dompet itu kan Sumber Penghasilan Dia...bener ga Nat ???? wkwkwk
Posted by: Caridaki | Kamis, 12 Juli 2012 | 11:14 WIB
klo ngomongin 'dompet' ... seharusnya si Kalemwaty dah hadir (*clingak- clinguk matanya nyari sasaran dompet ) --- tapi kini dompetnya dah berubah bentuk jadi ponsel ..... wkwkwk-------- * dulu isi dompet isinya foto pacar!
Posted by: sirpa | Rabu, 11 Juli 2012 | 20:52 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved