SENIN, 20 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiInfo-Pedia
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Memilih Kursi Pesawat Terbang
WES - Australia

Naik pesawat terbang di masa lalu, 20 - 50 tahun yang silam, merupakan suatu "privilege" atau suatu kesitimewaan luar biasa, terlebih bagi masyarakat Indonesia.

Airportnya kecil-kecil bagaikan Terminal Bus saja. Frekuensi penerbangan masih jarang, dari satu kota ke kota lainnya cuma ada seminggu sekali atau dua kali saja.

Booking-nya mudah tetapi repotnya harus mendatangi kantor travel agent  yang jumlahnya di Jakarta masih bisa dihitung pakai jari dan Maskapai Penerbangannya masih langka. Jelas tidak ada booking pakai telepon. Kalau toh pakai telpon yah harus teriak-teriak karena suara tak jelas dan belum ada Fax... Jadi ticket-nya ya ditulis tangan pakai ballpoint. Penumpangnya tidak banyak sehingga tak harus berebutan seru "seats' kayak sekarang.

Ada kalanya mau terbang kita langsung ke Airport dengan untung-untungan beli ticket dan boarding saat itu juga tanpa booking-booking-an. Istilah kerennya sekarang go show. Kalau untuk satu orang hampir selalu ada kursi kosong.

Sekitar 20 tahunan yang silam jumlah penumpang kian membanyak sedangkan jumlah pesawat masih sedikit sehingga bisa membeli dan memperoleh ticket bukan berarti mendapatkan seats (kursi). Para penumpang harus "berjuang" untuk mendapatkan status OK seats-nya. Kalau sudah begitu keadaannya, yah di Indonesia mengundang calo-calo di Airport dan sogok-menyogok.

Namun sejak beberapa tahun yang lalu diperkenalkan "online ticketing", sehingga kian mudah saja booking dan beli ticket. Anytime 24 hours 7 days a week, bisa dari computer/internet rumah kita. Malahan calon penumpang bisa langsung memilih "seats" dan print ticketnya. Umumnya 24 hours atau lebih sebelum keberangkatan pesawat bisa "web check-in" dan print "boarding pass"nya.

Calo-calo mulai menghilang, begitu pula travel biro mulai berguguran terutama setelah dimunculkan "Budget Airlines" seperti Air Asia, Tiger Airways, Jetstar, Virgin Blue, dll.

Biaya bepergian pakai pesawat terbang luar biasa murahnya sampai-sampai lebih mahalan naik bus atau taxi. Maka naik pesawat bukan lagi monopoli kaum the haves dan elite. Siapapun mampu dan bisa terbang. EVERYONE CAN FLY. Buruh kasar, penganggur, pensiunan semua bisa karena luar biasa murahnya.

Pesawat regular non-budget pun terpaksa menurunkan tarip tetapi pada umumnya masih jauh lebih mahal, karena pangsa pasarnya sengaja ditujukan kepada kelas menengah keatas yang lebih mementingkan "kenyamanan" ketimbang "harga". Harga ticket yang dijual sudah termasuk berbagai fasilitas seperti bagasi, makanan & minuman, hiburan dan lain-lain.

Maskapai penerbangan budget air karena pasang harga begitu miring, maka terpaksa cari akal untuk merogoh kantung para penumpang dengan "cara halus" maupun "agak kasar".

"Harga ticket dasar" dijual tanpa bagasi dan fasilitas apa-apa. Maka inilah akal-akalan mereka menambah income yaitu bagasi dihargai menurut jumlah kg, makanan dan minuman di pesawat harus beli, mau game atau nonton video ya bayar lagi, mau check in/out lebih cepat yah bayar tambahan, web check in tak dikenakan biaya tetapi check ini di counter di Airport ada extra bayar, mau pinjam selimut harus bayar dan ...pilih "kursi" ada harga-harganya. Ada posternya bergambar kucing dengan tulisan : "Meski Anda menunjukkan muka memelas kayak kucing minta dibelas kasihani, Anda tetap harus bayar !"

Wuih, sadis banget yah? Ada duit abang sayang, enggak berduit abang payah!

NAH, AKU HENDAK MEMBANTU ANDA MEMILIH "KURSI" BAIK DI "BUDGET AIRLINES" MAUPUN "NON-BUDGET AIRLINES" KELAS EKONOMI.

DOMESTIC AIRLINES
Umumnya membagi kursi nya dalam 2 class : Economy dan Business, malah ada yang cuma satu class yaitu Economy semua, tetapi sekarang mulai memperkenalkan class Premium Economy. Biasanya formasi kursi nya adalah 3 + 3. Tetapi terkadang ada juga pesawat besar yang juga melayani penerbangan domestik, yaitu sebenarnya itu International Airlines yang melanjutkan perjalanan terusan dari satu kota pendaratan ke kota pendaratan berikutnya di negara yang sama, misalnya pesawat dari luar negeri menuju Denpasar lalu dilanjutkan ke Jakarta. Formasi kursi nya mungkin : 2+4+2 atau 3+4+3.



INTERNATIONAL AIRLINES JARAK PENDEK
Menjual 2 - 3 class Business, Economy dan sekarang ada yang mulai Premium Economy.

INTERNATIONAL AIRLINES JARAK JAUH (ULTRA LONGHAUL PLANES)
menawarkan 2, 3 dan 4 class.Yang 4 class adalah pesawat berbadan lebar dan jangkung (ada loteng nya) : First Class, Business Class, Premium Economy Class (terkadang dinamai Executive Economy Class) dan Economy Class.


  

MENGAPA HARUS CERDIK MEMILIH "KURSI" ?
Yang dibahas dalam Artikel ini hanyalah untuk Kelas Ekonomi (Economy Class) karena pemilihan kursi yang sesuai selera akan menentukan kenyamanan kita menjalani penerbangan.

Kelas Bisnis dan Kelas Satu (Business & First Class) tak perlu di perbincangkan sebab kursi-kursinya besar nyaman semua bahkan ada yang bisa dibuat sebagai tempat tidur betulan, lalu jarak antara satu kursi dengan kursi yang lainnya cukup jauh.

JENIS-JENIS PENUMPANG : 

  1. Kita memilih "kursi" karena ingin lebih lega untuk menselonjorkan kaki atau more leg room terutama buat yang memiliki tubuh yang jangkung
  2. Bisa juga karena kita membawa bayi, anak kecil atau perempuan hamil dan orang tua uzur.
  3. Kepengin tidurnya tidak terganggu.
  4. Sering ke toilet.
  5. Mungkin kepingin masuk duluan disaat "storage space" masih kosong, karena ada "cabin bag" (tentengan) yang agak besar atau lebih dari satu.
  6. Atau buru-buru mau keluar setelah pesawat mendarat ?
  7. Barangkali karena kuatir terserang "blood clot"  atau "DVT" (Deep Vein Thrombosis)?
  8. Atau mengidap "PARANOIA"?
  9. Kepengin melihat pemandangan luar pesawat?                                                                                                                                                                      Untuk alasan-alasan diatas, kita harus rela membayar lebih (pay more)! Kursi-kursi dipesawat dinamai dengan istilah-istilah berikut ini sesuai dengan letaknya :
     
  • BULKHEAD SEATS terletak di row terdepan Economy Class dan dirow terakhir Business Class, 3 kursi disebelah kiri pesawat, 3 kursi disebelah kanannya. Antara kedua class itu dipisahkan dinding, sehingga didepan Bulkhead Seat tak nampak kursi didepannya. Berikutnya terletak pas diujung depan sayap pesawat, dekat dengan Emergency Exit, ini juga 3 kursi dikiri, 3 kursi dikanan. Jumlah total hanya 12 kursi maka harga jualnya mahal dan harus buruan bookingnya. Bulkhead seats ini paling cocok untuk penumpang golongan 2. Kurang cocok untuk golongan lain karena bisa terganggu dengan bayi dan anak menangis, orang tua sakit atau perempuan hamil muntah-muntah.
  • AISLE SEATS terletak disisi lorong untuk jalan (lalu lintas). Katanya "seat pitch" (jarak antar kursi) melebar dibagian belakang pesawat. Cocok untuk golongan 1, 4, 6 dan/atau 7 & 8. Kaki kita bisa diselonjorkan kesamping sedikit (asal jangan menghalangi lorong jalan) dan sekali-kali boleh jalan-jalan dan berdiri menghindari Blood Clot atau DVT.
  • WINDOW SEATS terletak persis disamping jendela. Cocok untuk golongan 3 dan 9.
  • MIDDLE SEATS terletak diapit Aisle Seats dan Window Seats. Ini paling tidak disukai oleh golongan manapun, terkecuali oleh anak kecil diapit kedua orang tuanya atau keluarga/teman sendiri satu rombongan. Tetapi baru-baru ini "no-frills airline AirAsia mempelopori penjualan kursi "empty seats option" artinya kita bisa membayar harga 3 kursi disatu row untuk diduduki hanya oleh 2 orang dengan membiarkan middle seat nya kosong.

 

Nah, sekarang di Row mana Anda mau pilih ?
Yang pasti yang paling tidak nyaman adalah di kursi manapun di sekitar Toilet ditengah pesawat dimana terletak sayap pesawat. Selain terkadang bau Toilet, suara mesin pesawat terdengar lebih keras dan terasa getarannya. Bad for sleeping. Yang duduk di Window pun terhalang sayap pesawat pemandangan keluarnya.

Pas di row paling dekat Pintu Emergency itu udaranya lebih dingin, tetapi mungkin cocok untuk golongan 8 yaitu mereka yang mengidap "paranoia" (kuatir/takut ada kecelakaan) karena mereka ditempat itu lebih dulu diselamatkan.

Walaupun ada "kursi-kursi favorit", untungnya tidak semua penumpang punya selera dan keinginan untuk memilih kursi yang sama. Pilihan kursi banyak bergantung kepada "sikon" (situasi kondisi), karakter, usia, jenis kelamin dan perawakan penumpang.

Ada juga yang tahayul menghindari nomor-nomor tertentu, seperti orang Barat dengan angka 13 dan orang Chinese (terutama dari Singapore, Malaysia dan Hongkong) tabu angka serba 4 (nomor 4, 14 apalagi 44). Ha ha ha ha ha...

Ada pula lelaki yang berkhayal memperoleh Middle Seat, dimana kiri kanan nya (window & aisle) diapit dua orang gadis cantik sexy. Ha ha ha juga....


BAGAIMANA DENGAN AKU ?
Aku sendiri lebih suka (kalau masih ada pilihan) ambil row-row antara Bulkhead Seats depan dan Bulkhead Seats belakang, tetapi menghindari persis dibelakangnya Bulkhead seats karena penumpang disitu agak merepotkan/berisik.

Kalau bepergian sendiri, mungkin pilih window mungkin aisle tergantung waktu terbangnya pesawat. Jarak pendek aku pilih window, jarak panjang aku pilih aisle.

Namun bila bepergian bersama keluarga atau kawan, ya aku pasrah saja ... silahkan mereka memilih terlebih dulu.

Soal jarak ke Toilet agak jauhan buatku tak menjadi soal, malah bagus juga membuatku cukup berjalan-jalan.

Barang bawaanku juga tak masalah karena "check in lugage" ku hampir selalu tidak lebih dari 23 kg (koporku juga sangat ringan dan praktis) sedangkan "cabin bag" ku tak lebih dari 7 kg dan bentuknya ramping sehingga gampang masuk ke storage space diatas kursi.

Aku memang sejak muda juga tak suka bawa barang tetek-bengek yang bikin ribet saat bepergian dengan public transport.

Perawakanku setinggi 1,68 m dan berat 68 kg okay saja duduk dikursi manapun.

Untuk penerbangan jarak jauh (ultra long haul) di usia kami (aku dan isteri) menua, kami memilih penerbangan dengan beberapa transit misalnya route dari Australia ke New York, kami transit dengan menginap 2 - 3 hari di Kualalumpur, lalu 2 - 3 hari di Stockholm baru sampai ke New York. Tinggal beberapa hari di New York mungkin disambung lagi ke beberapa kota di USA. Enaknya cara ini tidak "rush" (tergesa-gesa, pontang-panting) cuma tentu lebih mahalan.

Dan cara penerbangan dengan schedule seperti ini hanya cocok untuk tujuan wisata bukan untuk tujuan kerja/bisnis. Sebetulnya kami sendiri sedari muda sampai sekarang tidak begitu cerewet, mau jarak pendek atau jarak jauh, mau penerbangan transit-transit atau langsung, buat kami tidak masalah; karena selama ini kami nyaris tak pernah mengalami "jet lag". Mengapa? Ya, karena selama perjalanan kami ini gampang tertidur pulas dan bersuka cita mensyukuri fasilitas apa saja yang ada di pesawat. Tak suka complaint.


BAGAIMANA MEMILIH KURSI DI "PRIVATE JET AIRLINES" ?
Ah, itu enggak usah banyak pilih memilih apalagi kalau pesawatnya milik sendiri ! Ha ha ha ... Diam-diam elite Indonesia banyak yang memiliki private jet. Kalau urusan mengumbar nafsu, kemewahan dan petentang-petenteng pamer, Indonesia tak pernah ketinggalan.

Cuma asal tahu saja, Warren Buffet salah seorang terkaya didunia yang juga memiliki Maskapai Penerbangan Private Jet .... jarang sekali (hanya beberapa kali saja) naik Private Jet, dia lebih suka menyewakannya kepada orang lain (dasar si Buffet ini orang pelit, ya ? Apa-apa maunya untuk cari duit !).


BAGAIMANA DENGAN ANDA ???

Regards

WES

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 3 Halaman Komentar | First Prev Next Last
@ Fun ... pesawat kalau patah , tubuhnya jadi dua ... jadi bagian belakang dan bgn depan ---- klo nabrak gunung , nabraknya pakai moncong pesawat --- klo mo soft landing mendarat direrumputan/ sawah , mendaratnya pakai perut pesawat ---- klo mesin pesawat mati , buka pintu darurat terjun dgn parasut ---- (klo naik mobil , mobilnya stop dulu lalu mesinnya diperiksa .. tapi klo pesawat mesinnya mogok diudara yaaah nggak bisa 'parkir' jadi petawat nya ... nyungsep , ada gravitasi . disedot spt magnet oleh bumi ) ----- hayo , kasih info tambahan ke Bpk kenalan mu itu , mau milih tempat duduk yg bagian mana ?
Posted by: sirpa | Sabtu, 23 Juni 2012 | 23:48 WIB
Ada kenalan fun yg kalo naik pesawat milihnya duduk dikursi plg blkg dan di deket lorong, alesanya, kalo pesawat jatuh ato kecelakaan, bagian ekor cendrung utuh, trus fun tanya "kalo pesawatnya meledak, gimana pak?" bapaknya jawab, "ya mau gimana lg'. Saat itu yg terpikir ma fun "astaga, neh bpk takut amat mati" wkwkwk....
Posted by: funkeykey | Sabtu, 23 Juni 2012 | 23:33 WIB
Kalo fun, liat hrg tiket via online, booking tiket lwt travel, kalo beli online gak bisa book hehe...kalo lewat travel bs book dulu, sapa tahu sblm limit dpt hrg yg lbh murah lagi :) kan lumayan hehe....
Posted by: funkeykey | Sabtu, 23 Juni 2012 | 23:28 WIB
Belakang emergency window, kaki bisa slonjoran. Gak harus deket jendela karena begitu duduk langsung merem pules....
Posted by: Nonsy | Sabtu, 23 Juni 2012 | 09:59 WIB
wah seru nih info nya,,,makasih WES salam wolf..
Posted by: wolflew | Sabtu, 23 Juni 2012 | 09:15 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved