KAMIS, 17 MEI 2012
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiInfo-Pedia
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Keju Belatung? Aarrrghhh....
Reef - Australia



Sweet Zeve/AsMods dan para pembaca KoKi dimanapun Anda berada, salam damai dari Oz

Prolog :


Sejenak Antonio nampak anragu-ragu sebelum akhirnya dengan enggan mencuil sedikit keju yang terhidang didepannya,  sebongkah keju yang nampak mengundang selera melambai-lambai, dan masih nampak keraguan yang tergambar jelas diwajahnya, dicocolkan secuil roti kering khas daerah tersebut yang kini berlapis keju ke dalam mulutnya....mulutnya berketjap... entah menikmati atau merasa geli yang tak tertahankan. Hell....tiada yang tahu selain dia sendiri. Tidak juga lelaki disampingnya yang hanya beberapa centimeter darinya.

Antonio adalah seorang Chef yang berasal dari Italia yang lama tinggal di UK, juga merupakan pembawa acara kuliner khas Italia di salah satu program TV BBC Inggris yang setiap minggu bisa dinikmati para penggemar di Downunder ini,  adalah penikmat keju sejati seperti layaknya orang Italia.  Namun kali ini, kelihatan sangat hati-hati dalam mneikmati keju. Rasanya tidak sampai hati dia mau makan keju di depannya, ah jika saja buka demi acara program yang dipandunya, mungkin tidak akan disentuhnya sedikitkpun.  Lho..... padahal keju tersebut sangat istimewa, Ya, istimewa karena lain dari pada yang lain. Disampingnya duduk seorang petani tradisional yang kebetulan bernama Antonio sebagai tuan rumah dan yang empunya keju, on the contrary nampak eager to eat roti lapis kejunya, matanya merem melek keenakan. Sambil menikmati angin sepoi-sepoi di inland Pulau Sardinia, kedua lelaki tersebut berbincang-bincang tentang makanan khas pulau Sardnia di Italia.

 

 


Dear KoKiers,

Menikmati lezatnya keju benar-benar serasa di pintu surga bagi yang menyukainya,siapa yang tidak dibuat merem melek menikmati lelehan keju mosarella atau parmesan di atas sepiring pasta?  atau di atas kue keju?  atau feta cheese super generous di Greek salad atau hanya sepotong keju  yang membuat mulut berkecap nikmat savouring potong demi potong keju yang creamy dan lembut?  Siapa yang tahan godaan maha lezat ini?

Ada ratusan jenis keju yang diproduksi di berbagai bangsa di belahan bumi manapun. Rasanya tidak ada orang yang tidak mengenal kelezatan sang keju.  Khusus di Indonesia, keju bukanlah cup of tea setiap orang, keju masih dianggap makanan wah, karena disamping harganya yang tidak murah juga bukan merupakan kuliner pokok masyarakat kita.  Keju di Indonesia lebih umum untuk bahan campuran kue atau makanan tertentu, masih  jarang keju hanya dinikmati potong demi potong untuk teman minum kopi atau minum teh.

Di negara-negara Barat, termasuk Australia, keju berbagai variasi sering dihidangkan sebagai plater atau antipasto.  Dan sangat umum di pesta-pesta keju hadir sebagai cemilan sebelum hidangan utama. Semenjak tinggal di negri roo ini , aku yang dulu jarang sekali menikmati lezatnya keju, sekarang hampir tiap hari bisa menikmati kelezatannya, walau jujur still can't stomach brie keju yang baunya sangat strong....berhubung masih turunan ndeso, dalam menikmati keju, aku masih kelas amatiran, paling banter tidak lebih dari sepuluh jenis saja. Dari sekian keju, ada banyak jenis yang dari baunya saja sudah bikin eneg perut bagi yang bukan penyuka keju. Termasuk si brie ini.

Dear KoKiers,

Kalau beberapa minggu lalu, aku menulis  artikel tentang kebiasaan aneh dan sedikit 'kejam' pada sebagian kecil masyarakat China, yang makan ikan setengah hidup  serta beberapa proses pembunuhan hewan yang tidak berperi kebinatangan.

http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/2/1026/kejam_namun_nikmat  

Kali ini ada makanan yang bisa disebut aneh, unik dan sekaligus menjijikkan!  membuat bulu segala bulu berdiri sukses.  Merinding jadinya. Apakan gerangan.? Tidak lain adalah keju yang full ulat atau belatung, yang konon sangat lezat dan will melt in your tongue in no time. What the? Sungguh mengerikan sekali. Mengerikan bagi orang awam namun terasa nikmat dan sublime bagi sebagian orang. Heemmmmmmmmm.

 

 


Keju ber-belatung atau dikenal sebagai Maggoty Cheese, adalah keju khas asli yang diproduksi oleh masyarakat Pulau Sardinia Italia. Dan keju ini merupakan makanan khas turun temurun selama ratusan tahun atua bahkan ribuan tahun yang lalu. Masyarakat lokal menyebut keju ini  : Casu marzu. atau dalam bahasa Italia adalah : formaggio marcio keju ini terbuat dari susu domba yang difermentasikan melebihi prosentase dari keju biasa, atau dengan kata lain, sengaja dibuat  'membusuk' dan ditandai dengan hadirnya ratusan ulat atau belatung yang gronjalan berpesta pora menikmati empuknya keju.  Ratusan belatung ini akan menyantap keju yang dalam proses membusuk, dan konon justru belatung-belatung inilah cita rasa asli dari Casu marzu.

Keju belatung memang sengaja dibuat dengan mengembang- biakkan belatung yang berasal dari lalat jenis bottlefly, bagaimana belatung-belatung tersebut bisa masuk ke dalam bulatan keju yang kulitnya sangat tebal tersebut? Di dalam proses pembuatan keju, oleh para pembuat sengaja di permukaan kulit keju dilobangi kecil-kecil untung mengundang para lalat karena bau keras yang berasal dari keju tersebut menarik pasukan lalat untuk mampir ke permuakaan bongkahan-bongkahan keju yang sengaja pula diletakkan di tempat-tempat strategis bagi para lalat dan yang kemudian para lalat akan meninggalkan ratusan telur,  dan telur-telur tersebut dengan sukses menerobos masuk penetrating ke dalam lubang deep inside keju dan ketika telur-telur tersebut menetas maka akan lahirlah larva lalat atau dalam bahasa kita jamak disebut dengan belatung.

Dari ratusan telur tersebut akan sukses muluz menjadi ratusan bayi belatung yang begitu sadar bahwa mereka lahir di tempat yang sangat tepat, the right time in the right place maka  berlombalah para bayi belatung ini menyikat habis tumpukan keju yang rada keras dan bau asem apek yang ditimbulkan oleh keju tersebut semakin membuat bayi belatung eat like there is no tomorrow, dalam waktu singkat bayi-bayi belatung tumbuh sehat dan gemuk-gemuk. Orang Jawa bilang makin ndemenkke. Saat inilah saat yang dinantikan oleh penyuka keju casu marzu untuk menikamti hasil panen belatung, eh salah, menikmati lezatnya keju full belatung. Konon para belatung inilah yang menambah cita rasa nikmatnya keju ini.

http://en.wikipedia.org/wiki/Casu_marzu 

 

 

Pasukan belatung berwarna putih transparan ini akan menghasilakan lagrima, yaitu cairan khusus yang menurut dialek lokal Italia berarti air mata. Cairan inilah yang membuat keju yang semula keras menjadi creamy lembut dan meleleh dimulut,  apalagi ditunjang dengan sensasi nyeplus belatung... komplit..plit kelezatannya. Sebagian orang yang tidak begitu tergoda tawaran  bonus belatung segar, akan menyingkirkan belatung-belatung yang berdansa dan berpesta pora di tumpukan keju busuk tersebut sebelum mengkonsumsi, namun sebagian orang justru sengaja menceplus para belatung yang lagi asyik masyuk tersebut ke dalam mulutnya, dan karena sejak lahir para belatung ini makan keju, so hampir bisa dipastikan 'rasa' belatungpun seperti keju,  there is no difference whether you actually eat cheese or worms, bahkan lebih sensasional karena ketika dimulut, belatung berukuran 8 mm tersebut akan menimbulkan bunyi 'kriuk-kriuk'  gronjalan, dan inilah yang membuat para penikmat casu marzu ketagihan.

Keju belatung ini merupakan warisan budaya turun temurun masyarakat Sardinia yang kehadirannya dianggap masih sangat perlu terutama untuk kesempatan-kesempatan formal seperti pesta perkawinan, ulang tahun dan lain-lain. Casu marzu tidak boleh ketinggalan. No casu marzu, no party. Sebenarnya maggoty cheese ini tidak saja dikenal oleh masyaralat Italia dan Pulau Sardinia saja  namun juga di beberapa negara Eropa lainnya seperti Perancis, Croatia, Spanyol dan lain-lain, walau yang populer adalah si belatung dari Pulau Sardinia.

Biasanya keju belatung ini karena rasanya sangat strong dan konon baunya seperti kaos kaki yang tidak dicuci berminggu-minggu dan ditaruh di WC, maka sebagai penyeimbang jika menikmati sang belatung ini harus ditemani dengan red wine yang strong pula sebagai penetralisir. 

Bagi sebagian orang yang enggan menikmati 'kriuk-kriuk' belatung dimulut, ada cara jitu untuk membumi hanguskan pasukan belatung yaitu : dianjurkan sebelum menikmati sang keju, keju ini disimpan di dalam kantong kertas dan ditaruh di tempat dengan suhu hangat, yang akan meyebabkan pasukan belatung kekurangan oxygen dan karena tidak tahan dengan panas  dan rasa pengap yang hebat, karena oxygen menipis dan hawa hanya berputar di kantong, membuat ratusan tentara belatung menjadi sangat gerah dan kepanasan persis cacing kepanasan beneran, so mereka akan berebutan mencari jalan keluar, namun apa daya..... Lo and behold, no where to run....... mereka akan melompat-lompat keluar dari empuknya rumah keju dan gegap gempita nuburk sana nubruk sini mental sana mental sini yang akhrinya sama : meninggal dunia dan sebelum wafat mereka  menimbulkan bunyi " pletik-pletik" karena tubuh mereka menabark kantong kertas. Setelah dirasa aman dan keju sudah free dari barisan belatung,  alias no more survivors, maka sang kejupun siap dicocolkan ke roti lebar khas Italia dan ditemani dengan anggur merah yang kuat...heeeeeeeeeeem devine....(not for  me of course...)

Uniknya, si casu marzu ini akan berubah menjadi beracun jika sang belatung-belatung ini mati, dan saat masih berada dalam lubang kenikmatan full makanan  itulah, keju casu marzu ini kudu dinikmati ketika barisan belatung masih gegap gempita berlomba makan keju dan kemudian setelah kenyang, akan membuang ampasnya yang mengandung jenis asam tertetu yang berfungsi melembutkan keju. Dan heiiiiiiii...rahasia si keju belatung ini ternyata menurut masyarakat Sardinia yang hobi menikmati keju belatung ini dipercaya akan tambah perkasa dan ekstra joss untuk urusan ranjang karena dipercaya juga keju ini mengadung zat aphrosdisiac.  Mungkin ini efek energi dari para ratusan belatung yang kemudian membuat 'belatung' lain akan menggeliat pula.

Yang perlu diingat bagi pemula penikmat keju belatung disarankan ketika menikmati keju ini, mata ditutup atau diusahakan merem rapat serta agak menjauh dari arah pandangan keju  atau juga kalau mata memang penasaran, jika keju sudah dioles ke sandwich harap ditekan kuat-kuat yang tidak memungkinkan para belatung melongok keluar dan jalan-jalan diluar jalur, karena kemungkinan para belatung ini kegirangan jingkrak-jingkrak dan melompat ke mata anda....!! kalau begini, will be a different story.

Untuk lebih lengkapnya silahkan klik link berikut : (ilustrasi di awal tulisan)




Dear KoKiers,

Keju belatung sejatinya merupakan makanan ilegal karena telah dilarang oleh pemerintah di negara-negara Eropa dan dianggap tidak sesuai dengan EU food hygiene-health regulations, selanjutnya dianggap bisa membahayakan kesehatan tubuh. Jika seseorang yang alergi dengan makanan jenis tertentu menikmati keju ini akan bisa membuat mual dan kepala pening dan juga akan ditemui gejala-gejala tertentu seperti gatal-gatal dan lain sebagianya. Namun yang namanya kenikmatan dunia walau sudah dilarang dan menjadi issue khusus, masyarakat Italia tidak mengindahkan peraturan ini, bagi penikmat keju belatung, the show must go on, maka keju inipun masih laris manis tanjung kimpul dan bisa ditemui di pasar-pasar gelap, tentu dengan harga yang jauh melambung.

Tradisi yang sudah turun temurun selama ratusan tahun bahkan ribuan tahun tidak mudah digoyahkan oleh peraturan, masalah keju ini dianggap menjijikkan dan dapat mengganggu keseimbangan tubuh, who cares...? toch belum pernah ada kasus orang meninggal gara-gara makan keju belatung, so what gituloh...?? begitu mungkin anggapan para penikmat casu marzu...pula, kalau berbicara masalah kematian dan selera lidah, lha...... memang mereka yang anti casu marzu dan hotly menentang, akan hidup seribu tahun....?? dan wait....selama masih bisa menikmati belatung why not, sebelum tubuh kita kelak gantian dinikmati oleh thoses little  tiny bastards?

So KoKiers? Berani menerima tantangan??

Aaaaaaaaaarrrrrrrrggggggggghhhhhhhhhhhhhhh

No, but no thanks....

 



Disclaimer : diambil dari bebagai sumber termasuk  http://en.wikipedia.org/wiki/Casu_marzu

Salam manis,

Reef Australia

 

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 17 Halaman Komentar | First Prev Next Last
*Elnino, Lyna, kemod : helooooo maaf telat merespon..kompinya lg hobi ngadat, btw thanks semua ya sdh mampir di sini...salam super manis reef
Posted by: jinjer fm Oz | Jumat, 22 Januari 2010 | 16:53 WIB
ihhh..nggilani..jadi eneg dah...halah merinding dah...ada juga orang yg suka yah..
Posted by: Kemod | Kamis, 21 Januari 2010 | 19:49 WIB
iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhh... baca n liat gambar2nya aja pengen muntaaahhh...! ampe gak kuat lihat videonya juga. Thanks Mbak Reef buat infonya
Posted by: Lyna - Kuwait | Minggu, 17 Januari 2010 | 01:48 WIB
Keju aku suka, tapi tentu bukan yang kayak gini jeng :p Pernah di suatu resto disajikan salad dengan macam2 keju. Ada satu yang penampakkan dipenuhi jamur tlemok2 abu2 item gitu...Karena penasaran aku ambil, gak salah nih buat dimakan, pikirku.... Begitu dicoba, whuueekkk beneran...gedeg2, jian ada ya yang doyan beginian,,,,
Posted by: elnino | Jumat, 15 Januari 2010 | 16:25 WIB
*kembang bakung, Bagjul : tks atas apresiasinya...maaf telat merespon...koki agak lambat..tuk KBBK : kalau sayur tumpang mah sedep, justru lebih sedep kalau ada tempe bosoknya...yg kalau tdk ati2 bs jaid byk belatungnya juga...*bagjul : hahahhahaha berabni terima tantangan nih...demi 'belatung' lain suoaya lebih mneggeliatkah...??
Posted by: jinjer fm Oz | Jumat, 15 Januari 2010 | 16:08 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved