JUMAT, 18 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiInfo-Pedia
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
The American Vowels
Harry Lukman - Washington, D.C.

 

Zev & KOKIERS Yth;

“ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ” itu adalah jumlah semua huruf di Roman Alphabet. Yg membuat saya kagum, hanya dengan 26 huruf manusia mampu menggunakannya & mengkombinasikannya keberbagai macam bahasa di muka bumi ini dari English, Dutch, French, German, Spanish, Portuguese, Italian, Tagalog, Indonesian dan masih banyak lagi bahasa2x di muka bumi ini yg memakai Roman Alphabet

Hanya dengan 26 huruf yg membedakan kita, umat manusia sebagai mahluk hidup yg berbudaya (civilized creature) di muka bumi ini dengan mahluk hidup lainnya yg tidak berbudaya spt binatang & tumbuhan. 

Hanya dengan 26 huruf ini kita manusia mampu mewariskan dan menceritakan apa yg terjadi (history & sometimes ‘his story’ too, depend whether you tell the truth or your own version) dan apa yg telah kita ketahui (knowledge) kepada anak cucu kita sehingga mereka bisa belajar dari pengalaman kita.

Hermann Hesse, sastrawan Jerman, Nobel Prize winner in Literature (1946) pernah bilang gini;

“Without words, without writing and without books there would be no history, there could be no concept of humanity”

I couldn’t agree more with Herr Hesse! The topic of my article this time is very simple. Unlike many of my previous articles, neither politic nor history will be discussed on these articles. Yes, it’s plural; you will read more than one articles! This time I will thoroughly discuss about accent in English language.  We all have accent when we speak, even when we speak our mother tongue – Indonesian. For those of you who come from Medan for instance, you will have a different accent than folks from Ambon, Bandung, Yogyakarta and Bali when speaking our first language, Indonesian. This is called regional accent. The same phenomena occurs here in the United States, there are so many regional accent i.e., the Southern Accent, the New England//Northern Accent, the Pacific Northwest Accent, the Appalachian Accent, the Upper Midwest Accent and many more. 

Accent is beautiful! In fact, I’m fascinated by accent, you can write the same exact sentence and nobody can figure it out where you from, but once you open your mouth and read the sentence that you write, then everybody can figure it out where you’re from.

Contoh yg amat sederhana, coba baca kalimat ini; “What a beautiful mountain”

Standard American English

Orang Amerika akan mengucapkannya spt ini; “Whatta byu-da-ful mount-N”

• You will hear [Blend-in] instead of “What-a” you will hear “Whatta”. Coba perhatikan American kalau mengucapkan kata ini “What did you get?” akan terdengar spt “What-DJA-get?”

• You will hear [Flap-“T”] in “Byu-DA-ful” in American English the letter “T” often pronounced as fast “D”. If you notice American will never say “Water” & “Better” but you will hear American pronounce it like “Wo-der” & “Be-der” 

• You will hear [Glottal-“T”] in “Mountain” it pronounced as “MOUNT-N” The vast majority of Non-English Native Speakers don’t pronounce the Glottal-“T”. Non-English Native Speakers often pronounce “Button” as “BA-TEN”; “Cotton” as “KA-TEN”; “Forgotten” as “FOR-GA-TEN”; “Britain” as “BRI-TEN”. Whereas the English Native Speakers will pronounce those words as “BAT-N”, “KAT-N”, “FORGAT-N” and “BRIT-N”

Karena tempo hari banyak yg protes article saya (JFK) terlalu panjang, sekarang saya bagi article saya jadi 4 bagian. Saya akan bahas semua masalah ini di article saya berikutnya, bagaimana anda bisa mengurangi accent anda

Inglish: Indian English – Bajaj Class

Kalimat yg sama diucapkan gini oleh Indians; “Whaat E byu-THI-fhul mauun-THHEN”

While Indonesian speakers often missing the /th/ sound (“I think” will be pronounced as “AI-TING” by vast majority of Indonesian speakers – emang ting2x jahe? He…he) Indian speakers – on the other hand – tend to exaggerate the /th/ sound by putting unnecessary /th/ sound in almost every English word.  

Taglish: Tagalog/Filipino English – Jeepney Class

Kalimat yg sama akan diucapkan gini oleh Filipino; “What A byu-TI-PUL mon-TEN”

Kalau anda perhatikan Filipino Speakers tdk bisa bedakan /f/ & /p/ sound. Jadi “Philadelphia” (“FI-LA-DEL-FIA”) oleh orang Filipin dibaca “PI-LA-DEL-PIA”. Selain itu Filipino juga tdk bisa bilang “E” spt “Neraka” di dlm bhs Indonesia, jadi “E” Filipino selalu “E” spt “Nenek” di dlm bhs Indonesia, jadi “Mountain” akan dibaca “MON-TEN” dgn “TEN- 10” (English) atau “Tenda” di bhs Indonesia bukan “Tendang”.

Singlish: Singaporean English – Kiasu Class

Kalimat yg sama akan terdengar demikian di Yishun, Ang Mo Kio or Pasir Ris;

“Dis MON-TEN very CIM leh” – Bercanda doang lho he…he…he…

The 4 steps in learning a foreign language

Saya dulu pernah bilang ada 4 tahap di dalam belajar bahasa asing;

1. Kita bisa membaca tulisan ringan dalam bahasa asing & bisa mendengar & mengerti bahasa asing sedikit-dikit, tetapi belom tentu kita bisa berbicara balik ke lawan bicara kita. Ini adalah “passive”. Mungkin kemampuan bahasa Belanda & Mandarin saya baru pada level ini. Saya selalu mendengar bahasa Mandarin dari pihak istri saya (mereka semua lancar bahasa Mandarin krn mrk pindah ke Singapore sejak istri saya umur 7 tahun). Belom lagi adik istri saya yg kawin sama bule Amerika – sebut saja namanya Mike – yg lancar Mandarin & Cantonese. Jadi kalau saya disuruh dengar yg ringan2x di dalam bhs Mandarin ya ngerti tapi kalau disuruh buka mulut pakai bahasa Mandarin nggak bisa, nyerah deh. Kemampuan saya bhs Belanda juga sama. Sebetulnya Belanda adalah bahasa asing pertama yg saya kenal jauh sebelom saya belajar English, dulu opa & oma omong Londo terus (nggak tahu deh, Belanda bener atau Belanda Depok he…he…he…).

Sejak adik perempuan saya kawin sama bule Belanda – sebut saja namanya Jan – kalau keluarga kita ketemu (almost every year, either we go to Holland or they come to America), telinga saya jadi terbiasa dengar Dutch, jadi kalau kata2x yg simple ya bisa, tapi kalau suruh Spreken Londo terus yo ORA ISO. Bhs Jerman saya sami-mawon, masih di step # 1. Dulu pernah ambil kelas Jerman, punya banyak temen orang Jerman, pernah dikirim kantor yg dulu kerjain project di Jerman, kalau suruh bilang “Wie die Mutter, so die Tochter” ya bisa tapi kalau suruh bilang “Schwiegertocher” vs. “Schwiegertoecher” selalu kebalik mana yg singular & mana yg plural. 

2. Tahap kedua adalah kita bisa membaca tulisan bahasa asing & bisa mendengar & mengerti bahasa asing. Kita bahkan bisa berbicara balik ke lawan bicara kita didalam bahasa asing tsb. Tetapi, belom tentu lawan bicara kita mengerti apa yg kita ucapkan, mungkin karena grammar kita aburadul, atau mungkin karena vocabulary kita tidak cukup atau mungkin karena kita punya accent berat sekali. Atau mungkin karena combination dari semua yg saya sebut tadi. Tempo hari saya pernah ketemu orang Africa, lupa dari Negara mana, pokoknya Western Africa, kalau nggak Burkina Faso, Togo, Benin or Ivory Coast. Tadinya saya betul2x nggak ngerti waktu dia bilang “Island” tapi diucapkan apa adanya, jadi terdengar spt “Is-land” atau “East-land”. Anda semua tahu bukan “Island” diucapkan “Ai-lend” with silent “s”? Anda tidak percaya? Coba dengarkan si Korea & si Jepang bicara, click link dibawah ini & jangan baca subtitle-nya dulu, let me know if you understand what they say without reading the subtitle first;

Korean accent, click here: http://www.youtube.com/watch?v=542REDneaaE
Japanese accent, click here: http://www.youtube.com/watch?v=gQg7lHdJNj4


3. Kita bisa baca & tulis, kita bisa mendengar bahasa asing dan kita mengerti 100% artinya. Kita bisa bicara balik ke lawan bicara kita, tetapi kita masih punya accent yg cukup berat, walaupun tidak segawat si Korea & si Jepang di you-tube link di # 2 diatas tadi. Tetapi sebetulnya accent kita bisa kita perbaiki. Di tahap ke 3 ini kita tidak akan bilang “Island” spt “East-land” spt orang Africa yg saya ketemu tempo hari. At this stage, we should’ve known better than that. TETAPI, besar kemungkinan kita tidak bisa membedakan ucapan long-vowel vs. short-vowel in American English seperti; Ship (short-vowel) vs. Sheep (long-vowel) or tit (short-vowel) vs. teeth (long-vowel) mau bilang “Gigi saya sakit” yg di dlm bhs Inggris “My teeth hurt” akan terdengar jadi “My tit hurts” yg artinya “Puting/penthil payudara saya sakit” Nah loe!! Gawat bukan? Terus terang ini adalah major problem for Indonesian Speakers; Beech vs. Bitch; Sheet vs. Shit dan masih banyak lagi yg akan saya bahas secara detail di article ini & selanjutnya.  

4. Accent modification/accent reduction. Ini adalah tahap yg paling lama di dalam mempelajari bahasa asing. At this stage you should be able to converse fluently using your second language, you should have a vast knowledge of your second language. Unlike in stage # 3 – at this stage – you should know the difference between short-vowel & long-vowel. You should be able to say “I love that beach” (Saya suka pantai itu) and your speech will not sound like “I love that bitch” (Saya suka pelacur itu).

Tulisan saya yang panjang lebar kali ini akan membahas point ke 4 dari tahap belajar bahasa asing (in this case mastering the American accent)

The American vowel  

Dari ke 26 huruf di Roman Alphabet, hanya ada 5 vowel/vokal, “a”, “i”, “u”, “e” & “o”. Perbedaan bahasa Inggris dengan bahasa lainnya yg memakai Roman Alphabet seperti German, Spanish or Indonesian, walaupun di dalam Roman Alphabet hanya ada 5 vowel (suara/sound) tetapi di American English ada 15 vowel sound.

Therefore, speakers of languages with fewer vowel sounds in American English are likely to speak English using ONLY the same number of sounds that exist in their native language. Unfortunately, our mother tongue, Indonesian, doesn’t have all these 15 vowel sound. Consequently, many Indonesian Speakers are having difficulties to differentiate certain American vowels.

Tapi jangan kecil hati, hal ini tidak hanya dihadapi oleh Indonesian Speakers, tetapi juga Thai, Spanish, German & Italian Speakers, dll. Okay, inilah ke 15 American vowels.

1. The /i/ sound as in “Meet’ – The sound of Indonesian ‘i’

Saya kira ini mudah bagi kita Indonesian Speakers, kata2x ini diucapkan persis sama seperti kita ucapkan huruf ‘i’ di dlm bhs Indonesia seperti;

•    ‘ee’ (long-vowel) : meet, feet, see, free, seek, sheet, sheep
•    ‘ea’: team, reach, mean, sea, steal, each, beach, least, heal, cheap, peace    
•    ‘ie’ & ‘ei’: belief, piece, receive
•    Final ‘e’: me, we, she, he
•    ‘e’ + consonant + ‘e’: these, Chinese, Peter
•    Final ‘y’: city, duty, country, ability
•    Ending with ‘ique’: unique, critique, antique

2. The /I/ sound as in “Sit” (short-vowel) – N/A in Indonesian sound  


Terus terang ini susah bagi kita, Indonesian Speakers, saya tidak bisa menemukan kata di dalam bhs Indonesia yg berbunyi spt ini. Unlike # 1, this has a shorter vowel of “I” such as; sick, still, ship, shit, rich, hill, list, chip 

Jadi bedanya dengan ‘I’ yg pertama hanyalah panjang vokal/huruf-hidup tsb (the length of the vowel). Terus terang, bagi kita, Indonesian native speaker, ini adalah hal yg amat sulit, karena di bahasa Indonesia tidak ada perbeda’an arti kata di dalam long-vowel vs. short-vowel, misal kita bilang “PANJANG” dan “PANJAAAAANG” artinya tetap sama, tetapi di dalam bahasa Inggris berbeda contohnya spt di dalam kata2x tsb;


 

Karena di dalam bhs Indonesia kita tidak ada long-vowel vs. short-vowel, lalu masalahnya how long/berapa panjang kita harus mengucapkan long-vowel tsb? Terus terang saya juga tidak bisa jawab pertanyaan ini, yg benar yg kira2x saja sendiri.

Dulu saya begitu takut mengucapkan kata “Spreadsheet” saya TIDAK PERNAH pakai kata tsb, krn saya takut akan terdengar spt “Spread shit” (Menyebar Tai) nah LOE!!! Jadi dulu saya selalu menggunakan kata “Excel” di dalam percakapan sehari2x di kantor.

Nama “Timothy” sering dipanggil “Tim” di Amerika, coba anda bilang gini “Tim is in my team” Asal anda tahu saja “Tim” & “team” diucapkan lain!  

It’s probably easier for the Chinese native speakers to distinguish between the long-vowel vs. short-vowel in English. Many Chinese words can have a different meaning depending on the intonation and the length of the vowel i.e., “MA” in Mandarin can be “Horse/Kuda” or “Mother/Mama/Ibu”. Please correct me if I’m wrong. Mungkin yg lancar Mandarin bisa kasih komentar. Sampai sekarang angka ‘4’ & ‘10’ di dalam bahasa Mandarin terdengar sama di telinga saya!
  
3. The /ei/ sound as in “Take”– The sound of Indonesian ‘ei’

Karena di dlm bhs Indonesia ada suara /ei/ saya kira kita tidak ada masalah dgn suara ini;

• ‘a’ + consonant + ‘e’: late, came, take, save
• ‘ai’ : rain, wait, pain, tail
• ‘ay’: say, away, play, Monday
• ‘ey’: they, survey, obey
• ‘eigh’: weigh, eight, neighbor

However, keep in mind that this sound /ei/ is uniquely associated with American sound, the Australian DOES NOT have this sound. The Australian will pronounce “give up” as “gAIve-ap” the /ai/ Indonesian sound (see # 13 for detail explanation) while the American will pronounce “give up” as “gEIve-ap” the /ei/ Indonesian sound.




Tetapi sering dengar Indonesian Speakers bilang; “I take the second one, please” kata “take” diucapkan dgn /e/ sound in # 4 jadi terdengar; “I tech the second one, please” When you pronounce “take” as in “tech” you sound neither American nor Australian. You sound foreign to Native speakers of English!

4. The /e/ sound as in “Get” – the sound of Indonesian ‘e’ as in ‘Nenek’ not ‘Neraka’

“Tega betul kamu tinggalkan anakmu di Tegal” Pertanyaan saya, adakah anda, KOKIERS, yg membaca /e/ di kata “Tega” & /e/ di kata “Tegal” sama? Saya kira tidak ada bukan? /e/ di kata “Tega” & “Tegal” dibaca berbeda bukan? Dari mana anda tahu? Krn bhs Indonesia adalah bahasa ibu kita semua, jadi sebagai Indonesian native speaker, kita sadar kalau di dalam bhs Indonesia ada dua /e/ sounds.

Hal ini sangat membantu kita, Indonesian Native Speakers, didalam berbicara bhs Inggris. Yg saya perhatikan orang Filipin tidak bisa membedakan kedua /e/ sound tsb, contoh orang Filipin bilang “Mountain” akan terdengar spt ‘MON-TEN” dengan “Ten” diucapkan spt bilang angka 10 di dlm bhs Inggris atau /e/ diucapkan spt /e/ di ‘Nenek’. Contoh kata2x yg diucapkan dengan /e/ sound in American English as in “Nenek” or “Tega”; Pen, sell, wet, tell, test, west, tech, and many more…..

Make sure you don’t get confuse between the /e/ sound in # 4 vs. the /ei/ sound in # 3



5. The /ae/ sound as in “Fat” – the true English sound of /a/

This is the true sound of /a/ in English language such as; apple, fat, hat, man, answer, etc. Indonesian Speakers often confused with sound # 5 vs. sound # 4






Coba bilang gini “I need a new pen” (Saya perlu pena baru) lalu bilang gini “I need a new pan” (Saya perlu celana baru). Kemungkinan besar lawan bicara anda bingung.

Bagi anda yg tinggal di luar USA mungkin bingung, “Letter” vs. “Ladder” jelas beda 100%! Tapi di Amerika sini kedua kata ini mirip banget soalnya “Letter” oleh orang Amerika diucapkan dengan Flap “T’ yg akan saya bahas di “Part 2 – the American Consonants” coba dengarkan “Letter” vs. “Ladder”;

http://www.merriam-webster.com/dictionary/ladder
http://www.merriam-webster.com/dictionary/letter

6. The /a/ sound as in “Father” – the true Indonesian sound of /a/

Bhs Inggris adalah bahasa yg sangat aneh, kita semua tahu di dlm bhs Inggris ‘A’ diucapkan spt ‘E’ di dlm bhs Indonesia, tetapi bedanya di dlm bhs Ind, vowel/hurup hidup selalu diucapkan sama kecuali ‘e’ di ‘Nenek’ & ‘Neraka’ jadi huruf ‘A’ misalnya di dlm bhs Indonesia selalu diucapkan sama, tetapi di dlm bhs Inggris tidak demikian

“My father is fat” kedua ‘a’ di dlm kalimat ini dibaca beda, ‘a’ di dlm ‘father’ dibaca spt ‘a’ di dlm bhs Indonesia (the /a/ sound or # 6) sedangkan ‘a’ di dlm ‘fat’ dibaca spt ‘e’ di  dlm bhs Indonesia (the /ae/ sound or # 5) 

•    “a” akan diucapkan spt “a” di dlm bhs Ind; father, watch, dark, etc 
•    “o” akan diucapkan spt “a” di dlm bhs Ind; hot, stop, job, etc. Hanya orang USA yg pakai /a/ sound waktu ucapkan kata2x ini. Orang UK & Aussie tetap pakai /o/ sound 

7. The /a/ sound as in “Fun” – the schwa ‘?’ – shorter vowel of /a/

Bedanya # 7 & # 6 dikit sekali. Mungkin bagi telinga Indonesia kita agak susah utk membedakannya. # 7 is a schwa (shorter vowel of /a/) compare to # 6 the regular vowel

•    ‘u’;  but, fun, summer, drunk
•    ‘o’; done, come, son
•    ‘ou’; cousin, country, enough – Most of Spanish speakers, salah ucap ‘ou’ jadi “Cousin” & “Country” akan diucapkan “KO-SIN” & “KON-TRI” oleh Spanish speakers, asal anda tahu yg betul adalah “KA-SEN” & ‘KAN-TRI”

 

What the HECK is “Schwa” anyway? The IPA (International Phonetic Alphabet) symbol for schwa is “?” – Zev bisa di display nggak nih? Thanks 

 



The schwa sound occurs frequently in weak syllables. It is a neutral sound and the entire syllable is very short in duration.

Masih bingung? Coba bandingkan “Father” & “done” – ‘a’ di dlm “Father” & ‘o’ di dlm “done” sama2x diucapkan dengan /a/ sound. Tetapi the /a/ sound pada kata “done” lebih pendek dari /a/ sound di kata “Father”  

Masih tetep bingung? Okay, kita cari kata di dalam bhs ibu kita, Indonesian yg punya schwa. Ini saya dapat dari sumber yg cukup bagus;

“In Indonesian, schwa can be stressed or not. Most of the times, the letter ‘e’ is read as a schwa. There is also a phenomenon of pronouncing the ‘a’ in the final syllable (usually second syllable, since most Indonesian root words conists of two syllable) as a stressed schwa)

•    Malam: pronounced [ma’ l?m], written as ‘malem’ in informal language
•    Dalam: pronounced [da’ l?m], written as ‘dalem’ in informal language”

Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Schwa#Schwa_in_Indonesian

Jadi kedua ‘e’ pada kata “Malem” & “Dalem” adalah schwa, bandingkan dengan ‘a’ pada kata “Malam” & “Dalam” yg diucapkan lebih panjang.

8. The /o/ sound as in “Saw” – the sound of Javanese /o/

Yg saya maksud dengan Javanese /o/ adalah:

Nama kota2x di Jawa Tengah: Wonosobo, Purwokerto, Purworedjo, Gombong, dll
Nama2x cowok Indonesia (Khususnya suku Jawa): Djoko, Harsono, Susanto, Eko, dll


Yg terdengar berbeda dengan suara /o/ disini, sebut saja the Japanese /o/ such as;

Nama kota2x di Jepang: Kyoto, Osaka, Nagoya, Kobe, Tokyo, Yokohama, dll
Nama cewek2x Jepang: Junko, Kayoko, Yoko, Keiko, Miho, dll


Istilah Javanese /o/ & Japanese /o/ hanyalah karangan saya sendiri yg tidak akan anda temui dibuku manapun juga!

Coba anda bilang “Hartono” atau “Wonosobo” dengan Japanese /o/ pasti akan terdengar lucu sekali bukan? Biasanya non-Indonesian Native Speakers akan mengucapkan nama2x Indonesia ini dengan memakai Japanese /o/, jadi anda bisa langsung tahu kalau yg berbicara ini punya foreign accent in speaking Indonesian! Sama persis di telinga English native speakers, hal yg amat kecil menjadi jelas sekali di telinga mrk, mereka tahu kalau kita ada foreign accent waktu kita omong Inggris yg di telinga kita sptnya okay banget. 

Sebaliknya bila anda panggil temen Jepang anda yg bernama “Kayoko” dengan Javanese /o/ spt waktu anda ucapkan “Djoko” (Sorry Pak Djoko, pinjam nama anda ya?), saya yakin si Kayoko akan bingung & mungkin tidak sadar kalau namanya dipanggil! 

Kita untung karena kita punya Javanese /o/ sound yg cukup umum bagi lidah semua orang Indonesia bahkan yg bukan dari suku Jawa. Akibatnya kita bisa dengan mudah mengucapkan American English sound yg memakai suara ini;

•    “aw”: saw, law, awful, awesome
•    “al”; small, walk, tall, always, all 
•    “ought”; bought, thought, fought
•    “aught”; daughter, caught, default 
•    “au”: author, August, audience, Australia, Austria, autumn, audio, automation 

Kalau saja kita tidak punya Javanese /o/ sound besar kemungkinan kita akan bingung dengan kedua kata ini; law vs. low. 

Perhatikan pengucapkan kata “SAW” (jangan diucapkan spt ‘saw’ pada kata ‘SAWAH’) dan kata “so” di dalam kata “Harsono” (Sorry Pak Harsono, pinjem nama anda ya?) adalah sama persis!! Anda masih bingung Javanese /o/ sound vs. Japanese /o/ sound?

“I went for lunch since I was so hungry, then I saw him there”

“SO” di dalam kalimat diatas diucapkan dgn Japanese /o/ like in “Yakisoba”
“SAW” di dalam kalimat diatas diucapkan dgn Javanese /o/ like in “Santoso” NOT “Sawah”

Satu lagi contoh Javanese /o/ sound vs. Japanese /o/ sound. Perhatikan waktu orang Amerika & Inggris bilang kata “ALL”. The American pronounce “ALL” using the Javanese /o/ sound like in “Opor” while the British pronounce it using the Japanese /o/ sound like in “Osaka” Mulutnya orang Inggris lebih bulat sewaktu mengucapkan the /o/ sound, itu bedanya!!

Coba anda berdiri didepan cermin ucapkan Javanese /o/ sound (Karnoto, Djoko), mulut anda lebih datar dibanding kalau anda ucapkan Japanese /o/ sound (Kyoto, Junko) mulut anda lebih bulat!! 

Tidak semua kata2x diatas menjadi problem bagi orang Indonesia, tapi yg sering saya dengar, Indonesian Speakers sering salah di dalam mengucapkan kata2x ini

•    /au/: Selain orang Indonesia, orang Jerman juga sering salah bilang “Automotive”, “Audience”, “Australia”, “August” Indonesian & German Speakers biasanya ucapkan /au/ sounds jelas sekali. Coba perhatikan waktu orang Jerman bilang “Das Auto” /au/ akan diucapkan jelas sekali & bukan /o/ sound. Dlm America English ini salah, yg betul /o/ sounds, just like when you say “OPOR”. Inget di dalam bhs Melayu “August” adalah “Ogos” sedangkan ucapan Inggris yg betul adalah “O-GEST”. Remember it’s “Os-tra-lia” not “Aus-tra-lia”!! 

•    “Daughter” cenderung diucapkan “DAU-TER” oleh orang Indonesia, yg betul bukan /au/ tapi /o/ sound “DO-TER”. Tetapi orang Jerman tidak ada masalah dalam mengucapkan kata ini, mungkin krn ini ucapannya mirip dengan bhs Jerman “Tochter” or “Dochter” in Dutch, which is similar to German.

9. The /ou/ sound as in “Boat” – the sound of Japanese /o/  

Sekali lagi bandingkan /o/ di # 8 & /o/ di # 9. Anda semua tahu “Yoko Ono” bukan? “Ono” disini (yg # 9) akan diucapkan lain dengan “Ono” di bahasa Jawa (yg # 8). Misal orang Jawa bilang gini “YOKO ONO ORA ONO” (Yoko Ono tidak ada) maka kedua “ONO” akan diucapkan berbeda. Contoh kata2x di American English yg memakai suara ini adalah;
•    ‘o’; no, don’t, home, only
•    ‘oa’; road, coat, boat
•    ‘ow’; own, slow, window
•    ‘ough’; though, although






•    “Coat” with Japanese /o/ sound; coba anda bilang “KOBE” lalu ambil suara “KO” lalu tambahkan “T” jadilah American sound of “Coat”

•    “Caught” with Javanese /o/ sound; coba anda bilang “HARMOKO” lalu ambil suara “KO” lalu tambahkan “T” jadilah American sound of “Caught”

Semoga anda jelas bedanya Javanese /o/ sound in # 8 vs. Japanese /o/ sound in # 9

10. The /uh/ sound as in “Good”

Yg satu ini juga tidak ada di dalam bhs Indonesia. Jadi agak sulit bagi orang Indonesia. Contoh kata2x yg memakai suara ini in American English adalah;

•    ‘oo’; good, book, look
•    ‘u’; push, full, pull
•    ‘ould’; would, could, should

Dari kecil kita sudah belajar bhs Inggris, kita kira double ‘o’ in English spt di dalam kata “Book” SELALU diucapkan spt /u/ sound in Indonesian. Coba tengok kata ini “BUKA” lalu sekarang hapuskan ‘A’ jadi hanya ucapkan “BUK” ini TIDAK SAMA dengan ucapan “Book”. Jadi “Good book” kedua /o/ pada kedua kata tsb akan diucapkan sama (sound # 10), tetapi “Good food” kedua /o/ pada kedua kata tsb akan diucapkan BEDA (sound # 10 & #11)

Anda masih blm jelas? Okay ambil contoh kedua kata ini “Look vs. Luke” vowel pada kata “Look” diucapkan sama persis spt vowel pada kata “Book” sedangkan vowel pada kata “Luke” diucapkan sama persis dengan Indonesian /u/ sound.

Selain Indonesian Speakers, German Speakers juga tidak bisa membedakan /uh/ sound as in “Look” # 10 vs. the /u/ sound as in “Luke” # 11. Ini dikarenakan dlm bhs German tidak ada /uh/ sound spt di dalam kata “Good” yg ada hanya the /u/ sound contohnya;
“Gut morgen”, “Gutten Aben”, “Gut Nacht”   

11. The /u/ sound as in “Too”

Ini yg saya maksud, orang Jerman & orang Indonesia tidak bisa membedakan suara # 10 & # 11. Karena di dalam bhs Indonesia & Jerman hanya ada satu suara /u/ yg # 11 ini! Jadi bagi orang Jerman & orang Indonesia, kata di American English yg memakai suara ini sangat mudah diucapkan oleh lidah Indonesia & Jerman;

•    ‘oo’; too, food, school, tool, fool, pool 
•    ‘ue’; true, blue, avenue
•    ‘o’; do, who, lose, prove
•    ‘ew’; new, blew, drew
•    ‘u’; super, rule, student

Anda yg masih bingung antara # 10 & # 11, coba bandingkan kata2x dibawah ini



Besar kemungkinan orang Jerman & Indonesia kalau bilang “Saya Kenyang” – “I’m full” akan terdengar jadi “Saya bodoh” – “I’m fool” Karena orang Jerman & Indonesia tidak bisa membedakan sound # 10 vs. sound # 11.

12. The /er/ sound as in “Bird”

Saya kira ini tidak begitu sulit bagi Indonesian Speakers, as long as the Indonesian Speakers don’t roll the /r/ sound. The /r/ sound akan saya bahas di article selanjutnya “Part 2 – the American consonants”. The /er/ sound dapat anda temukan diberbagai kata di American English spt; her, mercy, winner, earth, doctor, occur, jury, culture, heard, learn, insecure, grammar, etc

13. The /ai/ sound as in “Time”

Yg ini juga sama, Indonesian Speakers tidak ada masalah. Contohnya; fly, sky, apply, nice, kind, fine, light, night, time, tie, lie, fight, flight, and many more

Bagi orang Australia (inget dibaca “Os-tra-lia”) tidak ada perbedaan antara suara # 13 dengan suara # 3, American sound of /ei/ as in “Take”

Sehingga kalimat “I fly on Monday” akan diucapkan demikian oleh orang Australia (Ai Flai on Man-dai) semuanya /ai/ sound dari # 13. Sedangkan kalimat ini akan di ucapkan demikian oleh orang America (Ai Flai on Man-dei) ada /ai/ sound # 13 & /ei/ sound # 3.

14. The /au/ sound as in “House”

Contoh kata2x yg pakai suara ini di American English adalah;

•    ‘ou’; found, loud, around, house, thousand
•    ‘ow’; now (NAU), down, town (TAUN), crowd, vowel (VAU-WEL) 

Indonesian Speakers biasanya tidak bisa membedakan the /au/ sound in # 14 vs. the /o/ sound as in “Saw” in # 8. Jadi begitu melihat kata yg ada “AU” Indonesian Speakers cenderung mengucapkannya dengan “AU” secara jelas sekali spt;

•    Au-tumn; Au-stra-lia; Aus-tria; au-dience; Au-gust; au-dio. Ini SALAH seharusnya diucapkan sbb; O-tem; Os-tra-lia; os-tria; o-diens; o-gest, o-dio

Tetapi kesalahan pada Indonesian Speakers masih jauh lebih mending dari pada Thai Speakers di dalam mengucapkan /au/ sound. Thai Speakers cenderung tidak mengucapkan final consonant kalau mrk harus mengucapkan the /au/ sound

•    House – akan diucapan “HAU” oleh Thai Speakers
•    Around – akan diucapkan “ALAU” oleh Thai Speakers – Thai can’t pronounce /r/ 
•    Found – akan diucapkan “FAU” oleh Thai Speakers

15. The /oi/ sound as in “Boy”

Saya rasa Indonesian Speakers tidak ada masalah dengan suara yg satu ini. Contoh; avoid, oil, moist, joint, boy, enjoy, toy, employ, royal, Detroit, and many more

The problematic “O”

Menurut pendapat saya pribadi, huruf hidup yg paling susah diucapkan di dalam Bhs Inggris adalah huruf hidup/vowel “O”. Anda tidak percaya? Coba lihat contoh kata2x yg memakai huruf “O” di dalam bhs Inggris & cara mengucapkannya:

a. ‘O’ disini diucapkan spt ‘A’ di dlm bhs Indonesia:

Monday, Month, done, vowel, some, does, none, flood, cousin (Spanish speakers tend to say “KO-SIN” instead of “KA-SEN”), Hot, Stop (Di American English dibaca HAT & STAP. Sedangkan “Hat” (topi) dibaca HET)

b. ‘O’ disini diucapkan spt ‘U’ di dlm bhs Indonesia

Pool, school, tool – utk lebih jelasnya baca # 10 vs. # 11 diatas tadi.

c. ‘O’ pertama & ‘O’ kedua di sini diucapkan berbeda

•    Common (Kedua huruf ‘O’ disini diucapkan lain “KA-MEN”)
•    Component (Kedua huruf ‘O’ disini diucapkan lain “KEM-PO-NENT”)
•    London (Kedua huruf ‘O’ tdk ada yg diucapkan /o/ “LAN-DEN”)
•    Boston (Kedua huruf ‘O’ disini diucapkan lain – “BOS-TEN”)

Saya yakin orang America tidak akan merasa kesulitan untuk bilang propinsi BANTEN, tapi mungkin mereka akan tulis “Banten” menjadi “Banton”. Tetapi kota “Boston” akan diucapkan oleh orang FIlipin “BOS-TEN” dengan “TEN” seperti dari kata “KLATEN” atau number 10 – ten. Karena Filipino hanya kenal 1 suara /e/ saja.

Tetapi bukan bahasa Inggris saja yg mempunyai kata yg memakai huruf yg sama tetapi diucapkan berbeda, seperti pada kata “BOSTON” di atas tadi. Di dalam bhs Indonesia juga ada kok, anda tidak percaya? Ini contohnya:

•    Anda pasti tahu bukan kedua /e/ di dalam kata “BERBEDA” dibaca berlainan? /e/ yg pertama dibaca spt “Tegal” dan /e/ yg kedua dibaca spt “Tega”

•    Tetapi kedua /e/ di dalam kata ini “BERBENAH” dibaca sama spt /e/ di “Tegal”. Nah, kalau kita merasa sulit mengucapkan kata2x bhs Inggris yg memakai huruf yg sama di satu kata tapi lain ucapannya spt Boston, London, common, component, tomorrow. Hal ini sama saja dengan orang asing yg belajar bhs Indonesia, saya jamin 100% mereka pasti merasa kesulitan waktu melavalkan/mengucapkan kata2x spt “BERBEDA” atau “BERBENAH”

d. ‘O’ disini tidak diucapkan – use Glottal T to pronounce these words:

Button (BUT-N); Mutton (MAT-N); Wheaton (WHIT-N) Glottal T pronunciation akan saya bahas di article berikutnya “Part 2 - The American Consonants”

e. Silent “O” – Huruf “O” tidak dibaca

Catholic (KET-TLIK), Theory (THI-RI) & Favorite (FEV-RIT)

f. First “O” sounds like “A” second “O” silent

Chocolate (CHAK-KLET) & Broccoli (BRAK-KLI)

g. ‘O’ pertama; ‘O’ kedua dan ‘O’ ketiga di sini diucapkan berbeda

Tomorrow (Ketiga ‘O’ disini diucapkan lain “TU-MA-ROW”)

h. Kedua ‘O’ di kedua kata ini diucapkan berbeda

“Most” (‘O’ mulut anda lebih datar) & “Mosque” (‘O’ mulut anda lebih bulat)



Bersambung ke “Part 2 – the American Consonants” HL-DC

Sources:

  • Chapter 1: The Vowel Sound – Mastering the American Accent by Lisa Mojsin, M.A published by Barron’s
  • Personal observation from friends and acquaintances from around the world
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Schwa#Schwa_in_Indonesian

 

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 8 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Bang Harry LuckyMan... he..he..he.. mana kamarnya??? (iiih kok nanya kamar Ya? ha..ha..ha..:) Soalnya Muti mo minta di ajarain bahasa inggris yg baik dan benar euy! :) supaya the Kokiers gak Lieur baca inggrisnya Muti! hi..hi..hi.. (kabur aah!:) how is the weather in D.C bytw? Met weekend and Happy Holidays Dear... Peace...
Posted by: Muti | Minggu, 13 Desember 2009 | 04:39 WIB
Bung HL, permisi nihh numpangg kirim salam tempel koyok buat Mpok Lis Dodol Garut...Baik2 saja mpok...Piye kabare disana? Loe mahh anehh, muncul seminggu, ngumpet 5 abad...Kapan nulis lg? Lg sibuk ngapain sihh? Sibuk bikin snowman yehh?
Posted by: Penyanyi Dangdut | Jumat, 11 Desember 2009 | 17:49 WIB
Terima kasih banyak atas pencerahan yang diberikan. Ditunggu pembahasan selanjutnya.
Posted by: L1ung | Kamis, 10 Desember 2009 | 13:15 WIB
Pak Guru HL..mantap..kapan testnya, jangan susah2 yah. Lagi winter wonderland di Olathe..diiiinginnn bo.. Mau nebeng nih buat pak guru PDD..ni hau, pak guru !!
Posted by: Lis Dol | Kamis, 10 Desember 2009 | 08:21 WIB
fonetik dan fonologi...? dulu pernah utak-atik soal gini. ditunggu lanjutannya om
Posted by: rosonezz | Rabu, 9 Desember 2009 | 17:42 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved