SENIN, 20 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
Kolom Keluarga
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Lima Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Orangtua
Dewi - Kuching

Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan dan cara kita mengatakannya adalah masalah penting.

Cara berkomunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang. Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.

"Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah," ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis "The Calm Parent: AM & PM". "Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri. Berhati-hatilah dan bertanggung jawab dengan siapa pun kita berbicara."

Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka.

Aku tidak peduli.
Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi. Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Nah, dalam hal ini, jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya diri mereka.

SARAN
Jika ketika itu Anda tengah mengerjakan sesuatu yang mendesak, sehingga tidak ada waktu untuk mendengarkan kisah anak-anak, maka beritahulah anak Anda bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika Anda dapat fokus pada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkar janji dan jangan lupa membahasnya.

Kamu kan sudah besar!
Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak berusia 3 tahun. Jangan pernah menyalahkan perilakunya sambil menukas, “Kamu kan sudah besar!”

Ucapan itu akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja tengah memiliki masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

SARAN
“Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukannya asal bereaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi.

Minta maaf!
Anak Anda merebut mainan temannya dan membuatnya menangis. Anda langsung memerintahkan sang anak untuk meminta maaf atas tindakannya. Anda memang bermaksud mulia, tetapi memaksa anak untuk meminta maaf tidak mengajari mereka untuk berkemampuan sosial, kata Bill Corbett, penulis buku dan pendidik.

Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk

SARAN
Minta maaflah kepada anak kecil yang dibuat menangis oleh anak Anda, sehingga pada saat bersamaan Anda memberi dia contoh baik atas prilaku dan nilai yang ingin Anda tanamkan.

Masak nggak bisa juga?
Anda mengajari anak menangkap bola lima kali berturut-turut, dan dia belum mahir juga. Atau, ketika belajar materi matematika, anak Anda tak kunjung paham. Anda pun langsung menghardik, “Masak nggak bisa juga?”

Komentar seperti itu akan menjatuhkan mental anak-anak. Pakar pembelajaran Jill Laurean menjelaskan, bahwa anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya, “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”

SARAN
Ambil waktu istirahat. Jika Anda sudah tidak tahu cara lain mengajari anak mengenai sesuatu, berhentilah. Lanjutkan pelajaran ketika Anda sudah siap untuk mencobanya lagi, mungkin setelah mencari pendekatan lain untuk mengajarkan apa pun yang tengah dipelajari sang anak.


Ditinggal yah!
Anak Anda menolak meninggalkan toko mainan atau taman, sementara Anda tengah bergegas untuk bertemu seseorang yang sudah terjadwal. Akhirnya untuk cepat menyelesaikan masalah, Anda memberikan ultimatum untuk menakut-nakuti dia. "Mama tinggal kamu di sini yah!"

Untuk anak yang masih kecil, ketakutan ditinggalkan orangtua adalah sesuatu yang sangat nyata. Tapi apa yang terjadi saat ancaman tidak berhasil? Anak dengan cepat belajar kalau ayah atau ibu mereka memberikan ancaman kosong.

SARAN
Jangan mengatakan kepada anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka. Sebaiknya, membuat rencana perjalanan (dari toko mainan ke tempat selanjutnya) sebelum berangkat dari rumah.

Sumber: id.she.yahoo.com/5-hal-yang-tidak-boleh-diucapkan-orangtua-kepada-anak.html

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 5 Halaman Komentar | First Prev Next Last
mantaf banget
Posted by: farvel | Senin, 21 Mei 2012 | 21:37 WIB
Oma SU, ini boleh nyontek doank kok, wkwkwkwkw
Posted by: dewimeong | Selasa, 15 Mei 2012 | 20:51 WIB
Satu lg tulisan mantap dr Dewi......:)
Posted by: SU | Selasa, 15 Mei 2012 | 11:50 WIB
maupun tidak.
Posted by: Old T.Moken | Selasa, 15 Mei 2012 | 08:18 WIB
Miaw, betul. Saya memperlihatkan sayang kepada anak-anak melalui sikap yaitu melayani, menghargai dan memuji serta memberikan dorongan baik berhasil maupun. Sayapun tahu kalau anak-anak saya sayang pada saya. Waktu menginap di apartment anak saya, ia memperbaiki selimut saya 2 kali. Lalu saya puji dia waktu pertama kali ia memperbaiki selimut saya "That's nice. Thank you. When you were a kid I did the same to you. Now you do it to me." Anak saya menjawab "Sure". Kalau yang perempuan setiap sampai di rumah dan tidak melihat saya di dapur maka ia berteriak "Mom, where are you"? Kalau ia melihat saya "Mom, how is your day"? Begitulah sikap anak-anak di dunia rata-rata sama.
Posted by: Old T.Moken | Selasa, 15 Mei 2012 | 08:17 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved