| Kolom Seni |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Menyulam: Keindahan dari Selembar Benang dan Ide
Hujan hampir tidak pernah berhenti sejak pagi hari. Mendung menggantung putih dan merata. Namun hal itu tidak cukup bagi saya untuk tidak memenuhi janji saya terhadap mbak Dewi Miauw untuk bertemu lagi, apalagi kali ini kami berdua juga berjanji hendak bertemu Yunisa di Starbuck Ambarukmo Plaza. Jadi, hujan yang lumayan deras itu bukan halangan bagi saya untuk terus memacu kendaraan saya. Dengan di bungkus mantol lama saya meluncur dari kampus menuju ke arah utara. Sulaman yang baru saya kerjakan sepulang dari berkunjung ke rumah mertua mbak Dewi
Kegiatan menyulam melatih kesabaran dan ketelatenan. Bagi saya juga melatih pengembangan ide dan belajar melembutkan perasaan/ hati yang seringkali menjadi sangat keras. Saya tidak begitu suka melukis dengan cat minyak seperti papah saya, jadi kadang kala saya menuangkan karya lukis saya dalam bentuk sulaman. Tentu saja memerlukan waktu khusus dan lama. Namun apabila sedang in the good mood, saya bisa menyelesaikan sebuah sulaman di atas kain berukuran 20 x 20 cm dengan disain biasa, dalam waktu 2 atau 3 hari. Tetapi bila tidak sedang dalam mood yang bagus, wah, sulaman dengan ide yang mirip dan ukuran kain yang sama bisa saya kerjakan dalam waktu sebualan lebih ! Bagi saya menyulam memang hanya sekedar hobi dan kegiatan pengisi waktu, kadang-kadang juga sebagai hiburan mana kala merasa stress dan jenuh dengan rutinitas sehari-hari. Meskipun demikian saya juga pernah memamerkan karya-karya saya ini dalam pameran bersama di gedung Gallery ISI Yogyakarta, beberapa tahun yang lalu. Juga pernah saya pamerkan di gedung Bentara Budaya Yogyakarta, bersama beberapa perupa lainnya. Beberapa diantaranya bahkan di beli oleh orang asing dengan harga yang lumayan tinggi. Kadang-kadang saya juga memberikan karya sulam saya sebagai hadiah untuk seseorang yang “dekat” dengan saya.
“The Savage Garden” ( silk ) Karya sulam saya terbesar ukuran 50 x 105 cm, Koleksi kel. Totong Sampurno, Jakarta. Untuk membuat sulaman diperlukan kain, benang jahit, spin ( saya biasa menyebutnya “ kolong “ ), dan beberapa alat pendukung seperti pensil atau spidol untuk menngambar disain, gunting untuk memotong benang. Benang yang biasa saya pakai merknya adalah Star, Payung, DMC, Rose dan Pearl Yarn. Kolong yang di pakai sesuai dengan ukuran kain yang hendak di sulam ( saya memilki 4 buah kolong dengan ukuran diameter yang berbeda-beda ). Contoh macam-macam jenis warna benang sulam, kolong dan perlengkapan sulam saya.
Tusuk hias dalam menyulam bebas ada bermacam-macam jenisnya, diantaranya adalah tusuk jelujur, tusuk feston, tusuk tangkai, tusuk pipih, tusuk rantai, tusuk tulang ikan, tusuk silang, tusuk mawar dan lain sebagainya. Tusuk hias yang paling sering saya pakai dalam karya sulam saya adalah tusuk rantai. Tusuk ini mudah digunakan dalam membentuk pola-pola melengkung, sehingga menghasilkan bentuk lengkungan yang rapi dan halus. Untuk membentuk isian ( mengisi pola-pola tertentu ) tusuk rantai ini juga paling efektif untuk digunakan, karena bisa dengan mudah mengisi sudut-sudut dan bagian-bagian kecil, di samping itu juga cepat mengisi penuh bagian yang diinginkan, misalnya untuk mengisi bentuk daun.
Detail 1 Visiting Friends : The Bees
Detail 2 Visiting Friends : The Butterflies
Yah, akhirnya saya menemukan kembali kesibukan yang menyenangkan. Saya memang sudah cukup lama tidak mengerjakan sulaman, bukan karena lupa, tapi karena kesibukan yang akhir-akhir ini menyita banyak konsentrasi dan waktu di depan komputer. satu seri : Wind, Earth, Water ( Silk ).
ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|