| KoKiNegeriku |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Perempuan Indonesia, Nenek Moyang Madagaskar
Para antropolog, selama ini terpesona dengan Madagaskar karena pulau itu tidak terjangkau oleh penaklukan manusia, selama ribuan tahun. Kini mereka menemukan bahwa pulau itu tak hanya ditempati oleh penduduk asli Afrika, melainkan juga orang Indonesia yang jarak kampung halamannya 8.000 kilometer dari Madagaskar. Sebuah tim yang dipimpin ahli biologi molekuler Murray Cox, dari Universitas Massey, Selandia Baru, menyelidiki DNA untuk mencari petunjuk mengenai teka-teki migrasi para perempuan asal Indonesia yang “tersasar” hingga Madagaskar tersebut. Gen Indonesia
Hasilnya, mereka menemukan bahwa 22 persen dari sampel itu mempunyai varian “motif Polinesia“, karakter genetik kecil yang biasa ditemukan diantara orang-orang Polinesia. “Indonesia” Ikut Membentuk Madagaskar
Bukti lain kehadiran orang Indonesia di awal Madagaskar adalah dengan penemuan perahu cadik, alat-alat besi, instrumen musik seperti gambang, perlengkapan makanan tropis, tradisi budidaya padi, pisang, ubi jalar dan talas yang dibawa menyeberangi lautan. Madagaskar didirikan sekitar 1.200 tahun yang lalu, terutama oleh sekelompok kecil perempuan Indonesia. Dan kontribusi Indonesia lewat bahasa, budaya dan gen, berlanjut mendominasi bangsa Madagaskar bahkan hingga hari ini, demikian kata para peneliti. Tibanya Perempuan Indonesia di Madagaskar Satu teori memperkirakan, mereka datang melalui kapal dagang, meski tak pernah ada bukti bahwa di Indonesia para perempuan ikut dalam perjalanan kapal dagang jarak jauh. Teori lainnya, Madagaskar didirikan sebagai sebuah koloni perdagangan resmi, atau mungkin sebagai sebuah tempat pusat sementara bagi para pengungsi yang kehilangan tanah dan kekuasaan akibat ekspansi kerajaan Sriwijaya, yang saat itu berkuasa di Nusantara. Kemungkinan ketiga, adalah bahwa perempuan itu ada di dalam sebuah kapal yang secara sengaja melakukan perjalanan lintas samudera. Gagasan ini didukung oleh simulasi pelayaran menggunakan arus laut dan pola cuaca musim hujan. Dalam Perang Dunia II, reruntuhan kapal yang dibom dekat Sumatera dan Jawa ditemukan terdampar di Madagaskar dan salah satu penumpangnya selamat. Andy Budiman/ afp Sumber:www.dw.de/dw/article/0,,15826251,00.html ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|