KAMIS, 17 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiNegeriku
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Menghormati Anjing Bagi Orang Dayak Ngaju
Wolflew – Surabaya

Sahabat Koki Semua....Salam Hangat Selalu
Anda pernah mengkonsumsi daging anjing ? atau tahu istilah ERWE/RW ? Sedia masakan ERWE/RW, begitu penulis lihat di beberapa rumah makan  yang semakin banyak muncul di kota Palangka Raya. Penulis tidak tahu kapan istilah ERWE/RW menjadi populer dan itu ternyata bermakna anjing.

Tulisan ini bukan bermaksud menyinggung para pembaca sekalian, tapi ingin menyampaikan adab orang suku Dayak         kepada anjing zaman dahulu.

Begitu bersyukur rasanya tinggal di Indonesia yang kaya dengan budaya serta adat istiadat. Terlebih lagi dengan berbagai macam penghormatan kepada alam, sesama manusia, hingga kepada binatang. Kearifan lokal yang mempunyai makna mendalam dan tentunya berbeda tiap suku di Indonesia. Penulis tergerak menulis ini karena mendengar kabar kematian anjing kesayangan penulis saat masih di Palangka Raya.

Sahabat Koki Semua . . .
Semoga senantiasa bersemangat mencari dan menjalani keberkahan hidup. Semua tentu mengenal binatang yang bernama Anjing, Asu, Hadupan (bahasa Hulu Sungai-Kalimantan Selatan), Dog dan berbagai macam penamaan untuk memberikan makna istilah binatang yang satu ini. Jenisnya pun beraneka macam ada jenis herder, bulldog, pudel, anjing khas Bali (Kintamani), anjing kampung dan lain sebagainya. Selain itu juga ternyata binatang ini mempunyai fungsi yang sangat dekat dengan keseharian manusia terutama tuannya yang dia kenal, misalnya sebagai anjing penjaga, anjing pemburu, anjing gembala, hingga sebagai hiasan yang dirawat khusus.

Sahabat Koki Semua...
Bagaimana dengan bidang kehidupan lain, ternyata peran anjing sangat banyak perannya. Konon katanya sejak Perang Dunia jasa anjing sangat membantu dalam memenangkan peperangan. Dalam bidang lain anjing menjadi sangat terkenal sebagai tokoh yang dekat dengan jagoan misalnya dalam tokoh Tintin ada anjingnya yang bernama Snowy, atau Timy dalam 5 Sekawan, atau juga dalam Scooby Doo.

Peran anjing tidak hanya sekedar penjaga saat ini tapi sudah bisa dilatih untuk keperluan di bidang kepolisian misalnya sebagai anjing pelacak yang berguna untuk mengendus narkotika, arah pelaku pembunuhan-pencurian, hingga ikut dalam syuting film. Dampaknya adalah anjing menjadi semacam harta berharga karena fungsinya atau karena terawat hingga sekarang pun banyak dibuka salon buat anjing.

Sahabat Koki Semua...
Pemahaman orang Dayak khususnya Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah ternyata luar biasa terhadap anjing. Sejak zaman dahulu dimana orang-orang Dayak masih tinggal di rumah Betang (rumah khas suku Dayak) hingga sekarang orang-orang Dayak gemar memelihara anjing. Karena hal itu merupakan salah satu kebiasaan suku Dayak adalah memelihara hewan, seperti anjing, burung, kucing, babi, atau sapi. Selain karena ingin merawat anjing, suku Dayak juga sangat membutuhkan peran anjing sebagai 'teman' yang setia pada saat berburu di hutan belantara. Pada zaman yang telah lalu suku Dayak tidak pernah mau memakan daging anjing, karena suku Dayak sudah menganggap anjing sebagai pendamping setia yang selalu menemani khususnya ketika berada di hutan. Karena sudah menganggap anjing sebagai bagian dari suku Dayak, anjing juga diberi nama layaknya manusia.

Sahabat Koki Semua . . .
Awalnya penulis biasa-biasa saja dengan pemahaman memelihara anjing bagi orang Dayak, namun sampai kemudian menemukan sebuah kitab (dalam tulisan ini penulis menyebutnya kitab) kumpulan motif dan makna yang digunakan oleh orang Dayak dan kitab ini tidak terpublikasikan. Kitab ini dikumpulkan oleh Alm. Demang Yohanes Saililah dikitab ini tercatat bahwa beliau mengumpulkan seluruh motif ini diseluruh aliran sungai yang ada di Kalimantan Tengah dan membukukannya dengan mesin ketik sederhana dan motifnya di gambar pakai tangan. Tercatat pula di situ bahwa saat kitab ini diselesaikan pada saat usia beliau 89 tahun.

Sahabat Koki Semua . . .
Apa hubungannya antara anjing bagi orang Dayak dan kitab ini, ternyata di dalam salah satu bagian di motif itu disebutkan tentang ritual menghormati arwah anjing atau ritual Tiwah bagi anjing. Dalam kebudayaan Dayak Ngaju upacara Tiwah merupakan ritual untuk menghormati arwah orang yang sudah meninggal, ternyata anjing karena begitu dekat dengan orang Dayak makanya sampai dihormati.

Di dalam kitab itu tertulis dalam motif Lawang Radayang ditemukan di aliran sungai Kahayan yang bermakna bahwa: Jaman dahulu banyak masyarakat merasa senang dirumah tangganya, kalau memelihara bamyak anjing. Pernah orang banyak mendapat harta seperti gung (gong), guci, dan barang lain, sebab anjingnya banyak mendapat binatang-binatang berupa babi utan, rusa dan lain-lain. Karena itu mereka menganggap anjing adalah keberuntungan. Maka kalau anjingnya mati, anjing itu ditiwahkan oleh orang yang punya. Kepala anjing (yang sudah mati) itu digantung pada tiang yang ada dalam rumah. Tiangnya pun mereka ukir dengan berbagai motif. Itu sebagai penghormatan mereka terhadap sang anjing.

Tak hanya itu. Sisa makan sang anjing pun dibawa ke atas perahu. Lalu sisa makanan itu ditebarkan di lantai perahu memakai daun lenjuang (dawen sawang). kemudian makanan anjing itu diratakan di atas permukaan perahu, baru kemudian perahu itu dkaramkan. Ritus ini dilakukan agar mereka mendapatkan berkah berupa babi.

Demikian makna dari motif Lawang Radayang dimana ukiran motif ini diukir di tiang tempat meletakkan persembahan. 

Sahabat Koki Semua...
Bagaimana keadaan sekarang ? tidak pernah sekalipun penulis mendengar tentang ritual terhadap anjing. Tapi anjing justru menjadi sumber makanan baru, tentunya bagi yang mau mengkonsumsinya. Bahkan kadang-kadang pencurian anjing terjadi. Penulis ingat jika waktu zaman Sekolah Dasar dulu ada anjing ditabrak dan mati, maka bangkainya dikuburkan, tapi sekarang ”menguburnya” di dapur (tahu aja kan maksudnya).

Penulis juga pernah mempunyai 3 ekor anjing penjaga, secara keyakinan penulis masih memperbolehkan memelihara selama tidak masuk rumah dan menjilati tempat untuk ibadah. Anjing pertama namanya Omen mirip dengan karakter horor warnanya hitam dan lucu. Karena waktu itu kondisi rumah tidak memungkinkan maka penulis titip ke teman. Karena memang si Omen jinak kalau setiap berkunjung selalu si Omen senang dengan kedatangan penulis.

Namun sayang ternyata tanpa diberitahu sama teman nasib Omen berakhir di alat-alat dapur....sedihnya waktu itu, alasannya teman karena belum ada uang buat bayar kost dan dijualah Omen seharga Rp.400.000.

Anjing kedua namanya Omen lagi. Berbeda dengan Omen yang pertama, dia lebih bisa bertahan lama karena tinggal di peternakan kakak untuk menjaga sapi dan kambing. Benar-benar menyenangkan setiap sore mengajak keluarga ke peternakan kakak sambil bawa makanan buat Omen. Di lingkungan peternakan ini sering terjadi pencurian tapi setelah ada Omen situasi aman dan terkendali. Namun sayang karena mungkin pencuri juga tidak kalah akal maka Omen diracun dan akhirnya mati lagi, bangkainya dikuburkan di sekitar peternakan.

Kapok dengan nama Omen maka anjing ketiga yang dipelihara diberi nama Prengki, Prengki juga membuat keadaan menjadi aman dan terkendali, karena beberapa saat setelah Omen mati, saudara yang ikut di peternakan kehilangan laptop dan handphone gara-gara tidak ada yang menyalak untuk berjaga. Namun sayang lagi-lagi Prengki diracun orang.

Sahabat Koki Semua...
Inilah sedikit makna tentang kearifan lokal suku Dayak Ngaju terhadap anjing, Kokier punya cerita lain tentang memaknai alam, sesama manusia atau dengan binatang....mari-mari dibagi. Sekali lagi tulisan ini tidak bermaksud menyinggung perasaan sidang pembaca KOKI....

**Mengenang Omen I, Omen II dan Prengki (2008 – 2011), dan semua anjing yang baik hati

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 8 Halaman Komentar | First Prev Next Last
@non sibi: wahhh rotweiler itu anjing mahal dan keren...kekar gitu kan...makasih ya udah mampir keartikel ini...salam wolf
Posted by: wolflew | Selasa, 21 Februari 2012 | 08:43 WIB
@pawiro; dulu pas ke yogya makan sate jaran...wahhh aneh ya rasanya cukup satu kali aja deh..
Posted by: wolflew | Selasa, 21 Februari 2012 | 08:41 WIB
Rottweiler kepunyaan adik saya namanya HAJ !
Posted by: non sibi | Sabtu, 18 Februari 2012 | 01:38 WIB
atau search saja di google dgn mbok bagong akan tahu semuanya heheheh
Posted by: Pawiro Duryo | Jumat, 17 Februari 2012 | 09:11 WIB
iya sekitaran Jogja mas wolf bisa di cek disini http://wikimapia.org/#lat=-7.526737
Posted by: Pawiro Duryo | Jumat, 17 Februari 2012 | 09:08 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved