SABTU, 19 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiNegeriku
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Kabar Terbaru Dewi Soekarno!
Tom - Taiwan

 

Tulisan ini terinspirasi ketika beberapa malam lalu, saya menonton di tayangan televisi Jepang yang menghadirkan Dewi Soekarno. Didalam acara tersebut, Dewi Soekarno menjadi salah satu peserta acara tantangan menarik yang diadakan oleh stasiun tv tersebut. Tantangan itu sendiri yaitu Dewi Soekarno dan salah satu aktor Jepang (saya kurang begitu tau namanya) sedang berada di Taipei dan berkunjung ketempat-tempat wisata antara lain old street shi fen, air terjun shi fen. Kompetisi ini mengharuskan beliau untuk mencari tempat menginap yang bersedia menampung beliau tanpa bayaran.

Ketika beliau sedang menikmati pemandangan air terjun di shi fen, ada seorang anak bule (campuran US & Taiwan) menghampirinya dan berbincang dengan beliau dalam bahasa inggris ( kalau tidak salah Ibu Dewi Soekarno bisa berbicara dalam 5 bahasa). Setelah menikmati pemandangan air terjun beliau bermaksud melanjutkan perjalanan dengan kereta api dan kebetulan orang tua dari anak bule tadi berada di kereta yang sama, akhirnya perbincangan pun terjadi dan orang tua dari anak bule tadi ingin mengajak beliau jalan-jalan disekitar Taipei, pertama kali orang tua ini mengajak beliau ke Keelung Night market, tidak berapa lama beliau merasa kegerahan (konon, beliau paling tidak bisa berlama-lama tanpa AC) dan kedua pasangan yang membawa beliau segera mengajak beliau makan malam di restaurant steak yang menurut saya tidak untuk orang sekelas  Dewi Soekarno karena memang rasanya yang kurang enak.

Ketika menikmati hidangan, kedua pasangan tersebut bertanya kepada beliau bahwa siapa nama beliau dan siapa sebenarnya beliau, dengan nada kalem beliau mengatakan bahwa beliau adalah orang Indonesia dan bernama “ Dewi” dan beliau bertanya kepada mereka “ apakah kalian tahu Indonesia?”, kedua orang ini menganggukan kepala tanda mengiyakan, lalu Ibu Dewi melanjutkan pertanyaan”apakah kalian tahu Presiden pertama Indonesia” kedua orang ini menggelengkan kepala tanda tak tahu, lalu Ibu Dewi melanjutkan “ saya adalah istri dari Presiden pertama Indonesia, Bapak Soekarno” dan Ibu Dewi kembali bertanya “ apakah kalian tahu tentang Soekarno?” kedua orang ini kembali menggelengkan kepala tanda tak tahu dan sang suami lalu menjawab bahwa ia hanya mengetahui tentang Soeharto. Akhhh, saya pikir Ibu Dewi akan sangat kecewa sekali mendengar kata-kata itu, mengingat bahwa beliau sangat membenci Soeharto dan konon beliau tidak akan memaafkan Soeharto karena perlakuan Soeharto kepada Soekarno dimasa-masa kejatuhan Soekarno.

Mereka sekeluarga tercengang-cengang dan terkejut bila seseorang yang mereka kenal di jalanan ternyata adalah seorang istri dari Presiden pertama Indonesia, dengan mengulangi kalimat sang Ibu Dewi Soekarno, sang ayah mengatakan kembali kepada kedua anaknya bahwa orang yang ada didepan mereka dan bersantap bersama mereka adalah seorang istri dari Presiden pertama Indonesia. Singkat cerita keluarga ini menawarkan tempat bermalam untuk Ibu Dewi, karena memang di acara ini beliau sedang menjalankan tantangan yang diselenggarakan oleh stasiun TV tersebut. Dikeluarga ini, sang ayah adalah seorang bule Amerika yang berprofesi sebagai pengacara dan istrinya adalah orang Taiwan dan mereka mempunyai dua orang anak. Kami berpikir, wuahhh seorang pengacara dan dia adalah bule Amerika, saya dan istri penasaran juga, seperti apa rumahnya yahh??

Ternyata oh ternyata ketika Ibu Dewi Soekarno tiba dirumah mereka, rumah yang sumpek, kecil mungil dan ampun berantakannya, koran dan majalah bertebaran tak beraturan, kacau balau keadaan isi rumahnya. Tapi yang namanya acara tantangan, mungkin Ibu Dewi dengan berat hati menerima keadaan dan dengan senang hati beliau bersedia menginap semalam di rumah tersebut. Keesokan paginya ketika keluarga tersebut pergi untuk beraktifitas, Ibu Dewi tinggal di rumah tersebut dan membereskan seisi rumah, seperti menaruh koran dan majalah di tempatnya, merapikan posisi barang-barang yang berantakan, dll dengan kondisi tanpa AC. Selesai membereskan rumah beliau melukis wajah kedua anak dari keluarga tersebut dan wow hasilnya sangat mengagumkan, saya tidak tahu kalau beliau juga adalah ahli melukis. Tidak lama, pemilik rumah kembali kerumahnya dan terkejut dengan isi rumahnya yang kembali rapi berkat tangan Ibu Dewi dan Ibu Dewi menyerahkan hasil lukisannya kepada kedua anak mereka.

 

 

Tiba waktunya untuk beliau untuk segera melanjutkan perjalanannya, dengan dandanan yang super anggun dan pakaian yang menunjukkan kelasnya, beliau segera pamitan kepada keluarga tersebut, ketika beliau berjalan menjauh dari rumah keluarga tersebut, mereka masih saja melambaikan tangannya kepada Ibu Dewi, sampai ke ujung gang, mereka masih terus melambaikan tangannya kepada Ibu Dewi. Membuat saya berkhayal, kenapa bukan saya yang ketemu Ibu Dewi di Taipei, saya akan jamu beliau secara maksimal.

Sejarah Ibu Dewi Soekarno sendiri sangat amat menarik, lahir di Tokyo, Jepang, 6 Februari 1940 dengan nama Naoko Nemoto, lahir dari keluarga miskin, beliau berjuang keras untuk mewujudkan impiannya menjadi penyanyi atau artis, terlahir dengan kecantikan yang alami, beliau bisa mendapatkan tempat di dunia entertainment. Ketika masih SMA, beliau sudah bekerja sendiri secara diam-diam,  membanting tulang untuk memenuhi keinginannya. Uang yang didapat dari hasil kerjanya digunakan untuk membayar les menyanyi dan ballet.

Di tahun 1959, beliau berpartisipasi mengisi acara di hotel Imperial, Tokyo yang merupakan momen yang bakal merubah hidupnya. Ketika itu pemerintah Jepang sedang menyambut kehadiran Bapak Soekarno sebagai Presiden Pertama RI pasca kemerdekaan Indonesia. Singkat cerita, beliau menikah dengan Bapak Soekarno sebagai istri ketiga pada tanggal 3 maret 1962 dan Bapak Soekarno memberi nama baru kepada beliau yaitu Ratna Sari Dewi Soekarno, ketika itu beliau masih berusia 19 tahun. Sejak menikah dengan Bapak Soekarno, beliau menikmati ketenaran dan kehidupan yang sangat makmur dan posisi terhormat sebagai istri dari seorang Presiden Indonesia. Dari salah satu artikel berbahasa mandarin, akibat dari pernikahan ini, hubungan Jepang dan Indonesia semakin membaik dengan banyaknya proyek-proyek besar yang diperoleh pemerintah Jepang di Indonesia dan Ibu Dewi Soekarno juga berperan aktif dalam melindungi asset-asset Jepang di Indonesia serta aktif membantu para tentara Jepang yang masih tertinggal di Indonesia. Peningkatan hubungan ini juga membuat Jepang memberikan bea siswa kepada 500 orang Indonesia untuk belajar ke Jepang.

Pada masa-masa kejatuhan Bapak Soekarno tahun 1965, beliau terpaksa mengungsi keluar dari Indonesia dan ini permintaan Bapak Soekarno kepada beliau untuk segera meninggalkan Indonesia demi keamanan beliau beserta bayi yang di kandungnya, waktu itu Ibu Dewi sedang mengandung anak dari Bapak Soekarno. Beliau pergi meninggalkan Jakarta dan terbang menuju Paris dan melahirkan anaknya disana yang diberi nama Kartika Sari Dewi Soekarno.

Pada tahun 1970, ketika beliau masih bermukim di Paris, beliau membaca berita mengenai situasi di Indonesia dan mendapatkan kabar bahwa Bapak Soekarno sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Dengan tekad yang bulat, beliau memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk menjumpai suami tercintanya, walaupun situasi saat itu yang cukup membahayakan dan riskan bagi beliau, beliau tidak gentar dan bahkan rela mati demi melihat Bapak Soekarno. Ketika itu beliau menghubungi seorang journalist asal Belanda untuk membantu kepulangan beliau ke Indonesia. Dalam perjalanan dari Paris ke Indonesia, sang pilot melihat Ibu Dewi didalam pesawat JAL dan menyarankan Ibu Dewi untuk membatalkan niatnya kembali ke Indonesia demi keselamatan dirinya. Dan ketika transit di Singapore, dua orang pejabat Indonesia menghubungi Ibu Dewi untuk membatalkan niatnya kembali ke Indonesia demi keselamatan beliau. Dengan segala usaha dan tekad yang bulat, akhirnya beliau sampai juga di Jakarta dan langsung menemui Bapak Soekarno yang sedang sekarat di rumah sakit. Kala itu Bapak Soekarno sudah tidak ingat siapapun mengingat kondisinya yang cukup parah.

Kecintaan Ibu Dewi Soekarno terhadap Bapak Soekarno memang sangat besar, beliau pernah mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menggantikan Bapak Soekarno di hatinya, bahkan beliau pernah mencoba untuk menikah kembali tapi gagal ditengah jalan karena beliau tidak bisa melupakan Bapak Soekarno. Hebatnya, semua itu bukan karena posisi Bapak Soekarno kala itu, tapi beliau memang mengagumi Bapak Soekarno sebagai seorang suami dan beliau sangat dalam mencintai Bapak Soekarno.

Source:

Diambil dari berbagai sumber online.

 
 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 3 Halaman Komentar | First Prev Next Last
kalau benar ibu Dewi mempertaruhkan nyawa demi menengok Soekarno suaminya, maka saya tidak peduli dia dulu diumpankan pemerintah Jepang atau bagaimana, bu Dewi telah membuktikan kesetiaannya pada suaminya, yaitu bapak Bangsa ini...maka hormat saya pada bu Dewi...
Posted by: izul | Senin, 20 Juni 2011 | 06:19 WIB
sedikit pertanyaan untuk mbak dini83 dari komentar anda..."karna memang ibu dewi itu sebenernya adalah wanita panggilan kelas atas waktu jaman penjajahan jepang"... Seingat saya jaman penjajahan jepang itu dari tahun 1942 sampai 1945. Tahun-tahun itu umur Dewi Soekarno adalah 2-5 tahun. Jadi saya pikir tidak tepat karena dia masih balita. Tentang perannya sebagai mata-mata, belum bisa dipastikan juga...(lain halnya dengan Anna Chapman). Adapun perihal Soekarno yang doyan perempuan itu tidak disangsikan lagi. Ada pameo dari almarhum Gusdur untuk presiden-presiden Indonesia... Presiden pertama Gila Wanita, Presiden Kedua Gila Harta, Presiden ke tiga, Gila Teknologi, Presdien ke empat, Gila Beneran.... Hehehehe...
Posted by: Cranery | Senin, 20 Juni 2011 | 00:21 WIB
ibu dewi memang cantik..tp disini tidak di certakan..klu baca dr sejarah sebenernya ibu dewi itu mata2 jepang yg sengaja di jadikan umpan untuk persiden suekarno..karna memang ibu dewi itu sebenernya adalah wanita panggilan kelas atas waktu jaman penjajahan jepang...dan kenapa jepang memberikan umpan ibu dewi ke presiden suekarno karna memang suekarno gemar bermain prempuan....mas ya mas tom..sy sering baca sejarah..karna kebetulan sy suka sejarah...anda sedikit menying nama suharto karna mungkin anda tidk suka dengan sueharto
Posted by: dini83 | Minggu, 19 Juni 2011 | 23:19 WIB
Dewi ... cantik kayak bidadari !
Posted by: sirpa09 | Kamis, 16 Juni 2011 | 21:28 WIB
Jadi inget anggunnya Mrs. Onasis...
Posted by: Nonsy | Kamis, 11 Juni 2009 | 21:14 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved