MINGGU, 20 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
Kolom 20/20
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Main MONOPOLY Yuuk
Juwita Setiono – Sydney

 

Beberapa minggu terakhir ini cuaca kota Sydney bertambah dingin. Suhu berkisar antara 7 – 18 derajat Celcius. Sydney tidak turun salju selama musim dingin, tapi dengan suhu serendah itu dan ditambah turun hujan sepanjang hari, wah.. membuat saya malas keluar rumah.

Acara piknik ke taman bersama keluarga dan nongkrong di café terpaksa dibatalkan. Lalu mau apa selama akhir pekan? Saya bongkar koleksi board-games di lemari. Ada Scrabble, Checkers, Catur, Domino, Uno, juga Kartu remi, Halma (sudah tidak lengkap), Mastermind, Monopoly.

Monopoly!! Permainan yang bisa diikuti oleh lebih dari 2 pemain (makin banyak pemain makin seru) dan paling tidak memerlukan waktu 1 – 2 jam untuk mengetahui siapa pemenangnya, pasti asik ini.. begitu pikir saya sewaktu melihat kotak Monopoly.

Saya ajak seisi rumah main Monopoly. Kami berempat duduk di lantai, penghangat ruangan dinyalakan dengan suhu pas, 24 derajat Celcius. Papan Monopoly sudah siap. Pemain sudah berantisipasi menjadi orang terkaya di seluruh dunia.. ya dunia Monopoly.

Asal mula Monopoly

Versi pertama ‘monopoly’ diciptakan oleh Elizabeth Magie pada tahun 1903. Nama permainan ini disebut “The Landlord’s Game”. Pada tahun 1910 dan 1924, Elizabeth Magie menawarkan permainan ini kepada Parker Brothers (perusahaan pembuat mainan) tetapi ditolak.

Tidak lama bermunculan permainan ‘monopoly’ yang serupa tapi tak sama dengan versi buatan Elizabeth Magie. Salah satunya adalah versi Charles Darrow. Ceritanya, istri Darrow suka dengan permainan ini lalu belajar aturan2nya dengan teliti. Sang suami, Charles Darrow, akhirnya membuat ‘monopoly’ versi baru dan diberi nama Monopoly.

Charles Darrow langsung mendaftarkan Monopoly dan mendapatkan hak cipta, copyrighted ©. Sewaktu ditawarkan ke perusahaan pembuat mainan Milton Bradley dan Parker Brothers, yang didapat surat penolakan. Alasannya permainan ini terlalu rumit dan banyak kesalahan2 di aturan permainannya.

Akhirnya Charles Darrow meminta tolong temannya yang mempunyai perusahaan percetakan untuk memproduksi Monopoly. Tak dinyana,  Monopoly laku keras. Berita ini terdengar sampai ke Parker Brothers. Parker Brothers membeli hak cipta Monopoly dari Charles Darrow dan dia langsung menjadi kaya raya.

 


 


Sekarang ini Monopoly sudah terjual lebih dari 250 juta buah di 103 negara, dalam 37 bahasa. Tersedia juga versi online game.. gratis.

Cara bermain

Kalau rekan KoKiers belum pernah bermain Monopoly, pasti malas untuk mempelajarinya karena aturannya memang rumit. Kertas bertuliskan aturannya saja sebanyak 6 halaman penuh, diketik dengan huruf kecil2 membuat malas membacanya.

Peraturan bermain Monopoly tidak kaku, malah disarankan oleh pembuatnya, Parker Brothers, supaya kita menambahi saja aturan2 ringan supaya permainan lebih seru. Misalnya, kita diijinkan untuk ‘ngerjain’ pemain yang sedang sial karena mesti masuk penjara.

 


Memang asik kalau kita bisa berteriak ke pemain lain sambil menuding: “Masuk penjara!!, ayo orang jahat harus cepat  masuk penjara.”


 


Atau bersiul-siul riang sewaktu melewati kotak ‘START/GO’ sambil menerima uang $200 dari Bank. 


 


Peraturan bebas yang lain yaitu sewaktu seorang pemain tiba di PARKIR BEBAS, pemain ini menerima permen dari Banker.
 


 

Bahan permainan Monopoly terdiri dari: papan, uang, token, dua jenis kartu (Dana Umum dan Kesempatan), 2 buah dadu, Kartu hak milik tanah dan bangunan, 32 rumah dan 12 hotel.

Saya membuat ringkasan aturan main. Tidak perlu dihafalkan, sambil bermain Monopoly kita pelajari aturan2nya.

Peraturan dasar berlaku, misalnya lempar dadu untuk menentukan giliran main. Giliran main berputar ke kiri. Token bergerak searah putaran jarum jam, tidak boleh jalan mundur kecuali seperti yang diperintahkan di Kartu Kesempatan. 

Tentukan dulu siapa yang akan jadi Banker. Tugas seorang Banker adalah: Memungut pajak dan denda, memberi pinjaman, jual beli properti dengan cara langsung atau lelang, memberi bonus dan mempunyai hak untuk membuat persediaan uang. 

Bank tidak pernah kehabisan uang, jadi kita diperbolehkan membuat uang2an dari kertas apa saja dan ditulisi nilai uang. Seorang Banker bisa merangkap sebagai pemain, jadi pilihlah pemain yang pandai berbisnis dan pandai lelang rumah.

START/GO

Permainan dimulai dengan pembagian uang dari Banker kepada setiap pemain, yaitu:

  • 2 x $500, $100, $50
  • 6 x $20
  • 5 x $10, $5, $1

Taruh token masing2 di START/GO dan lempar dadu untuk menentukan giliran main. 

Setiap kali melewati START/GO, pemain mendapatkan $200 dari Banker, kecuali ada perintah dari Kartu Kesempatan untuk tidak menerimanya. 

Kartu DANA UMUM dan Kartu KESEMPATAN, ambil satu dan taruh di bagian bawah tumpukan kartu.

Kartu KELUAR PENJARA, simpan atau dijual ke pemain lain dengan harga yang ditentukan oleh penjual.

Dadu kembar, main lagi. Tapi kalau dadu kembar sampai 3 kali, harus masuk penjara. 

Pemain tidak boleh meminta uang sewa rumah atau hotel kalau sudah lewat gilirannya.

Kalau Banker kehabisan rumah dan hotel, pembeli harus tunggu sampai ada pemain lain yang menjual.

Tidak boleh meminjam uang dari pemain lain.

Membeli dan menjual PROPERTI/Tanah tanpa bangunan

Kalau kita mendarat di satu Properti yang belum ada pemiliknya, beli dari Bank dan terima KARTU PEMILIKAN. Kalau kita tidak mau membeli, Bank harus melelang dan pemain lain bisa membelinya dengan harga lelang.

Pemilik menarik uang sewa dari pemain lain yang mendarat di Propertinya. Harga 2 kali lipat jika pemilik mempunyai semua Properti dari kelompok warna yang sama.

 


 


Pemain boleh menjual Propertinya ke pemain lain, harga terserah Penjual. Hal ini tidak dapat dilakukan jika ada Rumah atau Hotel di Properti tsb.

Membeli dan menjual RUMAH

Harus sudah memiliki Properti/Tanah dari kelompok warna yang sama.

Beli satu Rumah dan taruh di Properti mana saja dari kelompok warna tsb. Rumah berikutnya yang dibeli harus ditaruh di Properti yang masih kosong. Letak rumah2 tersebut harus rata di setiap Properti. Jadi tidak menumpuk 3 rumah di satu Properti dan Properti lain kosong. Paling banyak 4 rumah di satu Properti.

Harga rumah sesuai yang tercantum di KARTU PEMILIKAN.

Rumah dan Hotel dijual ke Bank dengan setengah harga.

Membeli HOTEL

Seorang pemain bisa membeli HOTEL jika pemain tsb mempunya 4 Rumah di setiap Properti dalam satu kelompok warna.

Harga Hotel adalah: 4 Rumah + harga Hotel.

Lokasi Hotel bisa di Properti yang  mana saja.

Hanya satu Hotel di satu Properti.

Membayar Uang Sewa

Uang sewa dibayar ke pemilik Properti/Rumah/Hotel, harga sesuai dengan yang dicantumkan di KARTU PEMILIKAN. Uang sewa 2 kali lipat jika pemain memilik semua Properti di kelompok warna yang sama.

Properti yang digadaikan ke Bank, tidak menarik uang sewa. Properti yang tidak digadaikan, menarik uang sewa 2 kali lipat.

Harga sewa Rumah dan Hotel sesuai yang tercantum di Kartu Pemilikan.

Cara keluar dari Penjara

Lempar dadu dan harus mendapatkan dadu kembar. Setelah 3 kali giliran main dan tidak mendapat dadu kembar, pemain harus membayar denda $50 untuk keluar dari Penjara.


 


Pergunakan kartu Keluar Penjara.

Membeli kartu Keluar Penjara dari pemain lain.

Membayar denda ke Bank sebelum lempar dadu.

Dijinkan untuk menarik uang sewa.

Gadai

Properti tanpa bangunan bisa digadaikan ke Bank sesuai harga yang tercantum di Kartu Pemilikan. Jika di Properti tsb ada Rumah, jual Rumah ½ harga ke Bank.

Membeli kembali Properti yang digadaikan dengan cara membayar ke Bank harga Properti + bunga 10%.

Properti yang digadaikan bisa dibeli pemain lain dengan tambahan bunga 10%.

Orang terkaya

Pemenang adalah pemain yang memiliki Properti, Rumah, Hotel dan uang cash terbanyak dari hasil uang sewa. Sedang pemain yang kalah adalah pemain yang menjadi bangkrut karena teralu banyak membayar uang sewa dan uang denda. 

Dalam satu permainan, setiap pemain akan menjadi bangkrut satu persatu. Pemain terakhir yang bertahanlah yang menang.

Demikian peraturan permainan Monopoly. 

Isi waktu luang bersama teman dan keluarga dengan bermain Monopoly, sangat mengasikan. Ayo, ayo.. jadilah orang terkaya di dunia! 


Salam, Juwita.


Photo by: Kuphu Athe
http://www.hasbro.com/
 


Kolom 20/20: Rekan KoKiers, Kolom ini kita isi dengan segala pernak-pernik seputar dan tentang KoKiers di seluruh dunia, tentang keluarga, seputar kehidupan sehari-hari, dan apa saja yang bisa diceritakan. Kirimkan  artikel untuk Kolom 20/20 ke: kolom20@gmail.com 
 
 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 5 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Suka banget dulu main monopoli. Kalo dulu monopoli jamanku, hiburannya ke station kota, ke falatehan, kalo sekarang ke mal mal kali ya...:-)
Posted by: Fabiola | Kamis, 27 Juni 2013 | 04:00 WIB
mau nanya, kalo harga beli rumah itu yang tercantum di kartu bagian atas atau yang bagian bawah ya? terus apabila kita menginjak pajak istimewa, apa yang terjadi?
Posted by: ijay | Kamis, 27 Juni 2013 | 03:11 WIB
aku gak suka main monopoly sukanya main congklak kek Vera
Posted by: farvel | Selasa, 7 Juli 2009 | 04:06 WIB
hallo Ariana, dewi, kembangnanas, kinanthi, Yuka, lasary, Linda, elnino, pak Sumonggo, pak Iwan, Suika, Penthil, Vera, Dch, Ratih, sasha .. ayo, ayo.. main Monopoly, asik lho buat menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga.. yaa.. sambil ngemil lebih asik :D
Posted by: Juwita Setiono | Selasa, 30 Juni 2009 | 17:23 WIB
main monopoli? hhhmmmmm... mendingan main langsung dikehidupan nyata, monopoli pasar...haha... jadi ingat kasus microsoft yang kena undang-undang monopoli dimana-mana
Posted by: sasha katou | Selasa, 30 Juni 2009 | 16:45 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved