KAMIS, 17 MEI 2012
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiSeksologi
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Cemburu, Bumbu Cinta untuk Orgasme
Srikandi - Bogor

 

Mamak Zev, Asmod dan KoKiers juga para silent reader, selamat ketemu kembali, saya berharap anda semua dalam keadaan sehat, sukses dan bahagia!

KoKiers, kita tentu sudah tahu dan sering banget membaca, mendengar kata “cemburu” bukan saja para dewasa, anak-anak saja sudah fasih dengan kata yang satu ini. Apakah anda pernah merasa cemburu.? Atau dicemburui.? Menurut anda, cemburu itu boleh ada, atau harus kita musnahkan dari kehidupan ini.?  Mari kita berbagi cerita yook seputar kata “cemburu” 

Mamak Zev, AsMod yoo donk sekali-kali ikutan memberi pendapatnya di KoKo, gimana menurut mamak dan Asmod..cemburu itu opo toh..? 

Ternyata banyak orang menggunakan ‘cemburu’ untuk mendapat kepuasan jiwanya, berkat ‘cemburu’ banyak mendapat Big O, bahkan multi orgasme yang bisa sampai berhari-hari, mau?  Nggak percaya..? Ini  benar lho..!..simak deh pengalaman yang saya tulis di artikel ini.  

Cemburu = tandanya cinta banget?

Banyak pendapat bilang, cemburu tandanya cinta..! maka pasangan yang tidak punya rasa cemburu, perlu dipertanyakan tuh cintanya. .hahahaaaa.. bener nggak sih..? kalau ini ditanya pada saya, sediih hiks.. hiks.. soalnya suami saya tidak pernah cemburu..! busyet deh apa bener dia tidak mencintaiku.? (iih kayak nulis skrip naskah sinetron hahahaa)

Pernah sih saya tanya pada suami, sepertinya kamu tidak punya rasa cemburu sama sekali, apa kamu ini beneran tidak punya rasa itu? Apa disimpan / dipendam sendiri dan pintar banget menyembunyikannya sampai saya tidak pernah merasakan kecemburuanmu.!  Teman-teman sekerjaan sih bilang, duuh kamu ini beruntung banget punya pasangan yang tidak pernah cemburuan, jadi kamu bisa berkembang sebagai manusia dan bisa sukses kariermu.

Atas pertanyaan itu, suami saya menjawab.. kamu mengerti nggak..? Difinisi terdalam dari kata ‘cemburu’, kenapa saya tidak pernah merasa cemburu, sekarang malah minta saya cemburu agar kamu merasa saya cinta, dengan porsi yang banyak terhadap dirimu.?

Bagi saya : perasaan cemburu, benar  merupakan ekspresi adanya cinta,  tetapi itu bukan cinta terhadap pasangan kita,  tetapi lebih dimaksud cinta kepada diri kita sendiri,  yaitu takut kehilangan orang yang dicintai.! Takut pasangan kita direbut orang lain, takut diri ini disaingi orang lain yang jatuh cinta pada pasangan kita. Nah karena saya sangat percaya dan sangat tahu, kamu tidak akan meninggalkan saya, dan saya tidak akan pernah kehilangan kamu, karena pengertian dan cintakasih kita berdua sudah bertumbuh dengan sangat kuat dan tidak perlu lagi, intrik- intrik yang mengekspresikan kalau saya ketakutan kehilangan kamu.!

Nah disitulah letak difinisi cemburu, yang membuat saya tidak perlu membuat diri sendiri capek hati dengan cemburu dan mencemburui.! 

Ooh oooh saya melongo mencoba meresapi kata demi kata yang keluar dari mulut suami sendiri.! ooh begitu toh... arti cemburu bagimu..? Benar juga yah.. saya juga baru sadar diri, mungkin karena berpikir dengan difinisi yang sama atas  kata ‘cemburu’ ini, maka selama ini saya juga tidak pernah cemburu pada perempuan lain yang ada dilingkup kerja suami, karena saya memang tahu banget, suami saya tidak akan hilang.. suami saya tidak akan pergi meninggalkan diri saya demi perempuan lain.!

Mungkin berbekal pikiran ini, maka saya selalu tenang saja, dengan keadaan suami saya yang seharian dikantornya, bersama banyak karyawannya yang cantik-cantik dan muda usia,  dan terkadang harus pergi ke LN bersama teman2 kantornya untuk urusan kerja, malah saya yang membantu mempersiapkan kebutuhan mereka yang akan pergi, terkadang saya yang mengantar dan menjemput ke bandara, perasaan nyaman-nyaman aja, malah berdoa agar mereka sampai dan pulang dengan selamat, sukses dalam pekerjaannya.

Pasangan = Hak Milik Gue..!

Atas keadaan ini saya berkesimpulan, perasaan cemburu pada pasangan, karena memang akibat ketakutan kehilangan dirinya, atau ada rasa iri pada orang yang dicurigai sebagai saingan, sehingga menimbulkan rasa tidak Percaya Diri, pada keadaan dan kemampuan diri sendiri, dan menimbulkan persaingan didiri sendiri, jadi ketakutan sendiri, benar ngak.?. (ini, pendapat pribadi lho, kalau kokiers punya pendapat lain, silahkan tulis di KoKo)

Menjadi pasangan suami istri atau baru sekedar pacaran, jika berdasarkan ketakutan ditinggalkan, takut pasangan beralih mencintai orang lain, membuat kita lelah dan depresi sendiri. hal ini menjadi rumah tangga tidak enak, sebab kemana saja pasangannya pergi selalu timbul rasa takut kehilangan dia. Sampai-ada teman yang rela lho jadi tukang nyuci mobil suaminya, supaya punya alasan untuk mencari “secarik bukti” yang mungkin terjatuh di dalam mobil. Banyak istri memegang uang / harta/ aset suaminya 100%, dan keuangan suaminya dijatah seperti anaknya yg masih SD. Kalau minta uang lebih ditanya untuk apa dan mengapa...? Istri model begini pikir, kalau suami tidak punya uang, maka tidak akan bisa berbuat apa-apa diluaran, duuh kasihan deh loe..! hahaaaa.

Survey membuktkan, para suami yang diperlakukan demikian, diluar rumah menjadi ‘buas’, seolah secara kejiwaan dia mau memperlihatkan “Saya ini laki-laki yg bisa berbuat apa saja”, tapi didepan istrinya selalu mengalah, karena tidak mau ribut apalagi cerai, apalagi kalau sudah ada anak dalam pernikahan, maka formalitas status dipertahankan, jadilah pernikahan ‘sakit’.

Banyak pasangan yang terjebak ego, maka begitu menjadi istri atau suami, menjadi orang yang seolah menjadi “pemilik” dari diri pasangannya. Kita mungkin harus mikir baik-baik sebelum kasih leher untuk diikat dengan tali pernikahan dengan orang yang bertindak sebagai “bos” atau “pemilik barang”.   Jadi pasangan dilihat sebagai “Hak Milik”, sedangkan PIL atau WIL nya pasti bilang sebagai “Hak Guna Bangunan” hahahaha, jadi hanya pinjam dan pakai aja, ntar dikembalikan utuh.!, tidak dimiliki dan dibiayai perawatannya.

Kecemburan yang berdasar egoisme ini jadi menciptakan jarak pada keakraban jiwa, dan tanpa respek pada pasangan. Bahkan  efeknya pasangan tak dapat berkreativitas, maka pasangan yang cemburuan, sangat mempengaruhi prestasi hidup dan karier pasangannya, keduanya menelurkan teror (perkosaan jiwa) menimbulkan rasa tidak ada ‘kebebasan’/ kepercayaan kepada yang lain,  tetapi sekaligus mendapat perasaan keamanan supaya tidak di tinggalkan, walaupun terkadang hanya sebatas fantasi, atau kenyataan semu saja..

Cemburu berdasar ‘Hak Milik” bukan aja monopoli prilaku perempuan, sebagai contoh, pada awal tahun 2004 saya kenal seorang klien yang cantik sekali di usianya 52 tahun, dia terlihat seperti baru berumur 35 tahun, saat dia perlihatkan fotonya yang dibuat 15 tahun lalu, yang saya kira itu foto mamanya.

Dia bercerita foto lama tersebut, waktu masih hidup dengan suami yang dulu, sampai dia kena stroke mendadak, 4 tahun hidup menderita dengan kelumpuhan, karena selama pernikahannya, sang suami sangat pencemburu,  merasa istrinya cantik sekali, maka setiap ada kolega atau klien, selalu dicurigai, begitu juga karena karier istri yang bagus dan penghasilan yang lebih tinggi sudah membuatnya geram,  maka istrinya ditekan harus menurut apa kemauan dan semua peraturan yang dia buat, sang istri bertahan dalam depresi dan frustasi.. dia bertahan dengan pernikahannya demi 2 orang putri yang masih balita.

Akhirnya suatu pagi dia terbangun dengan kelumpuhan, dalam depresi dan putus asa karena kelumpuhan, maka setiap hari berdoa serta berharap jika Tuhan memberi dia kesembuhan, akan segera bercerai.!  Akhirnya kesembuhan terjadi, dia segera mengurus perceraiannya dan sekarang menjadi wanita karier yang sukses dan awet muda berkat kekuatan hati, melepaskan diri dari suami pencemburu yang egois..!

Hidup di Indonesia, itu sangat enaaaaaaaaak lho..!

Saya punya pengalaman dengan sepasang suami istri yang menggunakan ‘cemburu’ untuk meraih orgasme hahahaaa... supaya runut ceritanya, saya harus ceritakan hal lain dulu gimana hal itu terjadi, inilah kisahnya.

Menurut saya pribadi, bolehlah dikatakan “seperti katak dalam tempurung” karena saya tidak pernah merasakan ‘surga’nya hidup di LN, maka saya mengatakan hidup di Indonesia itu sangat enaaaaak..! mulai dari cuacanya yang cocok karena cukup 2 musim, itu sangat membantu saya yang mempunyai masalah dengan tulang yang tidak sebagus punya orang,  jadi kalau saya tinggal di LN aduuh bayangin dinginnya aja, sudah gemetaran sendiri.! Kecut hati ini.  Dilanjutkan dengan penghasilan tambahan yang kapan aja bisa diperoleh.

Sebagai contoh, di Bogor itu buah pisang sangat banyak, harga beli 1 sisir dengan beli 1 tandan, tentu harganya sangat jauh berbeda, nah saya beli 1 tandan, saya goreng semua.! Dan sisakan 1 piring untuk keluarga, selebihnya yang sangat banyak, taruh di meja kecil depan rumah dengan tulisan besar “Jual Pisang Goreng”, sore harinya sudah lumayan bisa menghitung duit sebagai keuntungan, yang didapat dari jual pisang goreng dadakan itu.! Lumayan buat beli gincu dan parfum merk ‘si nyong-nyong’ hahahaa. Tentu hal ini tidak akan bisa dilakukan di negara lain, bukaaaan..?.. jual pisang goreng, jual asinan, jual keripik dsb didepan rumah, tidak usah pakai SIUP mbooo.! Juga tidak pake dipajak,  juga ngak perlu punya NPWP. Prinsipnya asal mau kerja extra, dan tau caranya, walaupun kecil-kecilan, penghasilan bisa didapat terus, halal lagi.!

Waktu sebelum kerusuhan Mei ’98....saya sangat sibuk dengan dagangan sembako yang dikelola bersama ibu-ibu PKK se RT, se RW se Kecamatan, se Kelurahan, juga mengelola Posyandu dan saya bersama beberapa tetangga mulai menularkan kegiatan ini, dengan membimbing kegiatan ini pada ibu-ibu PKK ditempat lain, bahkan dikota lainnya, jadi lumayan sibuk..! tapi begitu kerusuhan terjadi, kegiatan ini terhenti total, banyak keluarga yang  alami PHK dan memilih pulang ke kampung halaman dan sebagainya.!  Banyak orang stroke mendadak, banyak orang masuk ICU, banyak pula keluarga yang jadi bercerai karena tidak mampu mengatasi frustasi masing-masing.

Zaman ini pasien di klinik atau RS besar antri panjang, banyak orang sakit fisik dan sakit jiwa mendadak, frustasi dan depresi berat sampai menyebabkan banyak menderita sakit psikosomatik.

Berdasarkan keadaaan ini, teman saya seorang psikater dan seorang dokter akupunktur herbalis yang kebanjiran pasien, memberi pekerjaan untuk saya, agar menerima curhat para pasiennya, istilah kerennya, saya jadi konsultan untuk klien-klien yang bermasalah sekitar ‘problem relasi’, saya ingat Tuhan sudah memberi saya perpanjangan hidup, dimana saya sembuh dari kanker stadium 4, dan sekarang saya harus mengamalkan sisa hidup saya untuk menolong orang, dengan cara dan apa yang saya mampu, jadi mulailah saya alih profesi dari pedagang ‘berkaki seribu’ menjadi konsultan pernikahan, prinsif dan motivasi kerja saya, "Semakin banyak pernikahan bisa diselamatkan.!" 

Sekali lagi inilah enaknya Indonesia..! asal bisa diyakini oleh klien terbukti BAGUS hasilnya, maka ijazah tidak dipermasalahkan, jadi semakin hari, karena promosi dari mulut kemulut, membuat banyak klien yang datang ke rumah, lumayan saya mulai praktek seperti ‘dokter’, tarif dipasang perjam konsultasi, akhirnya yang daftar harus dibatasi, karena 7 jam kerja sehari selalu penuh, terisi dengan pasangan-psasangan yang datang.  

Kegiatan ini berlangsung dengan nyaman, penghasilanpun lumayan, dan karena saya hobi menulis, maka kalau malam hari, mulailah saya buat artikel demi artikel berdasarkan problem para klein, dan bagaimana solusinya menurut pikiran yang saya mampu, semua saya tuangkan dalam bentuk tulisan, saya kirim ke media-media dan ternyata semua ditayangkan, akhirnya saya diberi kesempatan untuk mengasuh Rubik psikologi suami istri, di satu Koran yang terbit di Jakarta dan beberapa majalah.. hahahaha sekali lagi, inilah enaknya hidup di Indonesia, yang bisa memberi kesempatan pada orang yang mau belajar dan berani memberi bukti kerja dengan hasil nyata, bukan janji-janji muluk melalui lembaran ijazah ketika melamar kerjaan.

Sekarang profesi saya bertambah lagi menjadi penulis koran dan majalah dadakan, pembaca sangat banyak dan respon bagus, maka sampai sekarang saya punya email khusus pembaca yang kalau tidak dibuka sehari aja, duuh sudah bertumpuk, karena email tersebut disatukan untuk beberapa Web yang saya aktif menulis.

Menciptakan cemburu, berhadiah Orgasme

Kembali pada cerita, banyak klien yang konsultasi / curhat tentang masalah seputar frustasi dan lainnya, diantara klien langganan yang datang ada sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi, mereka sudah punya mantu, tapi pasangan ini minta ampun deh tingkah lakunya.!  saat menunggu antrian jika mereka datang masih giliran orang lain, disitulah saatnya mereka berantem.. begitu hebatnya mereka mencaci maki, saling menuduh, menyalahkan pasangannya, sampai anak saya yang bungsu sering menangis ketakutan, karena bingung melihat orang beramtem, sementara seumur hidup dia tidak pernah lihat ortunya beratem sampai heboh gitu. 

Saya prihatin dengan keadaan ini, mereka orang berpendidikan tinggi, bahkan keduanya mempunyai kedudukan puncak di organisasi masing-masing, tapi kelakuan. Hupsssss heboh..!  Ternyata pendidikan dan status sosial bukan jaminan orang jadi hebat dalam arti positif.! Sorry KoKiers saya ngomel sebentar yah..!

Suatu hari sesudah banjir besar melanda Jakarta (kalau tidak salah ingat, ini thn 2002), sang suami dari pasangan ini, menelepon saya mengatakan, ingin titip mobilnya, kebetulan halaman rumah saya cukup luas untuk parkir beberapa mobil, dia beralasan, takut kebanjiran lagi karena hujan masih terus turun. Saya yang lugu, dengan manis mempersilahkan mobil BMW si bapak ini ditaruh depan rumah, tentu hal ini saya sudah minta izin juga pada suami.

Setelah  mobil tersebut menginap di rumah saya sekitar 3 hari, tahu-tahu sang istri menelepon dengan satu handrikan... “Sudah berapa kali kau tidur dengan suamiku, maka kamu dapat hadiah BMW yang baru aja 1 bulan kami beli.!”

Ayooo KoKiers, kena serangan jantung gak..? kalau anda ada diposisi saya..? busyet deh, apa maksud si nyonya ini..? koq dikasih titip mobil gratis, lho malah saya dicaci maki dengan tuduhan kotor gitu.!  Saya jelaskan pada nyonya yang kalap dengan caci maki ini, bahwa suaminya baik-baik menitip mobil mewahnya karena alasan takut kebanjiran lagi, hupsss segala cara saya jelaskan, tapi suara ‘gagak’ sang nyonya yang memberondong sumpah serapahnya tidak bisa dilawan. Jadi terpaksa  braaaak gagang telepon dibanting, ditutup aja, pusiiiiiiiiing..!

Saya telepon suami untuk memberitahu ada kejadian ini, dan vonisnya saya harus BERHENTI terima klien di rumah.!  Suami saya jadi marah dengan kejadian ini, dan dia menelepon si bapak untuk segera mengambil mobilnya.  Apa yang dikatakan si bapak ini...? dia bilang... “santai aja pak, itu istri saya harus di-shock terapi, saya katakan, ibu (maksudnya, diri saya)  dihadiahi BMW mereka, maksudnya supaya sang nyonya ini cemburu.!”

Menurut pengalaman si bapak, kalau sang nyonya cemburu karena suaminya ada main atau ditaksir perempuan lain, maka nyonya ini jadi baik sama suaminya, dan sang suami menikmati rasa cemburu istrinya dengan happy karena dapat servis ‘istrimewa’.!  Jika sedang ML sang nyonya akan mengatakan: “Kamu dapat apa dari perempuan itu..? Saya jauh lebih top darinya, lihat nih saya bisa servis kamu begini dan begitu”  Oooh rupanya pasangan ini dapat orgasme ego sekaligus orgasme kelamin, berdasarkan kecemburuan.! Busyet deh.....nasibku jadi kambing hitam.. oh nasib..! jelek nian..!

 



Yang bikin saya geraaaaaaam dan marah, apa yang mereka demontrasikan waktu mengambil mobil itu. Si istri mengatakan pada saya : “hai jeng.. sorry yah, mobilnya diambil lagi karena suami saya lebih nurut dan lebih sayang pada saya, dibanding kamu yang jelek dan kata suami saya, servismu jelek, ngak enak.. tau.!” Dia mengatakan ini, sambil mengandeng mesra lengan suaminya, dan menciumi mukanya,  didepan saya dan si bungsu..! ... huh bedebah nian.! 

Si suami mengatakan : Jeng. Mobilnya tak ambil lagi yah, habis nyonyaku masih sayang tuh sama aku.!  (dia kedipkan matanya sambil nyengir kuda) Grrrrrrrrrr bajingan kau..! teriak saya dalam hati..! gemes banget lihat tingkah pasangan gila ini.

Saya berdoa deh, semoga KoKiers yang baca ini, jangan sampai dapat nasib seperti saya.!  Dizolimi pasangan gila kayak gini.!   Masih ingatkah..? beberapa waktu lalu, ada kasus heboh di KOKi yang mirip ini, saya jadi ngakak kalau sekarang ingat lagi, ketika dapat sms dari KokKer silent reader, dia sahabat di Belgia, isi sms nya, “taruhan yook sama aku, mereka ntar malam akan multi orgasme, karena suaminya dapat orgasme ego dengan mempermalukan kamu, dimana hal ini menjadi tuntutan kepuasan ego istrinya, mereka merasa saling menang dgn egonya, kasihan deh loe hahaha”

Sorry yah say.... hari itu saya kelepasan, balas SMS-mu dengan tulisan kasar : “Sialan kau..! ikut senang dengan kegeraman saya..!” sorry banget memang jengkel sih dapat nasib sama lagi, dimana pasangan berorgasme ego sekaligus orgasme kelamin berdasarkan memanfaatkan kecemburuan pasangannya, dengan cara mengkambing hitamkan diri saya.! Sekali lagi nasib.. oh nasib..! Mungkin mesti diruwat, dimandiin kembang 7 rupa, dipancuran 7 kota, direndam di 7 sungai atau sekalain dikerocokin dibawah air terjun 7 negara hahahaaa.!  Biar nggak apes lagi, akhirnya saya berseru: ‘Hai para psikopat pergilah ke neraka, jangan dekat-dekat  hidup saya. !’

Jokes for fun

Ini kisah nyata, Saya punya sahabat, akhir Desember tahun kemarin, tantenya meninggal dalam usia 86 tahun, yang sampai sekarang jadi topik hangat dalam obrolan kita, adalah kehebatan si tante yang menurut saya sih kecantikannya standar aja, tapi hebatnya beliau hidup seatap dengan 3 suami yang rukun-rukun aja selama 53 tahun. Bayangkan... sementara banyak perempuan punya suami 1 kepala aja, ibaratnya sudah sampai muntah darah, karena dibuat cemburu terus.! Ini bisa punya suami sampai 3 orang Hebaaaaaaaaat banget ya..? Pasti si tante punya ‘inner beauty’ dimana kecantikan yang tidak terlihat mata kasat,  hanya para suaminya saja yang tau dan merasakannya, maka mereka rela hidup berempat serumah, bahkan supaya adil tidak satupun dari mereka membuat si tante mau punya anak.

Sayangnya sampai si tante ini meninggal, sahabat saya itu belum dibisiki rahasianya, gimana sih bisa punya suami sampai 3 kepala, tapi tidak cemburu apalagi sampai berantam segala hahaaa. Coba kalau resep / rahasianya sudah dapat, pasti saya juga akan dibisiki dan akan saya bisiki juga pada kokiers semua hahahaaa.!  Saingan deh sama para pelaku poligami.

Cemburu yang bersifat positif

Menurut saya pribadi, cemburu itu tidak selalu negatif, banyak hal positif dengan konotasi kata ‘cemburu’ ini,  menurut KoKiers, bisakah.?

Cemburu positif ini disamakan dengan perasaan iRi yang positif? Iri yang positif yang berhasil saya ingat adalah, waktu saya ‘cemburu’ banget dengan bapak Andre Wongso yang dalam seminar-seminarnya selalu mengatakan :”Saya hanya sebagai lulusan SDTT (Sekolah Dasar tidak Tamat)”  saya ‘cemburu’ dengan keberanian beliau yang terang-terangan, menceritakan dengan bangga asal usul latar belakang hidupnya, dan dengan hebat, kekurangan yang ada dia rubah menjadi hal positif, maka sekarang dia menjadi motivator no 1 di Indonesia yang sangat laris dengan bayaran termahal, beliau banyak memberi dorongan semangat, agar semua orang mau mendobrak kemiskinan, kekurangan diri, untuk meraih kesuksesan, dan beliau punya motto hidup “Sukses adalah hak saya”

Saya juga ‘cemburu’ pada suami atas sikap sabarnya, yang saya tidak punya.! Saya juga ‘cemburu’ dengan sikap pemaafnya, yang mana saya belum mampu menirunya. Tapi saya janji akan coba berjuang supaya bisa sepertinya, untuk menjadi hal baik dalam hidup saya, dan berguna untuk diri sendiri dan orang terdekat. Biarkan aja, ada orang lain yang cemburu, karena saya selalu mengagumi sikap positif yang dimiliki suami sendiri hahaaaaa.! Memang cemburu asyik juga untuk dibahas ya..! yang tidak asyik dicemburui dan dibakar api cemburu, gosong deh loe..!

Sebagai seorang  anak dari keluarga yang tidak kaya, saya juga cemburu melihat anak-anak orang kaya, bisa hidup nyaman dengan makanan enak dan bisa sekolah sampai pendidikan tinggi, nah kecemburuan ini saya pakai mendorong saya untuk belajar, dan mencari jalan belajar dengan cara gratis agar bisa menjadi orang yang berkecukupan dengan halal, karena saya berpikir mau jadi orang berkecukupan, papan, sandang dan pangan haruslah jadi orang rajin dan pintar.

Saya "dendam" dengan kemiskinan dan kebodohan, maka saya mau mendobrak dengan cara positif dan halal, semua dinding yang coba halangi langkah saya untuk jadi orang sukses.! Daaaaaaaaaaan puji Tuhan, Alhamdullilah sekarang dengan berbekal kecemburuan positif itu, saya bisa menjadi yang sekarang, walaupun tidak sehebat, tidak sekaya, tidak secantik, tidak sepintar, tidak sebaik orang lain, yang memang sudah hebat, sudah kaya serta sudah pintar, dan sudah baik dari ‘sono’ nya..! (hahaaaa sono, itu dimana sih..? ada yang tahu..?)

 
Bahan dari : pelbagai  sumber dan pengalaman pribadi

Salam bahagia untuk Zeverina, Asmod dan semua warga KOKI sedunia

Srikandi - Bogor





 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 8 Halaman Komentar | First Prev Next Last
artikel yang bagus...
Posted by: Lotus Hitam | Sabtu, 24 Oktober 2009 | 19:39 WIB
artikelnya bagus. Dikala api cemburu sudah membakar diri kita, bisa berabe deh semuanya...
Posted by: christella | Jumat, 23 Oktober 2009 | 16:56 WIB
Halaahhh yuka seumur2 gak pernah yg namanya cemburu,kalu bercumbu sama hubby sich ehum2...hiahaha
Posted by: Yuka-Kobe | Minggu, 27 September 2009 | 18:09 WIB
Bagus artikelnya.. Tapi aku ini bukan tipe yang cemburuan.. Haruskah aku mulai menambahi bumbu cemburu di kehidupanku? Tapi bener, aku gak bisa merasa cemburu2an, hihi..
Posted by: Juwita Setiono | Sabtu, 26 September 2009 | 05:25 WIB
Hihihihi.....asyik-asyik ya baa comment-nya. Ada Diajeng Suika nyang bawel tapi cantik....asyik deh kalo Suika udah cerewet. Ada Bang PDD nyang mo kramas. Farvel nyang kagak suka embokur. En ada Mas Anoew ganteng nyang emang selalu bergelora....(tanpa phonebook perempuan di HP emang dari sononya bergelora kok). Trims tulisannya yang ada aja deh idenya...sampe bisa mengaitkan cerita orgasme dan cemburu.
Posted by: walentina | Minggu, 13 September 2009 | 19:18 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved