MINGGU, 19 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiSeksologi
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Bed Talk
La Rose Djayasupena - Belanda

 

Hoi Zev en KoKiers,

Apakah Anda merasa puas dengan kehidupan seks bersama pasangan hidup Anda saat ini ? Pasti pertanyaanku ini bikin pembaca tersipu malu dan merah pipinya, malu untuk mengakui yang sebenarnya apa yang terjadi dengan kehidupan seks Anda  saat ini, iya kan?

 

 

 

 

Stress dalam pekerjaan, kurang menikmati liburan, ketakutan di PHK dan dengan keadaan ekonomi saat ini banyak perusahaan mengurangi  tenaga kerjanya. Ada  juga perusahaan yang tutup alias bangkrut dan membuat banyak orang kehilangan masa depannya, ditambah lagi kalau sampai punya hutang seleher makin stress saja hidup ini ketika kena PHK.

Semua masalah  diatas itu bisa berpengaruh dalam kehidupan seks Anda.  Yang tadinya Anda melakukan seks  hampir setiap hari atau seminggu sekali jadi  berubah menjadi  sebulan sekali, bahkan mungkin tidak melakukan seks sama sekali alias total  kehilangan  gairah seks bersama pasangan Anda. Tetapi kalau ada komunikasi dan pengertian dari kedua belah pihak bersama pasangan hidup Anda, apa yang terjadi dengan kehidupan rumah tangga dan semua masalah di luar rumah tangga, pasti tidak akan mempengaruhi  dalam kehidupan seks bersama pasangan hidup.

Kalau punya masalah dengan kehidupan seks bersama pasangan hidup Anda, komunikasi adalah hal  yang paling penting dan jangan malu-malu mengutarakannya. Kadang laki-laki atau perempuan sudah merasa  telah menyenangkan dan memuaskan  pasangan hidupnya ketika di ranjang, tetapi sebenarnya apa yang dilakukan terhadap pasangannya itu saat di ranjang, belum benar-benar bisa menyenangkan pasangannya di saat bercinta.

Banyak juga perempuan tidak ada gairah seks lagi disebabkan tidak mempunyai rasa percaya diri lagi ketika melihat tubuhnya sendiri, apalagi kalau sudah ada umur, badan jadi melar, perut jadi gendut dan keriput disana sini. Oleh karena itu perempuan lebih merasa nyaman mematikan lampu kamar tidur ketika bercinta atau ada juga yang menolaknya ketika diajak pasangannya bercinta, dengan alasan capai atau, kalau pun melayani dengan terpaksa seperti mayat hidup.

Kenapa harus malu memperlihatkan tubuh Anda pada pasangan sendiri? Toh pasangan Anda juga sudah nggak muda lagi, sudah pernah melihat dan menikmati tubuh indah Anda, ketika Anda masih sama-sama muda dulu…iya kan?

Masalah juga tidak selalu ada di pihak perempuan, tetapi di pihak laki-laki juga sering menjadi penyebabnya. Misalkan kurang melakukan pemanasan ketika saat bercinta atau yang biasa disebut foreplay. Aku pernah mendengar cerita dari kenalanku di Indonesia, suami dia kalau hendak making love di malam hari hanya cukup menyingkapkan daster istrinya aja dan.. blees....blees.... selesai,  langsung si laki-laki membalikan badanya dan tidur pulas mendengkur, tanpa memikirkan  perasaan istrinya, apakah istrinya senang diperlakukan begitu ketika di ranjang, ketika digoyang.....hiks!

Ada juga laki-laki yang sok bergaya Casanova ketika di ranjang mencoba atau berusaha untuk menyenangkan pasangannya dengan cara dia, tetapi caranya salah, pasanganya  bukan merasakan kenikmatan malah  jadi BT ketika di ranjang. Tetapi, ada juga laki-laki yang tidak mengerti keinginan pasangannya  ketika di ranjang, tidak mengetahui di bagian mana yang menurut pasanganya itu enak disentuh, lalu si laki-laki berusaha menyelusuri bagian tubuh pasangannya ketika di ranjang, tetapi malah jadi terlihat ”bloon” ..Hahaha…

Pada umumnya perempuan Indonesia itu kebanyakan pasrah kalau di ranjang, malah ada yang sudah menikah beberapa tahun, tidak tahu apa itu sebenarnya yang namanya seks, apa itu sebenarnya yang namanya ejakulasi atau apa itu sebenarnya yang namanya orgasme.

Mungkin karena perempuan itu masih belum berpengalaman dan malu-malu kucing, jadi tidak memikirkan kepuasaan diri sendiri, yang penting bisa memuaskan suami sampai “keluar” padahal perempuan itu juga punya hak untuk sama-sama merasakan yang namanya “keluar” ( keluar..cairan itu..tuuh..)  Hahaha.

 

 

 

 

Ok,kalau kalian tidak merasa puas dengan kehidupan seks kalian saat ini, sebaiknya dilihat masalahnya ada pada diri Anda sendiri atau pada pasangan hidup Anda, atau mungkin masalahnya terletak dari kedua belah pihak., sebaiknya komunikasikan segera bersama pasangan hidup agar Anda berdua berbahagia!

 

Groetjes

L.R.D

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 6 Halaman Komentar | First Prev Next Last
wow, setelah 10 tahun, satu anak dan bergurat2 stretch mark, saya masih bercinta dengan suami minimal seminggu dua kali. dan selalu orgasme, kecuali saya memutuskan untuk tidak ingin. Mas iwan, punya anak ga ada hubungannya dengan kenikmatan seks. bles bles bles juga bisa jadi kok hihihi.. slaam kenal yaa
Posted by: moccalatte | Senin, 8 Februari 2010 | 19:58 WIB
kok komen ku ke potong ya ? ngetiknya wez pegel :(
Posted by: noni | Jumat, 24 Juli 2009 | 11:07 WIB
Mbak La Rose, Artikelnya merepresentatifkan perasaan saya saat ini. Semua cuman satu karena kecapekan
Posted by: noni | Jumat, 24 Juli 2009 | 11:06 WIB
Hallo Kokies makasih komentarnya...sorry nih nggak dijawab satu-satu kagi kepanasan.com.....Salam cipika-cipiki
Posted by: La Rose | Senin, 20 Juli 2009 | 02:18 WIB
Pak Iwan : kalo gitu penduduk yang miskin tapi anaknya berjejer 5 - 20 anak, itu berarti ortunya menikmati betul seks-nya, yah tapi anak-anaknya ikruang gizi, so? lebih baik kepuasan seks setiap waktu daripada tanggung jawab membesarkan anak-anak dengan cukup gizi, dong? coba kalo kontrasepsi bisa lebih murah, si miskin tetap bisa terus menikmati seks tanpa harus kejebolan jadi anak lagi.
Posted by: lindacheang | Selasa, 14 Juli 2009 | 11:09 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved