SENIN, 21 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiSeksologi
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Orgasme Terus Menerus, Mau?
Srikandi - Bogor

 

*) Persistent sexual arousal syndrome, dikutuk merasakan orgasme terus menerus.

Hai Zeverina, AsMod dan semua warga KOKi apakabar...? semoga semua selalu dalam keadaan sehat, bahagia dan selalu sukses yah.! dibawah ini tulisan sederhana yang saya kutip dari pelbagai sumber dan dari pengalaman teman dan tetangga masa kecil, semoga bisa disimak dan menambah pengetahuan kita semua, ternyata ada penyakit "enak" yang disebut "Persistent sexual arousal syndrome" 

Data ini sudah kadaluarsa, tentang survei Shere Hite mengenai perempuan di Amerika tahun 1976, didapati hanya separuh dari perempuan tersebut yang pernah mengalami orgasme (kepuasan seksual). memang benar survei ini dilakukan sudah sangat lama, yaitu berpuluh tahun lalu, mungkin ketika sebagian besar pembaca KOKI belum lahir hahahaa.!  Tetapi topik bahasannya serasa tidak pernah 'kadaluarsa' buktinya sampai hari ini, semua orang dibanyak kesempatan selalu membicarakannya, bahkan terkadang kita sama-sama tersenyum 'tahu sendiri' membaca kolom komentar di KOKI pun isinya hanya bercanda tentang seputar hal ini.

Coba liat artikel seputar esex-esex, wah 'page view' nya luar biasa banyaknya, berkali-kali lipat artikel lainnya. Betul nggak..? 

Jika perempuan di negara maju seperti Amerika yang punya andil menyumbang 'budaya' free sex kepada kaum muda di negara kita, mempunyai kenyataan sebagian perempuannya tidak pernah tahu dan merasakan apa itu Orgasme, gimana  jika survei dilakukan di Indonesia..? Pasti angkanya bisa melonjak drastis  beberapa kali lipat, yah nggak.?

Kita tahu, banyak perempuan Indonesia yang dalam beberapa kasus tidak pernah, bahkan tidak tahu, apa yang namanya orgasme.! mereka bahkan "malu" untuk membicarakannya, ach ini zaman dulu..! hahahahaa zaman sekarang sepertinya, tiap ketemu, begitu ngerumpi yang diomongin selalu tentang esex-esex, ya kan..?  Ngapain sekarang malu-malu membahas 'surga dunia' ini..? YA kalau kita bisa bilang gitu, saya pikir ini kemajuanlah, masa perempuan hanya jadi pemuas nafsu para suami aja hahaaaaa, masa lelaki aja yang boleh mencapai klimaks, terus kita dibiarkan bengong dengan migren hahahahaaha, zaman udah maju euy.. ya perempuan juga harus berjuang dong merasakan 'surga dunia' yang namanya 'big O' itu.! .  

Tulisan ini tidak akan mengajarkan pembaca bisa ber-orgasme-ria, tetapi mau mengajak pembaca untuk memberikan tanggapannya, bagaimana jika tiap detik dalam hidup kita dianugrahi kemampuan berorgasme-ria sepanjang hari, mau..?

Jangan jawab dulu pertanyaan ini, sebelum baca tulisan selanjutnya..! Setelah membacanya, mari kita bahas di kolom komentar seputar masalah ini. OK mbak, mas, ibu, bapak, adik, abang, tante, om dinantikan komentarnya.

Orgasme......... kata yang banyak dibicarakan, hal yang paling diinginkan setiap orang di dunia.!  kita banyak membaca fakta, bahwa banyak sekali perempuan tidak pernah atau tidak tau apa yang dimaksud dengan orgasme. Hanya sebagian kecil saja perempuan yang 'enjoy' dengan kenikmatan ber-orgasme, dan biasanya perempuan yang menikmati kehidupan seksualnya dengan bahagia, sangat tau rasanya orgasme dan selalu pengen lagi, pengen lagi hahahaaaaa

Dikutuk merasakan orgasme terus menerus, mau..?

Lima tahun lalu, saya dapat email dari seorang teman sekolah, dia melanjutkan kuliah dan menikah di Jerman, dia mengeluh sejak melahirkan anak pertamanya 10 tahun lalu, kenapa selalu merasakan semacam sensasi orgasme, jika dia mulai kerja dengan kondisi konsentrasi penuh, syaraf di otak yang fokus karena dipakai mikir, koq syaraf di vagina yang bereaksi.. dia menerangkan, dimana dia sedang giat bekerja di labotorium, saat dia asyik meneliti atau konsentrasilah tepatnya, disitulah sensasi orgasme menyerang, dan dia harus berusaha menahannya karena malu, tanpa sadar mulutnya memperdengarkan erangan dan lenguhan 'nikmat', sebagaimana orang sedang berhubungan intim mencapai klimaks...!  GILA, gue benar-bener tersiksa Sri... demikian dia mengakhiri tulisannya di email tersebut.  

Waktu saya menerima email-nya, saya tertawa dan membalasnya dengan olok-olok, saya mengatakan :"Enak dong..! orang lain susah banget mau orgasme, eh kamu malah orgasme terus"  waktu itu saya tidak merasa bersalah menulis kalimat ini, wong saya pikir dia bergurau atau mengada-ngada aja. Sampai beberapa saat kemudian saya mendapat email dari keponakan yang sekolah di Amerika, dia kirim email dengan judul "Orgasme terus sepanjang hari" isi email-nya menceritakan seorang perempuan yang menuntut ke pengadilan, seorang ginekolognya (dokter kandungan) untuk bekerja secara profesional karena saat dia konsultasi, sebagai pasien dia mendapat perlakuan tidak senonoh.!  

Perlakuan tidak senonoh yang dimaksud, karena sang Dokter mentertawakan keluhannya, yaitu saat dia menceritakan pada sang dokter, bahwa setiap dia bergerak dan celana dalam mengesek klitorisnya, dia langsung orgasme, sampai dia berinisiatif untuk memakai rok lebar tanpa celana dalam, tapi begitu dia duduk atau berjalan, orgasme pun terjadi dan ini terjadi berpuluh kali selama aktivitas hidupnya sepanjang hari, dia sangat malu dengan keadaan ini, karena mimik muka sedang orgasme terlihat umum dimanapun dia mengalaminya. Saat dia menceritakan keluhan ini, dan minta dokternya memberi obat atau advis untuk keluhannya, sang dokter malah terkikik geli dengan mengatakan : "Anda mengalami hal yang paling diinginkan setiap orang di dunia," jawabnya.  Dalam keluhannya kepengadilan, pasien tersebut menulis, "Ingin rasanya saya meninju hidung dokter itu.! saya sangat menderita, dia mentertawakan."

Lama saya termenung, rasa bersalah sudah mengolok-olok sahabat saya yang mengeluh tentang ini membuat saya tidak 'enak hati' sepanjang hari, saya pikir.... Ya saya sama aja sama dokter yang lagi dituntut itu.!  Teman saya berani mengeluh karena dia menaruh kepercayaan, bahwa temannya akan membantunya untuk mengurangi penderitaannya, tapi yang didapat malah olok-olok mentertawakan, saya buka lagi email dia, dan membalas dengan serius, kata pertama yang saya tulis.......... Maafkan saya..!  terus bla.. bla.. bla.... panjang lebar saya katakan, ternyata kamu tidak sendiri.! coba cari tahu sebanyak mungkin tentang keluhanmu itu.!" 

Persistent sexual arousal syndrome

Suatu 'keluhan' yang merupakan kelainan dari reaksi syaraf diotak dengan efek menimbulkan sensasi orgasme pada seseorang. Ternyata banyak juga perempuan mengeluh menderita penyakit mengerikan ini. Mereka mendapatkan lebih dari 200 orgasme dalam sehari. Oh..! 

Persistent Sexual Arousal Syndrome menyebabkan rangsangan genital yang spontan dan konstan, dengan atau tanpa orgasme atau rangsangan genital, tidak berhubungan dengan hasrat seksual atau perasaan semacamnya.

Pertama kali didokumentasikan oleh Dr. Sandra Leiblum tahun 2001, hanya sekarang dikarakterisasikan sebagai sindrom yang berbeda di literatur medis. Secara khusus, ini tidak berhubungan dengan hiperseks, kadang dikenal sebagai nymphomania atau satyriasis. Selain sangat jarang, kondisi ini juga banyak yang tidak dilaporkan karena penderita merasa malu. (dikutip dari : http://syant.wordpress.com/2007/07/02/)

Menurut penderitanya, kondisi yang mereka alami sangat memalukan bagi dirinya. Para periset mengidentifikasi 'penyakit' tersebut sebagai "persistent sexual arousal syndrome".   Kondisi ini, tentu saja berlawanan dengan keluhan separuh perempuan di dunia yang kesulitan mencapai orgasme.! bahkan ada yang sama sekali tidak pernah tahu rasanya orgasme. Hal ini pernah dilaporkan pihak medis yang menangani, Boston University's Institute of Sexual Medicine setidaknya mendokumentasikan sepuluh orang yang menderita 'penyakit' langka ini. 

Seorang pakar seks asal New Jersey menyatakan telah menemukan 40 orang lagi yang menderita 'penyakit' tersebut.  Salah satunya, seorang perempuan berusia 71 tahun yang akrab disapa Lila. Begini katanya, "Rasanya seperti horor, tidak pernah berhenti, 'it never lets up'. Keadaan itu mewarnai seluruh hidupku, setiap hari." segala hal yang dikerjakannya, mulai dari makan malam, perjalanan dengan mobil, menghadiri pesta atau hanya duduk di sofa, merupakan siksaan.karena aku selalu orgasme disetiap mengerakan tubuh, melakukan kegiatan apapun.! (sumber : Newsletter Kesehatan Pelita 2000 orgasme@hdl.hangtuah.or.id

Ketika teman saya itu pulang, kita sepakat untuk konsultasi dengan seorang dokter akupunktur, kebetulan dokter tersebut teman dekat saya, maka dengan satu paket (12 kunjungan) daerah vagina dicoba distimulasi dengan jarum-jarum akupunktur dan dihangati dengan moksa (cerutu dari daun Mei) akhirnya, dia bisa sembuh walaupun tidak seratus persen karena harus menghindari gesekan yang intensif di daerah vagina, misalnya mengendari sepeda genjot atau naik sepeda motor dan belajar metode olah nafas untuk melakukan relaksasi otak, dengan ketrampilan ini, maka ketika otak dalam kondisi siaga yaitu konsentrasi, maka relaksasi gelombang otak bisa membantu untuk mengatasinya agar tidak bereaksi dengan syaraf vagina yang menimbulkan sensasi erotis menuju klimaks. 

Sampai saya menulis artikel ini, saya tidak / belum menemukan lagi berita lanjutan dari para penderita yang diberitakan dimuka, maka saya tidak tau apakah sudah ada pengobatan yang lebih baik dari akupunktur yang dijalankan teman saya itu. menurut dokter yang membantunya mengatasi keluhan tersebut, akupunktur paling cocok untuk penyembuhan yang berkaitan dengan syaraf, karena kasus teman saya itu adalah pekanya syaraf di daerah vagina, terutama klitoris maka gesekan atau getaran yang untuk orang biasa normal, untuk dia membuatnya bisa orgasme.! dan hal ini akan menjadi-jadi ketika otak dipakai mikir (konsentrasi).

"Persistent sexual arousal syndrome",   ternyata lelaki pun bisa mengalaminya. !  Nah loe....? gimana ini.? Haayaaa kalau bergerak saja sudah bikin si burung ngacung dan menyembur muntah-muntah, seperti orang menderita vertigo, apa hal ini bisa dianggap melayang terus merasakan 'surga dunia'.? atau malah tersiksa..? hahahaaaaaa siapa mau orgasme terus menerus....? angkat jari.. ayo..ngacung...! 

Rahasia tusuk konde

Ada cerita pengalaman waktu saya masih sekitar umur 10 tahunan, tinggal dengan nenek yang menempati rumah petak yang dihuni oleh beberapa keluarga, rumah tersebut hanya berdinding papan sebagai batas sekat antar ruangnya termasuk dengan kapling yang ditempati tetangga. dengan keadaan ini, maka suara agak keras dikit aja sudah mampu menembus sampai tetangga sebelah mendengar apa yang terjadi disebelah.

Suatu hari kami sedang nyenyak tidur, karena sudah tengah malam, dinding papan sebelah yang ditempati pengantin baru terdengar mengetuk dan suara mbak yang disebelah memanggil:

"Nek, bisakah minta tolong untuk datang kekamar saya.?"

Nenek saya menjawab : "Ada apa, koq tengah malam begini, suruh nenek ke kamarmu.!"

Terdengar suara si mbak itu setengah menangis atau memang sudah menangis. 'Tolonglah saya nek, kalau sama tetangga yang lain, saya malu..! 

Nenek saya mengajak untuk ke kamar sebelah, karena kami heran suara si mbak sebelah itu koq begitu 'aneh' dan setelah masuk,  si mbak langsung memeluk nenek, dan terisak pelan :

Nek, suami saya ngak bisa stop.! dia keluar terus, sekarang darah yang nyemprot.! 

Nenek langsung mendorong saya untuk tidak ikut mendekati tempat tidur, beliau seperti mengerti apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan, tiba-tiba saya lihat nenek mengambil tusuk konde yang selalu ada di rambutnya, dia mendekati suami si mbak yang saya lihat terlentang tidak pakai baju sambil mengerang kesakitan. Saya liat dari kejauhan dibatasi kelambu tipis saja, nenek menusukkan ujung tusuk kondenya dengan tiba-tiba, dan suami si mbak terhentak kaget langsung berteriak "Alluah Muakbar"  dan nenek segera berlalu dari sisinya dan mengajak saya kembali kekamar sendiri.  waktu saya tanya: kenapa nek si mas itu.? Nenek hanya menjawab : Nenek ngantuk, ceritanya besok aja.!" huaaaaaaaaaa Nenek.. saya penasaran tapi tidak bisa protes.

Paginya, saya sedang bersiap mau berangkat sekolah, saya lihat si mbak sebelah datang menyapa dan menemui nenek, dia langsung memeluk nenek dan berkata, "Terima kasih nek, untung nenek tahu gimana cara ngobatinnya." Yups saya makin penasaran, tapi nenek terlihat melambaikan tangannya langsung mengusir saya untuk pergi sekolah. Ntar pulang sekolah ya Nek..! saya pamit sambil setengah ngancam minta diceritain kejadian tadi malam itu apa hahaha.

Pulang sekolah saya semangat untuk segera ketemu nenek, dan menagih ceritanya.!  Walah bukan cerita kejadian semalam yang diceritaiin, malah cerita tusuk konde.! Nenek bilang kenapa sejak zaman dulu para perempuan dianjurkan selalu bertusuk konde.? karena jika suaminya mendapat kejang/ kram ditempat tidur, maka tusuk konde istri dipakai untuk menyadarkannya, satu-satunya jalan untuk menghentikan kekejangan adalah membuatnya terkejut dengan tusukan tiba-tiba dari tusuk konde tersebut. Saya hanya bengong karena belum mengerti apa yang kram/ kejang, apa betisnya seperti yang suka terjadi pada nenek atau seluruh badannya.? 

Ternyata setelah agak dewasa, saya dengar dan baru tau kalau lelaki bisa mengalami ereksi yang merupakan kekejangan otot penis, Jika ini terjadi saat ML dan klimaks, maka ada kemungkinan bisa terus menerus menyemprotkan sperma dan setelah cairan sperma habis, cairan darah yang keluar.!  hayaaa sereeeem..! Hal yang langka tapi ada terjadi, dan saya sudah menyaksikannya, walaupun tidak melihat dari dekat.

KoKiers, setelah kita tahu ternyata "diberkati' orgasme terus menerus seperti "Persistent sexual arousal syndrome" juga tidak nyaman dan tidak sehat untuk fisik maupun psikis kita, maka mungkin kita harus ingat lagi kata-kata bijaksana ini "Apapun yang berlebihan akan menjadi racun untuk hidupmu", benar juga ya, vitamin aja yang bertujuan untuk menyehatkan akan menjadi racun jika kita menkonsumsinya secara berlebihan, apalagi orgasme disembarang tempat dan disembarang waktu, walaaaaah ngak deh..! terima kasih hahahaaaaaa.

Salam bahagia untuk Zeverina, AsMod dan semua warga KOKI, semoga apa yang kita bentuk / persembahkan dalam community ini membawa manfaat positif untuk kita semua. 


Srikandi - Bogor

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 8 Halaman Komentar | First Prev Next Last
mba sri, tolong pelajaran tusuk kondenya lebih detail lagi, kalo perlu pake gambar...biar jelas...hahahah
Posted by: safana | Kamis, 27 Agustus 2009 | 21:37 WIB
Jangan dicicil dong...udah badan eke kecil dicicil lagi hihihihihi...
Posted by: safia | Jumat, 7 Agustus 2009 | 14:54 WIB
to Elita? oh ya..jangan jangan sepupuku gitu tuh, dia bilang ..wkt kontraksi ..rasanya enak banget tau!..enaaaaaakk banget! secara wkt aku kontraksi rasanya haduhhh... muter muter gak ada enaknya tuh!
Posted by: noni | Selasa, 21 Juli 2009 | 18:07 WIB
wow..ogah deh orgasme terus terusan...kapan merasakan nikmatnya yach??kasihan juga.
Posted by: iif | Selasa, 14 Juli 2009 | 07:46 WIB
Orgasme terus menerus?? emoh aahh...cape kaleeeee :) he he he he sekali dua kali aje cukup...langsung kramas kqkqkqkqkqkqkq :))
Posted by: Saras | Jumat, 10 Juli 2009 | 09:31 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved