RABU, 19 JUNI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiSeksologi
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Pentingnya Sex Education Sejak Dini
Lenny

Saya seorang gadis yang tumbuh dan besar di kota J. Saya tidak berasal dari keluatga yang mapan secara ekonomi. Situasi itu mengharuskan papah dan mama ku bekerja penuh waktu. Papa membuka usaha kecil2an. Mama membantunya. Rumah dan toko kami menjadi satu. Rumah kami yang sempit semakin sumpek karena barang barang dagangan papa harus tinggal juga bersama kami.

Kami tiga bersaudara dengan satu kakak lelaki sulung. Saya menempati posisi penutup di keluarga. ungsu. Kehidupan masa kecil saya habiskan di sekolah dan membantu orang tua berdagang. Lingkungan saya tumbuh tidak memiliki banyak teman sebaya.

Kami bertiga bersaudara diperlakukan sama oleh orang tua. Mandi pun kami bersama. Bayangkan dengan 1 gentong air,  mama memandikan kami bertiga secara bugil. Saat itu saya belum mengerti apa itu payudara, penis etc. Yang saya tahu kebersamaan itu terasa menyenangkan.

Tak hanya itu, tidur pun kami sekamar. Sementara papa dan mama menempati ruang tidur yang hanya dibatasi triplek. Jadi kalau malam, ketika kami, kakak beradik membuat kegaduhan saat masih bercoletah, papa dan mamah tinggal mengetok-ngetok tripleks seraya berteriak,'' TIDUUURRRRR!!!! Sudah malam!!!!!.''

Kami seketika terdiam. Kehidupan seperti itu terus berlangsung lama hingga kakak sulung ku menginjak sekolah di SMP. Dia tidak mau lagi mandi bersama.  Mungkin dia sudah mulai paham hubungan wanita pria. Sedangkan saya masih terus mandi bareng dengan kakak perempuan hingga SMP. Karena dia “tumbuh“ lebih dahulu terkadang ketika mandi saya suka iri dengan bagian tubuhnya yang mulai mekar terlebih dahulu sambil membayangkan, kapan payudara saya bisa ranum seperti itu. Hahahah... Akhirnya kakak ku risih, sampai suatu ketika dia hanya mau mandi sendirian. wkwkw...

Pengalaman pertama saya tentang dunia esek-esek, bermula ketika papa tengah memutar film porno. Karena ruangan keluarga kami terbatas, papa memutar filem itu di hadapan saya dan cece yang tengah makan malam. Maklum ruangan sempit jadi semua tempat harus multifungsi. Hahaha..

Kami yang masih polos dan lugu tidak tahu film apa yang akan diputar. kami berdua hanya menunggu sambil melihat jalan ceritanya. Ternyata film itu adalah film mandarin yang mengisahkan tentang seorang pembantu wanita yang datang dari desa lantas bekerja dan tinggal di rumah majikannya di kota. Ia bercinta dengan majikan dan anak majikan. Tetapi di akhir cerita, perempuan itu malah menikah dengan pemuda lain.

Betapa hot-nya ketika itu. Saya dan cece hanya bisa bengong saat itu. Acap kali kami harus menutup mata dengan tangan karena terlalu hot buat anak seumuran kami yang baru SD-SMP. Tapi karena penasaran, walaupun kami menutup dengan jemari tangan, kita berdua tetap saja sesekali mengintip lewat jari jari. Hahha...

Yang saya ingat posisi ML nya pun tidak kalah ketinggalan zaman. Percintaan mereka bisa terjadi di sofa, di tangga bahkan di meja. Oooohh…ooohhhh!!!! Perasaan saya saat itu gado gado, antara excited karena melihat yang baru, deg degan nonstop, bingung, jijik. Yang jelas saat itu saya tahu yang biasanya ada di selangkangan kaki kakak lelaki saya adalah sesuatu yang membuat wanita berteriak-teriak. More….More….!!! beggitulah sedikit adegan panas tersebut…

Sejak saat itu pikiran saya selalu terbayang tentang SEX. Padahal saya masih bau kencur. Masih anak SD yang bahkan belum tumbuh dadanya. Saya menyesali sikap papa yang cuek saja menonton film porno walaupun tahu kami ada di sana. Saya menyesali papa tidak pernah memberikan penjelasan kenapa apa dan bagaimana SEX itu. Saya menyesali papa yang cuek dengan perkembangan psikologis kami setelah kami menonton tayangan yang sangat tidak layak itu. Bahkan papa tidak memberikan penjelasan apapun setelah menonton itu. Seakan kami habis melihat film kartun.

Saya lupa di mana mama saat itu. Padahal saya membutuhkan mama untuk bertanya mengenai apa yang saya lihat. Untung saja kami tidak melampiaskannya ke hal-hal negatif dan berusaha mencerna nya menurut kapasitas bocah saat itu.

Di keluarga kami SEX adalah hal yang tabu dan tidak pernah sekalipun hal itu terdengar di rumah. Saya sungguh berharap pernah mendapatkan sex education dari orangtua. tetapi untung saja saya mempunyai lingkungan teman maupun sekolah yang tidak dekat dengan hal hal seperti itu. Maka para orang tua waspadalah! Karena orang tua tidak pernah tahu apa yang tejadi dengan anaknya, tidak mungkin mengawasinya 24 jam dan memastikan mereka tidak terkontaminasi hal hal yang berbau SEX. Apalagi dizaman edan ini di mana segala informasi sangat mudah didapatkan dan tidak ada peraturan khusus untuk mencegahnya. So tunggu apa lagi, berikanlah sex education kepada anak anak terkasih anda sejak dini.

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 5 Halaman Komentar | First Prev Next Last
@wolf : iya ini L3N si guru yang udah mangkat jadi guru :D bagi ortu PENTING banget deh sex education kl anaknya ga mau kayak lenny wkwkwk @yuka : itulah yang juga saya sesali :(
Posted by: L3N | Senin, 21 Mei 2012 | 16:55 WIB
okey...okey...
Posted by: rahdi | Selasa, 17 Januari 2012 | 18:29 WIB
Perlu banget! supaya si anak tidak salah persepsi tentang sex. Untungnya di sekolah-sekolah juga ada, jadi setidaknya ada yang memebritahu secara benar kalo sang anak dibesarkan di keluarga yg mentabukan hal ini.
Posted by: Fabiola | Selasa, 3 Januari 2012 | 00:21 WIB
Len..kok bisa2nya sich ayahnya menonton film orang dewasa didepan anak2nya yg masih polos.
Posted by: Yuka-Kobe | Jumat, 30 Desember 2011 | 14:12 WIB
Pengalaman yang lucu dan menegangkan ya ya..
Posted by: Princemuhammad | Kamis, 29 Desember 2011 | 14:38 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved