MINGGU, 20 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiSeksologi
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Sex - Here, There and Every Where
Alexa – Jakarta


Finally aku dapat juga appointment dengan salah satu petinggi televisi swasta buat memperkenalkan portfolio management dari perusahaan tempatku bekerja yang bergerak  di bidang investasi dan asset manajemen. Sebagai marketer yang baik aku mempersiapkan diri sebelumnya; selain informasi tentang perusahaan dan produk – aku juga merasa perlu cari back up data tentang calon klien ini. Kemana lagi carinya kalau tidak via Google Search. Begitu klik namanya…sreet langsung keluar sederet informasi tentang dia dan perusahaan tempatnya bernaung.

Ada suatu informasi mengejutkan mengenai perusahaan ini, sumbernya dari blog salah satu produser eksekutif (kek-nya Zevie kenal deh) suatu acara reality show mereka; acaranya sendiri selalu dapat rating dari Nielsen. Nah si produser ini yang tentunya paham banget situasi tempatnya bekerja menceritakan bahwa karyawan disitu working under pressure- beban berat but salary no up-up. Kayaknya mereka tuh kerja sampai 24 jam (lebay banget enggak sih)..tapi memang ada  tetangga yang kerja disitu kelihatannya jadwal kerja benar-benar penuh, sampai rumah kemalingan aja baru sadar setelah beberapa hari… Nah akibat pressure itu banyak yang pelariannya ke seks dengan sesama co-worker. Jadi kalau jam 7.00 pagi  biasanya cleaning service suka menemukan condom-condom bekas pakai di tangga darurat. Hem, kasihan banget nasib tangga darurat di Jakarta ya…ada yang jadi tempat pembunuhan, ada yang jadi tempat esek-esek.

Apa bisa digeneralisir kalau semua stasiun televisi swasta memiliki perilaku seks seperti itu?

Kayaknya enggak juga sebab selain mengenal stasiun televisi di atas , aku juga memiliki klien stasiun televisi swasta lain. Bahkan dengan stasiun televisi yang ini  sudah bersahabat banget dengan board of directors-nya. Sering ke sana juga sering ketemu crew-crewnya di tempat-tempat santai (kebetulan kantor kami berada pada satu area yang sama di Jakarta) kayaknya sih mereka tipe-tipe pekerja sekaligus orang rumahan yang lurus-lurus saja..mudah-mudahan.

Kali lain tetap masih saat  aku kerja di bank dan sedang visit klien - suatu perusahaan kontraktor. Suatu rumah tinggal di kawasan elite Kebayoran Baru difungsikan sebagai kantor…. menempel dengan rumah utamanya, ada pavilion mungil bertingkat yang dijadikan sebagai studio grafis oleh owner-nya yang walaupun kontraktor perkapalan tetapi memiliki hobby desain grafis. Nah lantai dua  hanya merupakan kamar tidur yang nyaman lengkap dengan kamar mandi. Kamar tidur itu ditempati oleh desainer professional yang sudah aku kenal. Jadi waktu aku ingin ke belakang, aku bilang mau ke kamar mandi dia. Secara kamar mandi yang lain ada di masing-masing ruang direktur. Di atas tempat tidur aku lihat banyak gumpalan-gumpalan tisu bekas pakai. Eh gak taunya kata si desainer,  tissue-tisue itu bekas pakai si owner sama pacarnya yang baru saja datang mengunjungi…mereka ber “quickie sex” di kamar itu, kata desainer itu sih hal ini sudah biasa….. “ Hiiii…yaiiks…”.

Sambil turun dari kamar si desainer, mukaku yang rada jijik gitu kelihatan juga oleh salah seorang direktur yang bukan owner, setelah aku ceritakan; pak direktur kelihatan kecewa dan bilang seharusnya kantor jangan dijadikan tempat esek-esek karena kantor tempat mencari nafkah bukan buat diri kita saja tetapi juga buat keluarga dan buat orang-orang lain serta keluarga mereka. Dan memang perusahaan itu tidak lama bertahan, tidak tahu salah urus atau karena tuah masalah esek-esek itu.

Perkataan direktur itu sangat aku camkan benar makanya aku suka tercengang saat dapat email berisi  photo orang ML di kantor ataupun di lift yang dilakukan di Jakarta - jangan dianggap Jakarta ketinggalan soal-soal gini – yang mengejutkan tampang pelakunya itu lho ; benar-benar tampang ordinary people yang kalau kita ketemu di jalan pasti enggak nyangka.

Kasus yang mendapat sorotan tentang seks di tempat kerja saat ini adalah kasus pilot dan pramugari Batavia Air yang sedang disidangkan di pengadilan Jakarta ( 14 April 2009). Gila aja pilot dan pramugari itu berbuat mesum di pantry pesawat yang sedang terbang dah gitu dihitungin lagi waktu mesumnya oleh saksi sekitar 10 menit.

Sebenarnya ini bukan merupakan kejadian pertama karena sebelumnya aku pernah baca di surat pembaca Kompas. Ada penumpang yang komplain dalam suatu penerbangan dengan menggunakan maskapai swasta  dia memergoki pilot sedang memangku pramugari di ruangan kemudi, sementara kopilot menunggu di luar.

Lama aku menunggu surat jawaban  dari maskapai bersangkutan sebab biasanya GM public relation maskapai ini sangat gesit menanggapi tiap ada berita mengenai maskapai ini, tapi untuk kasus ini sama sekali tidak ada tanggapan. Bisa sampainya kasus Batavia Air ke pengadilan karena penumpang yang memergokinya kebetulan seorang pengacara, makanya begitu turun dari pesawat dia langsung mendaftarkan gugatan. Jelas kelakuan pilot dan pramugari ini sudah di luar batas dan membahayakan keselamatan penerbangan. Sudah pesawat terbang di Indonesia banyak yang tidak laik terbang eh kelakuan awak pesawatnya pun sangat membahayakan jiwa penumpangnya.

Tempat praktek seorang dokter juga bisa jadi ajang seks.

Dokter langgananku sudah STW dan sebenarnya sudah menjadi dokter langganan sejak aku berusia 18 tahun….yang jelas-jelas tercantum di buku kesehatanku. Entah kenapa nih dokter makin tua makin genit. Tahun kemarin aku kena cacar air, trus dia periksa…. pertama-tama stetoskopnya bekerja seperti biasa..tapi kemudian tangannya meluncur bolak-balik mengelus-elus perutku sambil bilang..”Beneran nih anak sudah dua? Kok mulus dan kencang gini…. Ntar jangan kaget ya kalau ms V kamu juga kena cacar air ?” …Hiiih, jijay banget ndengernya.

Ternyata tidak hanya ke aku, ke temanku lebih parah, temanku itu mengantar  anaknya yang sakit. Eh dokternya ngomong ..”Anak udah gede kok mamanya masih seksi.” Suatu saat ucapan gombal dokter itu bersambut dan dia sempat affair dengan salah seorang pasien. Affair berhenti saat isteri si dokter yang mantan perawat melabrak si wanita dan si dokter. Kayaknya rada heboh juga labrakannya, si dokter sempat pakai kacamata gelap waktu praktek mungkin kena jab kiri dari isterinya, si isteri tangannya bilur-bilur kayaknya kena cakar dokter…. berantemnya jadi kebalik ya. Sejak itu si isteri kembali mendampingi suaminya bertugas…pasien wanita aman.

Pengalaman lain dari temanku (sebenarnya yang ini cenderung ke seksual harassment), temanku itu berbadan tinggi langsing dengan ukuran buah dada yang cukup besar (kalo enggak salah 38A), kesannya jadi seperti Marilyn Monroe. Ceritanya dia mengunjungi dokter kandungan karena ingin punya anak setelah sekian tahun menikah. Dokternya mungkin tergiur akan kemolekan tubuh temanku itu, tidak cukup temanku tergolek di kursi yang membuka tabir kewanitaannya, si dokter juga minta temanku untuk membuka BHnya. Kami yang mendengarnya tentu terheran-heran apalagi temanku ke situ dikawal suaminya. Yah kami jadi bertanya…”Apa kepentingannya BH dibuka…trus suami kamu gak marah.” “Yah suamiku pasrah aja dipikir itu SOP (Standar Operation Prosedure)nya.” 

Haduh-haduh mengerikan deh. Mungkin setelah memeriksa temanku si dokter esek-esek sendiri alias swalayan..who knows?

 


 
Di kantorku yang sekarang  bisa dikatakan semua bergelimangan dengan uang dan kayaknya sudah kaidah umum lelaki kalau sudah kebanyakan uang pasti cari-cari perempuan lain selain isteri ( sampai-sampai sudah kutuangkan dalam beberapa artikel khusus ) , tapi segitu banyaknya lelaki bangor di kantor, 100% pria disini tidak ada yang esek-esek bahkan tidak juga membina affair dengan co-worker di kantor. Trus biasa deh Alexa yang ingin tahu bertanya-tanya: untungnya bapak-bapak itu punya prinsip kantor harus bersih dari urusan lendir (istilah mereka sendiri)…ini kan tempat cari nafkah buat keluarga jadi tidak boleh dikotori. Kalau mau esek-esek ya di luar masa sih gak ada kangtaou ( kalau enggak salah artinya uang ) buat sewa kamar di hotel? Hem bersyukur juga….para leaderku punya prinsip seperti itu. 
 
Ya begitulah seks itu memang menyenangkan tapi juga bisa memabukkan; contoh di atas bahkan masih banyak lagi yang tidak saya masukkan disini membuktikan tidak ada industri yang tidak kena syndrome esek-esek at  work after all everybody have ms.V or mr P….
 

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 9 Halaman Komentar | First Prev Next Last
jadi agak parno, kalo berobat ke dokter cowo STW sendirian.
Posted by: safana | Rabu, 19 Agustus 2009 | 20:32 WIB
Nonsy: Jadi inget sama dokter asthma aku tuh!! yg akhirnya nikahin suzter nya yg biasa mendampingi dia praktek...aduuhhh...pada hal dokternya udah agak tua bo hi hi hi hi tapi en'tu nya belum kali ya bu??? wadoohh
Posted by: Saras | Kamis, 2 Juli 2009 | 08:34 WIB
no komeng.. yes adul.. *lhahhh
Posted by: viena | Jumat, 26 Juni 2009 | 15:15 WIB
aduh itu pilot dan pramugari, kok bodoh ya, mustinya sadar aja tuh dari pada di pantry mending di toiletnya pesawat, kan lebih aman... cheers,
Posted by: P@sP4mPr3s | Jumat, 26 Juni 2009 | 14:09 WIB
>>Dch: setuj bngt mana kerja mereka khan berhubungan dengan nyawa orang segambreng, >>Nonsy: ternyata Indonesia gak kalah dengan adegan Grey Anatomy.... semoga yang gak mau kalahnya bukan hanya adegan esek2 aja...tapi juga keilmuannya yeh...
Posted by: alexaba | Rabu, 24 Juni 2009 | 11:38 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved