| KoKiUrban |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Gara-Gara Nyamuk
Nyamuk sudah ada sejak 30 juta tahun yang lalu. Bila ia menggigit , tubuh kita akan memberikan reaksi gatal-gatal dan bengkak atau kita bisa terkena virusnya. Tetapi nyamuk yang saya maksudkan disini meninggalkan bekas di hati.
Mereka keluarga muda pindahan dari kota besar. Mereka pindah ke kota kecil karena di kota kecil lebih baik untuk mendidik dan membesarkan anak-anak. Saya setuju. Diantara rumah saya dan rumahnya ada sebuah tanah kosong yang diisi dengan 2 semi-trailer yang diparkirkan. Di dalam semi-trailer terdapat banyak stok ban mobil baru. Pemiliknya adalah seorang pengusaha sukses yang mempunyai pom bensin serta bengkel mobil. Selain semi-trailer, juga terdapat tumpukan ban-ban bekas dan nyamuk-nyamuk.
Rakyat bisa mengikuti setiap rapat City melalui saluran khusus TV yang disiarkan kota kami sehingga bagi yang rumahnya jauh tidak perlu datang. Bagi yang ingin melemparkan unek-unek maka bisa datang untuk mengajukan masalah tersebut di hadapan City Council. Jika sudah dibahas maka yang bersangkutan boleh langsung meninggalkan ruangan rapat. Sebagai penduduk baru, Pak Agus melihat kekurangan yang ada di kota kami. Pak Agus mempertanyakan tumpukan ban-ban bekas dan semi-trailer yang berada disebelah rumah kami pada waktu rapat City Council. Salah satu tugas City Council adalah menampung suara rakyat. Pada waktu itu virus Nil Barat (flavivirus) sudah ditemukan di New York City, Amerika Serikat pertama kali pada tahun tahun 1999. Virus itu didapatkan di wilayah Nil Barat, Uganda, Afrika Timur tahun 1937 pada pasien wanita lokal. Di Michigan pada bulan Agustus 2001, virus Nil Barat ditemukan pada burung gagak (crow) yang sudah mati. Hanya nyamuk betina yang menggigit karena ia memerlukan darah yang mengandung protein untuk setiap kali bertelur. Melalui sensor nya, nyamuk mencari mangsa untuk menghisap darah sampai kenyang baik pada hewan maupun manusia. Setelah itu, nyamuk meletakkan telurnya di air yang tergenang. Nyamuk jantan tidak menggigit. Ia mencari makanannya di sari bunga tanaman.
Pada suatu hari ibu Agus mengatakan kepada saya bahwa nanti malam ada rapat di City Hall (balai kota). Ia mengajak saya untuk menghadirinya. Datanglah saya pada malam itu. Begitu banyak yang hadir dan semua sudah duduk tenang. Rapat dibuka tepat pada waktunya dan Pak Agus basa basi dulu menjelaskan maksud rapat pada hari tersebut. Kemudian Pak Agus bertanya kepada rakyat “Siapa diantara kalian yang tidak setuju dengan pernyataan saya”? Serempak menjawab “Setujuuu”! Kemudian Pak Agus melihat kepada rekan-rekannya, City Manager dan Mayor sambil memberikan kesimpulan. Beberapa hari kemudian City mengirim surat pemberitahuan resmi kepada rakyat yang bertempat tinggal di sekitar tanah kosong yang memerintahkan pemilik tanah harus mengevakuasi semua isi yang ada di tanah kosong tersebut dalam waktu 7x24 jam. Dan betul terjadi, pemilik tanah segera mengosongkan tanahnya pada sore hari itu. Dari balik jendela, kasihan juga saya melihatnya. Tak lama kemudian, saya melihat ada tanda palang “House for Sale” di halaman rumah Pak Agus. Rumah tersebut cepat sekali terjual. Ibu Agus pun berkata kepada saya bahwa ia rugi sambil menyebutkan selisih kerugiannya. Sambil membantu ibu Agus membersihkan rumahnya karena telah terjual, ia berkata “Saya harus pindah. Pak Agus merasa tidak enak hati. Nggak tahunya semua teman mereka ada yang dari TK, ada yang dari SMA sambil menyebutkan namanya. Bahkan ada yang pengacara, koq tidak memperbaiki keadaan”. Sambil tarik nafas saya berkata, “Yaaa, kota kecil. Penduduk lama saling mengenal satu sama lain. Bahkan banyak yang dari lahir”. Tak lama setelah kepindahan ibu Agus, saudara lelaki dari pemilik tanah kosong lewat. Saya sedang berdiri di trotoar. Tanpa menyebutkan nama yang dimaksudkannya, ia berkata, “Sudah obrak-abrik kota ini, eh … pindah. Tidak bagus”, sambil mengeluh sambil jalan. Ia setop, berpaling lagi dan ngobrol sedikit.
Setelah ia agak jauh saya geleng-geleng kepala. Saya memang tidak pernah mengritik tetangga dan oleh karena itu mungkin saya dianggap tetangga baik. Sebetulnya bukan baik melainkan saya tidak berdaya karena saya tidak akan mau membayar pengacara untuk hal-hal seperti itu. Terima kasih Mas Dad, TE dan KoKiers yang sudah meluangkan waktu untuk membacanya. cdc.gov, West Nile Virus. ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|