SABTU, 25 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

  • 1

    Rp .000

  • 2

    Rp .000

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiUrban
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Pacarku, Sepupuku
SL

Dear KoKiers

Pernah punya temen yang ngaku pacarnya ke khalayak ramai sebagai sepupunya? Terutama mengaku kalau ceweknya itu sepupunya? Tentu saja hal diatas tidak hanya terjadi untuk cewek saja, tapi cowok juga, hanya saya sejauh ini belum pernah mendengar kalau ada cewek yang ngaku cowoknya itu sepupu-nya. Biasa kalau cewek lebih suka blak-blakan ngaku kalau si ”dia” itu cowoknya.

Dari sekian banyak kolega cowok, salah satunya cukup akrab dengan saya. Sebut saja AR. Kita  cukup dekat, sampai-sampai saya rasa apa aja dia cerita, tapi ternyata tidak untuk yang satu ini. Untuk soal pacaran, bagi dia (atau pun beberapa orang) cukup personal dan tidak perlu dibeberkan di ranah publik, takut menjadi bahan gosip lingkungan sekitar. Apalagi kolega saya yang saya ceritakan ini memang kolega satu kantor. Dia memilih menutup kehidupan pribadi-nya dari teman-teman sekitar. Tapi karena saya dan kolega saya cukup dekat, dan nyambung jadinya kalau sekali cerita-cerita tuh udah deh ngelantur kemana-mana.

Sewaktu dia cerita ke kolega-kolega lain dia juga tidak pernah mengungkit satu kali pun tentang pacarnya. Saya pernah bilang ke kolega saya : ”Double tapi single, kagak keliatan kayak pacaran”, dia hanya tersenyum kecil.

Bagi saya cukup aneh memang, sedangkan saya sambil membayangkan jika saya sendiri mengalami kasus seperti kolega saya, saya pasti tidak bisa, karena saya cenderung blak-blakan dan apa adanya. Meskipun ada yang bilang saya bawel atau kritis. Tapi tergantung masing-masing orang sih...

Pertama-tama dimulai ketika saya secara tidak sengaja membaca sekilas info yang saya tak berhak melihatnya. Waktu itu inget ada urusan kantor dan si AR memberikan perangkat Blackberry-nya untuk saya lihat. Secara tidak diduga, ada BBM yang masuk dan sekilas saya melihat foto seorang wanita cantik, rambut panjang dan berkulit putih isinya : ”Beib, kamu masih sibuk ? ...”

Selanjutnya saya tidak tahu, yang pasti, membaca kalimat singkat seperti itu saya tahu itu dari pacarnya. Lalu saya kembalikan perangkat mobile-nya tanpa bertanya sedikit pun, karena emang gak mau ikut campur & mau tahu urusan dia.

Sebelumnya kolega saya mengaku kalau dia memang sudah punya pacar, setahun lebih tua daripada dia, untuk detail-nya tidak pernah saya tanyakan lebih jauh lagi. Itu sudah jadi urusan pribadi-nya.

Insting aneh saya mulai berjalan ketika pada suatu hari di waktu makan siang bersama si AR, ia mengajak seorang wanita berambut panjang, berkulit putih dan lumayan cantik menurut saya. orangnya enak dilihat lah :D hahaha...

Eh...ikke gak cuma doyan liat cowok ganteng, cewek cantik ikke juga seneng, yah cuci mata kan gak cuma untuk satu jenis aja kaaannn hahaha...  

Saya ingat waktu itu hari Jum’at karena saya ingat wanita berambut panjang itu memakai terusan batik. Sekilas saya lihat dari jauh dia agak mirip dengan kolega saya. Kita makan bersama di rumah makan langganan dekat kantor. Kebetulan murah meriah dan makanannya cukup enak hahaha...Sekalian rame-rame dengan kolega lain.

Kolega saya mengenalkan wanita ini ke saya dan teman-teman lain. Dari kesan pertama, wanita ini cukup ramah dan dia membagikan lauk (ikan bandeng dari semarang) yang dia punya ke piring saya sambil tersenyum dan bilang: ”Nih dicoba, enak lho”.

Waktu itu kepikiran: ”Dikasi ikan dari wanita cantik, siapa yang gak mau sih ?”  plus senyuman di wajah, jad hilang lapernya hahaha...

Saya pun dengan senang hati menerimanya. Pas dicoba enak sih hehehe... Selesai makan siang kami pun kembali bekerja. Sore-nya kolega saya ini mengajak saya dan teman-teman lain untuk nonton film bareng di bioskop. Biasa...anak muda kalo weekend yah refreshing. Kebetulan waktu itu mau weekend.

Cerita-nya berlima, nonton di hari Sabtu. Ketika weekend tiba saya pun diberitahu jika satu kolega batal untuk pergi karena berhalangan. Kolega saya si AR ini pun meminta saya untuk menunggu karena dia meminta konfirmasi dengan kolega lain, sementara saya hanya tinggal menunggu jawaban dari mereka saja jadi atau tidak. Sms konfirmasi dari kolega saya pun tiba : ”Tunggu, gw masih mau nanya si A jadi apa kaga, kalo jadi berarti kita berempat, elu, gw, si A sama sodara sepupu gw yang kemaren makan siang bareng ama kita”.

Ketika saya baca sms-nya: ”...sama sodara sepupu gw yang kemaren makan siang bareng ama kita.”

Saya pun tahu kalau wanita itu ternyata sepupu dia, tapi agak sedikit ada firasat aneh waktu itu. Hanya nggak saya gubris. Waktu itu pikirannya : ”Bodo mau ama siapa, yang penting nonton” hahaha...

Di hari-hari berikutnya saya pun makan siang terpisah dari kolega-kolega yang lain, mereka lebih memilih makan di lokasi kantor belakang yang lebih murah meriah, tapi cukup jauh. Sedangkan saya diajak kolega lain untuk makan di kantin yang letaknya di bawah kantor.

Dengan kolega (cewek) saya yang ini kita juga cukup dekat. Malah lebih sering makan siang bareng kolega saya yang cewek ini. Sebut saja si LM. Sampai pada suatu kesempatan dia menunjukkan sebuah foto dari perangkat Blackberry-nya seorang wanita berambut panjang berkulit putih dan persis seperti foto yang saya lihat dari perangkat Blackberry milik si AR.

Dasar saya yang agak sedikit dodol, saya bilang:  ”Wuih... ini kan cewek yang ada di BBM si AR. Gak sengaja kemaren kebaca gua. Di bbm itu dia bilang, ’Beib, masih sibuk ??’. Tapi kemarin si AR ngaku-nya ke gua kalo nih cewek sepupu-nya”.

Kolega saya si LM pun menjawab: ”Ini cewek satu kantor ama kita. Kalo si AR bilang itu sepupu-nya yah bilang aja sepupu-nya”.

Titik, gak pake koma.

Dari situ saya pun mulai ”ngeh” tanpa bertanya lebih lanjut ke kolega saya si LM. Saya pun mengerti.

Tapi tak habis pikir, punya pacar tapi ngaku ke orang sebagai sepupu ???. Pikir saya : ”Yah mungkin dia ga enak dilihat orang-orang satu kantor kalo pacaran, kan image-nya gak bagus untuk beberapa kalangan”.

Ketika hal ini saya share dengan sahabat terdekat saya (di luar kantor) dan dia pun meng-iya-kan kasus serupa seperti yang dialami kolega saya, si AR. Sambil tertawa, temen saya ini bilang : ”Gua dulu lebih bego lagi. Diboongin bertaon-taon, dari kelas 1 SMA, kalo cewek yang sering dia bonceng, anter jemput pulang pergi sekolah itu sepupu dia. Abis ngaku-nya tuh cowok, itu sepupu dia sih. Gak tahunya itu pacar dia.”

Lantas kami berdua pun tertawa terbahak-bahak, menyadari ”kepolosan” kami.

Cuman tetep aja gak habis pikir dengan kolega saya si AR : ”Jelas-jelas itu cewek dia, kenapa harus ngaku sepupu ??? toh di perusahaan tempat saya bekerja, mengijinkan suami istri/ pasangan untuk bekerja di tempat yang sama”.

Well, tiap-tiap orang beda lah yaoww... 

Cheers,

SL

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 4 Halaman Komentar | First Prev Next Last
@Ariana : yah yang sepupu-an akrab disangka pacaran, nah yang pacaran ngaku-nya sepupu-an. hahaha
Posted by: Straight_Line | Sabtu, 17 November 2012 | 10:33 WIB
@Meong : sepaha ? paha ayam apa paha meong ? wkwkwkwk
Posted by: Straight_Line | Sabtu, 17 November 2012 | 10:32 WIB
Dulu pas sekolah, sepupuku sekelas, saking akrabnya, malah disangka pacaran.
Posted by: Ariana | Kamis, 5 Juli 2012 | 23:15 WIB
Non, yg ini sepupu, yg itu kakak, yang sana saudara jauh, wkwkwk banyaak amirrr cem cem annya
Posted by: dewimeong | Selasa, 26 Juni 2012 | 16:11 WIB
AKu tahuuuu... Supaya kalo nemu yang bening lagi, bisa dijadiin pacar lagi. Tinggal pilih deh nantinya, mana yang lebih lezat... Qiqiqiqiqi
Posted by: Nonsy | Selasa, 26 Juni 2012 | 16:02 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved