JUMAT, 18 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiUrban
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Warga Jerman Jarang ke Bioskop
Agus Setiawan

Meskipun merupakan tuan rumah festival film internasional Berlinale, warga Jerman jarang pergi ke bioskop. 

Penduduk Jerman termasuk warga di Uni Eropa kurang gemar ke bioskop. Tahun 2011 hanya 1,6 kali penduduk Jerman pergi ke bioskop. Ini berarti kekerapan warga Jerman mengunjungi bioskop lebih rendah dari rata-rata kunjungan warga Uni Eropa ke bioskop per tahun, yakni 1,9 kali. Demikian menurut data badan statistik Jerman (Destatis) berdasarkan publikasi data Eurostat dan Media Sales.

Warga Irlandia Paling Gemar ke Bioskop

Negara di Uni Eropa yang penduduknya paling sering nonton ke bioskop adalah Irlandia. Tahun 2011 setiap penduduk Irlandia rata-rata 3,6 kali pergi ke bioskop. Perancis dengan rata-rata 3,4 kali kunjungan ke bioskop per orang per tahun atau Inggris (2,7) menunjukkan, di negara tersebut popularitas film lebih tinggi daripada di Jerman. 

Secara umum jumlah pengunjung bioskop di Uni Eropa menurun. Tahun 2011 jumlah tiket bioskop yang terjual seluruhnya sekitar 960 juta. Ini berarti penurunan 0,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan paling mencolok ditunjukkan Italia sebesar 7,9 persen dan Spanyol dengan minus 7,1 persen.

Kostermans/dpa/ derstandard.at
Editor: Agus Setiawan

Sumber:www.dw.de/dw/article/0,,15822402,00.html

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 3 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Kalo inem mah selagi ada yg masih gratis mendingan nonton gratis aja..dari pada sering2 ke bioskop..muahaaaaal booo...mendingan uangnya inem tabungin buat mudik--hehehehe....
Posted by: Wati-Jerman | Kamis, 12 April 2012 | 20:09 WIB
farvel: Kalau film-film baru memang hampir semuanya hasil rekaman dari kamera, walau kadang pernah dapat yang berkualitas karena salinan DVD yang masih ada watermark-nya. Saya selalu menunggu saudara-saudari sudah selesai menyalin dari Blu-ray discs ataupun DVD. Kalau film serie dengan tayangan HD yang diarah karena cepat, tidak ada iklan dan tidak ada sensor. Baru sadar kalau ada adegan yang terlalu keras macam waktu sang agen Rusia dibongkar rongga dadanya hidup-hidup seperti dalam film serie 24, ternyata adegan ini disensor di Australia.
Posted by: Fatso | Minggu, 25 Maret 2012 | 16:09 WIB
Kalo buatku, di Belanda, aku jarang ke bioskop pertama, karena suami ga suka nonton fim. Ke 2, di sini pemutaran film nya cepat tayang di TV. Tunggu 2 tahun an, udah tayang dech... Sekarang ke bioskop cuma buat anak...:-)
Posted by: Fabiola | Minggu, 25 Maret 2012 | 04:36 WIB
fun termasuk yg jarang ke bioskop, selama 5 thn pulang di Ponti baru 3x ke bioskop wkwkwkwk....
Posted by: funkeykey | Sabtu, 24 Maret 2012 | 09:26 WIB
Fatso: Film2 bs di unduh yg baru ditayangkan, kualitasnya sangat buruk dan kdg2 suaranya gak jernih, iyalah wong hasil dr rekaman ilegal:) namun kalau sudah lebih dr satu thn br hasilnya memuaskan.. tapi disaat nonton film yg diunduh kok perasaan gak nyaman ya.. seperti ada beban oleh sebab itu aku dan suami berhenti mengunduhnya dan memilih menonton dijalur resmi, lebih nyaman dan perasaan tenang..lagian secara tidak langsung kita menghidupkan industri perfiliman heehee...
Posted by: farvel | Sabtu, 24 Maret 2012 | 09:23 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved