KAMIS, 23 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiSketsa
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Belajar Dari Red Hood (Night)
Night - Australia

Dear KoKiers,

Saya sudah lama nggak menulis artikel. Kesibukan sebagai orang yang sok sibuk menyebabkanku jauh dari hiruk pikuk KoKi.

Tiba-tiba terlintas pikiran untuk mengajarkan KoKiers belajar menggambar. Hahaha... Saya teringat pada masa kecilku, ibuku membelikanku buku belajar menggambar, biasanya gambar binatang. Saat kecil gambar yang sederhana itu terlihat susah, makanya terlintas untuk membagi ilmu menggambar masa kecil itu yang menurutku susah tersebut dan percayalah saya yakin setelah melihat tutorial ini KoKiers tetap akan bilang menggambar itu susah. Hahaha...

Gambar 1.


Orang-orang menyebutnya ghost line, ini sebenarnya nggak perlu sih, tapi sepengetahuanku saat kecil dari buku yang kugunakan belajar menggambar memang membutuhkan garis kasar ini untuk mengira-ngira hasil akhir yang diinginkan. Saya sendiri jarang menggunakan garis demikian.

Gambar 2.


Setelah ini diberi detail gambar yang diinginkan.

Gambar 3.


Nah, setelah itu bagian paling asik, mewarnai. Jaman saya kecil mewarnai adalah hal yang tidak kusukai dan menurutku menghabiskan waktu. Tapi sekarang setelah lebih dewasa menurutku mewarnai adalah, tetap saja menghabiskan waktu. Hahaha...

Gambar 4.


Nah, setelah itu diberi detail. Oh... itu cuma hasil akhir doank, nggak ditambah detail lagi....

Bagaimana menurut KoKiers? Menggambar mudah bukan? Saya tahu pasti kebanyakan KoKiers bilang susah. Hahaha... Sepertinya tutorial menggambar ini nggak berbeda jauh dari jaman saya kecil yang saya selalu merasa menggambar itu sulit.

Selamat mencoba menggambar KoKiers, saya memaklumi kalo KoKiers menggerutu setelah melihat tutorial yang seperti ini sama seperti masa kecilku yang merasa tutorial menggambar saat itu juga susah.

Nb: figur sketsa di atas adalah tokoh Red Hood sesuai yang diberikan oleh Night. (Redaksi KoKi)

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 5 Halaman Komentar | First Prev Next Last
saya salah menanggapi? hahahah ... sebaliknya, sy justru menangkap hasrat tersembunyimu :p ---------> Sebenarnya ini sama saja seperti ketika seorang fotografer tidak menyukai ketika hasil fotonya luar biasa dan yang dipuji justru kameranya haha...
Posted by: Natya KGB | Minggu, 19 Februari 2012 | 18:57 WIB
Saya hanya menjawab masalah tool yang dipakai haha... Kenapa? Ngga puas? Kelihatannya kamu salah menanggapi, saya ngga perlu kok kamu puji :) Ya kan da ditulis tutorial menggambar, bukan mewarnai. Mengenai mewarnai, itu sangat perspektif ketika mengira-ngira masalah lighting segala yang lebih kepada imajinasi. Saya rasa saya sendiri belum ahli untuk hal demikian haha... Sebenarnya emank sengaja membuat terkesan susah. Yah itu memang digital tapi basicnya itulah yang terjadi dikertas. Keuntungan ghostline adalah kita punya kesempatan untuk menambah detail saat menggambar karena jika langsung gambar tanpa ada bantuan ghost line biasanya kita ngga akan peduli mau nambah detail sana sini setelahnya.
Posted by: night | Jumat, 17 Februari 2012 | 19:11 WIB
Namanya tutorial, kan bertujuan untuk ngajarin orang lain (tutorial = penuntun), termasuk yang awam dgn gambar digital. saya enggak paham liat 4 langkah tutorialmu : ghost line – detail – warnai – hasil akhir …… ibarat koki, ngajarin masak ngasih langkah : kupas - rajang – goreng – hidangkan …….. si koki lbh senang dipuji kelezatan masakannya, bukan ditanya bagaimana cara masaknya sampai bisa masak seenak itu? ………… koko-mu menjawab koko saya -kalo saya analogikan-, seperti fotografer lagi NGAJARIN orang awam utk motret. Si awam nanya fotografer pake kamera apa? (soalnya dia pengen beli kamera buat belajar motret agar bisa motret sebagus si fotografer) tapi si fotografer lebih senang si awam komentarin hsl fotonya yang luar biasa :) mau ngajarin atau mau dikomentari hasilnya doank? ======= oh yah, engga jadi minta tutorial komik ma animasinya :p
Posted by: Natya KGB | Jumat, 17 Februari 2012 | 13:52 WIB
Hai Natya mengenai pewarnaan saya tertarik memberi penjelasan tentang pewarnaan secara digital. Saya bisa memberi penjelasan yang sama untuk pertanyaan ini dengan analogi kisah tukang masak alias koki. Apakah seorang koki akan suka dipuji masakannya enak karena kuali yang digunakan atau alat masaknya membuat masakannya menjadi lebih lezat? Tidak bukan? Sebenarnya ini sama saja seperti ketika seorang fotografer tidak menyukai ketika hasil fotonya luar biasa dan yang dipuji justru kameranya haha... OK, saya menggunakan Wacom Bamboo dalam menggambar maupun mewarnai secara digital dan program yang kugunakan standar menggunakan Adobe Photoshop. Tidak ada tools khusus dalam hal ini, saya hanya menggunakan brush dan paint. Saya lebih suka mengakui tehknik pewarnaan setiap orang berbeda, saya sendiri lebih suka mewarnai berdasarkan layers pada posisi normal tapi ada juga yang lebih suka menggunakan multiply. Bagiku hasilnya sama saja. Ada juga orang yang lebih suka menggunakan Adobe Illustrator, saya sendiri tidak begitu berminat meski sebenarnya cara ini jauh lebih mudah tapi hasilnya tidak serealistis Adobe Photoshop, ini karena memang keduanya sebenarnya berbeda medium, satu bitmap dan satunya lagi vector. Mengenai tutorial membuat komik, jujur saja sama saja dengan dengan menggambar dan mewarnai, bedanya adalah finishingnya. Saya menggunakan Adobe InDesign pada saat finishing, program ini jarang digunakan orang karena dianggap tidak menarik tapi sebenarnya program ini kuanggap paling powerful dibanding Photoshop maupun Illustrator. Mengenai 3D, itu adalah dunia yang berbeda. Membuat character 3D bukanlah seperti 2D, makanya lebih sering disebut modelling. Ibarat membandingkan lukisan dan patung, caranya sangat berbeda dan meskipun orang yang tidak bisa menggambar selama mengetahui tehkniknya maka mereka tetap bisa membuat model 3D. Sayangnya program demikian sangat mahal dan rumit, tidak sesederhana Adobe. Saya sendiri bukan ahli 3D meskipun saya bisa menggunakan program 3D. Keuntungan 3D dibanding 2D dalam animasi adalah 3D setelah model terbentuk hingga siap dianimasi maka kita tidak perlu lagi mengulang setiap frame. Sedang 2D setiap frame hasus digambar satu persatu (ada sih tehknik mengulang frame tapi tetap saja ngga serealistis ketika dibuat satu persatu). Bayangkan satu detik animasi menggunakan 24 frames, berapa gambar yang harus dibuat untuk 1 jam? Itu hanya gambaran kasar jika Natya tertarik dalam bidang yang kutekuni.
Posted by: night | Jumat, 17 Februari 2012 | 12:00 WIB
manual ato pake pen tablet? sy paling engga bisa mewarnai. sy ngarep dikasih langkah detail mewarnai, software yg digunakan, dan tools apa aja yg dipake. saya tunggu tutorialmu untuk membuat : komik, animasi 2D, dan 3D (sapa tauk orang sok sibuk lagi ngga sok sibuk)
Posted by: Natya KGB | Jumat, 17 Februari 2012 | 09:37 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved