SENIN, 20 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiWorld
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Lapangan Kerja Bagi Usia Muda Masalah Global
Hendra Pasuhuk

Organisasi Buruh Internasional, ILO perkirakan kuota kawula muda yang tunakarya di negara industri akan turun dari 17,5 persen menjadi 15,6 persen di tahun 2017.

Prediksi menurunnya jumlah tunakarya usia muda, sayangnya hanya berlaku bagi kelompok negara industri. Di negara-negara ambang industri dan berkembag diperkirakan jumlah tunakarya antara usia 15 – 24 tahun akan meningkat. Menurut ILO, yang merupakan badan khusus dari PBB, perkembangan ini merupakan dampak krisis utang zona Euro yang kini mengimbas negara-negara di luar Eropa.

Di Eropa jurang perbedaan antara negara-negara makmur di Utara dengan negara-negara Selatan yang terlilit utang semakin nyata. Ini terlihat dari tingkat tunakarya kawula muda Jerman yang berada di bawah 10 persen, sementara di Spanyol dan Yunani jumlahnya bisa mencapai 50%. Begitu prognosa para pakar PBB.

Amatan kritis
Seandainya angka tunakarya betul-betul turun di negara industri, ini tidak berarti ada alasan untuk duduk dengan puas dan berpangku tangan. Begitu ungkap Werner Eichhorst. Pakar Kebijakan Tenaga Kerja di Lembaga Penelitian IZA di Bonn mengingatkan bahwa lima tahun sebelum krisis, angka tunakarya jauh lebih rendah.

                                                                  Mengantri di Depnaker Yunani

Studi ketenagakerjaan kaum muda yang diterbitkan Selasa (4/9) di Jenewa dirangkum oleh Ernst Ekkehard, kepala bagian Pengembangan Lapangan Kerja di ILO. Ia mengatakan, bahwa perubahan angka tunakarya itu harus diamati secara kritis. Turunnya angka tersebut di negara industri tidak berarti bahwa lapangan kerja lebih besar.

Pasalnya, banyak anak muda yang nantinya tidak lagi terangkum dalam statistik, karena untuk bertahan hidup mereka bekerja serabutan di sektor informal. "Artinya, banyak anak muda yang keluar dari pasaran kerja yang formal“, begitu jelas Ernst.

Perkembangan Tragis
Kondisi tunakarya selalu merisaukan, apalagi bila menimpa orang-orang muda, dan kuotanya terus melaju lebih tinggi daripada usia rata-rata. Ungkap Werner Eichhorst kepada DW. Lebih lanjut ia jelaskan, „bagi anak muda ini bagaikan bencana. Apabila upaya masuk ke pasaran kerja gagal dari awal, bisa menjadi stigma yang terus terbawa“.

Menurut Eichhorst ada dilema besar dalam hal ini. Tanpa pekerjaan tidak ada pemasukan dan ini berarti keterbatasan mereka untuk melibatkan diri dalam kehidupan sosial. Padahal justru di negara-negara industri yang populasinya semakin tua, perlu adanya integrasi anak muda ke lapangan kerja – dan tingkat kegagalannya selama ini semakin besar. "Ini hal yang tragis."

Pendidikan dan Migrasi
Perbedaan perkembangan kelompok muda tunakarya di negara industri dan negara-negara berkembang menurut Werner Eichhorst sangat terkait dengan sistem pendidikan di negara-negara tersebut.

                                                                                 Ernst Ekkehard

''Hingga kini langkah-langkah jangka pendek untuk mengatasi masalah tunakarya kurang berhasil“, ungkap Werner Eichhorst. Ada negara-negara yang mencoba meluncurkan program peningkatan kualifikasi atau program kerja yang tersubsidi. Dalam hal ini, pemerintah membayar separuh dari upah yang diberikan kepada karyawan muda yang dipekerjakan oleh perusahaan swasta. Namun ini hanya membantu apabila kondisi umum ekonomi negara itu positif: ada pertumbuhan ekonomi yang kuat, tingkat permintaan yang besar di dalam negeri dan peluang besar dalam pasar ekspor.

Pakar ketenagakerjaan itu menunjuk pada satu hal lain yang bisa menurunkan jumlah tunakarya muda di negara-negara berkembang. Yakni, bila mereka sejak awal tidak mencari pekerjaan di dalam negeri. Dengan kata lain, menentukan nasib sendiri dan bermigrasi.

Dirk Kaufmann/Edith Koesoemawiria
Editor: Hendra Pasuhuk

Sumber: www.dw.de/dw/article/0,,16221747,00.html

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 3 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Cari kerja gampang2 susah, untung dari belum lulus hingga saat ini, nggak mengalami kesulitan cari kerja. Modal utama, untuk cari kerja adalah kemampuan, niat, dan usaha.
Posted by: Ariana | Kamis, 13 September 2012 | 22:09 WIB
@WYD : Baru tau yeh ente ? Itu kan kerjaan sambilan ik disamping nginem .. piye too ?? wkwkwkwk..
Posted by: Margharita | Selasa, 11 September 2012 | 22:36 WIB
marg ternyata anda pakar ekonomi juga ya hehheheh.
Posted by: wyd | Selasa, 11 September 2012 | 16:01 WIB
Menurut saya ILO terlalu optimistik meramalkan penurunan angka pengangguran sehingga 2.1 percent dalam jangka 5 taun . Eropa secara umum sudah broke , ngga ada duit lagi karena budaya utang yg tidak terkendali dan sistem mengatasi utangan dengan utangan baru , belom lagi sistem welfare yg rentan untuk disalah gunakan. Soal kesenjangan ekonomi Eropa Utara dan Selatan itu bukan hal yg baru karena memang sejak dari dulu negara - negara eropa utara umumnya lebih makmur dari yg di selatan dus ide penggunaan satu mata uang "euro " was doomed from the beginning ! Ya makanya sekarang negara - negara spt Portugal , Italy , Greece , Spain ( satu lagi lupa deh ) .. dililit utang karena emang secara ekonomi ngga bisa bersaing dengan negara - negara spt German , Belanda , Findland , dll ... selain itu juga perbedaan masa pensiun , suku bunga , budaya ( jam kerja ) , tingkat korupsi jga ngga sama kek yg di utara .
Posted by: Margharita | Senin, 10 September 2012 | 15:36 WIB
uwil.....laah kalau sekolahnya di Ln...kan kadang justru cari dinegara orang lain dl jg hehehehe........anak gw dah mau lulus neh.....hehehe....weeee emang bener skrng cari kerja susah......dl gw belum lulus ajaah dah dpt kerjaan , skrng dah lulus pd susah dpt......hemmmm.......apalagi yg lulusan uni yg biasa2 ajaah, wee susah lg tuuh....kalau uni top pasti gampang.......
Posted by: dewimeong | Senin, 10 September 2012 | 06:39 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved