Armada pesawat angkut Osprey telah tiba di sebuah pangkalan militer AS di Jepang barat di tengah kontroversi yang masih berlanjut mengenai keamanan pesawat-pesawat itu.
Kapal kargo yang membawa 12 pesawat Osprey tiba di Pangkalan Iwakuni tadi pagi. Pesawat itu telah dibongkar muat dari kapal.
Militer AS berencana melakukan perawatan terhadap pesawat itu dan mengadakan uji coba penerbangan sebelum menempatkannya di Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma di Okinawa.
Namun masyarakat sangat mengkhawatirkan keamanan Osprey, terutama kalangan penduduk Iwakuni dan Okinawa, menyusul dua kecelakaan baru-baru ini yang melibatkan pesawat itu.
Walikota Iwakuni, Yoshihiko Fukuda, mengatakan ia akan mengajukan protes kepada pemerintah karena mengizinkan pesawat-pesawat itu diturunkan dari kapal.
Hari ini sekelompok pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang penempatan pesawat itu di perairan di sekitar Pangkalan Iwakuni. Sekitar 20 orang dengan menggunakan perahu mesin dan perahu karet mengangkat poster dan spanduk, menyerukan agar penempatan pesawat itu dihentikan.
Menteri Pertahanan Jepang Satoshi Morimoto sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa ia lega karena pesawat-pesawat Osprey tengah dibongkar muat tanpa terjadinya kekisruhan besar apapun. Morimoto mengatakan ia tidak memiliki keraguan AS akan memastikan keamanan Osprey sebelum dimulainya operasi-operasi penerbangan.
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
penolakan para petani Okinawa atas penguasaan ladang garapan petani oleh militer (apalagi oleh militer asing ) pasti gampang tersulut . hampir sama kejadiannya ditanah air .. ada lahan petani yg dipakai oleh tentara buat latihan perang2an ... (mungkin aja pembebasan harga tanah belom akur )