SABTU, 19 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiWorld
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Stasiun TV China Hapus Acara Merah
Carissa Paramita

Drama politik di Cina mempengaruhi program stasiun televisi. Tayangan politik dihapus setelah si penggagas dipecat dari partai. 

Sebuah stasiun televisi di Cina akan memangkas siaran-siaran yang menonjolkan para teladan komunis, hanya setahun setelah memperkenalkan tayangan "merah" yang digerakkan Bo Xilai, pemimpin setempat yang baru dipecat. 

Media pemerintah Global Times mengatakan, pemancar televisi satelit di Chongqing yang didukung pemerintah, akan kembali mengudarakan tayangan utamanya yang berkisar pada komedi situasi, mulai 2 April mendatang. 

Langkah ini diambil hanya beberapa pekan setelah Bo diberhentikan sebagai ketua partai di Chongqing, kota metropolis yang berkembang cepat di barat daya Cina. Bo terkenal karena kampanye "kebangkitan merah" yang merakyat, termasuk acara-acara yang memajukan lagu-lagu era komunis dan kisah-kisah revolusioner klasik.

 

                                                                                                                                            Bo Xilai

Gara-gara Bo
Menurut sebuah laporan pada situs internet cqnews.net, Televisi Satelit Chongqing juga mulai menyiarkan serangkaian acara hiburan baru dan melanjutkan tayangan iklan komersial. Para staf stasiun itu tidak dapat mengkonfirmasikan perubahan program televisi tersebut saat dihubungi AFP. 

Bo Xilai sempat menjadi bintang yang melejit. Kejatuhannya awal bulan ini merupakan drama politik terbesar dan paling mendapat sorotan di Cina dalam beberapa tahun terakhir. Pemecatan Bo meruntuhkan ambisinya untuk bergabung dengan dewan pengambil keputusan paling berkuasa di Cina akhir tahun ini. 

Bo diberhentikan dari jabatan ketua partai komunis di Chongqing setelah mantan tangan kanannya dan kepala polisi Wang Lijun dilaporkan mencoba menyeberang ke Amerika Serikat dalam peristiwa dramatis yang tetap terselubung misteri. 

Ganti program = rugi
Bo adalah putra tokoh revolusioner komunis yang banyak dipuja, Bo Yibo. Menurut para pengamat, Bo menjalankan kampanye "kebangkitan merah" di Chongqing guna menaikkan popularitasnya di dalam partai. 

Tayangannya antara lain mengirim pejabat pemerintah untuk bekerja di desa dan mendorong kaum pekerja untuk menyanyikan lagu-lagu revolusi. Acara-acara ini diamati dengan rasa khawatir oleh unsur yang lebih liberal dalam partai komunis Cina. 

Setelah mengumumkan perubahan program acaranya, Televisi Satelit Chongqing dilaporkan kehilangan pemasukan sebesar 300 juta Yuan.

Renata Permadi/ afp,dpa
Editor: Carissa Paramita

Sumber:www.dw.de/dw/article/0,,15838610,00.html

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Kalo di Indonesia biasa aja tuh, banyak yang punya TV malah orang2 partai...wkwkwk
Posted by: wolflew | Sabtu, 31 Maret 2012 | 00:07 WIB
wah yg nyebrang ke amrik tangan kanannya, kok pak bo yg dicopot.. kasian pak bo..
Posted by: wyd | Kamis, 29 Maret 2012 | 16:04 WIB
keren....nonton TV diatas kasur batu...jadi TV jaman batu
Posted by: Caridaki | Kamis, 29 Maret 2012 | 11:49 WIB
Wooow pertamax lagi....banjir artikel hari ini....!!
Posted by: rajawali | Kamis, 29 Maret 2012 | 01:45 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved