JUMAT, 18 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiWorld
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Terungkap! Horor di Sungai Gangga
Reef - Australia


Sweet Z/AsMods  Detikers dan kokiers setia  dimanapun anda berada, salam damai dari Oz,

Note : artikel ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung etnik atau kepercayaan tertentu namun semata-mata hanya sebagai informasi saja.

Prolog :

Menatap beberapa foto yang terpampang di depanku, bulu kudukku berdiri, merinding, bukan sekedar merinding karena takut melihat horor yang nyata ter-ekspresi di foto-foto tersebut, namun merinding karena mengetahui hal yang 'baru' yang kuanggap di luar imajinasiku selama ini. Kurang puas hanya melihat gambar foto, aku meng-klik beberapa video yang berkaitan dengan foto yang ada di depanku, kembali aku dibuat merinding menyaksikan beberapa rekaman baik yang profesional berupa flim pendek dokumenter, maupun yang amatiran yang direkam oleh beberapa turis.  Video-video tersebut adalah rekaman kejadian normal sehari-hari bagi masyarakat  di sekitar sungai suci Gangga di India,  yang walau merupakan pemandangan sangat  'luar biasa' bagi orang lain pada umumnya. Ya, India. negara eksostik penghasil film terbesar setelah Hollywood tersebut ternyata menyimpan suatu keunikan yang sangat dan sangat unik.

Dear Kokiers,

Bekerja dengan lingkungan multiculture sangat menarik karena dengan bergaul dengan orang dari berbagai bangsa selain menambah wawasan, juga tentu menjadi lebih tahu tentang hal-hal yang berhubungan dengan budaya masing-masing negara.  Salah satunya adalah tentang India. Lucky me, rata-rata rekan kerjaku tidak keberatan ketika aku rajin bertanya-tanya tentang budaya mereka. Salah satu topik yag begitu menarik, yang ingin aku gali,  adalah misteri sungai Gangga.  Kutanyakan hal ini kepada salah seorang rekan kerjaku,  sebut saja : Devi.

"Jadi benar informasi yang aku baca di internet dan di buku..?" Aku mulai bertanya topik inti setelah basa-basi sejenak, saat kami lunch break. Sambil menikmati capati dan currynya, si Devi tersenyum  :
"Ya, demikianlah...." Jawab Devi yang beragama Sikh. Tangannya sibuk menutulkan capati di mangkok curry-nya.
"Horror juga ya?" tanyaku.
"Yes, You can say that....." Sambil mengangkat bahu. Mulutnya berketjap menikmati capati-nya.
"Heeeeeeeeeeemmmmmmmm..." Aku hanya mampu ber-heeeeeeeem saja. Anganku kembali ke beberapa video yang telah aku saksikan.  Kucocolkan salad ke mulutku mengimbangi si Devi.
"Apa kau pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri?" tanyaku lebih lanjut.
"Yep...." Jawabnya mantap.
"Perasaanmu...?" Kejarku.
"Normal..that the way they are...!" Jawabnya sambil menyantap potongan capatinya yang terakhir.

Dear Kokiers,

Pertanyaan inti yang kuajukan adalah : Apakah benar pemandangan mengerikan yaitu mayat-mayat mengapung meramaikan sungai Gangga dan hilir mudik setiap saat merupakan pemandangan sehari-hari seperti yang aku baca di internet?  Jawaban si Devi semakin mempertajam visual anganku akan sungai Gangga. Konon,  para jenazah tersebut,  kadang-kadang masih utuh namun lebih sering sudah rusak dan kadang-kadang sudah berupa tengkorak saja. Bahkan di beberapa video yang kusaksikan, terlihat burung-burung asyik mengoyak -oyak sebuah bungkusan besar, sementara di viedo lain, seekor anjing sedang menyeret sesosok tubuh yang masih bercelana jeans sebelum akhirnya berhasil mencaplok daging bagian kaki.

Bagaimana sungai ini bisa 'penuh' mayat....?

Masyarakat Hindu India menganggap sungai Gangga adalah suci dan sudah merupakan hal yang jamak , sungai Gangga juga merupakan cita-cita 'kuburan' mereka kelak, sebagai pamungkas kesucian jiwa dan raga. Selama ribuan tahun jutaan orang sudah dimakamkan  (baca : dilarung) di sana. Merupakan cita-cita suci bagi masyarakat Hindu India untuk bisa dikremasi di sungai Gangga jika meninggal. Namun sayang, pada kenyataannya tidak setiap warga mampu mendanai upacara kremasi yang   membutuhkan biaya sangat besar.  Mungkin akan berhasil mulus bagi mereka yang mempunyai uang tebal, dalam arti mayat akan sukses menjadi abu dan selanjutnya abu ditabur di sungai Gangga, yang menjadi masalah, masyarakat India yang sebagian besar hidup dalam kemiskinan banyak yang tidak mempunyai cukup uang untuk melakukan kremasi secara sempurna, dalam arti....sering sesosok mayat dalam proses kremasi kurang kayu, dan karena tidak ada dana untuk membeli kekurangan kayu untuk kremasi,  membuat mayat tidak terbakar secara tuntas namun hanya setengah atau seperempat saja dan selanjutnya mereka membuang sisa-sisa mayat di sungai begitu saja.  Bahkan sering juga ditemukan mayat yang terbungkus rapi mengapung di permukaan sungai, nampaknya mayat ini belum tersentuh kremasi. Mayat-mayat ini berasal dari keluarga miskin yang tidak mampu sama sekali untuk melakukan upacara kremasi. Bahkan di dalam video yang aku saksikan, every now and then tampak pula mayat yang tidak dibungkus apapun kecuali pakaian yang melekat di badanya.

Mayat-mayat yang mengapung ini merupakan pemandangan sehari-hari dan sangat biasa, namun sangat mengejutkan bagi orang luar atau turis yang pertama kali menyaksikan hal ini.  Saking biasanya pemandangan melihat mayat mengapung baik utuh maupun setengah utuh,  anak-anakpun tidak takut. Di salah satu rekaman, bahkan anak-anak itu dengan tertawa gembira dan bercanda mengorek-ngorek 'bungkusan' putih besar dengan galah bambu. Sebagian masih di atas perahu kayu kecil dan sebgaian lagi sambil tertawa-tawa dari dalam sungai. Atau, di video lain, seperti yang telah kusebut di atas, seekor anjing sedang asyik menarik-narik sesuatu dari sungai  apalgi kalau bukan mayat yang terdampar di tepi sungai.

Dear kokiers,

India identik dengan Hindu dan sungai Gangga selain Bollywood tentu saja. Kehadiran sungai Gangga sangat signifikan bagi masyarakat India.  Dipekirakan sekitar dua juta orang melakukuakn ritual mandi di sungai Gangga setiap harinya. Di dalam agama Hindu sungai Gangga ini dipercaya berasal dari air yang mengalir dari kaki dewa Wisnu (bagi pemeluk Vaisnava) atau juga merupakan rambut dewa Shiwa (bagi pemuja Dewa Shiwa). Sungai Gangga sangat berarti bagi kehidupan raligius masyarakat Hindu sama berartinya sungai Nile bagi masyarakat Mesir. Namun demikian walau sungai Gangga dianggap sebagai sungai suci,  keadaan sehari-harinya justru jauh dari suci secara kasat mata, dalam arti sungai Gangga menyimpan problem khusus yang sangat memprihatinkan. Yaitu polusi air kategori berat.  Air sungai yang berwarna kecoklatan  lebih merupakan sungai yang sangat keruh full tumpukan limbah sampah yang berupa sampah kimia, sampah yang berasal dari ratusan got, kotoran manusia dan juga sisa-sisa jenazah manusia dan juga bangkai binatang. Semua yang berjudul sampah tumplek blek di sungai Gangga. Dan sampah-sampah yang 'unholy' inilah yang beresiko tinggi  bagi kesehatan manusia apabila mandi di sungai tersebut.  Resiko umum  misalnya terkena penyakit infeksi Bilharziasis atau jika minum air sungai akan terkena Fecal-oral route.

Kombinasi bakteri dan penduduk yang super banyak yang melakukan ritual bersih-bersih campur aduk menjadi satu menjadikan sungai Gangga menjadi sangat khas. Walau faktanya berbagai limbah tumpuk undung, namun ternyata  sungai Gangga ini  dipercaya mempunyai kekuatan magis tersendiri karena sungai ini mempunyai kemampuan unik yaitu melakukan upaya pembersihan-sendiri  (self purification) terhadap  polusi  secara alami  dan menyebabkan  bakteri semacam disentri dan Kolera akan mati dengan sendirinya dalam waktu yang sangat singkat.

Di bagian Upstream dari Varanasi, sebagian besar para peziarah yang mandi sepanjang sungai menganggap air di bagian upstream ini jauh lebih murni dan suci karena mengandung biochemical yang jauh lebih rendah. Menurut sebuah studi tahun 1983 bakteri semacam E-coli, fecal streptococci dan kolera akan mati dua atau tiga kali kebih cepat di sungai Gangga dibanding dengan air sungai lainnya dan juga jika dibanding  air sumur di sekitar daerah tersebut

http://en.wikipedia.org/wiki/Pollution_of_the_Ganges


Jika setiap harinya jutaan masyarakat Hindu mandi di sungai Gangga maka jumlah orang yang mandi akan jauh lebih banyak lagi saat  musim festival sepanjang tahun. Uniknya dari sekian juta orang yang mandi di sungai Gangga belum pernah dilaporkan ada orang yang terjangkit penyakit contagious yang menular dan juga tidak ditemukan tanda-tanda adanya penyakit kulit lainnya. So selama ini mandi campur aduk ribuan orang pada saat yang sama ternyata tidak mengakibatkan terjangkitnya penyakit yang menular, dengan kata lain air keruh Gangga aman-aman saja.  Sungai Gangga sepanjang 2525 kilometer ini tidak diragukan lagi memang merupakan jantung kehidupan masyarakat setempat.  So to speak. Mengapa sungai Gangga dianggap sungai suci? Apa rahasia nya?

Menurut berbagai penelitian pada air sungai Gangga, diketahui bahwa air sungai tersebut adalah :

Antibacterial Nature

Pada tahun 1896, E. Hanbury Hankin (seorang ahli Fisika yang berasal dari Inggris)  setelah menguji kemurnian air sungai Gangga, beliau melaporkan sebuah report  yang ditulis di salah satu makalahnya yang dimuat di  French journal Annales de IInstitut Pasteur , bahwa ternyata Bakteri Vibrio Cholerae penyebab  penyakit kolera apabila dimasukkan di dalam air  yang berasal dari sungai Gangga maka bakteri tersebut akan mati dalam waktu tiga jam saja...! Hal ini tentu sangat mengejutkan jika dibanding dengan  bakteri  yang dimasukkan di air 'biasa'  bakteri-bakteri tersebut akan mati dalam waktu 48 jam.

Anti-putrefication

C.E. Nelson, seorang ahli Fisika British  lainnya, mencatat bahwa air yang berasal dari sungai Gangga terbukti  akan tetap segar jauh melebihi air biasa, ini dibuktikan ketika beliau mebawa air sample sungai Gangga untuk dibawa ke daratan Inggris, dan selama berhari-hari anehnya air tersebut masih dalam keadaan segar dan tidak berbau seperti halnya air biasa yang sudah berhari-hari.

Cleaning the dead!

Pada tahun 1927, Flix dHerelle , seorang ahli microbiologist yang berasal dari Perancis, terheran-heran ketika suatu hari beliau berdiri di tepi sungai Gangga dan menyaksikan mayat -mayat yang mengambang dengan bebas tanpa hambatan, free as wind, lenggok-lenggok mengikuti irama air.  Diketahui kemudian itu adalah jenazah orang-orang yang meninggal  karena komplikasi penyakit kolera dan desentri, lebih mengejutkan lagi ternyata saat mayat dibuang di sungai Gangga,  mayat yang diangap penuh bakteri tersebut ternyata bebas dari bakteri. Dengan kata lain masyarakat Hindu India selama ribuan tahun percaya bahwa sungai Gangga juga berfungsi mensucikan jenazah. Dan itulah mengapa mereka sering membuang jenazah begitu saja di sungai Gangga.

http://www.hitxp.com/articles/science-technology/sacred-mystery-secrets-ganga-ganges/

http://kapansenget.blogspot.com/2009/06/18sg-dead-body-in-gangga-river.html

 

"You know Indian people consider Gange River is a holy river?" tanya Devi menyambung bincang-bincang kami di saat lunch break siang itu.

Aku menganggukkan kepala,

"Tetapi...bagaimana  pandangan orang Shikh?" Apa menganggap sungai Gangga juga sungai suci?" tanyaku.

"You bet You"

 

Masyarkat Hindu India pada umumnya juga percaya bahwa  siapa saja yang melakukan ritual mandi di sungai tersebut akan bebas dari segala macam dosa. Tidak heran jika lebih dari 400 juta orang tinggal di sepanjang sungai Gangga menggantungkan ritual mandi dan bersih-bersih pada sungai ini. Secara historis sungai Gangga merupakan sungai yang sangat penting dan dikaitkan dengan sejarah civilization yang dulunya bekas lokasi kota kuno Hardwar, Prayag, kashi dan Patliputra Di lain pihak air sungai Gangga terbukti bebas bakteri maupun organisme-organisme lainnya dan inilah yang menjadi kunci utama rahasia sungai Gangga.

Polusi utama di sungai Gangga yang cukup memprihatinkan pemerintah setempat adalah limbah yang berasal dari industri penyamakan kulit khususnya dekat Kanpur, yang menggunakan bahan kimia dalam jumlah besar sperti Chromium dan bahan-bahan kimia lainnya yang of course limbahnya terbuang semena-mena di sepanjang suangai Gangga. Selain yang berasal dari berbagai limbah industri, polusi air sungai Gangga juga berasal dari berbagai faktor diperkirakan hampir satu milyard liter setiap harrinya. Sisa-sia kremasi menambah kontribusi limbah di sungai ini.  Diperkirakan ditemukan mayat mengapung satu per dua jamnya setiap harinya.  Sungguh luar biasa!

http://www.americanchronicle.com/articles/view/109078


Diambil dari berbagai sumber.

Ilustrasi http://kapansenget.blogspot.com/2009/06/18sg-dead-body-in-gangga-river.html

Salam manis,

Reef

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 9 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Habis nonton pilem2 bollywood udah itu lihat foto2 nya sungai gangga beserta holol, eh.. horornya, kayaknya kontras buanget ye.. hehehe
Posted by: Wahnam | Senin, 21 Juni 2010 | 09:21 WIB
*Safana, Lyna, Biru Kuning : tks dear friends atas apresiasinya..yang serem-serem memang sering bkn penasaran ya....? have a nice weekend to all of You girls..
Posted by: jinjer fm Oz | Sabtu, 19 Juni 2010 | 05:34 WIB
woww..syereemmmm, k;o mandi di sungai gangga, kaynyanya diriku langsung gatel2 dweh...
Posted by: biru_kuning | Kamis, 17 Juni 2010 | 12:49 WIB
iya Mbak aku juga dapet kiriman email foto2nya weeeehh sereeeemm bangetz! hmmm..sepertinya ini mirip air zam2 ya Mbak, yang gak pernah kering sepanjang masa n airnya tetep segar n gak bikin sakit walaupun diminum tanpa direbus. Thanks Mbak Reef buat artikelnya
Posted by: Lyna - Kuwait | Sabtu, 12 Juni 2010 | 22:27 WIB
wuih...serem banget. jadi pengin tau nyobain mandi pake air sungai gangga tapi gak ditempatnya langsung. Takut berebutan air sama mayatnya..hehehe..
Posted by: safana | Sabtu, 12 Juni 2010 | 22:26 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved