JUMAT, 18 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiWorld
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Pengakuan Jujur Artis Porno
Reef - Australia



Sweet Zeve/Asmods/Detikers dan Kokiers di manapun anda berada, salam damai dari Oz,

Membaca buku salah satu karya bintang porno dunia yang berasal dari Australia, memberikan inspirasi untuk menulis artikel ini yang mencoba menguak kehidupan pribadi beberapa artis porno dan berbagai motivasi mengapa seseorang mau dan senang hati serta akhirnya menjadi ketagihan menjadi bintang film dewasa. Ada beberapa hal menarik yang barangkali bermanfaat bagi kita dan akhirnya mencoba memahami tindakan mereka namun bukan berarti membenarkannya.


Dear Kokiers,

Di jaman serba internet ini, akses pornography sangat gampang sekali, siapa saja bisa mengakes tanpa halangan, dari anak-anak, remaja dan dewasa.Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa bagi sebagian orang adalah merupakan suatu kebutuhan. Pornography dari dulu sampai sekarang bisa dipastikan laris manis dan bahkan dewasa ini makin ramai dan menghasilkan jutaan dollar bagi pemilik industry porno maupun orang yang terlibat di dalamnya.

Konon uang yang dihasilkan dari industri ini memang sangat menggiurkan dan relatif mudah diperoleh. Dan produksi pornography makin lama makin berkibar dan terus diproduksi. Demand yang tiada pernah berhenti menjadikan para pelaku pornography memperbanyak hasil karyanya yang hampir bisa dipastikan tidak akan takut rugi. Seks merupakan kebutuhan dasar manusia dan merupakan basic instinc yang natural sehingga wajar jika membutuhkan penyaluran. Menikah adalah satu cara untuk menikmati kenikmatan seksual yang syah dan tidak bertentangan dengan norma dan agama. Namun, bagi kebanyakan orang menikah bukanlah perkara gampang, sementara kebutuhan seks tidak mampu diatasi.

Keingintahuan adalah sifat dasar manusia dan dalam hai ini adalah naluri ingin tahu tentang seks seakan tidak bisa dihindari dengan derasnya iklan berbau seks. Dan pornongrapy dianggap sebagai solusi bagi mereka yang naluri ingin tahunya tidak terbendung lagi, pornograpy dalam kultur kontemporer dianggap dewa penolong, walau sejatinya lebih banyak kehancuran yang diakibatkannya.

Benarkah demikian...?

Dear Kokiers,

Nama Monica Mayhem mungkin merupakan nama yang tidak asing bagi penggemar pornography di seluruh dunia, karena Monica selain telah membintangi ratusan film porno, sehingga namanya sangat popular di seluruh dunia, juga telah beberapa kali mendapat anugerah penghargaan award khusus untuk entertainer huburan dewasa. Dibalik glamour dan gaya hidup yang dianggap tidak lumrah ternyata tersimpan trauma masa kecil yang begitu melukai jiwanya yang menghantuinya sepanjang hidupnya dan yang akhirnya membuat dia memutuskan untuk menjadi bintang porno yang kelak dikenal di saentaro dunia terutama mereka para penggemar esek-esek.

Masa kecil yang suram dan haus akan kasih sayang telah membentuk pribadi gadis kecil Monica menjadi seorang yang rebelious, korban bullying terus menerus dari sekolah dan teman-teman sepermainan memperparah psikologinya. Ejekan yang diterima secara terus menerus akan kekeurangan fisiknya membuatnya menjadi pribadi yang rapuh sekaligus liar dan merupakan pukulan telak ketika gadis kecil ini mencari perlindungan ibunya yang alkoholik. Bukannya ketenangan jiwa, namun hinaan-hinaan yang lebih kejam dan seringkali disertai dengan kekerasan fisik antara ibu dan anak yang diterima.

Gadis kecil makin terluka. Hinaan yang terus menerus dari ibunya inilah yang memberi kontribusi terbesar atas sifatnya yang super rebelious. Monica menjadi gadis yang haus perhatian, dan untuk mendapatkan perhatian ini, segala cara dilakukan termasuk pergaulan liar, drugs, alcohols dan lain sebagainya. Ibunya bukannya prihatin dengan perkembangan jiwa sang anak, malah cuek dan asyik dengan dunianya sendiri yang juga tidak pernah lepas dari alkohol. Monica sesungguhnya gadis yang cerdas, namun karena sekolah tidak pernah menarik minatnya, dia didepak dari sekolahnya sebelum menamatkan SMA dan malangnya juga diusir keluar rumah oleh ibunya. Semenjak itu, hidupnya menggelandang dari satu tempat ke tempat lainnya sebelum akhirnya memperoleh pekerjaan di usianya yang sangat muda, yaitu 14 tahun. Penampilannya yang dewasa serta kemampuan otaknya, memungkinkan dia mendapat pekerjaan tanpa kesulitan, walau harus memalsukan usia. Tidak heran sebelum usia 20 tahun, dia sudah beberapa ganti pekerjaan di berbagai perusahaan besar termasuk di perusahaan BHP Billiton.

Dibalik kesuksesan hidup dan membaikknya finansial, ternyata tidak membuatnya happy dan puas. Jiwanya terus memberontak, hatinya masih kosong dan sifatnya yang haus akan perhatian serta masa lalu yang kelam serta hinaan-hinaan teman-teman maupun ibunya membuatnya bertekad untuk mencari pekerjaan yang dianggapnya mampu membuat dunia memperhatikan dia. Pilihan yang dianggapnya tepat : menjadi seorang entertainer kalau bisa kelas dunia. Sehingga mampu menunjukkan pada semua yang telah menghinanya lebih-lebih terhadap ibunya bahwa Monica yang dulu disia-siakan kini telah menjadi seorang yang sangat terkenal. Siapa bilang aku tidak bisa? Begitu tekad bulat hatinya. Entertainer menjadi fokus utama karirnya, apapun dia tidak peduli yang penting menjadi terkenal, kalau toch dia harus telanjang di depan umum, itupun akan dilakoninya.

Dear Kokiers,

Monica yang dianugerahi wajah cantik, dengan mata belok yang sewaktu kecil suka dujuluki 'the ugly duckling' di usianya menjelang dewasa tumbuh menjadi gadis yang cantik menarik, dengan tubuh yang nampak matang dari usia sebenarnya, menjadi modal utama untuk mewujudkan impiannya, dan ini tidak disia-siakan sedetikpun. Ditunjang pula dengan keinginan yang di luar normal yaitu : gairah seksnya yang diakui super tinggi yang terus menerus menggerogoti jiwa mudanya untuk dilampiaskan dan kalau perlu dipamerkan. Bermodal dengan badan dan wajah cantik, dia memulai karier awal di bidang pamer tubuh sebagi waitress topless, pole dancer, striptease dan tari telanjang di berbagai club di beberapa kota besar di Australia.

"I have no problem with nudity and happy to flaunt it " Akunya dalam buku perdananya :  Confessions of an Aussie Porn Star. Hal ini diakuinya sebagai balas dendam terhadap masa kecilnya yang sering diejek tentang bentuk fisiknya.

Telanjang adalah ekspresi jiwa yang bebas. Begitu dalih selanjutnya. Dan dengan modal tubuh telanjanglah, dia mendapat nama sekaligus gaya hidup. Tidak puas mengeruk duit dari berbagai club kecil di Autsralia, dia hijrah ke London dan menjadi penari telanjang di club elite di kota metroplois tersebut. Keinginan hatinya untuk dikenal dunia tidak pernah padam, selalu mengilik-ilik minatnya untuk terus mengembangkan sayapnya. Minat yang gede inilah, yang akhrinya membawanya ke LA untuk memulai karirnya di soft porn sambil terus meniti karir di dunia tari telanjang. Dari membintangi beberapa film soft porn, namanya mulai dikenal di kalangan tertentu. Duitpun makin lancar. Kehidupan super miskin saat dia masih tinggal bersama ibunya tidak akan terulang lagi. Anything you want, just say and done.

Namun hal ini ternyata belum memuaskannya, Monica bertekat membuat gebrakan yang lebih fenomenal dan kesempatan itu datang ketika suatu hari dia ditawari untuk bermain di film hardcore. Namanya makin dikenal. Industry porno ternyata tidak seindah bayangannya, berbagai cobaan dan penghinaan dalam bentuk lain dilakoninya demi sebuah 'NAMA". Bebagai suka duka hidup dalam industry yang super keras dan ketat persaingan, tidak membuatnya mundur, hal ini dibuktikan dengan berbagai awards yang diterima di dunia esek-esek. Monica yang telah bergelimang uang, ternyata tidak menemukan kedamaian hati, hatinya kosong, perkawinanannya hancur hanya dalam waktu dua tahun, dan ironisnya, Monica yang menajdi pujaan lelaki di segala penjuru dunia, dalam kehidpan nyata, tidak pernah ada lelaki yang mencintainya dengan sungguh-sungguh. Lelaki hanya menginkan tubuhnya period. Dan diapun selanjutnya tidak bisa mencintai pria setelah kegagalan pernikahannya, dan di sela-sela keterpurukan jiwanya, dia terus mencari jati diri dan akhirnya menemukan kedamaain hati lewat agama...!

Monica yang selama ini tidak pernah percaya dengan berbagai agama, akhirnya menemukan kedamian dari sebuah agama Neo-Pagan yang berurat akar di Inggris raya dan sebagai agama kuno orang-orang keturunan Welsh yaitu : Withcraf. Atau Perklenikkan, semacam Voodoo di Afrika. Agama yang percaya dengan Dewa-Dewi dan ritual kuno magic, sihir, teluh, pelet serta dukun-dukun. Pemeluknya disebut Wiccan. Sebagai seorang keturunan Welsh, Monica mengukuhkan diri sebagai seorang Wiccan. Hatinya menjadi makin tentram setelah menemukan bahwa dalam agamanya tidak ada pelarangan seorang untuk menjadi bintang porno dan telanjang di muka umum.

"Sebagai seorang Wiccan, filosofi utama adalah : lakukan apa saja yang kau mau asal tidak menyakiti orang lain, dan bekerja di industry porno dan sebagai artis porno, saya merasa tidak menyakiti siapapun dan justru saya membantu jutaan pasangan untuk mem-fire-up gairah seksual mereka. Dan yang penting ini tidak bertentangan dengan agama yang aku anut." Dalihnya memberi alasan.

Dan sebagai seorang Wiccan yang taat, dia tidak lupa melakukan meditasi, membuat altar kecil dengan dihiasi lilin-lin hitam di kamar tidurnya. Altar yang dihiasi bunga dan segalam macam jimat, beberapa patung Dewa- Dewi kuno khas Dewa Wiccan, dan juga sebagai pelengkap memelihara seekor kucing, walau bukan seekor kucing hitam seperti yang direkomendasikan bagi seorang pemeluk Wiccan. Dan religiously dia melakukan doa di depan altar sebelum melakukan shooting berbagai film esesk-esek yang akan dilakoninya.

"Saya menemukan kedamaian setelah menjadi Wiccan, jiwa penolong saya makin terasah"  Lanjutnya.

Dear Kokiers,

Lain Monica lain pula pengakuan bintang porno lainnya , sebut saja Shelley Lubben. Salah satu ungkapannya yang menggetarkan adalah :

"Buat aku, momen tak terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihatku telanjang dan berciuman dengan gadis lain. Kami berharap kalian kaum pria membantu memperjuangkan kebebasan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami.

Shelly, yang mantan bintang porno yang sudah bertaubat dan saat ini aktif menjadi aktivis perempuan dan giat memperjuangkan eksploitasi seksual terhadap gadis muda yang ingin atau sudah bergelimang di industry pornography. Industry yang ternyata mampu menarik minat ribuan gadis muda untuk mengeruk uang secara instant. Little did the know bahwa dunia yang nampak glamours itu sejatinya merupakan bisnis yang kejam yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dengan impian bisa bercinta dengan banyak lelaki dan menjadi pujaan jutaan lelaki di seluruh dunia sekaligus gaya hidup bergelimang dollar telah mengaburkan sisa gelap industry porno itu sendiri. Hampir seluruh film dewasa yang dipromosikan baik lewat web sites ataupun film-film yang ramai beredar, bisa dipastikan menampilkan gambar seronok yang umumnya adalah wajah-wajah cantik menggoda yang dengan senyum menggairahkan plus mengundang, sejatinya tidak lebih merupakan tipuan semata.

Senyum yang bisa dipastikan bermotivasikan uang alias senyum palsu. Shelely, bintang porno yang bertaubat, perempuan pirang ini kebalilkan dengan Monica, yang mengaku enjoy dengan seks, justru tidak enjoy bermain seks dan bahkan to the point merasa jijik dengan dirinya sendiri, namun demi gelimang ribuan dollar, dia rela tersenyum pura-pura puas dengan desahan-desahan yang berlebihan. Tidak jarang para artis porno akan menenggak alkohol maupun obat-obatan terlarang untuk lebih merasa rilex beberapa saat sebelum adegan dimulai.

Ya, demi uang yang dianggap menggiurkan, para gadis muda termasuk Monica atau Shelley rela menahan rasa jijik luar biasa untuk beradegan seks dengan berbagai pria yang tidak dikenalnya, yang kadang-kadang 'their smells are so offensive' yang membuat mereka mual, dan sekaligus melakukan adegan-adegan yang sangat merendahkan kaum wanita di luar bayangan manusia normal. Menurut salah satu pengakuan Monica, pernah suatu saat dia di kontrak oleh seorang produser sekaligus sutradara terkenal melakukan adengan yang membuatnya hampir pingsan yaitu memasukkan kakinya di kemaluan perempuan lawan mainnya. Industry porno yang menjamur di seluruh dunia hampir semuanya mem-brain wash para penontonnnya bahwa gadis-gadis muda yang bermain di adegan-adegan porno sangat menyukai dan menikmati degradasi dan eksploitasi seks, dan selanjutnya memaksa para penonton dan penyuka pornography percaya bahwa para wanita ini suka sekali dieksploitasi dan dilecehkan seperti binatang.

Faktanya, artis-artis ini seringkali tidak tahu adegan apa yang akan dilakoninya dan dengan siapa lawan mainnya, tidak jarang kameraman atau sang sutradara merangkap sebagai aktor. Mereka diberi tahu setelah berada di lokasi dan hanya diberi dua pilihan : do it or leave it without a single dollar from us. Jika sudah demikian, tiada jalan lain bagi mereka yang kepepet uang untuk melakukan kemauan produser. Air mata dan penderitaan lahir batin menjadi tumbal atas kemewahan dunia. Tidak aneh, jika akhirnya banyak artis porno yang terjangkit berbagai penyakit kelamin dan bahkan AIDS. Banyak artis porno yang demikian terjerat dan memilih bunuh diri. Banyak pula diantara para artis porno-artis porno yang mengalami kerusakan organ dalam secara brutal. Tidak ada yang peduli. The industry must go on with or without you. Mungkin faktor-faktor ini pula yang menjadikan kasus bunuh diri banyak ditemukan di industry pornography.

Seperti disinggung di bagian awal tulisan ini, bahwasanya berbagai latar belakang mengapa seorang gadis memilih karir menjadi bintang porno, walau sebagian besar tidak dapat dipungkiri, keluarga yang berantakan, penghinaan maupun pelcehan seksual semasa kecil sangat umum menjadi motivasi utama. Trauma seksual yang demikian kuat tidak akan pernah sirna dari benaknya dan selanjutkan akan mengendap di alam bawah sadar yang ironisnya umumnya korban pelecehan seksual akan menjadi pelaku seksual juga kelak jika dewasa. Walau tentu tidak semua, ini tergantung masing-masing individu dalam menyikapinya dan fondasi kejiwaan yang bersangkutan. Contoh mantan bintang porno Shelley. Menurut Shelley, pelecehan seks semasa kecil yang akhirya membuat dia menjadi artis porno sebagai bentuk balas dendam dan sekaligus cara jitu untuk menipu jutaan pria dengan berbagai aksinya di depan kamera. "I hate every single moment when I am doing my job." Kebahagiaannya ternyata tidak imbas dengan hasil yang dia dapatkan dan jalan yang harus dia tempuh. Bukannya kepuasan yang dia dapat melainkan eksplotasi perempuan secara besar-besaran, sampai level serendah-rendahnya hampir tidak tersisa.

Dear Kokiers,

Selain cerita Monica dan Shelley, masih banyak cerita kehidupan yang mengharu biru wanita yang berkecimpung di dunia ini. Glamor, gaya hidup, penyakit kelamin, AIDS dan kematian tragis menjadi warna sehari-hari di industry pornography. Walau masih banyak deretan cerita tragis yang memilukan, toch tetap saja banyak gadis muda yang menjebakkan diri dengan senang hati. Ah well...

Untuk melengkapi tulisan ini, ada baiknya juga menyimak selintas berita yang sempat menggegerkan dunia belum lama ini.

Baru-baru ini dunia dikejutkan oleh pengakuan seorang bintang porno Jacky Braxton yang mengaku mengidap AIDS dan telah menularkan penyakit mematikan ini kepada 500 lelaki yang telah berhubungan seks dengannya. Dan diapun mengancam bahwa akan banyak korban lagi apabila ke 500 orang lelaki tersebut, menularkan ke pasangannya. Kontan pengkuan ini menghebohkan sehingga membuat polisi turun tangan dan menyelusuri serta akan menindak lanjutin pengakuan yang menggegerkan ini.

Pengkuan Jacky Braxton yang ditulis di blog wanita berusia 23 tahun dari Detroit tersebut, tentu saja mengejutkan, terutama pria yang merasa telah melakukan seks dengannya. Namun setelah di-inverstigasi lanjut, ternyata pengakuan nya hanya merupakan omong kosong belaka. Hanya hoax dari seorang artis porno. Jacky mengaku dirinya siap diperiksa secara medis untuk membuktikan bahwa diirnya hanya bercanda dan dengan tegas menyatakan pula bahwa dia bebas dari AIDS dan pengakuannya hanya semata-mata sebagai peringatan para lelaki hidung belang untuk tidak sembarangan melakukan seks bebas dan selalu setiap terhadap pasangan.

Akhir tulisan, indahnya pornography hanya kamuflase sesaat yang akan menyengsarakan baik pelaku, penonton maupun penyelenggara, lepas dari berbagai motovasi, stop ekslpoitasi perempuan dan 'say no to pornography'.


Salam manis

Reef
*Artikel diambil dari berbagai sumber.

 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 10 Halaman Komentar | First Prev Next Last
*Jejen, Rosonez : *jejen : tks say sdh mampir dan infonya..tentang topik lelaki, duh,,,aku kurang tahu banyak, secara selama ini topik tentang perempuan lebih nyata dan bs sehari-hari ada di depan mata kita, dan jujur aku suka sekali mengangkat tema ttg perempuan, terutama yg tremarjinalisasi...btw, ide filmya menarik nih tuk ditonton dan jd inspirasi tulisan...sekali lagi tks atas apresiasinya...*Rosonezz : just in time yaaaaaaaaaa
Posted by: jinjer fm Oz | Sabtu, 19 Juni 2010 | 05:37 WIB
Kalo di amrik ada lho ladies club CHIPNDALES hahahah. jadi bukan hanya wanita saja, cowok juga ada loh sekseh lagee (wink wink), lain kale ngebahas dong yang cowok kerja di ladies club hehehe. Ide doang kok
Posted by: Jejen | Minggu, 13 Juni 2010 | 01:05 WIB
Mba Reef nonton dong film HUMAN TRAFFICKING and TAKEN, bagus loh filmnya :) soalnya based on true story.
Posted by: Jejen | Minggu, 13 Juni 2010 | 01:03 WIB
I don't think they like their jobs at all cuman ya krn mereka sudah terjerumus, kadang orang2 spt mereka berpikir, nobody will accept me, they only treat me like slut and they won't give me chance, so it doesnt matter if I still do my jobs coz I DON'T HAVE CHOICES. Biar bagaimanapun they're still my sisters and God loves them equally like God loves the rest of us.
Posted by: Jejen | Minggu, 13 Juni 2010 | 01:00 WIB
artikel yg menarik...membuka mata ttg kejadian nyata yg ada dihadapan kita. thanks mba reef for share.
Posted by: safana | Sabtu, 12 Juni 2010 | 12:34 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved