
| KoKiWorld |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Sop Janin, Mitos Atau Fakta?
Banyak cara dipakai untuk memperoleh hasil yang benar-benar bisa diandalkan. dari ramuan herbal tradisional, obat-obatan modern dan juga memakan makanan tertentu yang mungkin bagi orang lain sangat menjinjikkan. Salah satu diantaranya adalah makan janin yang telah meninggal. Janin yang biasanya diperoleh dari hasil pengguguran kandungan ataupun yang keguguran yang dikarenakan oleh hal lain atau hal-hal normal lainnya. Kalau di masyarakat Barat dan negara-negara Timur lainnya yang selama dua dekade belakangan ini mengembangkan kosmetika dari placenta sapi, yang mengadung protein tinggi, maka di China lain lagi, konon menurut kabar berita, mereka tidak tanggung-tanggung lagi, yaitu bukan sang ari-ari yang dilahap melainkan janin bayi yang sudah meninggal. Obat awet kecantikan dari hasil mengkonsumsi janin mati ini ternyata dipercaya sudah berkembang cukup lama, yaitu kira-kira seratus tahun di sebagian masyarakat China dan Vietnam, yang belakangan ini kembali menjadi trend. Bahkan saking populernya kehebatan janin ini, ada sebuah Film yang berjudul Dumpling, yang mengisahkan benar tidaknya mitos memakan janin. Dalam film tersebut digambarkan seorang wanita yang ingin awet muda dan terobsesi dengan kecantikannya, pergi ke seorang dukun di sebuah perkampungan kumuh dan secara rutin membeli produk dari sang dukun tersebut. Dalam setiap kunjungannya, selalu sang dukun memnghidangkan semangkok dumpling isi daging janin yang masih mengepul hangat. Dukun yang masih nampak berusia 25 tahun dan berwajah cantik dan berkluit mulus ternyata sejatinya sudah berusia 70 an tahun lebih. Rahasianya...? mengkonssumsi dumpling janin secara rutin. Semenjak peng-iklanan secara tidak langsung dari para dokter ini, diberitakan para petugas cleaning servuce di Rumah Sakit tersebut saling berebut untuk memperoleh janin yang rutin tersedia di Rumah Sakit tersebut. Janin diperoleh dari para wanita yang mengalami keguguran. Selanjutnya dikatakan bahwa lambat laun kehebatan sang janin menjadi popular di lingkungan tertentu dan semakin terkenal menu ini, serta tingginya demand, pihak Rumah Sakit sering dibuat kelimpungan karena kehabisan stok. Dalam kesaksiannya, dia mengatakan bahwa dia dan beberapa rekannya, secara rutin membawa janin dari Rumah Sakit yang mana janin yang tidak dikehendaki oleh sang ibu tersebut masih fresh dan berwarna merah jambu dan hanya sebesar tikus namun lengkap dengan tangan dan kaki, selanjutnya daging janin tersebut dimasak dengan daging babi dan dibuat soup atau isi dumpling. Memang menjinjikkan namun belakangan ini trend makan janin sudah makin popular. Benarkan demikian...?? Janin yang sudah mati itu tentu rasanya tidak selezat bayangan orang selama ini. Janin biasanya mempunyai bau khas yang sangat kuat dan tidak sembarang orang bisa tahan dengan bau ini, untuk itulah dianjurkan jika ingin menikmati janin, sebaiknya dicampur dengan daging lain seperti daging sapi atau babi dan diberi bumbu jahe dan bawang putih yang generous untuk menyamarkan baunya. Walau kebiasaan makan janin ini dirasa makin popular namun tidak jarang juga banyak yang terkejut. Salah seorang dokter di China bahkan tidak tahu sama sekali dan mungkin juga ini adalah berita isapan jempol belaka. Menurutnya, memang diakui bahwa janin mengandung nutrisi tinggi, protein dan lemak yang bermanfaat bagi tubuh manusia dewasa, dan di tulang-tulangnya yang empuk mengandung banyak mineral yang sangat berguna. Namun tentu bukan untuk dimakan...kilahnya.
Selanjutnya dalam laporan tersebut diberitakan bahwa di Canton (Guangdong) sudah menjadi rahasia umum di lingkup masyarakat itu, dan telah menjadi trend untuk mengkonsumsi sop janin untul alasan kesehatan. Harga sop janin ini sekitar 2000 yuan.. Janin yang sudah dibersihkan dimasak dengan berbagai bumbu special dan dimasak selama delapan jam. Konon resturant yang menyediakan sop janin menyamarkan nama menunya menjadi Spare rib soup. Sop janin special ini tujuan utama adalah mendongkrak gairah seks. http://www.sott.net/articles/show/196095-Sick-Bag-Alert-Chinese-Eat-Baby-Soup-for-Sexead
Berbagai latar belakang yang mendasari mengapa seseorang rela mencemarkan bangsa dan ras lain, agama, budaya daerah tertentu hanya semata-mata karena merasa tidak suka terhadap sesuatu atau bangsa atau agama atau apa saja untuk menggiring opini publik. Atau, orang membuat hoax hanya sekedar just for fun. Ingin ngetop secara instant. Dia akan ketawa terbahak-bahak menyaksikan hasil isengnya. Sementara jutaan orang mungkin sudah ter-opinikan. Beware...!
ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|