RABU, 23 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KokiTrash
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Tattoo Tattoo Tattoo ...
Perahukecil - Sumbawa


Kata referensi yang kubaca, rajah atau tattoo pada manusia merupakan suatu bentuk modifikasi tubuh. Berbeda dengan era 90an, orang bertattoo cenderung dianggap sebagai pelaku kejahatan, karena adanya peristiwa Penembakan Misterius (Petrus).

Pada masa sekarang ini, tattoo, bukan lagi sesuatu yang tabu, apa lagi sesuatu yang identik dengan kriminalitas. Tattoo, pada konteks tertentu, menjadi ungkapan protes dan simbol perlawanan pada kehidupan yang mapan, sehat dan bersih. Tattoo juga menjadi bagian dari fashion, bertattoo sama halnya dengan bersolek. Bahkan bertattoo menjadi trend di kalangan kaum muda.

Aku jadi penasaran pengen merasakan bagaimana rasanya ditattoo, sekaligus pengen juga punya gambar abadi di tubuhku. Penasaran, karena banyak teman bertattoo yang sepertinya justru ketagihan membuat tattoo, padahal katanya sakit? Akhirnya, browsing desain tattoo dan menemukan desain yang sreg di hati, kuputuskan untuk membuat tattoo. 

 

 

Di sebuah studio milik seorang teman, suatu sore di bulan Desember (halah…) jarum-jarum akupuntur menusuk kulit pinggul kananku. Fiuhhh….sempet nervous sebelum tusukan pertama. Kata teman yang membuat tattoo, hanya lima menit pertama terasa sakit, setelahnya sakit terus hehehehe…

Beberapa hari sebelumnya sempat adakan semacam survey ke beberapa studio tattoo, mencoba mengamati proses pembuatan tattoo dengan harapan bisa mendapat gambaran dan merasakan sesakit apa rasanya ketika jarum-jarum bertinta itu merajah kulit. Tapi memang harus dirasakan sendiri biar tak lagi penasaran. Berbekal rasa penasaran dan memang keinginan agar desain keren itu abadi menempel di tubuh, akhirnya kubuat janji dengan si empunya studio tattoo esok sorenya.

Fiuuuuh…ternyata sakeeet! Kaget, itu yang bikin sakitnya berasa banget. Meski sudah berusaha dialihkan pada obrolan-obrolan, tetap saja jarum-jarum itu menusuk-nusuk kulit, sakitnya bukan main. Teman yang mengerjakan tattoo-ku bilang, wajar merasa nervous. Yang sudah bertattoo dan banyak, dengan kata lain sudah berkali-kali ngerasain nylekitnya rajahan jarum jahanam itu aja, kalo mau ditattoo (lagi) masih juga nervous! Ternyata…. Kirain yang udah bertattoo banyak udah kebal aja ma jarum-jarum itu.

So, wajar banget kalo sampe meringis-ringis plus jaim nahan sakitnya kulit dirajah jarum-jarum itu… ouch ouch….gila!

 

 

Tapi ada juga seorang teman yang ekspresinya biasa-biasa saja ketika merasakan jarum-jarum itu menusuk kulitnya. Atau mungkin dia yang kurang ekspresif orangnya? Hehe… Cuma nyengir bentar trus mendelik, ngga ada berekspresi yang lebih seru. Tapi ekspresinya itu membantu membuat aku lebih tenang, aku jadi berasumsi bahwa tak terlalu sakit. Meski tetap nervous sembari menunggu giliranku digambar.
 
Akhirnya, temanku selesai sudah… Giliranku neeh! Mulai bikin mal buat ditempelin di pinggul, mastiin posisi. Uuuh…tambah  nervous aja pas malnya ditempelin di pinggul, dan Vaselin mulai diolesin fiuhh…

Mase tukang tattoo mulai beri aba-aba sembari tetap ngobrol ngalor ngidul, siap yaaa… hummm yaah I have to be ready ngerasain jarum pertama menancap di kulit. Aaaarrghhhh! Gila! Sakit ternyata…padahal baru bikin outline-nya neeh… Duh duh duh….sempet pake acara macet sejenak lagi…

Yihaaaaa….petualangan ditattoo pertama kali dimulai! Aaaaaaaa…..enak juga ngerasain disakiti. Tapi katanya lebih sakit hidup kok hehehe… Rasanya,yang tadinya terbayang bakal perih banget, seperti disobek-sobek pake cutter, ternyata hanya seperti disuntik pak dokter, tapi berkali-kali dan terus-terusan hihihi….

Aaaauuuuuu…. Mulai ngeblok!

Desainnya udah keliatan bentuk seluruhnya. Tinggal ngeblok dalemnya. Ouch…penyiksaan dimulai! 5 jarum akupuntur merajah kulitku. Sempat terbersit di benak merasa salah milih desain, kenapa harus pilih yang harus pake acara ngeblok segala seeh??? Hehehe… 

Finally…tinggal tunggu ngebloknya kelar. Uaaah selesai…dan puas! Rasakan orgasme proses ditattoo (kata teman yang sudah bertattoo) pas disemprot pake alkohol. Huf..huff… Memang panas, perih, pedes…lalu masih juga bleeding dan cairan beningnya keluar. Akhirnya ditutup pake plastik wrap.
 
Well Done!

Legaaaaaaaaaa….kelar dari rasa sakit dan punya gambar keren di tubuh.

Eeeh, sudah kepikiran mau nambah lagi hihi.. ngga kapok ternyata. Malah addicted. Meski setelahnya harus tersiksa beberapa hari di pinggul. Aaaaah tak sebanding!

Aku bertattoo sekarang!    

 

 

Tattoo is not crime! It’s fashion!
 
 
  

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 3 Halaman Komentar | First Prev Next Last
heuheu...saya sih ngerasanya kayak dibeset-beset silet...periiiih ceuceu....tapi kepikiran pengen bikin lagi, memang tatoo itu bikin kecanduan loh...
Posted by: Frenesie | Sabtu, 1 Agustus 2009 | 04:51 WIB
gambar terahir ceyeeeeem, aduh bayangin kulit ditusuk2 jarum hiiiiiiii atuut
Posted by: Ratih | Kamis, 16 Juli 2009 | 14:40 WIB
takut aaah punya tatoo, sakit
Posted by: malces | Kamis, 16 Juli 2009 | 13:59 WIB
Hiiiiiiiiiiiiiiii Ncillllll ngerii euuyy liatnaa..yuka mau dech ditatto kalu gak sakit...wkwkwkwk
Posted by: Yuka-Kobe | Kamis, 16 Juli 2009 | 09:19 WIB
perahu kecil mo ty nih wkt bikin tatto di Spore daerah mana ya???hehehehe mau tau karena aq yakin pasti disana safety bgt ya secara takut dgn HIV ihhhhh ngeri kalau jarum suntiknya gak steril
Posted by: farvel | Kamis, 16 Juli 2009 | 05:08 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved