| KoKiKlik |
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
To Read Poetry Of The Earth From The Sky
“Ini foto-foto dari pesawat?!” tanya seorang sahabat saya ketika melihat foto-foto ini. “Iya,” saya jawab. “Kok bisa?!” tanyanya lagi. “Ya, ndak sulit. Tinggal minta ijin pilot untuk keluar pesawat sebentar, lalu jepret.” Dia sempat mikir dengar jawaban saya itu. Setelah sadar, dia ketawa. Kemudian dia bilang bahwa dia tidak pernah lihat keindahan pulau-pulau kecil ini dari udara setiap kali terbang dari Bali ke Labuan Bajo, Manggarai, Flores, NTT. Ya, tentu saja begitu! Dia tidak pernah tengok keluar jendela pesawat. Dia punya kebiasaan tidur di pesawat. Jika sadar, ya, lebih banyak memerhatikan pramugari. Keindahan pulau-pulau kecil ini luput dari perhatiannya. Setiap kali bepergian dengan pesawat, saya punya kebiasaan untuk mencari tempat duduk dekat jendela. Memberi saya akses untuk memotret bagian wajah ibu bumi yang dilewati pesawat. Kecuali, kalau penerbangan di waktu malam. Pemandangan dari atas udara tentu beri perspektif yang berbeda dalam pemotretan. Sekalipun kita tidak dapat memotret dengan leluasa dan terhalang pula oleh kaca jendela pesawat yang tebal itu. Apalagi ketika kacanya kotor. Nah, ketika satu saat Anda terbang menuju airport Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT, dari arah barat, seperti dari Bali, carilah tempat duduk dekat jendela. Sempatkan diri Anda untuk menengok keluar untuk menikmati gugusan pulau-pulau yang Anda lewati. Anda akan melihat keindahan yang unik dari pulau-pulau kecil itu. Jika Anda bawa kamera, abadikan keindahan itu sebagai bagian dari narasi perjalanan Anda. Jika Anda tidak dapat tempat duduk dekat jendela, Anda bisa mengikuti kebiasaan buruk saya. Pergi ke bagian belakang pesawat. Biasanya ada ruang kosong yang tidak diisi kursi. Minta ijinlah ke pramugari agar Anda dibolehkan menengok atau memotret dari tempat itu. Ya, pandai-pandailah merayu pramugari. Dari tempat ini, Anda lebih leluasa melihat atau memotret pulau-pulau yang dilewati pesawat. Anda mendapatkan perspektif yang lain dan memperkaya perspektif Anda ketika tiba di kawasan Taman Nasional Komodo dan berlayar di antara pulau-pulau yang sudah Anda lihat dari udara. Ya, menikmati keindahan puisi ibu bumi di kawasan ini dari perspektif lain. Lebih beragam.
Semoga foto-foto ini bisa menarik minat Anda untuk berkunjung ke kawasan Taman Nasional Komodo, kekayaan negeri kita, warisan bumi Indonesia. Dengan begitu semakin kaya pula perspektif kita tentang Indonesia, negeri tercinta ini. Hidup itu memang akan terasa lebih indah dan kaya jika dilihat dari banyak perspektif. Kalau hanya dari satu perspektif, hmmm... bisa terasa miskin, monoton ---- flat & dry.*
Gabriel Mahal ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
|
| About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us |
|