SABTU, 18 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiFood
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Chikuzen-ni
Akiko Watanabe - Jepang

 


Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

  • 1 paha ayam tanpa tulang (300 gram)
  • 1 buah wortel (150 gram)
  • 4 jamur shiitake kering
  • 8 batang buncis
  • 2 sendok makan gula
  • 2½ sendok makan kecap asin
  • 1 gelas (200 ml) air
  • 1 sendok teh minyak sayur

Cara Memasak
Rendam jamur kering minimal 1 jam. Potong wortel secara memanjang menjadi dua bagian, kemudian potong kecil-kecil dengan lebar 2 cm, lalu setiap potongannya dibagi dua lagi. Cuci jamur yang telah mengembang, buang bagian batangnya lalu potong menjadi empat bagian seukuran dengan wortel. Buang serat di bagian sisi buncis, potong-potong dengan panjang sekitar 2 cm. Daging ayam dipotong-potong kotak ukuran sekitar 3 cm.

Panaskan wajan, tuang minyak sayur lalu tumis daging ayam. Kalau daging ayam sudah tidak melekat pada dasar wajan, balikkan. Masukkan wortel dan buncis. Pastikan semua bahannya tercampur minyak. Terakhir masukkan jamur. Kalau semua bahannya sudah tercampur minyak, masukkan 1 gelas air. Tutup wajan dan biarkan selama 10 menit di atas api sedang.

Kalau bahan-bahannya mulai empuk, miringkan wajan dan masukkan gula dan kecap asin ke dalam kuahnya. Aduk lalu tutup kembali wajan dan biarkan selama 5 menit lagi.

 Angkat tutupnya, biarkan kuahnya menyerap dan aduk daging ayam beserta sayuran dengan hati-hati menggunakan sendok kayu. Biarkan kuah surut hingga mengental dan mengkilat, menjadikan daging ayam dan sayurannya terlihat berkilau. Angkat dari api dan sajikan di atas piring besar.

Masakan Daerah
Chikuzen-ni adalah masakan khas daerah Chikuzen di wilayah utara Kyushu. Kata 'ni' berarti rebus atau tumis. Karena sering disajikan sebagai makan siang sekolah, masakan ini populer di seluruh Jepang. Perpaduan daging dan sayuran yang bergizi membuat chikuzen-ni kerap muncul dalam menu makanan di banyak sekolah.

Wilayah Jepang terbilang kecil tetapi iklim dan lingkungannya berbeda-beda dari bagian utara ke selatan, bergantung pada apakah daerah itu menghadap ke laut atau dikelilingi pegunungan. Ini juga berarti makanan yang tersedia di tiap wilayah berbeda-beda sehingga kaya akan masakan khas daerah.

Kemajuan mutakhir dalam moda transportasi sekarang ini memungkinkan tersedianya berbagai bahan makanan di mana-mana. Namun masakan daerah membantu membangkitkan kenangan banyak orang mengenai di mana mereka dilahirkan serta menyediakan variasi di meja makan.

Sumber: www3.nhk.or.jp/nhkworld/cooking/indonesian/20120203.html

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Bang Daki, betul, mungkin karena mamanya tidak suka memakai jamur. seringnya menggunakan wortel dan seladri.I ya dong, jemuran badan asik dipandang.
Posted by: Old T.Moken | Minggu, 5 Agustus 2012 | 23:32 WIB
bu Moken, suami ga suka makan jamur ?? takut jamuran kali yah ?? kalau saya ga suka jemuran badan
Posted by: Caridaki | Minggu, 5 Agustus 2012 | 09:43 WIB
terima kasih Akiko pas lapar lunch time nih jadi terhibur dengan masakan ini
Posted by: Caridaki | Minggu, 5 Agustus 2012 | 09:42 WIB
Caranya seperti masakan Chinese food (stir fry) di restoran. Jelaslah enak. Saya suka sekali. Tapi suami saya tidak suka makan jamur.
Posted by: Old T.Moken | Minggu, 5 Agustus 2012 | 03:53 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved