2½ sendok makan tepung jagung & 5 sendok makan air untuk mengentalkan saus
Cara Memasak
Rendam jamur kering di dalam air lalu iris tipis memanjang. Potong daun bawang dengan panjang 4 cm lalu iris tipis. Buang tulang rawan pada daging kepiting.
Panaskan dua sendok teh minyak sayur di penggorengan. Tumis daun bawang lalu tambahkan jamur. Bumbui dengan garam dan merica. Angkat dari penggorengan.
Pecahkan telur di dalam mangkuk, kocok menggunakan sumpit atau pengocok telur. Bumbui dengan garam dan merica. Bagi menjadi empat bagian yang sama untuk membuat 4 dadar. Masukkan tumisan daun bawang dan jamur, daging kepiting dan air kepiting.
Panaskan penggorengan di atas api sedang, tambahkan 2 sendok teh minyak goreng. Masak masing-masing dadar. Aduk adonannya hingga setengah matang. Pegang piring di atas penggorengan untuk membalikkan dadar dan gelongsorkan kembali ke penggorengan untuk mematangkan sisi lainnya.
Hangatkan bahan-bahan untuk saus di dalam panci. Aduk tepung jagung dengan air lalu tambahkan saus dan panaskan hingga saus mengental.
Letakkan masing-masing dadar di atas semangkuk nasi. Tuang sedikit saus di atas dadar lalu beri sedikit kacang polong.
Masakan Jepang yang Terinspirasi Masakan Cina
Kanitama-don adalah masakan ala Cina yang diciptakan di Jepang. Ada banyak masakan Cina lainnya yang dibuat atau dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan selera orang Jepang. Ramen dianggap makanan rakyat. Nama ramen berasal dari kata bahasa Cina, lamian, yang merujuk pada mi yang direnggangkan dengan tangan. Mi ini diperkenalkan di Jepang lebih dari 100 tahun lalu, pada zaman Meiji, oleh komunitas besar Cina yang tinggal di Pelabuhan Yokohama, Nagasaki dan pelabuhan lainnya di berbagai wilayah Jepang.
Ramen pada akhirnya disajikan sesuai selera orang Jepang, seperti disajikan dengan sup kecap asin atau sup miso. Masakan yang berasal dari Cina yang juga dikenal luas adalah Gy?za, pangsit kecil isi daging. Di Cina pangsitnya direbus, sementara di Jepang pangsitnya digoreng. Dan pangsit Jepang diberi tambahan bawang putih.
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com
wah sejak Akiko sering tulis artikel masakan Jepang , saya jadi belajar se-dikit-dikit nama makanan Jepang deh, makasih ya Akiko ....arigatou guzaimasta kah ??
iya nih kan puyonghai kali org China bilang sih, ada juga tuh bala-bala ala Jepang tapi lingkarannya besar, dengar sih Bonsai juga asal China, Shorinji Kempo juga asal China katanya, malah ada orang bilang buah Kiwi juga berasal dari China
Miaw, kalau saya masak tidak pernah tambahkan garam lagi karena takut tekanan darah naik.Akibatnya saraf-saraf ginjal bisa rusak. dan lama-lama ginjal bisa rusak. Itu yang saya takutkan sebab ibu dan abang saya meninggal karena gagal ginjal. Kalau masak di oven sampai gosong, itu suami saya. hahaha. Lha, manggang sambil baca buku dan waktu nggak di setel. Ya, gosong . hahaha.
Posted by: Old T.Moken | Minggu, 3 Juni 2012 | 08:02 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...