MINGGU, 26 MEI 2013
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

  • 1

    Rp .000

  • 2

    Rp .000

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiTour
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Castle Combe, desa tercantik ...
Little Wiltshire - London

Libur akhir pekan plus libur nasional dalam rangka peringatan naik tahta ke 60 tahun ratu Elizabeth II. Tentu saja membuat saya bungah gejingkrakan girang bukan kepalang. Berarti dalam beberapa hari kedepan saya dapat melepaskan diri dari segenap rutinitas.

Tetapi bukan berarti saya akan menjatuhkan pilihan pergi ke London, turut berjejalan menyaksikan pesta akbar diantara berjubelnya masa dari berbagai belahan bumi, Londoner atau para Cockney (sebutan khusus untuk orang London aseli).

Sesuai dengan apa yang telah saya rencanakan, saya akan pergi keluyuran ke sebuah desa nan cantik yang sudah menawan hati banyak eistawan dari berbagai belahan bumi ini. Dengan sowan pakde/bude Google saya mencari tahu jalan untuk menuju ke sana. Job done.

Dengan tak sabar, saya langsung arahkan kuda besi ke jalan bebas hambatan tanpa GPS. Tiga puluh lima menit kemudian, tibalah saya dengan selamat di desa yang sudah lama menjadi impian saya untuk mengunjunginya.

Inilah Castle Combe, the prettiest village in England. Desa tercantik di Inggris ini telah banyak mengantungi penghargaan sejak tahun 1962. Castle Combe terletak di wilayah/kabupaten Wiltshire. Letaknya sangat strategis dan dapat ditempuh dari berbagai arah. Lokasi desa ini, berdekatan dengan kota-kota besar dan terkenal lainnya. Desa mungil nan indah ini berpenduduk kurang lebih 350 jiwa.

Desa cantik ini berdiam di lembah, semua bangunan rumahnya merupakan tipikal the Cotswold, menggunakan konstruksi batu dengan tembok yang tebal. Atapnya terbuat dari lempengan batu natural yang dibentuk tipis seperti keramik.

Bangunan yang berdiri di desa ini sudah berusia ratusan tahun. Karakter rumah-rumah tersebut terus dipertahankan sampai saat ini agar generasi penerus dapat menikmati dan mewarisi keindahannya. Karena aturan yang ketat dan merupakan komitmen penduduk, maka hingga detik ini desa tersebut tidak terdapat tiang listrik, telepon, lampu penerang jalan, apalagi antena TV yang tinggi menjulang.

Awal mulanya desa ini ditandai dengan berdirinya gereja St. Andrew pada abad 12, tetapi kehidupan di sana berawal pada abad14 setelah dibangunnya Market Cross. Itu adalah bukti pengesahan perdagangan yang disetujui raja Henry. Butter Cross, adalah batu prasasti yang terletak di tengah jalan tempat berhentinya kuda.

Pompa air yang terletak di samping market cross berfungsi untuk melengkapi kebutuhan air bagi penduduk. Di masa itu Castle Combe memegang peran penting dalam dunia perdagangan karena desa ini menghasilkan wool. Desa ini juga sangat dikenal sebagai desa peternakan biri-biri.

Sungai Bybrook, melintasi desa ini dengan aliran airnya yang jernih gemericik. Sungai Bybrook dilengkapi dengan jembatan Pack bridge atau dikenal pula dengan sebutan The "Town" bridge. Semula jembatan Pack terbuat dari papan kayu. Bahan bangunan jembatan itu berubah ke konstruksi batu, baru pada abad 18 yang silam.

Karena kecantikannya maka desa ini banyak menggundang daya tarik dari orang-orang perfilman untuk menjadikan lokasi shooting. Sejak tahun 1966 berbagai film dan drama seri TV mengambil lokasi shooting di sini. Sebut saja Film Doctor Dolittle, Stardust, The Woftman dan yang teranyar besutan Steven Spielberg tahun 2010, War Horse. Sementara untuk drama seri TV antara lain, Agatha Christie - Poirot, Robin of Sherwood.

Mereka yang bertandang ke desa ini sama sekali tidak dipungut bayaran. Demikian pula dengan tempat parkir yang tersediapun gratis. Sesuai dengan saran saat terbaik berkunjung adalah pagi hari, disaat udara masih bersih. Temaramnya cahaya matahari dan belum banyak pejalan kaki dan kendaraan berlalu lalang di pagi hari, makin menambah kenyamanan berjalan-jalan di Castle Combe.

Saran tinggal saran, saya sendiri bertandang malah disaat siang hari dan kecantikan desa ini tetap membuat saya kagum.

PS: Info diambil dari berbagai sumber.

Salam

Little Wiltshire 

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 5 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Mbak LW, bawalah daku jalan-jalan ke desa ini....hahahahahaaa
Posted by: rosda | Sabtu, 18 Agustus 2012 | 00:28 WIB
desa ini sebentar lagi bakalan rame dikunjungi turis , yg datang menikmati London Olympic 2012 bulan Juli mendatang ....
Posted by: sirpa | Kamis, 21 Juni 2012 | 23:49 WIB
kampung Naga yg daerah Jabar itu kan??? Banten yaa kalau gak salah???............tp kalau kampung kita pasti dibilangin malah terbelakang !!! wkwkwkkw.........gakkkk coool.....hihihi.......
Posted by: dewimeong | Kamis, 21 Juni 2012 | 06:09 WIB
Mbak miawmia, di indo ada lho desa yg mmg benar2 blom tersentuh kemodrenan, yaitu Kampung Naga.. Mudah2 an akan tetap memegang teguh keasrian dan adat-istiadat agar kampung naga tetap lestari...
Posted by: farvel | Kamis, 21 Juni 2012 | 04:44 WIB
wyd enaklah sunyi sunyi, bisa anu anu, bubu maksudnya, hehehehee
Posted by: dewimeong | Selasa, 19 Juni 2012 | 16:37 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved